
Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat π€π
happy reading..
.
.
Mentari pagi sudah menampakkan sinarnya, Kama baru saja bangun dari tidur. Gadis itu melihat ke kanan dan kiri, mencari sosok Sutra disekitarnya. Ternyata Sutra sedang duduk di balkon kamar. Sepertinya balkon adalah tempat favorit Sutra untuk duduk sembari memandang dan menikmati udara pagi.
Kama melangkah mendekati Sutra.
"Kamu udah lama bangun, Mas? Kok gak bangunin aku?" pertanyaan Kama sedikit mengagetkan Sutra. Laki-laki itu sontak menoleh dan melebarkan matanya.
"Eh, k-kamu udah bangun ya?" jawab Sutra gagap. Ternyata laki-laki itu kembali teringat dengan kejadian tadi malam. Ciuman pertama bersama Kama yang begitu berkesan dan masih terasa baginya hingga sekarang.
"Apa sih?! Ditanya kok malah nanya balik!" ucap Kama kesal. Gadis itu lantas meninggalkan Sutra pergi ke kamar mandi.
Eh, kayaknya dia sudah sembuh. Sifatnya kembali ke semula. Galak!
Berselang sepuluh menit Kama sudah keluar dari kamar mandi dengan rapi. Ia memakai kaos hitam dan cardigan bermotif. Rambut keritingnya dibiarkan tergerai mengembang. Ia juga tak lupa memoles sedikit wajahnya, merapikan alis serta memakai sedikit liptint warna pink.
Kama lalu merapikan barang-barang di kopernya, memasukkan dan merapikan semuanya, bersiap-siap untuk pergi.
"Kita check out sekarang?" Sutra mendekat, ia memperhatikan kegiatan Kama sejak tadi.
"Iya.." Kama mengangguk.
"Udah siap ketemu Abah dan Biang donk kalo gitu..?" tanya Sutra lagi memastikan. Ia ingin tau kesiapan Kama.
__ADS_1
Kama menarik napas dalam,
"Tapi kamu terus temenin aku ya, Mas.." pinta Kama kemudian.
"As always, Babe.." jawab Sutra dengan senyum.
πππ
Kama dan Sutra sedang menunggu taksi online yang akan menjemput mereka saat ini. Selesai sarapan mereka berdua langsung check out. Sutra menyelesaikan segala urusan di resepsionis, sementara Kama duduk menunggu di loby hotel. Sutra juga tak lupa menelepon Aji Wayan, mengabari kalau sebentar lagi ia dan Kama akan sampai di villa tempat ayah dan ibu Kama berada.
Berselang setengah jam, taksi online yang mengantar Kama dan Sutra sudah berhenti di depan villa Casa Bonita, villa yang sudah mereka datangi sebelum Kama tiba-tiba kabur. Mereka berdua turun perlahan sementara supir taksi membantu membawakan koper mereka hingga ke teras villa.
"Terimakasih bli.." ucap Sutra sembari memberikan uang untuk membayar taksi sekaligus tip nya.
Pintu dan jendela kaca yang terbuka lebar, membuat isi villa itu tampak jelas dari luar. Hanya sosok Wayan yang berjalan perlahan menyambut kedatangan mereka. Sutra segera menjabat tangan Wayan, kemudian giliran Kama yang langsung memeluk Wayan.
"Maafin Kama yang kabur kemarin Aji.." ucap Kama.
"Biang mana?" Kama melonggarkan pelukannya.
"Masuk dulu yuk.." bukannya menjawab, tapi Wayan mengajak mereka masuk dan duduk diruang tamu. Semenit kemudian datang seorang perempuan paruh baya membawa nampan berisi dua gelas smoothie untuk mereka.
Kama mengerutkan keningnya,
Smoothie? Minuman kesukaan tante Lulu
"Pasti kamu inget tante Lulu, kan.." ucap Wayan kemudian, dijawab anggukan oleh Kama.
"Tante ada dikamar tuh, lagi nyusuin Jason" Wayan tersenyum memberitahu.
__ADS_1
"Serius? Mereka disini juga?" tanya Kama antusias. Ia tak menyangka kalau Lulu bisa ada di villa itu juga.
Wayan mengangguk,
"Kemarin sore mereka sampainya, bertiga dengan Dian juga.." jelas Wayan lagi. Dian adalah babysitter Jason.
Tak berapa lama seorang pria paruh baya muncul bersama dengan ibu Kama. Ya, pria yang dimaksud adalah Datuk Emran Ibrahim, ayah kandung Kama.
Adrian? Macemane pula budak tu dah muncul disini? Die cakap ada urusan family yang urgent, but ape ni? Eh tapi, wait a minute, Adrian? Namenya same dengan name pacar Kama, jangan-jangan.....
Sontak Sutra berdiri dari duduknya. Laki-laki itu begitu terkejut melihat sosok Datuk Emran. Bagaimana mungkin bos proyek yang sedang dikerjakannya bisa berada disini, dihadapannya sekarang.
Loh, Datuk Emran?? Kok dia bisa ada disini juga? Mau apa dia? Wah, gawaaat! Aku ketauan! Mau taruh dimana mukaku ini, sudah menipunya dengan beralasan ada urusan keluarga mendadak di Jakarta!
Haiisssh..., hancur proyekku! Dia pasti marah besar!
"Kama.." suara Biang memecah keheningan diantara mereka semua.
Hmuuuuffftt, jadi itu wajah asli Abah. Dia masih tampak ganteng walau sudah tua. Wajahnya lumayan teduh, tapi aku belum tau isi hatinya. Ah entahlah.., semoga semua ketakutanku tidak benar adanya!
πππ
Wohoo..
Keluarga Kama sudah berkumpul semua disitu, lantas bagaimana permasalahan antara Kama, biang dengan abah?
Lalu ada masalah lain diantara Sutra dengan Datuk Emran.
Anak muda yang begitu menarik perhatian Datuk Emran karena gigih dan kepintaran gambarnya, malah ketahuan menipu, bahkan memacari anak gadis satu-satunya.. π±π±
__ADS_1
Bagaimana nasib pekerjaan Sutra serta hubungannya dengan Kama nanti??