When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Akamoto 003


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


"Ayah, jangan ketawa ya. Gimana caranya begituan tapi gak sampai hamil?" pertanyaan itu terlontar dari mulut Sutra. Kedekatan dan open minded di keluarga William membuat anak-anak mereka bebas bertanya soal apapun pada ayah dan ibunya.


Seketika Mr.Will tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha...., oh my God...., hahaha...."


"Ayah, please help me. I'm not kidding (ayah, tolong aku. Aku tidak sedang bercanda)" rengek Sutra kemudian.


"It was your mother, right? (itu pasti ulah ibumu, benar kan?)" Mr.Will sudah bisa menduga ancaman istrinya terhadap Sutra. Ternyata penyatuan cinta mereka kemarin tak serta merta membuat keputusan Ajeng berubah, bahkan goyang pun tidak.


Padahal digoyang itu asik loh Bu Ajeng. Ayo, Majalengka, Subang, Probolinggo, digoyaaaang.


"Ayah betul. Jadi kalian sudah membahas itu sebelumnya?" Sutra jadi penasaran.


"Yeah, but i disagree. I'm on your side, Boy. (ya, tapi aku tidak setuju. Aku berada di pihakmu, Nak)"


"Jadi Sutra harus gimana, Yah? Mungkin Ibu dan Biang merasa lebih paham dengan kondisi Kama, makanya mereka kompak melarang. Yang terpenting sekarang, gimana caranya supaya Kama gak hamil? Ayah pasti tau caranya kan" ternyata Sutra memaklumi ancaman ibunya, walau terbentur dengan hasratnya sendiri.


Pendapat Ajeng dan Ida memang ada benarnya. Mereka harus memastikan kondisi Kama lebih dulu sebelum membiarkan Kama hamil di usia yang tergolong muda.


"Try using a con-dom (coba pakai kon-dom)" Mr.Will memberi solusi.


"But if you feel uncomfortable, try throwing it out (tapi jika kau merasa tidak nyaman, coba buang diluar)" tambahnya lagi.


"Throwing it out? I didn't get the point, Ayah (buang diluar? Aku tidak mengerti maksudnya, ayah)" Sutra balik bertanya, ia tidak menangkap maksud ayahnya.


Memang susah kalau perjaka tingting bin tongtong memahami pembahasan yang satu itu. Jangankan begituan, mainin sabun saja Sutra baru dua kali. Itu pun terpaksa ia lakukan saat malam pertamanya yang tragis waktu itu. Dan konyolnya ia juga harus melihat tutorial teknik sabun menyabun lewat youtube.


Mohon bagi yang ahli tinggalkan nomer wa dikolom komentar biar nanti dihubungi Sutra saat ia butuh bimbingan soal itu. Hahaha.


Dan cerobohnya, sabun yang ia gunakan malam itu adalah foot bath fresh mint, yang sengaja disediakan oleh management hotel untuk digunakan merendam dan membersihkan kaki, bukan untuk menyabuni makhluk hidup kekar yang tumbuh di balik semak belukar, alias Komodo Lang.


__ADS_1


Sungguh malang nasibmu wahai Komodo Lang. Kau sudah terjamah dengan sabun kaki. Tapi tidak apa-apa, kita ambil saja hikmah dari kejadian itu. Mungkin dengan begitu otot-ototmu bisa kuat sekuat otot kaki Ronaldo, pemain bola.


Woww, amazing! I wanna try! Hahaha. Maaf saya khilaf.


"Do what you want with her, but pull your gun when it comes out (lakukan apa yang kau inginkan bersamanya, tapi cabut senjatamu ketika sudah mau keluar)" terang Mr.Will


"Gun it means your musclemen sausage, Boy. (pistol itu maksudnya adalah sosis berotot milikmu, Nak). Hahaha" tambahnya lagi agar anak laki-laki culunnya itu paham dengan jelas maksud dari kalimatnya.


"Oh, i understand Ayah, but i don't know how (aku paham ayah, tapi aku tidak tau bagaimana caranya)" disaat semua orang tertawa mendengar istilah sosis berotot, Sutra dengan serius menanggapinya.


"Mungkin Sutra akan beli opsi pertama yang Ayah katakan sebelumnya, hehehe" Sutra baru tertawa setelah ia membahas soal kon-dom.


"Okay, good luck, Boy (oke, semoga sukses, Nak)" saut Mr.Will dengan senyum lebar sembari mengakhiri telepon.


_flashback off_


Kama dan Sutra pun masuk ke kamar dengan satu kantongan plastik besar berisi cemilan dan satu benda wasiat yang dibelinya di mall.


"Kamu duduk dulu, Babe. Jangan nangis lagi, biar aku bikinin minum ya..." bujuk Sutra pada Kama.


"Gak aku gak apa-apa kok Mas, yang penting kamu udah balik dan gak nyasar" Kama menatap serius wajah suaminya.


Namun yang ada diotak Sutra sekarang adalah bagaimana caranya ia bisa menyembunyikan benda wasiat itu dari Kama. Jangan sampai Kama tau kalau ia sudah merencanakan hal itu.


"Sekarang kamu yang duduk, pasti kamu capek udah jalan kaki dari mall kan. Biar aku yang benahi belanjaannya Mas" Kama meraih kantongan yanb dibawa Sutra.


Wah, gawat! Bisa ketauan rencanaku!


Tapi Sutra terlambat, Kama sudah menumpahkan semua isi kantongan itu diatas meja, bermaksud menyusunnya ke dapur kecil yang ada didalam kamar.


Astagaaaaa!!!


"Ini apa ya Mas? Akamoto 003. Permen import Jepang, ya?" Kama melihat satu kotak kecil ditumpukan belanjaan Sutra.



Mati aku! Habis sudah semuanya!


"M..." Sutra menjeda kalimatnya, berusaha memikirkan alasan yang masuk diakal dan sesuai dengan actingnya.

__ADS_1


"Bukan..." pria itu berusaha untuk senyum menutupi kebingungannya.


"Terus apa? Snack ya?" Kama belum berhenti penasaran. Ia membalik kemasan benda wasiat itu dan berusaha membacanya. Namun tidak berhasil. Tulisan dibalik kemasan kotak tersebut ditulis dengan huruf kanji. Kama lantas meletakkannya dan mulai melanjutkan kegiatannya.


"Bukan juga..." jawab Sutra lagi.


"Eh tapi, kok kamu banyak banget belanjanya Mas? Kan ntar sore kita balik ke Jakarta" beruntung Kama sudah mengganti topik pembahasan. Sutra selamat, ia tidak perlu berbohong untuk benda wasiat tadi.


"Aku udah nyuru Pak Wiryo pulang, Babe. Aku pikir urusan dikampus kamu bakal lama. Jadi aku putusin untuk kita nginap disini" Sutra meraih akamoto 003 dari meja dan menyimpannya di saku celana sebelum Kama menyadari.


"Oh, gitu. Iya sih, aku juga heran kok urusannya bisa cepet banget. Tadi cuma setengah jam loh, Mas. Mungkin karena om Rasyid udah kasi tau soal pernikahan kita ke Mas Dika, jadi urusanku dipermudah" Kama masih terus membenahi belanjaan Sutra.


"Hm, gitu ya. Aku gak tau siapa mereka" saut Sutra dengan peran sandiwaranya.


"Om Rasyid itu sepupunya Ibu kamu, Mas, dan dia dosen aku di kampus. Kalau Mas Dika, itu pegawai jurusan" Kama menjelaskan. Ia sudah selesai dengan belanjaan lalu duduk disamping suaminya.


"Oh ya, kamu udah makan siang Mas?" Sutra menggeleng.


"Tapi aku udah beli pasta kok, kita masak yuk, Babe..." ajak Sutra. Ternyata niatnya dulu yang ingin masak bareng Kama ingin diwujudkannya hari ini.


"Eh, tapi..." Kama menjeda kalimatnya.


Jangan bilang kamu gak mau lagi ya Babe! Aku inget kamu janji mau masak bareng aku waktu dirumah sakit!


"A-aku gak bisa masak Mas..." Kama mengaku.


"Gampang kok, kita ikutin aja petunjuknya di belakang kemasan. Yuk, kita coba yuk, Babe..." senyum lebar tergambar jelas di wajah Sutra saat itu. Ia begitu bahagia Kama mau menepati janjinya.


Mungkin terlihat sepele, tapi buat Sutra ini adalah kemajuan besar dalam kehidupan rumah tangganya. Kama memang benar sudah berubah. Walau tidak 100%, namun perubahan itu berdampak sangat baik untuk hubungan mereka.


I love you more and more, Babe


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Ah semudah itu membuat Sutra bahagia??


Padahal pasta kalah jauh sama rendang padang dan jengkol balado loh Sut...


Cobain deh.., dijamin maknyoss 🀣🀣

__ADS_1


Kalian sukanya makanan apa gaes?


Komen dong dibawah, siapa tau mau ngirimin buat othor, langsung pc aja ya 🀣 (ngarep 😌)


__ADS_2