When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
RICHARD MEIER


__ADS_3

Kama mulai menceritakan kisah kenangan masa kecil nya pada Feli. Ia menjelaskan dengan detail setiap hal yang terekam di memori nya


sampai dampak yang tertinggal pada nya hingga sekarang.


Kehidupan masa sekolah nya yang tidak memiliki banyak teman dan lebih banyak menutup diri,


panggilan cengeng yang melekat pada dirinya di setiap jenjang pendidikan, membuat nya muak dan semakin acuh dengan sekitar, seperti mati rasa.


Wuiiih, pantes aja Kama gak paham-paham maksud Sutra.


Kama juga menambahkan cerita tentang isi surat yang di tulis biang saat hari ulang tahun nya yang ke 16.


"Woww, menarik Kam.. Kasus kamu langka. Aku baru ketemu pengidap PTSD yang enjoy seperti kamu ini"


"Tante serius? Bukan nya aku aneh ya?"


"Justru sebalik nya. Sepanjang yang aku tau dan aku pelajari selama ini, pengidap PTSD yang bertahun-tahun itu sulit untuk menjalani hidup. Dan kamu enggak sama sekali kan.., walau yaaa tetap ada gangguan-gangguan kecil seperti emotional kamu yang terpancing ketika ada peristiwa menyedihkan yang kamu ketahui"


"Tapi keberuntungan yang kamu dapat juga banyak, contoh nya kamu jadi lebih fokus belajar tanpa perduli dengan apapun. Dan hasil nya sangat memuaskan, perfect! Gak banyak loh anak usia kamu yang udah kuliah. Bisa di hitung pake jari, bener kan.."


"Nah, kekurangan di kasus kamu hanya sistem pendukung dari keluarga dan teman. Selama 10 tahun ini kamu gak dapat vitamin itu dari mereka. Apalagi dari cerita kamu, gak ada seorang pun yang tau tentang penyakit ini terkecuali om kamu" ujar Feli


"Emm, sebenarnya masih ada lagi tante. Sejak peristiwa 10 tahun yang lalu itu, aku jadi benci banget setiap kali liat laki-laki tampan. Karena orang yang bikin biang terluka, punya wajah yang tampan dan selalu terekam di memori ku. Walau akhir nya aku harus terima kenyataan bahwa laki-laki itu adalah ayah kandung ku.." sambung Kama lagi dengan raut wajah sedih, sebab memori yang merekam wajah ayah nya terekam balik di ingatan nya sekarang.


"Kalau sekarang, kira-kira perasaan benci kamu masih ada untuk ayah?"


Kama terdiam, ia memejamkan mata nya beberapa saat, menyelami perasaan yang ada di hati tentang ayah nya, menelusuri berapa banyak kebencian yang masih tertinggal disana. Dan saat Kama kembali membuka mata ia menggeleng pada Feli.


"Aku gak tau pasti tante, tapi aku gak menemukan lagi rasa benci seperti dulu.. Aku mendengar dengan jelas setiap kalimat dari biang tentang ayah, dan aku seperti bisa memahami itu semua.. Aku bisa mengerti perasaan biang lebih dalam hingga airmataku gak berhenti menetes saat itu.. Biang penuh dengan tekanan selama ini tante.. Biang membesarkan aku dan mempertahankan aku dengan menahan kesedihan yang dalam.. Dan aku baru tau, tante.." bulir kristal mengalir bergantian dari bolamata cokelat milik Kama. Dan Feli langsung mengambilkan beberapa helai tisue untuk nya.


"Biang yang bilang begitu?" tanya Feli dan Kama kembali menggeleng


"Gak tante. Biang cuma cerita tentang ayah ke aku, tapi gak cerita tentang perasaan nya sama sekali"


"Terus gimana kamu bisa yakin kalau biang merasa seperti itu?"


"Aku yakin banget, tante. Aku bener-bener bisa ngerasain apa yang dialami biang selama ini. Aku.., aku juga ngerasa heran sama diri aku sendiri. Tapi itu bener tante, hati aku jadi lebih sensitif sekarang"


"Mungkin.., mungkin karena kecelakaan waktu itu. Iya bener, aku inget tante! Waktu itu aku juga bisa ngerasain perasaan hancur di hati pak Adrian sampai aku gak berhenti nangis" Kama teringat dengan kejadian saat ia hampir tertabrak oleh Adrian di Dufan. Ia lantas menceritakan nya pada Feli.


"Woww, keren! Aku terkagum-kagum denger cerita kamu, Kam. Tuhan begitu sayang sama kamu lewat semua hal yang kamu alami saat ini"


"Maksud tante?"


"Iya, jalan kamu sembuh itu udah di depan mata, Kam.. Hanya tinggal menyelesaikan masalah yang terlanjur terjadi. Kamu harus ketemu dengan ayah kamu, ngobrol, dan komunikasi yang baik. Nah, disitu kamu bakal ngerasain perasaan apa yang sebenarnya ada di hati ayah kamu tentang kalian"


"Semoga aja, tante, suatu saat nanti aku bisa ketemu dia" Kama tersenyum


"Oh ya, tadi kamu sebut nama pak Adrian. Dia siapa?" Feli kembali bertanya


"Untuk laki-laki tampan yang lain tante, kok aku masih benci ya ngeliat mereka?" Kama tidak menjawab pertanyaan Feli, ia malah menanyakan yang lain.


"Hm, tampan ya. Oke, aku tanya dulu ke kamu nih, siapa sih idola kamu?"


"Idola? Hmm, mungkin Richard Meier"


"Itu penyanyi apa ya?"


"Bukan, tante. Dia itu arsitek terkenal dunia"


"Hah? hehe, kalau penyanyi atau actor cowok gitu, kamu suka nya siapa?"


"Hmm, kayak nya gak ada"


"Serius? Kamu gak suka dengerin lagu? Atau nonton film gitu?" Kama menggeleng


"Hmm, unik banget kamu, Kam.. Hihihi. Aku jadi penasaran, kategori tampan buat kamu itu yang seperti apa ya kira-kira..?" Feli semakin penasaran dengan Kama.


Seketika Kama teringat dengan Sutra, ia lantas mengeluarkan ponsel dari saku nya dan membuka kontak wa Sutra untuk melihat foto profile nya, lalu menunjukkan pada Feli.



"Mungkin yang kayak gini, tante. Dia itu pak Adrian, yang tadi tante tanya" ujar Kama


"Woww, dia siapa kamu, Kam?" Feli terpana melihat foto Sutra


"Dosen aku di kampus"


"Dosen?"


"Eh, asisten dosen maksud nya, tante. Anak S2 dia"

__ADS_1


Feli melirik Kama, ia mendapati wajah Kama yang berubah bingung setelah menunjukkan foto Sutra.


"Tante akui sih, wajah nya memang tampan, dan pasti dia jadi idola di kampus kamu, bener gak?"


"Banget! Semua cewek tergila-gila sama dia, kecuali aku" Feli tersenyum, ia menangkap ada hal terselip dari kalimat Kama barusan.


"Aku kesel setiap kali ngeliat dia senyum sama aku, tante. Apalagi dia itu orang yang suka tebar pesona ke semua cewek, pokok nya fix nyebelin deh!" sambung Kama lagi


"Dia udah punya pacar?"


"Katanya sih belum, eeh malah ngaku belum pernah pacaran sama sekali, kan bohong banget. Hiih!" sekarang Feli menangkap ada hubungan yang dekat antara Kama dengan Sutra


"Nama lengkapnya siapa?"


"Hmuuuuuuuhhhh" Kama menghela napas panjang


"Sutra Adrian Zanyar" Kama menyebut nama lengkap Sutra. Fix! Sebagai seorang psikolog, sekarang Feli udah paham apa yang menjadi beban di pikiran dan hati Kama saat ini.


Feli mendekat ke arah Kama, ia meletakkan telapak tangan nya di dada Kama.


"Tadi nama nya siapa, Kam? Coba kamu ulangi"


"He, Su-sutra Ad-drian Za-nyar.." seketika Kama tergagap mengulangi nya.


"Oke, aku udah paham sekarang. Jadi belakangan ini, kamu terus mikirin dia?" Kama mengangguk dan Feli pun tersenyum


"Dia kan orang yang buat hati kamu jadi lebih sensitif sekarang?" Kama kembali mengangguk


"Aku jadi pengen ketemu dia deh, pengen ngucapin terimakasih karena udah buat kamu selangkah lebih dekat dengan kesembuhan. Membuka hati kamu yang sebelum nya tertutup rapat dengan gembok kebencian, pelan-pelan menjadi teduh dan bisa memahami banyak hal" ujar Feli dengan senyuman


Kama tertegun dengan kalimat Feli. Apa yang Feli katakan memang benar, belakangan Kama merasakan sendiri kalau Sutra adalah sosok laki-laki yang menuduhkan seperti pohon. Tinggal pilih aja mau pohon apa, pohon jati, pohon cemara atau pohon toge, hahaha.


"Iya, tante bener" Kama mengaku, namun wajah nya masih bingung


"Terus, kok kamu masih keliatan bingung? Pasti ada masalah lain kan menyangkut dia? Cerita doonk.." bujuk Feli


Kama kembali menarik napas panjang, menyiapkan diri nya untuk bercerita lebih detail soal Sutra. Satu persatu Kama jelaskan tentang waktu yang ia lewatkan bersama Sutra sejak dua bulan belakangan, hingga kalimat-kalimat aneh yang keluar dari mulut Sutra mulai hari Jumat kemarin, membuat nya bingung setengah mati, bahkan tidak bisa tidur semalaman.


"Kamu sampe gak bisa tidur tadi malam, Kam? Gawat, aku bener-bener harus ketemu sama dia!" ujar Feli serius namun diakhiri nya dengan tawa "Hihihi.."


"Kok tante ketawain aku sih.." rengek Kama


"Hihihi, iya sori.., sorii.. Aku ngerasa gemes aja sama kamu, Kam. Soalnya dari cerita kamu tadi tentang dia, kamu sadar gak sih kalau kamu menghindar terus? Gak ada satu pun pernyataan dari dia yang kamu jawab" Kama mengangguk


"Oke, kalau gitu sekarang aku bantu kamu untuk paham ya. Kamu cukup jawab iya atau tidak. Rileks, pejamkan mata kamu, dan jawab pakai hati, karena hati gak mungkin bohong. Kita mulai ya.." Kama langsung menyandar dan memejamkan matanya


"Dia baik?"


"Iya"


"Dia sopan?"


"Iya"


"Sepanjang yang kamu tau, dia pembohong?"


"Enggak"


"Kamu nyaman sama dia?"


"Iiya"


"Setiap bareng sama dia, kamu seneng?"


"Iya"


"Ketika dia gak ada kabar, kamu kepikiran?"


"Iiya"


"Ketika dia bicara, walaupun bikin bingung, kamu suka?"


"Iiya"


"Ketika dia marah, kamu merasa bersalah?"


"Iya"


"Ketika pandangan mata kalian bertemu, kamu gugup?"


"Iiiya"

__ADS_1


"Ketika posisi nya lebih mendekat dengan kamu, jantung kamu berdebar?"


"I-iiya"


"Waktu kamu pernah peluk dia di rumah sakit, jantung kamu juga berdebar?"


"I-iiya"


"Dan sekarang jantung kamu juga berdebar?"


"Iiiya" Feli tersenyum


"Oke, sekarang kamu tarik napas panjang dan hembuskan. Ulangi 2x ,agar bisa rileks kembali" Kama segera menurut


"Sekarang lebi tenang, Kam?"


"Iya, tante"


"Aku mulai tanya lagi ya.. Kamu pernah gak merasa ada kupu-kupu yang terbang di perut kamu?"


"Iya, kok tante tau?" seketika Kama membuka matanya, duduk dengan tegak


"Calm down, Kam.. Yuk, rileks lagi yuk.. Aku masih punya pertanyaan" Kama pun menurut dan kembali ke posisi semula


"Oke, kita mulai lagi ya.."


"Suatu kali ketika bersama dia, kamu pernah gak merasa dada kamu penuh, seperti banyak gelembung di dalam nya, buat kamu seketika jadi sesak napas?"


"Iyaa, tante. Waktu itu aku pikiiir, aku sakit asma" Kama menjawab polos sambil terus memejamkan mata


"Ketika dia memberikan sesuatu buat kamu, kamu merasa senang dan cocok dengan pilihan nya?"


"Iya"


"Pernyataan yang diucapkan nya kemarin sama kamu, kamu benci?"


"Enggak"


"Jadi kamu suka?"


"Iya"


"Sifat dan sikap nya ke kamu, kamu suka?"


"Iya"


"Fisik nya kamu suka?"


"Iya, eh, enggak" seketika Feli tersenyum


Tik!


Feli menjentikkan jari nya


"Oke, kam, kamu boleh buka mata"


"Udah selesai tante? Terus hasil nya gimana?" tanya Kama penasaran


"Udah jawab sendiri kan tadi" ujar Feli tersenyum


"Maksud tante?" tapi Kama masih gak menyadari nya


"Tadi kamu bilang, kamu gak benci dengan pernyataan nya kemarin. Dan saat aku tanya, kamu suka? Kamu langsung jawab iya. Sampai kamu ngerasain dada kamu sesak karena gelumbung, itu karena dia. Dia sudah berhasil memenuhi setiap ruang di hati kamu, Kam"


"Itu artinya apa, tante?"


"Jatuh cinta" Feli kembali tersenyum


"Aku jatuh cinta? Sama pak Adrian?"


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Kira-kira Kama akan mengakui hasil diagnosa tante Feli atau gak ya??


Makin penasaran kaaaan..


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)

__ADS_1


I Love U 😘


__ADS_2