When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
IKAN BILIS


__ADS_3

Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat πŸ€—πŸ™


happy reading..


.


.


Pagi hari Daniel sudah menyiapkan rencana untuk mulai membalas kekesalannya pada Kama. Dengan kekayaan orangtuanya yang berlimpah, dengan mudah Daniel mengetahui dimana alamat kost Kama lewat orang suruhan. Dia juga membayar orang lain lagi untuk mengusik Kama hari ini.


Daniel bersiap naik ke mobil Jeep nya dan keluar dari rumah menuju Depok. Ke tempat ia dan orang suruhannya janji bertemu. Setelah setengah jam berkendara tiba-tiba mobil Daniel sedikit oleng, ban depan sebelah kanan mobilnya pecah. Ia terpaksa berhenti dan mengecek keluar. Namun karena tidak tampak bengkel maupun tempat tambal ban, Daniel memutuskan tetap berkendara pelan sampai ia menemukan bengkel. Ternyata semenit kemudian ban depan sebelah kiri mobilnya juga ikut pecah. Ia kembali berhenti dan mengecek keluar.


"Astagaaa, sial banget sih gue! Mana gak ada bengkel lagi daerah sini! Gimana gue bisa ke Depok kalau gini caranya!" Daniel mengumpat sendirian


Laki-laki itu lantas menghubungi teman-temannya, yakni Vino dan Daud. Namun tak satupun yang mengangkat telepon.


"Aah, mana mungkin mereka ngangkat telepon gue! Pasti mereka masih dikelas pak Mahmud!" sesungguhnya Daniel ada jadwal kuliah hari ini, tapi dia sengaja bolos hanya untuk menjalankan rencana buruknya pada Kama.


Ia lantas menelpon supir keluarganya untuk minta dijemput.


"Hallo, pak Boy.. Jemput saya donk!" ucap Daniel setelah supir mengangkat telepon darinya.


"Wah, mas Daniel.. Maaf mas, tapi saya harus nganterin nyonya. Ada keperluan mendadak katanya. Memangnya mobil mas Daniel kemana? Bukannya tadi mas pergi bawa mobil?" tanya pak Boy heran


"Ah, banyak nanyak lo! Kalo mobil gue baik-baik aja kan gue gak minta jemput sama lo! Udah ini gue kirimin alamatnya, lo telepon orang bengkel langganan papi untuk jemput mobil gue disini. Biar gue naik taksi aja!" Daniel menutup sambungan telepon setelah kalimat terakhirnya.


Sambil mengotak-atik ponsel untuk memesan taksi online, Daniel sesekali melihat ke jalan. Siapa tau ada taksi konvensional yang lewat. Waktu sudah berjalan lima menit, tapi server taksi online belum juga menemukan unit yang dekat dari tempat Daniel. Entah kenapa hari itu begitu sulit untuknya. Padahal di Jakarta biasanya taksi online selalu menumpuk dan berebut menerima orderan.


Pada menit yang kedelapan sebuah taksi konvensional berjalan pelan kearah Daniel. Ia langsung menyetop dan naik kedalamnya.


"Pak, ke alamat ini ya.." Daniel menunjukkan sebuah alamat yang tertulis di layar ponselnya.


"Ituu, di Depok ya mas?" tanya supir taksi


"Iya bener.. Cepetan ya pak jalannya!" pinta Daniel memerintah


"Ee, saya gak tau mas jalanan kota Depok.. Tapi kalau dari Jakarta menuju Depok saya tau.." ucap supir taksi


"Pake google map kan bisa pak..!" Daniel mulai kesal


"Lah wong saya gak punya hape android mas.., hehehe" pak supir tertawa kecil


"Yaudah ntar pake hape saya! Pokoknya jalan aja dulu ke Depok!" mau tidak mau Daniel terpaksa membantu supir taksi dengan google map miliknya daripada dia harus menunggu taksi lain yang memakan waktu lebih lama.

__ADS_1


Supir taksi menembus jalanan Jakarta melewati tol, ternyata tol menuju Depok pun macet. Dan orang-orang suruhan Daniel pun sudah mulai gelisah menunggu bosnya yang tak kunjung sampai juga.


Drrrt..drrrttt (getar ponsel Daniel)


"Hallo, apa lagi sih?! Lo udah tiga kali neleponin gue!" Daniel berteriak kesal mengangkat telepon


"Maaf bos, berapa lama lagi bos nyampe Depok? Soalnya sudah hampir jam sebelas siang bos, sebentar lagi udah masuk waktu solat Jumat.." jawab seorang laki-laki diujung telepon.


"Eh, bodoh! Lo itu penjahat, tapi masih mikir solat jumat!" maki Daniel


"Iya bos, saya tau. Tapi saya sudah tidak solat jumat dua minggu bos. Kalau hari ini tidak solat juga, saya bisa jadi kafir bos.." laki-laki itu mencoba menjelaskan.


Hahaha, maklum ya gaes, ini penjahat kelas ikan bilis, bukan kakap. Palingan cuma enak digoreng kering terus makan deh pake nasi uduk, udah itu doank jagonya ikan bilis kayaknya.


"Ah, sialan banget sih lo! Yaudah deh, lo kerjain sekarang rencana kita, gak usah nungguin gue lagi! Tapi inget, lo rekam semuanya pake hape biar gue tau apa aja yang lo kerjain!" perintah Daniel


"Siap boss.., segera dilaksanakan!" jawab laki-laki itu.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Dua orang laki-laki yang memakai kaos hitam sudah tiga kali mondar mandir didepan kost Kama dengan motornya. Mereka adalah orang suruhan Daniel yang ditugaskan untuk mengusik Kama.


Setelah mendapatkan perintah dari Daniel untuk langsung eksekusi rencananya, dua orang laki-laki itu kembali berkendara menuju kost Kama. Namun saat hampir sampai, motor mereka dipepet oleh mobil SUV hitam hingga mereka minggir dan terjebur ke dalam got bersamaan dengan motornya sekaligus.


Sementara mobil SUV yang memepet mereka tadi sudah tancap gas hingga tak terlihat lagi.


Teriakan dua orang laki-laki itu mengejutkan warga sekitar, menarik kerumunan orang untuk datang dan melihat apa yang sedang terjadi. Untung saja ada beberapa warga yang berinisiatif untuk membantu mereka dan mengangkat motornya keluar dari dalam got.


Rencana untuk mengusik Kama pun gagal total. Setengah badan mereka berdua basah dengan bau yang tidak sedap dari dalam got.


Setelah berterimakasih pada warga mereka buru-buru mengabari berita duka tersebut pada Daniel, dan yang mereka dapat bukanlah rasa prihatin melainkan makian yang bertubi-tubi dari bossnya.


πŸƒπŸƒπŸƒ


"Datuk.., saya pamit balik ke Jakarta dulu hari ini. Insya Allah senin saya sudah kembali lagi kesini.." ucap Sutra setelah selesai sarapan bersama Datuk Emran di restoran hotel Pullman Kuala Lumpur City.


"Okelah, fine. Ai suke dengan yu punya sikap. Yu habiskan weekend bersame family.." jawab Datuk Emran setelah ia menghabiskan air minum digelasnya.


Tak berapa lama, asisten Datuk Emran mendekat dan berbisik ditelinga Datuk. Ia seperti sedang melaporkan sesuatu yang penting dan rahasia. Sutra hanya diam dan berpura-pura tak melihat


"Ape yang yu cakapkan ni?! Ai tak suke lah! Jom bereskan urusan tu! Ai tak nak dengar macem ni lagi!" Datuk Emran tampak kesal menjawab laporan dari asistennya. Laki-laki itu lantas menjauh dan sibuk menghubungi seseorang lewat ponselnya.


"Ah, sorry lah Adrian.. Yu terpakse dengar ai marah-marah.." saut Datuk Emran setelah asistennya pergi.

__ADS_1


"Hehehe, gak apa-apa Datuk.." ucap Adrian dengan tawa kecil.


"Bila-bila ai nak kenalkan yu dengan anak ai.., die masih tingkat lime darjah.." Datuk Emran mengubah topik pembicaraan.


(darjah \= sekolah dasar)


"Oh iya, boleh Datuk.. Saya senang main dengan adik kecil.." saut Sutra dengan senyum, ia teringat dengan adiknya Quiny.


Sejam lamanya Datuk Emran dan Sutra bercakap-cakap di restoran, sampai akhirnya jemputan supir pun datang untuk membawa Sutra ke bandara.


"Terimakasih Datuk untuk semuanya, saya pamit dulu.." ucap Sutra sambil berjabat tangan dengan datuk Emran


"Tak ade banding lah yang ai kasi dengan yu punya otak, smart! Apalagi ai suke bercakap-cakap sama yu.." Datuk Emran tersenyum menyambut jabat tangan Sutra. Dia begitu mengagumi hasil kerja Sutra seminggu belakangan ini.


Selama perjalanan menuju bandara Sutra menyempatkan diri menghubungi Kama. Ia menekan panggilan video dari ponselnya. Setelah nada dering yang keempat Kama baru merespon panggilannya.


"Hallo, babe.." ucap Sutra yang sedang melihat Kama masih berbaring ditempat tidur dengan tumpukan bantal.


"Heum.." jawab Kama malas. Dia terpaksa bangun akibat suara berisik dari ponselnya. Bahkan dia tidak sadar kalau Sutra memanggilnya dengan sebutan babe.


"Loh, kamu belum bangun jam segini?" tanya Sutra heran, soalnya sudah jam sepuluh pagi waktu kuala lumpur, yang artinya jam sembilan pagi waktu Jakarta dan sekitarnya.


"Abis begadang ngerjain tugas Studio.." suara serak Kama menandakan gadis itu belum sepenuhnya sadar, matanya pun tampak setengah tertutup. Namun ternyata Sutra menikmati melihat wajah bantal Kama pagi ini. Ia tak henti-hentinya tersenyum menatap keindahan dilayar ponselnya. Beberapa kali Sutra juga mengabadikan wajah Kama lewat screenshoot ponselnya.


"Wajah kamu lagi tidur aja cantik.." semakin lama dilihat Kama semakin cantik dipandang matanya.


Yah, begitulah kalau orang jatuh cinta. Segala hal gak ada cacatnya. Pipi Kama yang ada guratan encesnya pun tetap terlihat cantik menurut pandangan mata Sutra. Dia belum nyium aja gimana aromanya, dijamin nagih untuk muntah bolak-balik, hahaha.


Kalau kata orangtua dulu istilahnya tuh begini, kalau cinta sudah melekat tahi kambing rasa cokelat. Huweek! Gimana ceritanya tahi kambing bisa rasa cokelat??????


"Ngapain sih video call? Emang jam berapa ini?" tanya Kama


"Saya mau ngasi tau kalau saya sudah on the way ke bandara KL.., dan ini sudah jam sembilan pagi" jawab Sutra santai


"Ntar aja kalau udah nyampe Jakarta baru nelepon! Udahan ya! Ngantuk!" Kama memutus sambungan telepon dan melanjutkan tidurnya.


Huh, kalau gak gitu bukan Kama namanya! Tapi justru itu yang bikin aku makin cinta..


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Tolong ya buat penjahat kelas ikan bilis, mandi kembang 7 malam baru bisa wangi tuh badan abis renang di got 🀣


Yuk, kita ikutin keseruan Kama dan Sutra selanjutnya di next episode...

__ADS_1


__ADS_2