
Setelah meninggal kan Kama sendirian di parkiran, Sutra memutus kan untuk pergi ke Mc.D mengisi perut nya, yang sudah meronta-ronta ingin dimanjain. Apalagi sejak pagi perut nya masih kosong.
Sutra memesan paket Big Mac Large, burger dua lapis besar dengan kentang goreng dan mengganti minuman soda dengan air mineral, sebab sejak kecil Sutra tidak terbiasa minum minuman bersoda.
Begitu semua makanan di hadapan Sutra habis, pikiran nya mulai jernih sedikit demi sedikit. Otak baru ngecas, bahasa batman nya.
Sutra mulai merasa menyesal karena sudah berkata macam-macam pada Kama saat di parkiran tadi. Mungkin karena efek lapar, dia jadi lebih mudah tersulut emosi hanya gara-gara Kama berteriak pada nya.
Ealaaah biyung, teriakan Maria Marcedes malah bikin makin jatuh cinta.
Aah, emoga saja Kama gak marah dan membenci ku, pikir Sutra
Lantas Sutra teringat dengan Dega. Dia kesal sekali lantaran tidak menemukan mobil Dega di parkiran, Dega meninggalkan nya tanpa kabar.
- Sutra -
Woii, dimana lo? Sialan, kok lo ninggalin gue?
Pesan whatsapp dari ponsel Sutra baru saja terkirim ke Dega sahabat nya. Dan hanya dengan satu menit, Dega langsung membalas pesan itu
- Dega -
Hahaha..
Gua liat tadi lu ngegandeng tangan entu cew, ya gua tinggal lah..
Ngapain gua nungguin orang pacaran
- Sutra -
***** lo!
Makanya jangan sok keren, kacamata lo mana?
Dipake donk!
Tadi tu gue ribut sama dia.
__ADS_1
Gue ngajak dia pergi biar gak jadi perhatian orang lain.
- Dega -
Lu kagak bo'ong kan..
Gimane ceritanye?
- Sutra -
Lo dimana sekarang?
Biar gue susul
- Dega -
Ini kan hari senen Sut, gua latihan basket di tempat biase
Lu kesini aje
- Sutra -
Sutra segera memesan ojek online untuk mengantar nya menemui Dega di GOR tempat Dega biasa latihan.
πππ
Lumayan jauh Kama berjalan kaki dari pintu masuk mall menuju gedung apartemen pak Adrian, sebab ia tak mau bertanya pada petugas di sana jalan pintas menuju apartemen. Kama terlalu canggung menanyakan nya,
ia kawatir orang akan berpikir macam-macam pada nya.
Seorang cewek tak di kenal menyakan jalan menuju apartemen, apa pendapat orang nanti, pikir Kama
Jiaah, padahal apartemen itu kan tempat umum. Siapa saja bisa memiliki ataupun sekedar menyewa unit di sana. Silih berganti penyewa di tiap unit nya. Ada yang harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan. Jadi tidak ada alasan bagi siapa pun untuk mencurigai Kama macam-macam hanya karena ia bertanya jalan menuju ke gedung. Diiih, belibet banget pikiran si Kama, kayak kruwelan rambut gimbal.
Kama memang orang yang terlalu berlebihan dan berpikir buruk pada orang lain, terutama pak Adrian. Hingga akhir nya terjadi peristiwa seperti di parkiran kampus tadi siang.
Cukup lama Kama berputar-putar mencari yang mana tower unit pak Adrian, sebab saat malam itu, mereka masuk lewat parkiran basemant dengan akses. Dan Kama tidak bisa melakukan cara yang sama. Lift tidak akan jalan kalau Kama tidak memiliki kartu akses nya.
__ADS_1
Akhir nya setelah lumayan lelah Kama sampai di depan tower unit pak Adrian. Ia segera masuk ke dalam menemui reseptionis gedung.
"Maaf mba, mau tanya, benar disini ada tenant yang bernama pak Adrian. Adrian apa ya... emm, oh iya, pak Adrian Zanyar" tanya Kama ke mbak reseption
"Ooh, mas ganteng itu.. Iya benar, mba siapa ya? Dan ada urusan apa?" tanya mba reseption balik.
Tak satupun perempuan yang di temui Kama yang tidak memuji ketampanan pak Adrian. Mereka semua wajib menyebut nya 'si ganteng'.
"Aah sukur lah mba, saya udah capek muter-muter nyari yang mana tower nya. Saya Kama Leandra Rahayu, mahasiswa nya pak Adrian di UI." jawab Kama menjelas kan
"Oh oke, boleh saya liat kartu mahasiswa mba nya? Maaf ya mba, ini prosedur dari management, saya harus memastikan bahwa mba memang jujur" ucap mba reseption lagi seraya meminta kartu mahasiswa Kama
Kama lantas mengeluar kan dompet dari tas ransel nya, mengambil kartu mahasiswa, dan menunjuk kan pada mba reseption.
"Ini mba" ucap Kama
"Oh oke, mba Kama ya.., biar saya cek dulu ya apakah mas ganteng ada di dalam kamar nya atau tidak" mba reseption mengangkat gagang telfon, namun Kama segera menghentikan
"Eh ga usah mba, saya bukan mau ketemu pak Adrian. Saya cuma mau nitip ini aja kok buat pak Adrian" Kama menyerah kan kantungan kertas yang di bawa nya sejak tadi
"Oh oke mbak Kama, silahkan ini kartu mahasiswa nya" mba reseption mengembalikan kartu mahasiswa Kama
"Ah, ya, terimakasih ya mba" Kama menyimpan balik kartu mahasiswa nya ke dalam tas
"Oia, saya numpang duduk ya mba di situ, kaki saya capek banget. Sekalian saya mau order taksi onlen" Kama menunjuk ke sofa yang ada di situ
"Ah ya, silahkan mba" dan mba reseption tersenyum pada Kama
Kama segera duduk di sofa, ia langsung memesan taksi online untuk pulang ke kost nya, kaki nya sudah benar-benar capek, berasa dikondein kayak Ratu Padjajaran, sampai dia tidak sanggup lagi berjalan.
πππ
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)
__ADS_1
I Love U π