When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
GENGSI


__ADS_3

Di dalam mobil Kama tak henti memandang ponsel nya sejak berangkat dari rumah. Pikiran nya tidak tenang, hati nya pun gelisah. Ingin bertanya tapi gengsi,


tidak di tanya malah penasaran. Itu lah keadaan yang menyelimuti Kama saat ini perkara bucket bunga yang di terima nya tadi.


Kalo bahasa simple nya gregetan, gemesh, uuuwuwhh, apa an sih.. hahaha.. author ngaco gaes..


Apa sih maksud dia ngirimin itu? Pake tulis 'Mas Adrian' segala.. Mau nyindir atau gimana nih.. Apa iya dia menganggap itu serius? Masa dia gak paham begitu doank. Memang sih aku belom jelasin ke dia, tapi mesti nya dia tau donk kalau aku gak mungkin beneran panggil dia dengan sebutan 'mas'.. Hmmftt, aku harus gimana sekarang? Apa aku tanya aja ya lewat wa biar jelas..? ,Kama berdialog dengan diri nya sendiri seraya memutar-mutar ponsel yang ada di tangan nya, menandakan bahwa ia sungguh-sungguh kepikiran soal 'mas Adrian'


Kama lantas membuka menu wa di ponsel nya, ia mengetik pesan untuk Adrian,


bertanya apa maksud Adrian mengirim bucket bunga beserta card nya.


Namun belum juga sempat di kirim, Kama malah menghapus text pesan itu kembali. Ia membatal kan niat nya untuk bertanya lebih dulu karena merasa gengsi. Kama tidak mau Adrian mengira kalau diri nya jadi Ge-eR setelah mendapatkan bucket bunga.


Aiiish, greget banget sama kelakuan Kama! Mau nanya doank susah nya minta ampuun, tapi malah dipikirin terus. Wooiii Kama, pembaca udah gak sabar pengen gunting rambut lu sanking greget nya!!


Dua puluh menit berlalu akhir nya mobil aji sampai di hotel tempat mereka akan makan malam. Sebuah hotel mewah di daerah Senayan Jakarta, Hotel Mulia namanya. Mereka sekeluarga pun turun dari mobil dan jalan beriiringan menuju restoran di dalam hotel, yang sudah di book meja nya oleh aji sejak dua hari yang lalu.


Begitu sampai di The Cafe Mulia, nama restoran nya, Kama memutar bola mata nya memandang sekeliling. Begitu cantik dan mewah nya dekorasi restoran hingga membuat nya takjub. Ada banyak pengunjung juga disini karena weekend, mereka tampak elegan dengan pakaian yang mereka pakai.


"Tante.., kita gak salah tempat kan? Kok begini banget ya?" tiba-tiba Kama bertanya, ia mulai tidak pede dengan diri nya sendiri


"What's wrong, sweety? You don't like it?" tante Lulu balik bertanya

__ADS_1


"Ga ad masalah sih.. tapi ini mewah banget, tante.. Cuma makan malem doank kita sampai kesini, apa gak terlalu berlebihan ya? Bener kan aji.." Kama mengutarakan isi hati nya, ia juga mengajak aji untuk mengiyakan pendapat nya.


"This is only for you..." jawab tante Lulu


"Semua nya buat kamu, kam.." aji dan tante Lulu menjawab berbarengan hingga mereka saling menatap dan tertawa berdua.


Kama sendiri hanya terdiam, ia tidak tau harus senang atau bagaimana, karena ia tidak menyangka akan di ajak makan malam di tempat sebagus ini. Pantas saja tante Lulu berdandan cantik banget malam ini, lah aku cuma alakadar nya saja. Kayak nya lebih cocok aji dan tante Lulu yang pergi berduaan kesini, pikir Kama dalam hati.


The Cafรฉ at Hotel Mulia, Senayan menyajikan buffet dengan menu pilihan dari berbagai penjuru dunia sepertiย Western, Indonesia, Chinese, Korean, Japanese, dan Indian. Begitu banyak pilihan makanan hingga membuat Kama bingung harus memilih makanan apa. Steve dan Leona mengawali pilihan mereka di gerai Chinese Food,


makanan favorit mereka sejak lahir. Sementara Tante Lulu memilih kan menu Western untuk aji.


Kama sendiri memutuskan untuk berkeliling melihat makanan apa yang menggugah selera nya saat ini. Tiba-tiba ponsel nya bergetar, ada pesan whatsapp yang masuk, muncul nama 'dosen freak' di layar. Kama sedikit menepi agar bisa membaca pesan tanpa mengganggu orang yang lalu lalang.


- Dosen Freak -


Pasti kamu bertanya-tanya kan soal bucket bunga itu?


Oke, saya akan jelasin sebelum kamu mulai salah paham.


Kama lantas mengerutkan dahi setelah membaca 2 pesan barusan. Bagaimana bisa pak Adrian membaca isi pikiran ku? Tapi bagus lah, aku jadi gak perlu susah-payah bertanya lagi, pikir Kama


Kemudian pesan selanjut nya pun masuk

__ADS_1


- Dosen Freak -


Saya memang sengaja kirim bucket itu untuk kamu, karena saya gak mau keluarga kamu mengira saya bukan pacar yang baik, sebab hanya kita berdua yang faham dengan keadaan sebenar nya.


Soal isi card nya, saya menulis kalimat yang memang benar ada nya, yakni doa saya untuk kamu dan niat saya memberikan kenangan manis di hari spesial kamu walau saya tidak sedang berada disana.


Maaf kalau saya menambahkan kalimat 'mas Adrian' di bawah inisial nama saya, karena saya tidak ingin keluarga kamu curiga, sebab saya menduga pasti bukan kamu orang pertama yang membaca isi card itu.


Semoga penjelasan saya ini bisa menghapus salah paham kamu pada saya jika ada


Oh ya satu lagi, semoga kamu suka dengan kado yang saya berikan tadi pagi


Bertubi-tubi pesan pak Adrian masuk ke ponsel Kama dan di baca nya dengan teliti satu persatu. Hingga tiba di pesan terakhir, tanpa sadar Kama menarik bibir nya agak lebar, membuat nya tersenyum simpul sejenak. Dapat di pastikan setelah itu, selera makan Kama akan naik di ambang batas. Menu makanan apapun akan terasa enak di lidah nya.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Ternyataaa harus nunggu pesan Sutra dulu baru napsu makan Kama datang


Oh Kama..., emang dasar kamu yaaa...


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT ๐Ÿค—

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)


I Love U ๐Ÿ˜˜


__ADS_2