When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
PERMINTAAN MAAF


__ADS_3

Kaki melangkah namun pikiran tak tentu arah. Itu lah yang sedang di lakukan Kama saat ini. Tujuan nya ingin pulang, tapi pikiran nya tak mau pulang


"kamu dengerin saya baik-baik! Kamu udah buat saya kecewa kali ini. Kamu harus tau Kama, ini kampus, dan saya dosen disini. Bagaimana bisa kamu berteriak pada saya di tempat umum seperti tadi? Dimana harga diri saya sebagai dosen? Apa pandangan mereka pada saya nanti nya?"


Kalimat yang di ucapkan pak Adrian di parkiran kampus tadi, tak henti mengulang di kepala Kama. Kama sadar betul telah berbuat salah karena berteriak pada dosen nya di depan umum,


hal yang seharus nya tidak dia lakukan, baru kali ini dia bertindak gegabah. Jadi pantas kalo pak Adrian marah padanya.


Kalau di pikir-pikir, sebenar nya apa sih yang sangat mengganggu ku hingga aku harus sebegitu marah nya dengan pak Adrian? Toh, dia memang selalu baik dengan semua orang terutama perempuan.


Lagipula tadi itu kan Mini sendiri yang menawarkan diri menemani nya, di tempat umum pula, jadi bukan hal yang harus di curigai. Aah.., kayak nya otak ku udah mulai gak beres! Minta digebukin sekelas! ,pikir Kama


".............. Coba sekarang kamu ingat-ingat dulu, bukan nya kamu yang justru main-main dengan perasaan saya kemarin?"


Tapi, soal itu.., maksud pak Adrian apa ya? Dari tadi aku mencoba mengingat, tapi tetap gak ingat apapun! Main-main dengan perasaan nya? Siapa sih? Aku? Kapan aku mainin perasaan pak Adrian? Kemarin itu yang mana..? Ooh Tuhaaan...., pikir Kama lagi


Tanpa ia sadari ternyata sejak tadi kaki Kama sudah tidak lagi menuju pulang ke kost nya, kaki nya terus saja melangkah jauh meninggal kan komplek UI tanpa tau tujuan nya kemana. Pikiran nya benar-benar terusik berkat kejadian di kampus tadi. Bahkan Kama pun juga tak sadar kalau dia sudah berjalan tak tau arah hingga setengah jam lebih. Yaa, itung-itung ngelatih betis biar kekaaarrrr.


Saat kaki Kama mulai terasa lelah, Kama baru memperhatikan sekeliling nya. Tampak sebuah pusat perbelanjaan besar bertulis kan Depok Town Square.


Kayak nya aku pernah masuk melewati mall ini. Oh iya aku ingat, malam itu, waktu mengantar pak Adrian pulang. Aku baru tau kalau mall ini nama nya Depok Town Square (DTS). Ini akibat malam itu aku terlalu serius menyetir,


hingga tak sempat melihat yang lain selain fokus ke jalan, takut mobil mewah nya lecet, gumam Kama sendirian.


Kama melangkah kan kaki nya masuk ke dalam mall. Sejak kuliah di UI Kama memang belum pernah berjalan-jalan sekitar Depok, apalagi ke mall.


DTS ini cukup ramai, seperti mall pada umumnya,

__ADS_1


menjual segala macam jenis barang. Kama lalu berkeliling di dalam mall, melihat-lihat setiap lantai. Pada umum nya cewek pasti suka berbelanja pakaian dan barang-barang fashion lain,


namun tidak dengan Kama, dia tidak hobi dengan semua itu. Baju-baju yang Kama punya adalah stok masa lampau di lemari nya, sampai stok jaman band Changcutter ngetop, pun masih ada!


Kama melewati setiap etalase fashion yang di temui nya tanpa melirik sedikit pun.


Ketika sampai di lantai 3, Kama melihat ada sebuah toko mainan yang menjual berbagai macam action figure. Mulai dari set one piece, naruto, dragon ball, avenger and game, lego, ben 10, aladin, sonic, dll.


Hampir semua tokoh kartun ada di toko itu. Kama memperhatikan nya satu persatu. Sesekali dia tampak tertawa ketika mengingat bagaimana tokoh kartun itu beraksi di film nya. Sampai akhir nya ada satu yang menarik perhatian Kama, yakni tokoh captain america. Bentuk nya lucu dengan aksen brewok, mengingat kan nya pada sosok pak Adrian.



Lantas Kama pun mengambil action figure yang menarik perhatian nya tadi. Dibawa nya mainan itu ke kasir dan segera membayar. Kama juga tak lupa meminta pada kasir untuk memasukkan mainan itu ke dalam kantungan kertas dengan rapi, serta menyelipkan selembar note kecil di dalam nya.


Kama menenteng kantungan berisi mainan itu menuju pintu keluar mall. Dia terus berjalan sambil sesekali melihat arah petunjuk yang bisa membawa nya ke gedung di belakang mall dengan singkat,


Kama ingin memberikan kantungan yang di bawa nya sebagai tanda permintaan maaf kepada pak Adrian. Eciiee ciieee, mau minta maaf pake kado, sweet banget, ngalahin gula tarik.


Pasal nya saat kejadian di kampus tadi, setelah pak Adrian selesai bicara, tak satupun kata yang keluar dari mulut Kama. Kama seperti terkunci oleh semua kalimat pak Adrian. Apalagi kalimat terakhir nya, yang sampai sekarang belum Kama ketahui apa maksud nya.


Sungguh terlalu kau Kama, terla-luuu!


Waktu berlalu lima belas menit, tapi Kama belum juga menemukan akses dari mall menuju ke apartemen pak Adrian hingga seseorang cewek menabrak nya,


membuat Kama hampir terjatuh namun kantungan yang di bawa nya terlepas dari tangan nya. Action figure yang berada dalam kantungan itu melompat keluar.


"Aah, maaf-maaf.. Tadi saya buru-buru" ucap cewek itu seraya mengutip barang bawaan Kama yang terjatuh. Dia sempat melihat action figure yang Kama beli lalu memasukkan nya kembali dalam kantung nya.

__ADS_1


"Oh iya, gak papa" jawab Kama seraya memperhatikan wajah cewek itu. Cewek berkulit putih yang cantik sekali. Ah ya, ternyata dia adalah Chelsea, anak Teknik Komputer yang pernah di kenal kan oleh pak Adrian saat di perpustakaan tempo hari.


Chelsea memang pantas di jadikan idola para cowok di kampus, selain wajah nya yang cantik, cara berpakaian nya pun benar-benar manis. Hanya laki-laki bodoh aja yang menolak berpacaran dengan nya.


"Eh, kamu.. Kita pernah ketemu kan ya?" ucap Chelsea, dia memperhatikan wajah Kama, mencoba mengingat pernah bertemu dimana dengan Kama sebelum nya. Tak lupa dia juga menyerahkan kantungan milik Kama yang di kutip nya saat jatuh tadi.


"Ah, iya" jawab Kama singkat seraya memperhatikan penampilan Chelsea.


"Maaf ya, aku gak sengaja. Kamu beli mainan buat siapa? Tadi aku sempet liat isi nya" tanya Chelsea seraya tersenyum, ia mencoba berbasa-basi dengan Kama


Ah, mana mungkin aku jawab buat pak Adrian, apa pendapat nya nanti, pikir Kama


"Em buat kado" jawab Kama lagi dengan singkat


"Yaudah deh kalo gitu aku duluan ya. Sekali lagi maaf ya" ucap Chelsea penuh senyuman seraya meninggalkan Kama pergi


Pandangan Kama masih terus melihat ke Chelsea sampai sosok nya hilang di keramaian, ditelan jubelan manusia. Kayak nya Kama juga ikut mengagumi penampilan Chelsea sekarang karena melihat nya yang begitu cantik.


Aah, kapaaan aku bisa secantik dia? Hahaha mimpi! gumam Kama sendiri seraya menertawai dirinya


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)

__ADS_1


I Love U 😘


__ADS_2