
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Sungguh ke-gesrekan yang hakiki. Sutra masih sempat berpikir memesan makanan yang menaikan libido sebagai penambah gairah untuknya dan Kama. Laki-laki itu teramat pintar. Ia paham betul bagaimana istrinya. Harus ada hal yang memancing Kama dari dalam lebih dulu agar sifat liarnya bisa keluar seperti malam pertama mereka waktu itu.
Mungkin lewat seafood bisa sedikit menolong. Setidaknya hanya sebagai pelempar umpan saja pun sudah cukup bagi Sutra. Adegan selanjutnya akan ia lanjutkan dengan kesungguhan hatinya.
Pokoknya aku harus bikin kamu naik Babe ... Kalau gak gitu, nanti aku bingung harus mulai dari mana.
Nah loh? Mau naik kemana memangnya itu? Maksudnya adalah naik libido ya guys, bukan naik becak atau naik odong-odong, ataupun naik kuda. Eh tapi, boleh juga itu pilihan terakhir. Naik kuda. Uhlalaaaaa ...
"Yah ..., padahal aku lagi pengen makan itu." Sutra memasang tampang sedih, seolah kecewa dengan penolakan Kama.
Melihat wajah murung suaminya, Kama jadi merasa tidak enak hati. Pasalnya dia sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan sebisa mungkin membuat Sutra bahagia.
Yaudahlah, cuma seafood doank, gak apa-apa aku ngikut. Aku bukannya gak mau makan Mas, cuma pasti ribet dan belepotan. Tapi demi kamu, aku iyain deh ...
"Yaudah pesen deh, aku mau." Kama tersenyum simpul memandang suaminya.
Yes! Gitu donk Babe ...
Orderan pun terkirim dan tagihannya juga sudah di bayar lewat saldo online milik Sutra. Mereka tinggal menunggu setengah jam sampai driver ojol menghubungi untuk mengambil orderan di loby apartemen.
Sembari menunggu, Sutra menanyakan kenangan mereka saat pacaran dulu. Maklum dia kan sedang lupa ingatan. Lupa kalau tidak di ingatkan. Memang dasar pemain kelas kakap. Pemain sandiwara maksudnya, bukan pemain yang itu.
"Babe, kita dulu jadian kapan sih?" tanya Sutra memulai adegan amnesia.
"M ..., kapan ya ..." Kama tampak berpikir. Ia bingung harus menjawab yang mana. Saat ia memutuskam sepihak waktu itu atau saat mereka kembali pacaran setelah masalah salah paham dengan Mini selesai.
Aku aja inget Babe, masa kamu enggak!
Berharap bisa berbincang dengan manis, Sutra malah jadi kesal sendiri karena jawaban mengambang Kama.
"Waktu kamu sidang magister kayaknya Mas," saut Kama lagi. Ya, waktu itu Sutra ingin membuktikan keseriusannya dengan meminta Kama jadi pacarnya jika dalam satu minggu ia bisa lulus sidang magister.
Eh bukan Babe! Kita jadian itu waktu aku nganter kamu pulang ke kostan. Dan besoknya kamu pingsan lalu menghindar dari aku tanpa sebab.
Ternyata arti jadian menurut Kama berbeda dengan Sutra. Kama menganggap mereka resmi jadian di moment yang ia ucapkan tadi. Namun Sutra menganggap mereka jadian di saat Kama mengakui kalau ia juga punya perasaan lebih pada Sutra waktu itu.
__ADS_1
Yah begitulah. Dua kepala jika di satukan belum tentu sama isinya. Apalagi jika lebih banyak berkomunikasi dalam hati daripada di utarakan. Persis seperti Kama dan Sutra saat ini.
Tapi mau tidak mau, Sutra terpaksa mengiyakan jawaban Kama untuk mendukung aksi lupa ingatannya.
"Oh gitu. Terus aku berapa lama sih pendekatan sama kamu?" Sutra kembali bertanya.
"M ..., sebulan atau dua bulan mungkin," jawab Kama asal. Ia bukannya bodoh, tapi memang tidak perduli dengan hal sepele seperti itu.
Apa sih kamu Babe! Salah terus! Aku pendekatan sama kamu itu 4 bulaaaaan!
"Hm, syukurlah akhirnya kita jadian ya." Sutra tetap berusaha senang padahal dalam hati ia kesal.
"Iya, Mas," saut Kama.
"Dan satu lagi, aku pengen tau apa alasan kamu mau menerima aku waktu itu?" Pertanyaan terakhir dan Sutra berharap jawaban Kama kali ini bisa menenangkannya.
"Gak tau. Ya terima aja, gak ada yang lain," jawab Kama cepat hingga membuat dahi Sutra berkerut sempurna. Tatapan laki-laki itu sudah beda sekarang, kesalnya tampak jelas tergambar dan mendesak ingin keluar saat itu juga.
"Oh jadi gitu? Kamu terpaksa sama aku?" Sutra memandang Kama sinis.
"Iya, aku terpaksa. Terpaksa karena kamu selalu muncul di sekitar aku, selalu maksa ngajak ke perpus, selalu ada di hati dan pikiran aku. Dan kebetulan saat itu cuma ada kamu, gak ada yang lain. Jadi ya aku terima aja." Ternyata Kama mencoba menggoda suaminya, walau kalimatnya gak sehebat gombalan Sutra padanya dulu.
Sutra tersenyum lebar. Bukan karena kalimat Kama, melainkan karena usaha Kama yang ingin menggodanya. Si kaku yang sedang berusaha jadi lembek.
"Hehehe, kamu emang lucu, Babe." Sutra memeluk Kama dari samping sembari mencium pipinya beberapa kali.
Cup cup cup cup !
Eh, aduuh, Mas Adrian. Baru juga aku mau belajar gombal, udah di ciumi kayak gini ... Uuuh, malunya ...
Wajah Kama memerah, detak jantungnya menari-nari mengikuti alunan dendang cinta.
"Kamu gak tanya balik, apa alasan aku mengejar kamu, Babe?" Tanpa melepas pelukannya Sutra berucap.
"Memangnya kamu ingat, Mas?" Kama menoleh kesamping, pandangan mereka bertemu dengan jarak yang begitu dekat.
"Belum, tapi hatiku bilang karena kamu cuma satu, cuma kamu yang bisa melengkapi hidupku sampai kapanpun ..." jawab Sutra pelan, hembusan nafasnya menyapu seluruh wajah Kama, membuat darah perempuan itu berdesir dan bulu kuduknya naik.
Singkat, padat, namun memiliki arti yang teramat sangat. Ya, dialah Sutra. Sang pujangga cinta yang memahat nama Kama di lubuk hatinya. Tidak ada wanita di luar sana yang secantik Kama, sedahsyat Kama, dan semenggoda Kama di matanya.
Jangan ragukan cinta Sutra pada Kama. Seperti yang pernah ia ungkapkan waktu itu.
__ADS_1
Jangan pernah ragukan cintaku Babe. Sekalipun aku sudah gak ada di dunia ini, tapi ragaku gak akan bisa jauh dari kamu.
Ucapannya terbukti benar saat ia tak sadarkan diri dan berjuang melewati maut di depan mata. Hanya Kama yang jadi alasan untuknya bertahan, Kama yang menariknya kembali dari ketidakberdayaan. Kama mengingatkannya kalau masih banyak hal yang harus mereka jalani bersama.
Karena Kamu Cuma Satu (Naif)
Kau yang paling setia, Kau yang teristimewa
Kau yang aku cinta, Cuma engkau saja
Dari semua pria, Aku yang juara
Dari semua wanita, Kau yang paling sejiwa
Denganmu semua air mata
Menjadi tawa suka ria
Akankah kau selalu ada
Menemani dalam suka duka
Denganmu aku bahagia
Denganmu semua ceria
Janganlah kau berpaling dariku
Karena kamu cuma satu
Untukku
πππ
Aduh, Kama kalah telak ngegombal sama Sutra..
Eh, tapi seafoodnya belom datang gaes..
Yuk kita tunggu abang ojolnya dulu π
Eh iya ada info juga nih, buat readers setia yg ingin berkomunikasi lebih dekat dengan othor sengklak seperti saya π€£, silahkan invite wa saya gaes, 082165727555.. Ntar saya masukin grup chat di wa, makasiiih ππ
__ADS_1