When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Sutra is back


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Sanking bahagianya, tanpa ia sadari jantungnya berdegub kencang, hingga alat detektor detak jantung naik diatas normal. Kama panik dan reflek menekan bel agar suster jaga datang. Ida dan Datuk Emran pun sontak berdiri mendekati Sutra.


Semenit kemudian suster masuk dan mengecek keadaan Sutra.


Duuh, kok jadi gini ya. Aku gak bermaksud bikin kamu panik, Babe. Maaf ya..


Namun alat detektor belum menunjukkan angka normal, membuat suster bingung dan menelepon dokter yang menangani Sutra.


"Hallo Dr.Martin, maaf saya mengganggu. Pasien dokter atas nama Sutra di kamar President Suit, tiba-tiba menunjukkan detak jantung tidak stabil. Saya harus bagaimana dok?" tanya suster yang ternyata bernama Ana.


"Cek selang oksigennya, dan tambah sedikit tekanannya. Siapa dokter spesialis dalam yang ready?" tanya Dr.Martin


"Dr.Maria dan Dr.Erdy, dok. Tapi Dr.Erdy sedang ada operasi" jawab suster Ana.


"Panggil Maria, minta dia visit sekarang. Saya masih dijalan menuju rumah sakit" jawab Dr.Martin.


"Baik dok" suster menutup telepon lalu mengganti sambungan dengan menelepon dokter Maria.


Wajah Kama semakin panik, tanpa sadar airmatanya ikut menetes, ia takut terjadi apa-apa dengan suaminya. Lantas Ida pun memeluk Kama, mencoba menenangkan putrinya.


Datuk Emran sendiri tidak tinggal diam, ia langsung berkutat dengan ponsel, menghubungi seseorang yang menurutnya mampu menolong keadaan menantunya.


Aku harus gimanaaa? Apa aku buka mata aja ya? Aku gak tega liat kamu nangis, Babe


"Hallo, Dr.Maria, pasien atas nama Sutra dok, diruangan President Suit, detektor jantungnya tidak stabil. Dr.Martin minta Dr.Maria visit sekarang, bisa kan dok?" sambil menambah daya tekanan oksigen dihidung Sutra, suster Ana meminta Dr.Maria datang.


"Oke, tunggu saya kesana sekarang"


Lima menit kemudian Dr.Maria sampai. Ternyata Dr.Maria adalah seorang dokter muda yang cantik dan fashionable. Ia mengenakan dres floral selutut yang bagian dadanya rendah didalam jas dokternya, lalu mengikat syal plos berwarna senada dilehernya. Belum ada seorangpun yang tidak memuji kecantikan Dr.Maria. Kebetulan ia adalah anak kandung dari Dr.Martin.


Tapi jantung Sutra sudah kembali normal. Ia mencoba untuk tenang sejak tadi. Sebab ia tidak tega melihat Kama bersedih.


"Stabil kok, gak ada masalah" ucap Dr.Maria ketika melihat layar monitor pasien.


"Tapi tadi naik dok.." jelas suster Ana


Dr.Maria lalu menempelkan stetoskop ke dada Sutra, mendengar langsung detak jantungnya. Disaat yang bersamaan Sutra mencoba membuka matanya sedikit, mengintip keberadaan Kama. Namun yang ia lihat malah belahan dada Dr.Maria.


Eh, kok ada surga?? Tapi yang ini warnanya beniiing...

__ADS_1


Kembali detak jantung Sutra naik, membuat layar monitor pun berbunyi. Cepat-cepat ia rapatkan kembali matanya.


Wah, itu artinya Sutra is back. Otak gesreknya sudah kembali on, pertanda kalau dia sudah sembuh total.


"Tuh kan Dok, naik lagi!" seru suster Ana.


"Iya, aneh. Oksigennya tadi sudah kamu tambah kan?" Dr.Maria sampai heran. Bagaimana mungkin ada pasien yang detak jantungnya naik turun seperti ini.


Waah, gawat aku malah bikin keadaan semakin kacau


"Sudah dok.." saut suster Ana.


"Coba ditambah lagi tekanan oksigennya" pinta Dr.Maria.


Apa? Tambah lagi? Aku gak mau!


"Apa tidak apa-apa Dok? Saya takut terjadi barotrauma (trauma akibat tekanan tinggi) pada saluran nafasnya, karena sebelumnya sudah saya tambah" suster Ana ragu dengan perintah Dr.Maria.


"Iya, benar juga yang kamu bilang" disaat yang sama tekanan jantung Sutra kembali stabil.


Ini dokter apa bukan sih? Masa harus diingatkan suster soal barotrauma! Mau bikin aku makin sakit?! Woi, gini-gini aku juga ngerti apa artinya itu!


"Eh, tapi sudah kembali stabil kok. Syukurlah.." Dr.Maria lantas menyalakan senter kecil dari dalam sakunya, bermaksud mengecek bolamata Sutra. Namun yang terjadi ia malah terkejut dibuat laki-laki itu.


"Eh..!" seru Dr.Maria, ia sampai mundur satu langkah.


"Kenapa dok?" suster Ana, Kama, dan Ida kompak bertanya.


"I-itu..." Dr.Maria menunjuk ke wajah Sutra.


Kama lebih mendekat, ingin tau apa yang terjadi.


"Ada apa Dok?" tanyanya dengan wajah khawatir.


"Tadi pasien sempat buka mata, tapi sudah dia tutup lagi. Makanya saya kaget" jelas Dr.Maria.


"Dokter serius? Apa dokter tidak salah lihat? Itu artinya apa Dok? Apa suami saya sudah siuman?" Kama memburu dengan pertanyaan.


Keterkejutan Dr.Maria malah bertambah,


"Loh, mbak ini istrinya?" tanya Dr.Maria.


"Iya, kenapa Dok?" raut khawatir belum hilang dari wajah Kama.


Dr.Maria pun tersenyum,

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Mbak cantik sekali" pujinya. Padahal di dalam hati Dr.Maria, ia heran kalau istri pasien kelihatan masih muda sekali.


Pasti donk! Istriku paling cantik didunia


"Jadi bagaimana suami saya dok?" Kama tidak perduli dengan pujian, ia masih belum berhenti khawatir.


Babe, aku apa-apa kok. Kamu gak usah khawatir


"Seharusnya tidak apa-apa, kondisinya sangat baik. Saya baca laporannya juga semuanya baik kok. Tapi saya belum paham kenapa detak jantungnya bisa naik turun seperti itu" ucap Dr. Maria.


Lu sih, nunjuk-nunjukin belahan dada, ya gue kaget!


"Suster, coba telepon lagi dimana posisi papa sekarang" pinta Dr.Maria.


"Maaf ya Mbak, biar kita tunggu Dr.Martin yang visit kesini" ucap Dr.Maria pada Kama.


Selesai menutup telepon suster Ana mengatakan kalau Dr.Martin baru saja sampai di rumah sakit. Saat ini beliau sedang dalam perjalanan menuju kamar Sutra. Berselang lima menit Dr.Martin muncul. Dr.Maria langsung menghampirinya lalu berbicara sebentar.


"Maaf mbak, ibu, bapak, saya permisi kembali ke ruangan, karena sudah ada Dr.Martin yang menangangi pasien" Dr.Maria lantas pamit meninggalkan kamar rawat.


Cukup lima menit Dr.Martin mengecek keadaan Sutra, dan hasilnya tidak ada yang aneh. Semua wajar menurutnya. Ia malah menyarankan agar Kama selalu melakukan kontak fisik dengan pasien agar bisa segera sadar.


"Dokter yakin tidak terjadi apa-apa dengan suami saya?" Kama masih belum percaya, sebab sudah dua kali jantung suaminya naik turun.


"Yakin, tapi kalau kamu belum percaya saya akan tunjukkan" ucap Dr.Martin.


"Bagaimana dok?" Kama jadi penasaran.


"Tapi maaf sebelumnya saya minta yang lain keluar dulu, biar hanya saya, kamu dan pasien yang ada diruangan. Bisa?" tanpa sungkan Dr.Martin meminta demikian.


"Kenape pula kita tak boleh tengok?" Datuk Emran protes, tapi Kama cepat-cepat memohon agar ayahnya mau memahami.


"Abah, please..." pinta Kama.


"Dah lah tu Bang.. Jom kita keluar!" ajak Ida pada suaminya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Yeeee, Sutra is BACK !!


Mari kita sambut dengan tarian huuula-huuula


πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ€£


Eh tapi apa yang mau ditunjukkan Dr.Martin ya gaes???

__ADS_1


Idiiiwww, jadi penisiriiiin, eh penasaraaan


Yuk kepoin di next eps , cekidot πŸ‘‡


__ADS_2