When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
KE TAMAN LINGKAR


__ADS_3

Setelah mengantar kan buku absensi ke kantor jurusan,


Sutra segera berjalan menuju parkiran mobil. Sesampai nya di sana, ia mengeluarkan ponsel nya dan segera mengirimi pesan wa ke Kama


- Sutra -


Ada hal yang mau saya bicarakan. Bisa kita ketemu sekarang?


Dua menit berselang, pesan balasan dari Kama masuk ke ponsel Sutra


- Kama -


Oke, dimana pak?


- Sutra -


Di parkiran, mobil saya yang paling pojok


πŸƒπŸƒπŸƒ


Kama tampak sedang membaca balasan pesan dari pak Adrian, ia teringat dengan kejadian di parkiran tempo hari, saat ia membentak pak Adrian di depan umum hingga pak Adrian marah dan menarik nya ke ujung area parkir mobil.


Ada apa ya? Kok dia ngajak aku ketemu disitu? gumam Kama dalam hati


"Woiii, sibuk apa sih lo..?!" teriak Mini mengaget kan Kama hingga Kama menoleh


"Pesan dari siapa, Kam?" sambung Mini lagi. Mini berdiri tepat di sebelah Kama, hingga membuat nya bisa melihat sepintas nama si pengirim pesan


"Eng-gak, bukan siapa-siapa" jawab Kama seraya menyimpan ponsel nya ke dalam tas


"Dosen freak? Kayak nya tadi gue ke baca itu deh.. Siapa siih?? Aaah, lo main rahasia-rahasiaan sama gue, Kam.." Mini langsung saja bertanya kepo, ia bahkan merengek, ia begitu ingin tau siapa yang di sebut Kama sebagai 'dosen freak' di kontak hp nya.


"Gak. Bukan siapa-siapa.. Lo salah baca kali, Min. Itu tadi gue cuma ngecek doank, siapa tau ada pesan dari nyokap.." Kama beralasan, ia tidak ingin memberitahukan yang sebenarnya pada Mini, karena ia pun bingung harus mulai menjelaskan dari mana cerita tentang pak Adrian.


"Oooh, gitu ya.. Emm, apa mata gue bermasalah ya, Kam? Sampe bisa ngebaca tulisan 'dosen freak'.. Aaah, gue mesti buru-buru cek mata nih kayak nya" oceh Mini yang masih sedikit heran.


"Ah, iya bener Min.. Buruan lo cek mata sana. Minta temenin Reyhan. Lumayan kan ada tumpangan gratis" ujar Kama


"Iya-ya, bener juga. Hehehe.. Eh tapi, lo gak cemburu kan Kam kalo gue jalan bareng Reyhan terus?"

__ADS_1


"Kurang kerjaan banget gue kalo gitu, Min.. Sekalian lo jadian sama Reyhan juga gue pasti hepi kok" Kama menjawab santai


"Serius lo?" tanya Mini penasaran


"Iya.." jawab Kama datar


"Yaudah ntar Reyhan gue suru oplas deh biar mirip pak Adrian, idola gue..." jawab Mini cengar cengir sambil membayangkan wajah idola nya.


"Ya Tuhan.., gilak lo, Min.." Kama menggeleng kan kepala, ia tidak percaya dengan ucapan Mini barusan. Kama bahkan menarik ujung rambut Mini agar dia kembali normal dari kelakuan nya membayang kan wajah pak Adrian


"Aww..! Sakit Kam..." rengek Mini


"Udah buruan sana lo minta temenin Reyhan ke optik..l Gue mau pulang, ngantuk" Kama segera beralasan, ia ingin menemui pak Adrian di parkiran.


"Eh ntar dulu.." jawab Mini


"Apa lagi sih, Min?"


Mini mengeluar kan bingkisan kecil dari dalam tas nya


"Nih.., kado buat lo dari gue" ujar Mini dengan senyuman manis nya.


"Thank you ya Min.. Yaudah, gue duluan ya, gue ngantuk banget ini"


"Iyaaa. Daaaaa, hati-hati lo..." ujar Mini seraya melambai kan tangan ke Kama


Kama berjalan cepat meninggalkan Mini, ia memilih jalan memutar agar Mini tidak mencurigai kalau ia sesungguh nya tidak langsung pulang melainkan menemui pak Adrian.


Hahaha, kayak orang pacaran backstreet aja pake sembunyi-sembunyi Kam..


Sepuluh menit kemudian Kama sampai di parkiran,


ia menoleh ke kanan dan ke kiri namun tidak mendapati sosok pak Adrian disana.


Ia lantas mendekat ke mobil sedan kuning milik pak Adrian dan mengintip ke dalam dengan menempel kan wajah nya ke kaca pintu mobil. Kebetulan kaca mobil pak Adrian berwarna gelap, jadi sulit melihat apakah ada orang atau tidak di dalam nya jika tidak menempel seperti cicak.


"Kamu lagi ngapain?" sebuah suara tidak asing terdengar dari belakang Kama.


Kama langsung menoleh

__ADS_1


"Bapak yang ngapain??" tanya Kama agak kesal, ia menutupi rasa malu nya karena ketauan sedang mengintip ke dalam mobil pak Adrian.


"Ini.., saya tadi ke kantin beli air. Saya nungguin kamu lama sampe saya kehausan" ujar Adrian seraya menunjukkan botol air mineral yang di bawa nya di kanan dan kiri tangan nya.


Sudah menjadi kebiasaan Adrian sekarang jika membeli sesuatu tidak hanya satu, melainkan dua. Karena yang satu nya lagi akan ia berikan untuk Kama.


"Satu nya lagi buat kamu ya.., saya takut buncit kalo minum dua botol" ujar Adrian lagi dengan senyuman khas nya sambil menyerah kan satu botol air mineral pada Kama.


Kama menarik sebelah sudut bibir nya, pertanda jengah melihat senyum tampan Adrian.


"Hmm, makasi pak.."


"Ah ya, kamu udah gak ada kelas kan hari ini?" tanya Adrian


"Gak.." jawab Kama datar


"Saya pengen ngobrol serius sama kamu.. tapi gak disini, bisa?"


"Dimana?"


"Gimana kalau di taman lingkar? Kamu mau?" Adrian mengajak Kama ke taman lingkar tempat nge date pertama mereka waktu itu. Bukan nge date sih sebener nya, karena hanya Adrian saja yang menganggap nya seperti itu. Sabaaaarrr! Ini ujian!


"Oke.." Kama menyetujui


"Yuk masuk.." ajak Adrian ke Kama untuk memasuki mobil nya. Kama segera membuka pintu depan mobil dan masuk ke dalam. Lalu....


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Haaa, lalu apa??


Haduuuh jangan gantung donk thor...


Yuk, kepoin next episode gaes


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)

__ADS_1


I Love U 😘


__ADS_2