When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
MASUK RUMAH SAKIT


__ADS_3

--- Kama Pov ---


Tidur ku sangat nyenyak hari ini, puaaaas sekali rasanya, mungkin lantaran aku sudah capek seharian main di dufan tadi. Eh ya, dufan.. aku tidak ingat apa yang terjadi setelah kami beranjak keluar dari dufan, yang aku tau sekarang aku baru saja bangun tidur.


Saat membuka mata barusan, aku sudah berada di sebuah kamar ber AC dengan selimut hangat yang menutupi tubuhku. Aah, ini pasti hotel yang di booking tante Lulu.


Namun saat kuperhatikan dengan benar, tempat tidur ku ini nampak aneh, terdapat penyangga di sekeliling nya, mirip tempat tidur rumah sakit. Apa mungkin ini hotel dengan konsep rumah sakit ya..? Hihihi, lucu nya, ada-ada aja ide nya.


Tiba-tiba seseorang masuk ke kamar ku. Ah ya, itu tante Lulu.


"Kamaa, kamu udah bangun? Are you ok? Apa ada yang sakit?"


"Eh ya tante, kepala Kama agak pusing. Mungkin karena aku tidur kelamaan ya. Hehehe" jawab ku polos


"Oh my God..! Wait a minute, tante panggilin dokter" dengan wajah cemas tante Lulu keluar dari kamar ku. Apa aku gak salah denger ya, kayak nya tadi dia bilang dokter.


Semenit kemudian tante Lulu, aji dan seorang perawat masuk ke kamar ku. Apaa?? Ada perawat?? Jadi ini benar-benar rumah sakit..?? Ya Tuhan, kok aku bisa disini? Apa yang terjadi?? Aku sakit apa sih??


"Kamaa, kepala kamu sakit ya? Sebelah mana nya? Ayoo, bilang ke perawat" aji mendekati ku, menanyai ku dengan cemas


"Enggak. Kama gak papa kok aji, cuma pusing biasa, kayak orang yang kelamaan tidur" aku menjawab dengan jujur, karena memang aku merasa baik-baik aja, dan kenapa harus sampai ke rumah sakit?


"Are you sure, Kama?" tante Lulu kembali menanyai ku


"Iya tante, seriuss. Lagian kok aku sampe harus ke rumah sakit sih?" tanya ku balik penasaran

__ADS_1


Kemudian perawat menjelaskan,


"Gak papa ibu, itu efek obat yang kami suntikkan tadi, agar ibu segera siuman. Mungkin besok pagi sudah bisa pulang. Nanti kita tunggu visit dokter nya saja ya biar jelas. Saya permisi dulu.." lantas dia pergi meninggalkan kamar


Aku bangkit dari tidur dan kemudian duduk di ranjang ku


"Aji.., ini sebener nya ada apa sih? Aku kenapa? Kok sampe di bawa kesini? Tadi bukan nya kita di dufan ya? Steve sama Liona kemana?" aku menanyai aji bertubi-tubi lantaran aku bingung


"Huuuuuuuuuuhhhhh..." aji menarik nafas panjang


"Kamu pingsaaa, bikin kita semua panik. Steve dan Liona udah pulang dijemput supir mama (mama mertua)" sambung aji lagi


"Hah..? kok bisa?" aku terkejut dengan ucapan aji


"Iya Kamaa, tante sampe histeriiiis tadi" tante Lulu menambahi


Sambil memeluk bahu ku, tante Lulu menjelaskan bagaimana cerita yang sesungguhnya sampai aku bisa ada disini. Ternyata aku hampir kecelakaan


saat berusaha menolong Liona di jalanan depan dufan.


Ya benar, aku baru ingat kalau saat itu aku mendorong Liona menjauh dari jalan, dan selanjutnya aku tidak tau lagi apa yang terjadi


"Kamu beruntung Kam, pengemudi mobil itu dengan sigap menginjak rem, dan dapat menyisakan jarak 3 centi mobil nya dari tubuh mu, sampai akhirnya kamu pingsan di tempat.." ucap aji menambahkan


Mataku melebar, aku menarik nafas panjang mencoba mengingat kembali kejadian tadi. Tak kusangka aku bisa senekat itu, keren juga ya aksi ku.

__ADS_1


"Kata dokter kamu shock, maka nya sampai pingsan. Tapi selama 2 jam kamu pingsan airmata mu gak berhenti keluar. Aji..,aji kawatir trauma kamu makin parah, Kam.." aji kembali berucap


Aji menyinggung soal trauma ku barusan. Ternyata dia tau kalau aku sakit. Tapi dia menyimpan nya dalam diam,


bersikap pura-pura tidak tau agar aku tetap nyaman dengan nya.


"Aji.., tau ya kalo aku sakit, sejak kapan..?" aku berucap pelan


Aji mengangguk,


"10 tahun yang lalu, setelah biang kamu keluar dari rumah sakit, kamu jadi sering menangis karena hal sepele, bahkan yang tidak ada hubungan nya dengan mu pun kamu bisa menangis.."


"Aji tau semuanya Kama. Waktu kamu diam-diam pergi ke psikolog untuk tau tentang penyakit ini, aji juga tau. Kama itu sudah seperti adik kandung aji. Seorang kakak wajib tau semua hal tentang adik perempuan nya kan..?" sambung aji lagi seraya menatap ku dengan hangat dan tersenyum


Aku terharu, kutatap aji lekat-lekat lalu memeluknya. Tanpa sadar airmataku menetes,


rasa nya seperti tumpah semua beban ku. Penyakit yang kusimpan sendirian selama ini, bisa kubagi ceritanya dengan seseorang, yaitu aji. Orang yang paling dekat dengan ku sejak kecil, sekaligus teman berantem ku setiap hari.


"Makasi ya ajii...." tante Lulu ikut terharu dan menangis melihat ku memeluk aji, dia sampai ikut memeluk ku juga


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Berpelukaaaaaannnn πŸ€—


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)


__ADS_2