When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
TUKAR JANJI


__ADS_3

Kama terperanjat dengan penjelasan Sutra barusan. Ia tak menyangka kalau Sutra akan berpikir sampai ke situ,


mencari tempat yang nyaman buat nya tanpa harus canggung dengan tatapan orang lain, sekaligus tidak jauh dari rumah aji. Bahkan ia juga bisa memperhatikan Sutra solat dari jarak dekat,


sungguh pilihan yang tepat dan sangat mengerti dengan keiinginan nya.


Tanpa sadar Kama terus memandangi wajah Sutra sejak tadi. Walaupun Sutra sudah mengakhiri kalimat nya dengan beberapa kali senyuman,


Kama masih tetap tak bergeming dan kesal seperti sebelum nya. Ia malah menikmati pemandangan itu seolah menemukan titik kenyamanan


dan keteduhan hati disana. Bahkan kantungan yang baru saja di berikan Sutra tak di sentuh nya sedikit pun. Atau lebih tepat nya Kama belum juga sadar kalau Sutra baru saja memberikan nya sesuatu.


"Kamaa, hei, Kamaa.." Sutra melambai kan tangan nya beberapa kali di hadapan Kama. Seketika Kama tersadar melihat itu.


"Apaan sih, pak?!" tanya Kama judes


"Saya baru mau nanya, kamu kenapa? Dari tadi saya ngomong kamu diem aja. Setelah saya panggil beberapa kali baru kamu jawab" ujar Sutra heran


"Iya saya denger semua kok tadi" Kama mulai ngeles


"Itu.." Sutra menunjuk ke kantungan di pangkuan Kama yang di letakkan nya sejak tadi.


"Loh ini apa, pak?" tanya Kama heran


"Saya beliin buat kamu sebelum saya jemput tadi. Coba buka dulu, semoga kamu suka ya.." Kama mengerut kan dahi, ia membuka kantungan itu satu persatu.


Tampak 3 buah buku yang salah satu nya adalah buku 'Tuntunan Solat', ia lantas tersenyum melihat itu. Lalu di kantung satu nya Kama mendapati lipatan kain berwarna peach polos.


"Yang ini apa?" tanya Kama bingung


"Itu mukena, di pakai perempuan ketika solat" kembali senyum Kama merekah, ia merasa begitu bahagia bisa selangkah lagi lebih dekat dengan Islam.

__ADS_1


Nanti nya ia bisa segera mendoakan biang dan ayah nya dengan cara yang benar sesuai dengan apa yang di fitrah kan pada nya sejak lahir.


Sutra terperanjat menyaksikan senyum Kama yang bertubi-tubi di hadapan nya, membuat jantung nya berdegub kencang.


Deg..Deg...Deg..


Masya Allah, begitu cantik nya Kama dengan senyum merekah seperti ini, bahkan Penelope Cruz pun lewat, batin Sutra


Yaah nama nya juga orang lagi jatuh cinta, Mpok Elly Sugigit sekalipun pasti tetap di katain cantik. Tapi bukan berarti Kama jelek ya, cuma imajinasi Sutra aja yang melanglang buana melebihi batas hingga ia menghayal kan artis bule berdarah latin.


Masih dengan senyum Kama memeluk kain berwarna peach, yang di sebut mukena oleh Sutra. Hati nya begitu mengembang mengingat akan segera belajar berdoa dengan cara yang tepat untuk kedua orang tua nya,


hingga tanpa ia sadari bulir kristal mengalir dari sudut sebelah kanan mata nya sanking bahagia nya.


Sutra yang sejak tadi sudah gak karuan menatap Kama, bergerak cepat. Ia dengan lembut mengusap bulir kristal yang sudah sampai di pipi kanan Kama dengan tangan nya.


Deg..Deg..Deg..Deg...


Detak jantung Sutra makin ngebut, sontak ia melepas sentuhan tangan nya dari pipi Kama, takut muncul keinginan menyentuh yang lain, kayak hidung, mata, atau upil mungkin, hahaha.


"K-kamu kenapa? Kok nangis?" tanya Sutra lagi


"Gak papa, pak. Yuk kita masuk ke dalam, saya udah gak sabar pengen belajar" jawab Kama dengan seyum.


Huuuuh, Kamaaa! Kayak nya aku harus menambah lapisan jantung ku. Aku gak kuat, bentar senyum,


bentar ketawa, bentar nangis, eeeh sekarang udah senyum lagi. Lapis titanium sekalipun, tetap juga kebobolan jika bersama nya, batin Sutra.


"Ah iya, oke" Sutra kembali melaju kan mobil nya, masuk melewati loket pembayaran dengan menujuk kan sebuah kartu VIP yang bisa membawa nya masuk ke Ancol kapan pun tanpa bayaran.


"Oh iya, saya lupa. Terimakasih ya pak, buat hadiah nya" ujar Kama lagi

__ADS_1


"Itu bukan hadiah" Sutra melaju pelan mengelilingi Ancol sambil terus berbincang dengan Kama


"Terus apa?" tanya Kama heran


"Tukar dengan janji"


"Maksud nya?"


"Saya kasi semua itu, tapi saya minta kamu harus janji pada saya"


"Janji apa sih? Bapak jangan macem-macem ya!" negatif thinking Kama mulai kumat


"Cuma satu macem kok. Saya minta kamu harus janji, jangan tolak ajakan saya lagi. Setiap weekend kita akan ke Jakarta sama-sama, setuju?" gak di sangka ternyata Sutra kembali meminta hal yang sama pada Kama seperti malam kemarin.


Kama sempat berpikir sebelum menjawab, lalu kemudian ia pun mengiyakan.


Toh Chelsea juga gak tau soal keberangkatan ku bersama pak Adrian setiap weekend, batin Kama.


Padahal dari dalam hati nya, sebenar nya Kama sangat senang melewati waktu bersama pak Adrian. Orang nya baik, perhatian, dan sopan.


"Nah, gitu donk. Saya bisa lega sekarang" ujar Sutra sambil mengusap puncak kepala Kama sementara tangan satu nya tetap memegang stir.


Iiiiiiiih, apaan sih?!! Aku BUKAN KUCING!! batin Kama kesal dan segera memaling kan muka dari Sutra


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Penelope Cruz adalah artis bule berdarah latin.


Kira-kira Kama bisa gak sih memenuhi imajinasi Sutra tadi? hihihi


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)


__ADS_2