
--- Kama Pov ---
Dosen mata kuliah terakhir hari ini baru saja keluar. Namun beberapa anak BEM masuk ke kelas sambil membawa kotak sumbangan. Ada berita duka cita. Orang tua dari teman sekelas kami Reyhan, meninggal dunia karena kecelakaan proyek.
Aku yang mendengar pengumuman itu segera menitipkan uang sumbangan ku ke Mini, dan berlari cepat keluar kelas. Aku gak mau ada yang melihat airmata ku menetes.
Entah kemana tujuan ku berlari pun aku juga tidak tau, yang jelas aku harus mencari tempat yang tidak menjadi perhatian orang. Sampailah aku di parkiran mobil. Aku bersembunyi di antara mobil-mobil itu dan berusaha menenangkan diri agar airmata ku berhenti menetes.
Ponsel ku bergetar, ada pesan masuk dari Mini. Dia pasti heran melihat ku yang tiba-tiba kabur tadi
-Mini-
Kam, lo knp kok tiba-tiba kabur gitu?
-Aku-
Sorry, Min. Gue sakit perut, kebelet udah ga tahan, hehe
-Mini-
Terus sekarang lo dimana? Anak-anak pada ngajakin ke rumah nya Reyhan, lo gak ikut
-Aku-
Gue di jalan mau pulang. Maaf ya, titip salam aja buat Reyhan dari gue
-Mini-
Yaudah, lo hati-hati ya. Jangan lupa minum obat ntar
-Aku-
Ok temanku tersayaaaang..
Baru aja aku mau memasukkan ponsel ke saku celana, dia bergetar lagi. Kulihat di layar ponsel tertulis dosen freak , mau apa lagi dia? Apa selasa ini dia juga ga bisa datang?
Ya, aku menamainya dosen freak di ponsel ku sejak awal kami bertukar nomor. Karena aku tidak akan lupa bagaimana dia mengomentari soal bibir ku yang kugigit waktu itu! Padahal itu bukan urusan nya. Mau ku kunyah sekalipun toh itu bibir ku kok!
-Dosen Freak-
Kamu dimana, Kama?
__ADS_1
Mau apaaa dia bertanya aku dimana?!
-Aku-
Maaf, ada apa ya pak?
-Dosen Freak-
Kamu di mana?
Ya ampuun, ngotot nya..!
-Aku-
Di kost-an
-Dosen Freak-
Tapi kayak nya saya liat kamu di parkiran. Kamu pakai kemeja garis-garis kan?
Apa siih dia ini?! Memangnya cuma aku yang make kemeja garis-garis di kampus ini!
-Aku-
Aku segera menyimpan ponsel ku setelah membalas pesan nya tadi, dan beranjak pergi dari tempat itu untuk pulang. Tapi sebuah suara tak asing meneriakkan nama ku,
"Kamaa...!" aku terkejut dan menoleh tak percaya, si dosen freak!
Kok dia bisa ada disini ya? Jadi yang dia liat tadi benar-benar aku? Aaahh...
"Saya pikir kamu di kost-an. Ternyata kita ketemu disini ya" dia menghampiri ku dengan tersenyum, padahal aku tau dia sengaja menyindir ku
"Ini saya baru mau balik ke kostan, pak"
"Kamu baik-baik aja kan? Ngapain sendirian disini?" pertanyaan nya membuat aku curiga
"Bapak ngikutin saya ya?"
dia kembali tersenyum dan menjawab,
"Tuh.., kamu liat mobil sedan kuning itu? saya dari tadi disitu sampai kamu datang dan.."
__ADS_1
"Dan apa?"
Gawat!! apa dia lihat aku nangis tadi?! kalo iya, artinya sudah dua kali dia lihat aku nangiss.
"Dan saya lihat kamu ngotak-ngatik ponsel.." jawaban nya membuat ku lega
"Oooh, terus ngapain bapak kirim wa tanya saya dimana?!" aku menekan intonasi ku padanya. Menyebalkan! Tadi dia pura-pura tanya aku dimana.
"Saya cuma mau memastikan saja. Siapa tau saya salah orang. Kan kamu bilang saya salah orang" lagi-lagi dia menyindir ku dengan kalimat nya sambil tersenyum. Hiih..!
"Ohya, saya mau minta tolong kamu, boleh?" dia menyambung kalimat nya lagi. Mungkin minta tolong itu sudah jadi hobi nya ya..
"Ada apa, pak?"
"Bantuin saya nyari beberapa buku di perpustakaan. Saya harus bawa pulang buku-buku itu hari ini" sebenarnya aku males berurusan dengan nya, tapi aku belum pernah masuk ke perpustakaan UI. Yaudah lah ya, gak ada salah nya ku iyakan menolong nya hari ini.
"Ok"
πππ
Ini pertama kalinya aku masuk ke perpustakaan UI. Waooww, luarbiasa! Perpustakaan yang tampak seperti mall di dalam nya. Ada starbucks, indomaret, books & beyond, resto, coffeeshop, bahkan gym juga ada.. Hahaha.. Kerrren UI..!!
Pak Adrian membawa ku ke lantai tempat ribuan buku tersusun rapi. Yah, disini lah aku akan membantu nya mencari buku-buku itu. Dia menunjukkan kertas yang berisikan 3 judul buku, sedangkan dia mencari 4 buku lainnya.
Cukup lama aku mencari 3 buku itu, karena aku masih bingung dengan pembagian sub materi di perpustakaan ini. Maklumlah ini pertama kali nya aku datang kesini dan aku bukan mantan pegawai perpus skolah.
Hampir satu jam aku baru bisa menemukan 1 buku yang dicari, dan itu buku yang lumayan tebal. Entah bagaimana nanti dia membaca buku setebal itu, melihat nya saja aku sudah mual. Hiiii..!
"Udah ketemu?" dia mengagetkan ku dengan suara renyah nya. Ya, suaranya itu terdengar seperti orang yang sedang makan keripik ubi di telinga ku. Aneh!
"Baru satu, pak" aku menyodorkan satu buku yang kutemukan tadi
"Yaudah gak papa. Udah jam 3 sore. Kamu laper ga? Udah makan siang?"
"Ga"
"Kalo gitu kamu temenin saya makan di lantai bawah ya" dia langsung beranjak pergi sebelum aku meng-iyakan. Dasar Freak!
πππ
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
__ADS_1
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)