When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
REALLY LOVE YOU, BABE


__ADS_3

Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat πŸ€—πŸ™


happy reading..


.


.


Cowok bermata sipit yang bernama Daniel masuk ke warung makan yang sama dengan Kama dan Sutra.


"Hai, Kama..." tegur Daniel pada Kama


"Hai, bro.." tegurnya lagi pada Sutra, namun mata Daniel tidak lepas memandang Kama.


"Kalian lagi makan apa? Eh ya, kita balik jam tiga ya.., kalian jangan sampai lupa.." ucap Daniel lagi


"Makan bihun.." jawab Kama


"Oke, bro, makasih infonya.." jawab Sutra


"Eh, daripada gue penasaran terus, kalian pacaran ya? Kalau cuma temenan, gue mau donk minta kontaknya Kama.." Daniel langsung to the point dengan niatnya


Huh, kurang ajar! Aku udah nebak niatnya dari awal..


"Iya, kita pacaran" Kama menjawab cepat


"Yaah, telat deh aku.. Tapi ntar kalau putus kabarin ya.., hehehe, becanda..."


Bener-bener ni orang!


"Ntar aja pas kita tunangan gue kabarin.." saut Sutra


"Hah? Kalian udah mau tunangan ya?"


"Rencananya sih gitu.., ya kan.. sayang" ragu-ragu Sutra menyebut kata terakhirnya, ia takut membuat Kama marah dipanggil 'sayang'


Respon Kama diluar dugaan, gadis itu tersenyum dan mengangguk pertanda setuju dengan pernyataan Sutra.

__ADS_1


"Oh, selamat deh kalau gitu.. Langgeng terus ya. Yaudah gue balik gabung sama temen-temen gue.. Jangan lupa ntar jam tiga kita ketemu di dermaga" Daniel pergi setelah mengucapkan kalimat terakhirnya. Namun tatapannya mencurigakan, dia masih belum percaya kalau Kama dan Sutra akan segera bertunangan.


Huh, gaya pacaran aja masih kaku gitu kok mau tunangan! Memangnya gue bodoh..


Setelah Daniel pergi, Sutra dan Kama saling menatap beberapa detik hingga diakhiri oleh Kama yang berpaling memandang kelapa bulat diatas meja.


Duh, wajahmu mas.. Makin diliat kok makin ganteng sih?!



"Ee, itu tadi.., maaf kalo kamu gak nyaman saya panggil dengan sebutan itu.." Sutra berinisiatif membahasnya duluan.


"Iya, gak apa-apa" jawab Kama sambil menyeruput air kelapa bulat


"Jadi.., saya boleh panggil kamu, sayang?" Kama mendongak dan kembali menatap Sutra.


Apaan sih.., kok jantungku jadi deg-deg an gini.. Pipi rasanya panas.. Maluu.., tapi senang.., perasaan apa yang aku rasakan ini?


"Ah, ee, terserah deh.." Kama kembali menunduk dan meneruskan minumnya.


Waduh, jawaban Kama rancu, aku gak tau dia setuju atau tidak


"Gak usah, langsung ke dermaga aja mas.." jawab Kama


Setelah membayar tagihan warung, Kama dan Sutra keluar dan berjalan menuju bibir pantai didekat dermaga.


"Kita duduk disitu yuk.." Sutra mengajak Kama duduk diatas batang kayu besar yang dibentuk menjadi tempat duduk santai. Mereka duduk bersebelahan sambil memandang indahnya laut biru dihadapan mereka. Pelan-pelan tangan Sutra mendekati telapak tangan Kama untuk diraihnya dalam genggamannya. Sekarang posisi mereka duduk sambil berpegangan tangan.


"Kayaknya waktu berasa cepat berlalu kalau sama kamu.." ujar Sutra


"Ini semacam kalimat rayuan ya?" tanya Kama


"Hah, kok rayuan sih.. Saya jujur itu.. Tapi kalaupun kamu bilang rayuan ya gak apa-apa. Toh cuma kamu cewek yang saya rayu.." senyum simpul di bibir Sutra menandakan hatinya begitu bahagia bersama Kama saat ini.


"Hmm, sebenarnya apa sih yang kamu suka dari saya mas? Saya udah cerita sedikit tentang kehidupan saya tadi, kamu gak ngerasa ada yang aneh gitu.. Masih banyak keanehan lain yang belum saya ceritakan.. Misalnya kalau kamu mau mundur sekarang, ya gak apa-apa, silahkan aja.." tanya Kama lagi, tapi gadis itu masih tetap dengan posisi yang sama, memandang lurus ke depan.


Sutra terkejut mendengar kalimat Kama, ia menoleh menatap Kama disampingnya.

__ADS_1


Huh, apa-apaan sih omongan kamu, sayang..! Bahkan jantungku gak pernah berdetak stabil setiap bersama kamu sejak awal kita bertemu. Mana mungkin hanya dengan sejuta keanehan kamu itu, aku mundur..


Sutra meraih telapak tangan Kama yang satunya. Ia meletakkan tangan gadis itu tepat diatas dadanya. Mau tidak mau Kama terpaksa menoleh dan pandangan merekapun bertemu dengan jarak yang begitu dekat.


"Ngapain kamu, mas?" tanya Kama polos


"Berasa gak..? Detak jantung saya.." tanya Sutra dan Kama mengangguk tanpa keluar dari pandangan Sutra


"Persis saat pertama kali kita bertemu di bandara.. Detak jantung saya belum pernah stabil setiap bersama kamu.." sorot mata Sutra mengirimkan ketulusan yang luar biasa atas kalimat yang diucapkannya.


"Dan ini sudah terjadi selama empat bulan.. Mungkin kalau kamu minta saya mundur, saya kawatir jantung saya bukan menjadi stabil.., tapi pelan-pelan berhenti berdetak.."


"Sebanyak apapun keanehan kamu.., saya suka.., bahkan sebanyak apapun kemarahan kamu, saya juga suka.."


"Kalau kamu masih ingat, saya pernah bilang kalau saya gak akan mudah menyerah untuk kamu.., saya serius soal itu.. Yang paling penting buat saya adalah kamu punya perasaan yang sama dengan saya, terlepas dari besar kecilnya perasaan itu.." dengan tulus Sutra menjelaskan semua yang ada dipikiran dan hatinya pada Kama.


Semenit mereka saling menatap dalam diam dengan posisi yang masih sama, yakni sebelah telapak tangan Kama memegang dada Sutra.


Astagaaa, mulai lagi.. Aku mulai merasakan kembali semua isi hatinya yang penuh dengan diriku.. Cinta.. Ya, ini jelas adalah cinta! Perasaan cinta yang dia miliki begitu besar, bahkan tiga kali lipat dari yang kurasakan untuknya..


Kama memejamkan matanya, ia mengangkat pelan telapak tangannya dari dada Sutra, menarik napas dalam dan menghembuskan nya perlahan. Gadis itu berusaha menenangkan dirinya sendiri atas semua hal yang bisa dia rasakan dari hati Sutra.


Namun tanpa Kama sadari, hembusan napasnya penuh mengenai wajah Sutra. Membuat darah Sutra seketika berdesir, hingga hormon cinta yang ada pada dirinya perlahan naik dan mulai menguasai, seolah ingin menuntut yang lebih dari sekedar hembusan napas Kama.


Refleks Sutra mengeratkankan genggaman tangan mereka, perlahan ia semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Kama. Semakin dekat, dan terus semakin dekat hingga kening mereka menempel. Susah payah Sutra menahan hasrat yang dipicu oleh hormon didirinya, hingga akhirnya dia bisa berhenti diposisi kening yang saling menempel dengan Kama.


Kama masih terbuai dengan perasaan cinta Sutra yang berusaha ia netralisir agar hatinya bisa kembali tenang. Gadis itu bahkan tidak terkejut sama sekali saat wajah Sutra sudah sangat dekat dengannya sampai kening mereka menempel. Pelan-pelan Kama membuka mata, hidung Sutra yang begitu tinggi mengharuskan posisinya berselisih dengan hidung Kama yang hanya sepertiganya, membuat bibir mereka hanya berjarak empat senti. Begitu mudahnya mereka melanjutkan ke adegan romantis berikutnya.


"I.. i really love you, babe.." ucap Sutra lembut


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Aiiih, dikiiit lagiii...


Hayuuuk, gaskeuuuun Sut.. wkwkwk


Sapa yang setuju kira-kira gaes??

__ADS_1


Yuk kita pastiin di next episode..


__ADS_2