When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
KAPAN JADIAN?


__ADS_3

TERIMAKASIH READERS YANG UDAH SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)


I Love U 😘


.


.


.


"Berarti, kita gak jadi putus kan..?" tanya Sutra pada Kama


"Ga tau! Kita juga gak pernah jadian kok" jawab Kama sewot, ia masih kesal dengan ucapan Sutra sebelumnya, soal khilaf.


"Yaudah, kalau gitu kita hari ini jadian"


"Saya gak mau!"


"Terus kamu maunya kapan? Pokoknya saya gak mau kamu bo'ongin lagi! Kamu udah cukup bikin saya kacau kemarin malam!" tegas Sutra, namun sedetik kemudian dia sadar, ia tidak boleh menekan Kama dan membuatnya lari lagi seperti kemarin.


"Eh, maaf-maaf bukan gitu.. Saya gak ada maksud untuk maksa kamu. Saya cuma gak mau ada salah paham lagi diantara kita.. Saya gak mau kehilangan kamu..." jelas Sutra seraya menatap mata Kama.


Deg.., seketika jantung Kama berdebar, Kama berpaling memandang ke depan.


"Ee.., tapi.." namun Kama kembali teringat dengan Mini.


Oh iya, sekarang aku harus gimana dengan Mini..?? batin Kama


"Tapi apa?"


"Soal itu.., gimana caranya saya jelasin ke dia? Saya gak mau bahagia diatas penderitaan orang lain"


"Ooh, soal dia? Gampang, biar saya yang urus!" jawab Sutra


Oke, Chelsea, terpaksa aku harus ketemu kamu lagi! batin Sutra


"Hah? Bapak yakin?" tanya Kama heran

__ADS_1


"Kenapa enggak? Saya harus jelasin ke dia, kalau saya cuma jatuh cinta sama kamu.., bukan dia!"


Deg..


Apa sih?? Lagi-lagi dia bikin jantung ku berdebar. Uuuuh, segini capek nya jatuh cinta! Berasa joging terus! batin Kama


"Ee.., tapiii, dia pasti sedih nanti.. Saya gak tega liat dia sedih, pak, dia terlalu baik.."


Kama lagi bercanda atau gimana nih? Bukannya Chelsea nampar dia kemarin? Tapi kok masih dibilang baik ya..? Coba kalau aku, gak berbuat salah aja dicurigai, apalagi salah! Huuffftt.., emang udah nasib jatuh cinta sama dia! batin Sutra


"Serius kamu? Dia sebaik itu?" Kama mengangguk


"Terus kamu maunya gimana sekarang? Jangan kasi pilihan sulit untuk hubungan kita ya.., saya gak mau lagi seperti itu" pinta Sutra


"Yaa, sekalipun kamu belum menganggap kita pacaran, tapi saya gak mau jauh dari kamu. Apapun keadaannya saya mau kita terus sama-sama.." Kama kembali menoleh, ia tertegun dengan kalimat terakhir Sutra, membuatnya menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman manis yang menutup perbincangan mereka hari ini.


Aku sudah tau seberapa besar cintamu padaku, pak! Semoga aku bisa memberikan yang sama padamu.., batin Kama


πŸƒπŸƒπŸƒ


Dua hari berlalu sejak pertemuan Kama dengan Sutra, namun Kama belum juga baikkan dengan Mini. Mini tampak selalu bersama dengan Reyhan, mereka duduk bersebelahan, bahkan pergi ke kantin pun bersama tanpa perduli dengan Kama.


Padahal kemarin mereka ada kelas Studio yang full dan melelahkan. Anak arsitek pasti tau gimana capeknya kalau sudah masuk mata kuliah itu. Asam lambung, asam sunti, asam jawa semuanya naik saat kelas berlangsung, sanking stresnya didalam kelas.


Huh! Baru tau neng Kama.., kemaren kemana aja?! Redears pada ngiris bawang waktu Sutra broken heart!


Hari ini sebelum pulang ke rumah aji, Kama berencana untuk datang menemui Mini dirumahnya. Kebetulan ini adalah hari jumat, hari tanpa mata kuliah untuk anak Arsin (arsitek interior) di semester pertama.


Soal hubungannya dengan Sutra, kemarin Kama sudah meminta waktu untuk menyelesaikan masalahnya lebih dulu dengan Mini baru ia dan Sutra bisa membahas tentang status hubungan mereka.


Sutra sendiri masih salah paham soal itu, ia berpikir kalau Chelsea lah yang menjadi sebab Kama mendepaknya malam itu. Ia juga sempat geram dengan kelakuan Chelsea yang menampar Kama dikampus, tidak menyangka kalau Chelsea yang manis dan manja begitu bisa melakukan hal kurang ajar pada Kama. Namun karena Kama yang meminta untuk menyelesaikan sendiri, Sutra pun mengiyakan. Setidaknya ia gak perlu bertemu dengan Chelsea yang agresif itu, menjijikkan!


πŸƒπŸƒπŸƒ


Pagi-pagi sekali Sutra sudah bersiap dikampus, hari ini adalah jadwal pengajuan tesisnya ke dosen pembimbing, menunggu persetujuan untuk bisa segera sidang meja hijau pada saat yang ditentukan nanti.


Berselang dua jam keputusan dosen pun keluar, tesisnya lulus dari segi isi dan penulisan tanpa ada perbaikan lagi. Sutra dijadwalkan untuk menjalani meja hijau dua minggu dari sekarang.


Kabar baik itu segera ia bagikan kepada ayah dan ibunya. Sutra mengabari mereka lewat pesan wa, karena ia tau kalau jam seperti ini ayahnya masih sibuk bekerja dikantor. Ibu Sutra sendiri langsung merespon dengan menelepon anaknya, mengucapkan selamat dan mendoakan yang baik-baik untuk Sutra. Dan tentu tidak lupa mengingatkan Sutra untuk segera pulang ke Jakarta.


Sutra juga teringat dengan janjinya pada Kama,

__ADS_1


-flashback on-


"Jumat nanti deadline saya, saya pasti buktiin sama kamu. Kalau ternyata tesis saya lulus dan masuk jadwal meja hijau, kamu mau kasih saya apa?"


"Saya mau kamu..."


-flashback off-


Sutra jadi senyum-senyum sendiri mengingat kalimatnya seminggu yang lalu pada Kama. Hari ini kalimat itu terbukti, dan ia bisa meminta hadiah itu dari Kama sekarang.


Sutra pun langsung menelpon Kama untuk mengabarinya. Sampai nada sambung terakhir berbunyi, Kama belum juga mengangkat telponnya. Bahkan ketika diulangi sampai 4 kali panggilan tetap tidak diangkat oleh Kama.


Duuh, kenapa lagi sih dia? Satu haripun aku gak bisa dibuat tenang olehnya! batin Sutra


Setelah semua urusan dikampus magister selesai, Sutra memutuskan untuk langsung menemui Kama dikost nya.


Ketika Sutra sampai di kost Kama, ia menemui mas Deko di post jaga.


"Siang mas.., Kama nya ada?" tanya Sutra


"Eh, mas guanteng.. Piye kabare? Ndak berantem lagi toh sama mbak Kama..? Hehe.." bukannya jawab pertanyaan Sutra, mas Deko malah nanya yang lain.


"Ah, iya, alhamdulillah sudah gak mas.."


"Mantap sampeyan mas.., salut aku! Hujan-hujanan koyo wingi, hebuat! Aaah, pokoknya se-te-rong lah sampeyan.." ujar mas Deko lagi, dia berusaha menggunakan istilah bahasa Inggris, maksudnya adalah strong bukan seterong.


"He, iya mas.., makasiih.. Tapi, itu tadi saya tanya, Kama nya ada mas?"


"Lah iya, lali aku! Hahaha, sek tak tengok dulu yo mas.." mas Deko pergi kedalam mengecek keberadaan Kama, lima menit kemudian dia sudah kembali di hadapan Sutra.


"Ndak ada mas si mbak ee.. Coba di telipun ae toh mas.." saran mas Deko


Sutra kembali menelepon Kama, tapi tetap tidak diangkat.


Huuh!! Kamaaaaaa! Mungkin aku harus menikahi kamu dulu, biar kamu gak bisa lari kemana-mana!! batin Sutra kesal


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Kemanakah gerangan si Kama??


Bikin Sutra pusing aja!

__ADS_1


Gak ngasi kabar lagi.., segitu cuek nya kau Maria Marcedes nya Sutraaa...


Yuuuk, kepoin di next episode..


__ADS_2