When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
MINTA IJIN


__ADS_3

Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat πŸ€—πŸ™


happy reading..


.


.


Sutra sudah menelpon Mas Dika si pegawai jurusan, menitipkan ijin untuk Kama yang tidak bisa hadir memenuhi mata kuliah selama dua minggu.


Awalnya mas Dika sempat curiga, kenapa harus Sutra yang mengurus ijin absensi Kama? Ada hubungan apa mereka? Namun sebelum mas Dika bertanya, Sutra cepat-cepat menjelaskan. Sutra memberitahukan kalau Kama adalah anak dari rekan kerja ayahnya sewaktu di Bali, untuk itu lewat dirinyalah meminta bantuan.


Alasan Sutra cukup masuk diakal, dia tidak sepenuhnya berbohong. Toh Aji dan Ayahnya pernah menjadi rekan kerja sewaktu proyek diBali. Walau hubungan darah mereka adalah paman dengan ponakan, bukan ayah dengan anak.


Untuk ijin ke proyek di Malaysia, Sutra juga sudah menghubungi asisten Datuk Emran. Dia terpaksa mengatakan ada urusan keluarga penting yang mengharuskan ia berangkat ke Bali menemui neneknya. Ya, benar. Nenek Sutra memang tinggal di Bali, ia bisa meminta bantuan neneknya ketika ia dan Kama berangkat besok.


Sutra juga berjanji akan mengirimkan semua file desain dan apapun yang mereka butuhkan untuk proyek resort. Bahkan ia siap dihubungi dua puluh empat jam jika ada hal yang harus dikerjakannya saat itu juga, lalu mengirimnya via email. Dan syukurnya Datuk Emran setuju, dengan catatan setelah dua minggu Sutra wajib kembali ke KL menemuinya.


Terakhir ijin dari orangtua Sutra, ia baru saja akan menyampaikannya. Setelah menaruh tas di kamar, Sutra kembali turun ke bawah, berkumpul bersama ayah, ibu, dan adiknya di ruang tv.


"Kok lama banget kamu nyampe rumah Sut?" ibu Sutra mulai dengan pertanyaan sambil mengunyah buah melon yang ada dipangkuannya


"Iya, bu.. Tadi dari bandara Sutra jemput Kama dulu ke Depok, terus langsung anterin dia ke rumah Aji Wayan. Eh, nyampe sana Sutra ketiduran, hehehe.." Sutra tertawa kecil menjelaskan


"Ha, apa-apaan kamu, Sut? Kamu tidur disana? Dimananya?" Ajeng terkejut, ia memburu Sutra dengan pertanyaan.


Ya Allah, ibu pasti mikir yang aneh-aneh


"I-iya bu.. Sutra gak sengaja ketiduran di sofa ruang tamunya.." Sutra terpaksa berbohong, ia tidak mungkin mengakui sudah tidur dikamar Kama.


"Hei, Darling.., calm down! He is your son, he knows what good can do!" Mr.William memberi pengertian pada Ajeng, istrinya.


Artinya, "Hei, sayang.., tenang! Dia adalah anak laki-lakimu, dia tau apa yang baik untuk dilakukan!"


Ah, memang ayah the best

__ADS_1


"Oh iya bu, ada berita buruk tentang keluarga Kama. Soal ibunya yang tinggal di Bali............" Sutra menceritakan panjang lebar soal kasus pemalsuan sertifikat cottage milik keluarga pacarnya itu. Ia menjelaskan dengan detail semua yang ia dengar dari Lulu, hingga sampai diujung pembahasan tentang dirinya yang mau ikut menemani Kama.


"Jadi Sutra mau minta ijin sama ayah dan ibu.." suara Sutra mulai pelan


"Maksudnya gimana ini? Coba kamu ngomong yang jelas biar ibu paham!" ucap Ajeng.


"Sutra mau ikut menemani Kama ke Bali, Bu.., membantunya menyelesaikan masalah dengan mafia tanah. Insya Allah kita berangkat besok.." terang Sutra


"Eh, gak-gak, gak boleh!" bantah Ajeng


"Loh Bu, pleaseee, kasihan Kama sendirian.." Sutra memohon pada Ajeng


"Enggak ah! Kamu jangan main-main Sut, itu bukan perkara mudah, urusannya dengan mafia tanah. Anak buah mereka pasti preman-preman! Ibu gak mau terjadi apa-apa sama kamu!" tegas Ajeng


"Tapi, Bu.., kasihan Kama, dia perempuan. Walau keluarganya banyak di Bali, tapi masa Sutra gak kasih dukungan apapun buat dia" Sutra terus membujuk


"Ya kamu kan bisa kasih dukungan doa dari jauh!" Ajeng tetap pada keputusannya.


"Bu....." rengek Sutra


Lagi asik mereka berbincang ternyata Quiny sudah tertidur di sofa ruang tv. Mr.William lantas memberi kode, mengajak Sutra dan istrinya pindah ke ruang lain untuk membahas masalah Kama, agar tidak mengganggu tidur Quiny. Mereka bertiga pun duduk di meja makan.


"Oke, now listen to me! Ayah tau apa yang ada dipikiran Sutra, dan ayah juga tau apa yang ada dipikiran ibu. I've made my decision! No one should argue!" Mr.William memandang Sutra dan Ajeng bergantian, berharap mereka berdua paham kalau keputusan yang akan dia utarakan adalah yang terbaik untuk keduanya.


Artinya, "Oke, sekarang dengarkan aku! Ayah tau apa yang ada dipikiran Sutra, dan ayah juga tau apa yang ada dipikiran ibu. Ayah sudah membuat keputusan! Tidak ada yang boleh membantah!"


Semoga keputusan ayah memihak padaku


"Darling, call your mom and dad in the morning! Ceritakan pada mereka, your son need help" Mr.William mengusap punggung tangan Ajeng, menatapnya penuh keyakinan seolah mengatakan, "Don't worry, your son will be fine"


Artinya, "Sayang, telepon ayah dan ibumu besok pagi! Ceritakan pada mereka, anakmu butuh bantuan"


Artinya, "Jangan khawatir, anakmu akan baik-baik saja"


Kemudian Mr.Will beralih memandang Sutra,

__ADS_1


"Dad agreed, go and be with her!" seketika raut cemas Sutra berubah menjadi senang. Ia begitu bahagia dengan keputusan ayahnya.


Artinya, "Ayah mengizinkan, pergilah temani dia!"


"Terimakasih ayah, you are the best! " Sutra bersyukur atas keputusan ayahnya


πŸƒπŸƒπŸƒ


di dalam kamar,


"Sayang.., aku masih belum tenang membiarkan Sutra ikut gadis itu ke Bali.." Ajeng mengeluh pada suaminya sembari mereka berbaring berdampingan


"Darling, your son is an adult, 24 years old! He's even ready to get married!" Mr.Will menjelaskan


Artinya, "Sayang, anak laki-lakimu sudah dewasa, 24 tahun! Dia bahkan layak untuk menikah!"


"Oh, sayang.., aku gak sanggup membayangkannya, itu terlalu cepat!" Ajeng berbaring miring, menoleh ke suaminya


"Hahaha, stay cool, darling! Trust him, he can take care of himself and take care of the girl" Mr.Will mengelus kepala Ajeng, namun kening istrinya masih berkerut memikirkan Sutra.


Artinya, "Hahaha, tetap tenang, sayang! Percaya padanya, dia bisa menjaga dirinya sendiri dan menjaga gadis itu"


"Kau makin cantik dengan wajah yang menggemaskan seperti itu!" Mr.Will tersenyum, kali ini ia menggoda Ajeng, mengalihkan perhatian Ajeng dari rasa khawatir yang berlebihan.


"Sayang.., apa sih?!" ucap Ajeng manja sembari mencubit kecil lengan William


"I want you.., closer, baby.." Mr.Will menarik pinggang Ajeng, menukar rasa cemas dihati istrinya menjadi kebahagiaan yang berbalut cinta, dan menyambut datangnya esok dengan wajah yang cerah.


Artinya, "Aku ingin kau.., lebih dekat, sayang.."


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Hadeeeh, kok jadi lebih romantis pasangan tua ketimbang pasangan muda ya..?


Ahaha, maklumin aja deh, udah halal soalnya..

__ADS_1


__ADS_2