When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Dega Patah Hati


__ADS_3

Jangan lupa bantuan LIKE dan VOTE-nya ya guys, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—


sarang buruuuung, eh sarangheyo 😘😘


-


-


"Ngapain sih mereka?! Lama banget di dalam!" umpat Chelsea geram.


Gadis itu kesal melihat Kama dan Sutra yang tidak kunjung keluar dari dalam kamar pesawat.


Dega lantas berpindah duduk ke samping Chelsea.


"Yaela Chels, lu kayak kagak tau aje kegiatan laki-bini. Kan kayak ..." Dega menjeda kalimatnya.


"Kite waktu itu...," sambungnya pelan dengan senyum lebar.


Plak !


Ucapan Dega berhasil mendapat tamparan keras dari Chelsea di pipi kanannya.


"Aduuh! Sakit Chels, kok lu nampol gua? Salah gua ape?" Dega memegangi pipinya yang sakit sembari menatap bingung.


"Inget ya, Ga! Jaga mulut kamu! Jangan asal ngomong! Aku gak mau Adrian sampai tau soal itu! Kubur dalam-dalam masalah itu! Cukup kita yang tau!" Chelsea menatap Dega sinis, emosinya naik seketika.


*Bujuuug, tega bener lu ame gua, Chels ... Patah hati gua. Ape nista banget yak udah begonoan ame gua? Lagian kan elu yang duluan ngajak gua ke kamar, gua liat kok videonya!


Sekarang lu malah minta di kubur, lu kira gua tukang gali kuburan!


Cih, gedek gua ame lu lama-lama. Pengen gua cekek! Syukur udeh gua omongin ke mereka. Lu aje yang kagak tau, Chels.


Oh, Nyak ..., Be ..., nape idup Dega nyangkut di mari ame ni cewek*??


Pandangan Dega nanar. Sesabar-sabarnya ia di siksa oleh Chelsea, tapi ia punya batasan juga. Harga dirinya seolah habis teraniaya oleh sikap Chelsea saat ini, membuatnya jengah.


Tak terasa satu jam telah berlalu. Pilot pesawat mengabarkan lewat microphone kalau dalam hitungan menit pesawat akan segera mendarat. Mereka semua di harapkan memakai sabuk pengaman dan duduk dengan tegak di kursi masing-masing.


Kama dan Sutra pun keluar dari kamar. Mereka bergabung bersama yang lain hingga pesawat landing dengan sempurna di bandara kecil tujuan mereka.


Welcome to JΓ€mtland, Γ…re Ski Resort.




Tertulis besar di pintu bandara menyambut kedatangan mereka.


Sebuah tempat wisata musim dingin yang terkemuka di Skandinavia. Lintasan ski di sini menjadi salah satu kawasan dengan kualitas terbaik, hingga pernah menjadi tuan rumah perlombaan ski bertaraf internasional.


Dari bandara mereka menaiki sebuah mobil travel tour yang sudah lebih dulu di booking oleh Aiman, lalu mengantar mereka ke salah satu resort di di sana.

__ADS_1


Aiman membooking resort yang strategis. Tersedia tiga kamar dalam satu bangunan. Satu di lantai bawah dan dua lagi di lantai atas.


"Oke Bang, Kak ..., kita menginap di sini," ucap Aiman setelah urusan dengan pemilik sewa selesai.


Kama tersenyum memandang sekeliling.


Keren ...


Tampak tumpukan salju dari jendela kaca ruang tamu.


"Bawakan koper Abang dan Kakak ke master room (kamar utama) di atas," perintah Aiman pada dua orang bodyguard.


"Azfar, tolong pesankan makanan untuk semuanya," perintah Aiman lagi.


Logat Melayu Aiman terpaksa ia tekan sebisa mungkin demi memperlancar rencana yang akan di lakukan oleh anak bosnya, Kama.


Chelsea yang sejak tadi memperhatikan Aiman dan tiga orang anak buahnya, akhirnya bertanya pada Sutra.


"Mereka siapa sih Adrian? Kok dari tadi pagi ngurusin kalian terus?" Chelsea penasaran.


"Mereka tour guide yang kita bayar dari Jakarta, Chels. Fasilitas premium, jadi semuanya mereka yang urusin." Kama mewakili Sutra untuk menjawab. Mengarang alasan agar Chelsea tidak curiga lebih jauh.


"Ih, resek banget deh! Aku kan daritadi ngomong sama Adrian, kenapa kamu terus yang jawab?!" saut Chelsea kesal. Gadis itu mulai tidak sabar dengan sikap cuek Sutra.


Kama tersenyum.


"Mas Adrian kan masih sakit, Chels. Dia tidak di sarankan untuk banyak berpikir oleh dokter. Cukup menikmati liburan saja," ungkap Kama santai.


"Maaf ya Chels, aku ke sini untuk liburan dengan istriku. Bukan untuk jawab semua pertanyaan kamu." Kalimat pertama akhirnya terlontar dari mulut Sutra.


"Ayo Kak, Bang ..., kita ke atas," ajak Aiman pada Kama dan Sutra.


Chelsea pun mengekor di belakang. Sementara Dega sibuk mengerek koper besar Chelsea dan koper kecil miliknya.


"Kalian mau kemana?" Aiman bertanya heran pada Chelsea dan Dega.


"Ke kamar yang di atas donk," jawab Chelsea acuh.


"Hehehe, sory Kak. Kamar di atas hanya ada dua, master room dan standart room, dan itu sudah di isi oleh klien kami dan kami sebagai pendamping mereka," jelas Aiman.


"Loh terus aku sama Dega di mana?" tanya Chelsea dengan gaya sombong, seolah bicara dengan orang suruhannya.


Udah nebeng malah nuntut. Astaga Chelsea! Manusia kayak apa sih kamu ini?! Kalau bukan karena ngikutin rencana istriku, udah aku usir kamu, Chels!


Sutra mulai muak dengan sikap Chelsea.


"Tuh, di sana, Kak." Aiman menunjuk ke ruangan di balik living room.


"Kok di situ? Kenapa gak di atas aja sih, barengan sama mereka? Kalian kan bisa di kamar bawah! Lagian masa kamarnya cuma satu, aku gak mau sekamar sama dia." Chelsea protes, ia lalu menunjuk pada Dega.


"Kalau begitu silahkan Kakak cari resort yang lain." Aiman menunjuk ke luar lalu meneruskan langkahnya ke lantai atas di ikuti oleh Kama dan Sutra.

__ADS_1


Sampai di lantai atas, Aiman jadi orang pertama yang protes dengan kelakuan Chelsea.


"Kak, ai tak suke lah dengan budak tu. Die pikir ai ni sape, seenaknya bersikap macam tu," ucap Aiman.


"Sabar ya Bang, Chelsea memang begitu anaknya. Tapi kita harus konsisten dengan rencana awal," pinta Kama.


"Okelah, ai permisi, nak urus lunch kite." Aiman pun meninggalkan Kama dan Sutra.


Ternyata pemandangan dari lantai atas begitu cantik. Dari ruang tamunya saja pemandangan indah sudah menyejukkan mata.



Apalagi setelah masuk ke master room.



Rangkaian gunung salju berbaris sejauh mata memandang.


"Masya Allah, keren banget ya, Mas ..." Kama terpana dengan lukisan cantik Sang Maha Pencipta. Ia terus berjalan hingga ke balkon kamar.



Ternyata ada sebuah hot tub (kolam air panas) di sana.


"Nah, yang ini baru keren, Babe. Kita bisa berendem bareng ntar malam," saut Sutra dengan manik mata yang bersinar, seolah menanti kegiatan yang di damba, yakni kenyonyos endul.


Apaan tuh? Sssstt, jangan di tanya. Sebab hanya pasangan halal yang paham maksudnya. Pokoknya endul deh di kenyonyosin, hahaha.


Sutra lantas memeluk Kama dari belakang, mendekapnya erat sembari menopang dagu di bahu sebelah kiri Kama.


"Aku kedinginan, Babe," bisik Sutra dengan suara manja.


"Yaudah yuk kita ke deket perapian di luar. Sambil nungguin lunch dari Bang Aiman," ajak Kama.


Yang di katakan Kama memang benar. Kalau kedinginan ya seharusnya berpindah ke tempat yang hangat. Namun maksud Sutra bukanlah demikian. Ia ingin di hangatkan lewat sentuhan, skin to skin contact, seperti yang mereka lakukan saat di Stockholm.


Ah Tuhaaaaaan, kapan sih istriku bisa memahami???????


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Memang suami istri harus begitu ya?


Kalau gak paham ya mau gimana, hahaha 🀣🀣


Next apa lagi ya?


Aduuh greget, jadi pengen nyusul ke Are .... 😍😍😍


Yuk kita kepoin di next eps πŸ‘‡


Cekidot gaes !

__ADS_1


Oh ya, jangan lupa LIKE dan VOTE Poin atau Koin buat ku donk kaakaaaa ...


Biar aku makin poool ngehalunya 😍😁


__ADS_2