
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas 🙏🤗😘
-
-
Pagi itu Sutra baru saja bangun saat mendengar adzan subuh berkumandang.
Subuh.. Sudah berapa hari ya aku gak solat?
Kecelakaan yang menimpanya mengharuskan ia meninggalkan kewajiban itu. Walau otak Sutra sering berpikir kotor terhadap Kama, tapi sejujurnya dia adalah sosok laki-laki yang alim, yang selalu ingat akan kewajiban pada Tuhannya.
Lagipula sepanjang hidupnya, hanya dengan Kama lah pikirannya jadi kotor. Pesona Kama menariknya menjadi seorang laki-laki penggila fantasi liar.
Sutra lantas mencari sosok Kama. Ternyata istrinya itu masih tertidur pulas di sofa bed. Mumpung Kama tidur, Sutra pun menggerakkan tangan dan kakinya, melatih gerakan kecil yang ia mampu agar bisa memberi kejutan pada Kama nanti.
Sutra berusaha menarik kakinya perlahan hingga lututnya terangkat. Sulit memang karena badannya sudah begitu kaku.
Ssshhh, sebenarnya berapa lama sih aku tidak sadarkan diri? Badanku sampai sakit semua, tegang!
Pelan-pelan ia juga menggeser selang oksigen dari hidungnya. Keadaannya yang sudah membaik malah membuat dia jadi tidak nyaman menggunakan alat itu.
Lagi asik-asiknya ia berlatih, tubuh Kama mulai bergerak. Tampaknya Kama sudah mau bangun dari tidur. Cepat-cepat Sutra kembali ke posisi serta menurunkan kakinya seperti semula.
Benar yang ia duga. Kama terbangun. Perempuan itu menarik badannya lalu duduk sembari mengucek-ngucek mata.
"Hoooaaaammm..." Kama menguap lebar tanpa menutup mulutnya.
Astaga, kelakuan istriku, hahaha
"Jam berapa nih?" Kama melirik ke jam dinding lalu bangkit. Masi sedikit sempoyongan dan rambut yang acak-acakan Kama menghampiri Sutra lebih dulu. Mengecek keadaannya dan layar monitornya.
Ternyata tanpa Kama sadari, kaos tidur yang ia pakai belel hingga menampakkan belahan dadanya.
Aah Babe, vitamin A! Ini baru surgaku.. Jadi kangen main disitu
Ternyata sejak tadi Sutra mengintip, menikmati pemandangan yang selalu disebutnya dengan ungkapan 'surga'. Padahal surga itu kan adanya dibawah telapak kaki ibu, bukan di dada Kama.
Namun tiba-tiba mata Kama melotot. Matanya yang semula berkeliling mengecek keadaan suaminya malah berhenti diposisi mencengangkan. Ada tonjolan tinggi dibalik selimut Sutra, yang posisinya berada dibawah perut.
"Apa itu?" gumam Kama sambil terus melotot.
Eh, aduh...
Reflek Kama menyingkap selimut Sutra, mengecek ada makhluk aneh apa dibalik selimut itu.
__ADS_1
Babe, jangan!
Ceklek !
Pintu kamar terbuka, suster shift pagi masuk dan mengecek keadaan Sutra.
"Pagi, Mbak..." sapa suster pada Kama
"Pagi Sus" masih di posisi yang sama Kama menjawab. Yakni posisi melotot ke arah tonjolan tinggi dibalik celana suaminya.
"Eh, Mbak, maaaf, saya ganggu ya, hihihi..." suster tersipu malu melihat pemandangan didepannya. Dalam benaknya Kama dan Sutra baru saja akan melakukan kegiatan panas.
Jangan tanyak bagaimana kegiatan panas yang dimaksud. Yang pasti bukan barbeque-an pokoknya.
"Saya permisi ya Mbak, nanti saja saya cek pasiennya" pamit suster, tapi Kama buru-buru menahan.
"Eh, tunggu dulu Sus"
"Ya, ada apa ya Mbak?" kali ini suster menunduk, ia tidak mau matanya fokus ke tonjolan dibalik celana pasien yang tingginya melebihi normal menurut suster itu.
"Saya mau nanyain ini Sus. Ini kok begitu ya?" telunjuk Kama mengarah ke tonjolan itu.
Astaga Babe..., ngapain kamu pake tanyain ke suster?! Aku kan jadi maluuu! Itu alat tempur aku, Babe! Yang setiap pagi wajib hormat bendera!
Rupanya itu Komodo Lang. Bukan cuma komandannya yang sudah sembuh, tapi dia juga. Horeeee, Komodo Lang is back!
"Saya serius Sus, gak becanda" nah ini dia, si polos mulai beraksi.
"Masa Mbak gak tau, hihihi, Mbak kan istrinya.." suster masih belum percaya.
"Ini pertama kalinya saya liat Sus, kemarin-kemarin gak ada begini kok" Kama benar-benar serius dengan apa yang dikatakannya. Sepanjang yang dia ingat, selama dua minggu menikah ia belum pernah melihat tonjolan setinggi itu dari dalam celana suaminya. Jadi wajar kalau dia heran saat ini.
Wah, si mbak ini polos banget ya. Masa ada istri model begitu?
"M..., hihihi, gimana ya Mbak, saya malu jelasinnya" saut suster
"Gak apa-apa Sus, saya beneran gak tau. Kasi tau donk" pinta Kama memelas kali ini.
Suster pun mendekat, ia membisikkan sesuatu ditelinga Kama hingga Kama melotot. Matanya hampir keluar mendengar penjelasan suster. Buru-buru ditutupnya kembali selimut ditubuh Sutra. Sekarang wajah Kama memerah karena malu.
"Terus se-sekarang saya harus gimana, Mbak?" tanya Kama ragu-ragu.
"Ya gak usah gimana-gimana, Mbak. Ntar juga itunya turun sendiri kok, hihihi" jelas suster lagi.
"Yaudah kalau gitu saya permisi ya Mbak, saya cek pasien yang lain dulu. Nanti saya balik lagi kesini" suster beranjak pergi meninggalkan kamar rawat.
__ADS_1
Sementara itu Kama masih kebingungan sendiri, ia tidak tau harus berbuat apa dengan suaminya. Tiba-tiba ia dapat ide untuk melihat informasi lewat google. Diraihnya ponsel diatas nakas, lalu duduk di sofa untuk melihat infonya.
Di halaman Kompas.com menjelaskan bahwa, ada empat faktor yang menyebabkan tiang telepon menjulang tinggi saat pagi hari :
stimulasi fisik, yakni tidak sengaja menyentuh atau menggosok area yang dimaksud.
Jangankan menggosok, menyentuh aja aku gak pernah! Hiii...
Maklumlah Kama sudah betul-betul lupa dengan kelakuannya saat malam pertama pernikahan mereka.
relaksasi otak, yakni beberapa jam sebelum terbangun, otak pria akan memerintahkan tubuh untuk melepaskan hormon yang dapat memicu tegaknya area yang dimaksud.
Aneh, Mas Adrian kan belum sadar, tapi disini dijelaskan beberapa jam sebelum terbangun
kadar hormon testosteron naik, yakni kadar testosteron paling tinggi ketika pria baru saja terbangun dari tahapan tidur rapid eye movement (REM) atau gerakan mata cepat pada pagi hari. Peningkatan tersebut dapat menjadi pemicu tegaknya area tersebut tanpa adanya stimulasi atau rangsangan fisik apapun.
Yang ini juga aneh! Mana mungkin Mas Adrian yang belum sadar melakukan rapid eye movement
mimpi yang erotis, yakni mimpi yang muncul saat tidur bisa menimbulkan rangsangan dan menyebabkan tiang telepon pria tiba-tiba mengalami kenaikan.
Apa mungkin yang ini ya? Jangan-jangan dalam tidurnya Mas Adrian lagi mimpi jorok?! Iiih..., dasar!
Reflek Kama bangkit dan kembali melihat keadaan suaminya serta tiang teleponnya. Tapi keadaan sudah kembali normal, tiang telepon milik Sutra sudah kembali roboh diterjang badai yang memalukan.
🍂🍂🍂
Aiih, si Kama teh naon? bikin malu aja!
🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
Tiang telepon yang gak ada salahnya ikut dibawa-bawa. Othor minta maaf deh sama perusahaan telekomunikasi. Mohon maaf om, tante, kakak, dan abang. Kehaluan saya nyangkut ditiang anda, eh maksudnya ditiang telepon perusahaan anda. 🤣🤣🤣
Next ada kejutan apa lagi dari Kama dan Sutra ya gaes? cekidot 👇