
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
"Adriaaaan..." seru seorang gadis yang baru saja masuk ke dalam kamar rawat.
Sontak Ajeng berdiri dari sofa. Wanita paruh baya itu tak hanya kaget, ia juga terpana melihat gadis yang baru saja masuk, baru kali ini dia melihatnya.
Siapa dia? Cantik sekali
Sementara itu Sutra yang baru saja akan terlelap, langsung melotot. Kantuknya hilang 100 persen. Ini bukan lagi kejutan, melainkan bahaya yang akan menantinya setelah kedatangan gadis mengerikan itu.
Astagaaaa..!! Kenapa harus dia yang muncul sih??????
Tak berapa lama seorang laki-laki menyusul dibelakangnya sambil terengah-engah.
"Hah..hah..hah.., siang Tante..." sapa laki-laki itu pada Ajeng.
"Degaa.." ucap Ajeng.
Oh, my God! Jadi? Ya, gadis yang datang bersamanya adalah Chelsea. Chelsea Narita, perempuan gila yang begitu mencintai Sutra Adrian Zanyar.
"Maaf, selamat siang Tante" Chelsea membenahi kalimatnya. Ia ingin membuat kesan baik dimata Ajeng selaku ibu dari laki-laki pujaannya.
"Ya, siang. Ayo masuk, sini" walau kehadiran mereka agak aneh, tapi Ajeng menyambutnya dengan baik.
"Kebetulan banget kalian datang disaat Sutra sudah siuman" sambung Ajeng lagi.
"Adriaan.." kembali Chelsea memanggil namanya dengan suara manjanya yang khas. Suara meyeh-meyeh minta dicekek kalau kata orang pasaran. Chelsea mendekat pada Sutra.
"Bro.., e, gimana kabar lu?" tapi cepat-cepat didampingi oleh Dega. Ia tidak mau Chelsea bertindak kelewatan seperti memeluk atau sejenisnya.
"Gadis cantik ini pacar kamu ya, Ga?" Ajeng yang sejak awal sudah mengagumi wajah Chelsea langsung bertanya penasaran.
"I-iye, Tante. Namanya Chelsea" jawab dega gagap.
Bugg !
Reflek Chelsea menyikut perut Dega.
"Aaaww! Sakit Chel.." Dega mengaduh kesakitan.
"Bukan, Tante!" Chelsea membantah.
"Dikit lagi jadiannye, Tante" namun Dega masih juga menyahut sembari memegangi perutnya yang sakit.
"Apaan sih?! Iiiih!" kali ini Chelsea menjewer telinga Dega.
"A-aaduuh! Ampun sayang, ampuun..." seru Dega kesakitan. Untuk yang satu ini Dega dan Sutra memang cocok. Dega bisa menahan siksaan Chelsea demi menyelamatkan sahabatnya Sutra. Tapi sesungguhnya bukan hanya itu sih alasan Dega. Diam-diam ia juga sudah jatuh hati pada keganasan Chelsea yang rutin curhat dengannya. Walau ia babak belur dipukul, dicubit, dicakar Chelsea sekalipun, Dega tetap bertahan.
Kucoba tuuuk bertahan.. (by: five minute)
__ADS_1
Sutra belum juga bersuara, tampangnya dibuat sedatar mungkin, walau dalam hatinya sudah carut-marut. Ingin lari dari keadaan ini sebelum pujaan hatinya, Kama, keluar dari kamar mandi.
"Hehehe, kayak Tom and Jerry kalian" kelakuan pasangan yang cocok disebut anarkis-parah itu sedikit menghibur Ajeng dari kesedihannya.
"Maaf ya Tante, ni orang ke ge-eran banget!" saut Chelsea.
"Kagak Tante, die aje yang malu-malu" lagi-lagi pukulan dan cubitan Chelsea mendarat dibadan Dega. Ia seperti sudah kebal dan bahkan menikmati penyiksaan itu. Bucin tipe tragis kayaknya si Dega ini.
"Hehehe, udah-udah kasihan Dega. Duduk sini yuk, Tante mau kasi tau kabar buruk soal Sutra ke kalian, mumpung kalian kesini" Ajeng lantas mengajak pasangan anarkis-pasrah itu duduk.
"Temen kalian, Sutra, baru saja sadar dari komanya. Dan sekarang ia mengalami amnesia. Tante belum tau pasti gimana kejelasannya, kita masih menunggu visit dokter sebentar lagi"
"Ya ampun, Tante. Jadi Adrian gak inget apapun? Termasuk Kama?" pertanyaan Chelsea mengandung arti yang tidak baik. Gadis itu berharap Sutra melupakan Kama juga, dan itu artinya dia masih punya kesempatan untuk masuk dalam hidup laki-laki impiannya itu lagi.
Eh, tunggu! Si gila ini maksudnya apa? Dia berharap aku melupakan Kama? Huh, mimpi!
"Ya. Bahkan dengan Tante pun dia gak ingat" wajah Ajeng kembali bersedih.
"Aku udah tau siapa Kama" saut Sutra dari ranjangnya.
Mereka bertiga menoleh. Chelsea langsung bangkit dari sofa. Gadis itu berjalan kilat mendekati Sutra sebelum Dega datang menghalangi.
"Dan kamu juga harus tau siapa aku, Adrian" Chelsea menatap mata Sutra. Namun Sutra tak membalas, ia memilih melihat kakinya yang sedang ia gerak-gerakkan.
Duh, Chel, mulai lagi!
"Aku cewek yang paling dekat dengan kamu jauh sebelum ada Kama" tambah Chelsea lagi.
Dari sofa Ajeng tertegun mendengar ucapan Chelsea. Apa benar yang dikatakan Chelsea? Seingatnya Sutra tidak pernah sekalipun bercerita tentang perempuan yang bernama Chelsea dirumah.
"Iya, beneran. Dulu kita sering jalan bareng, makan bareng, dan ke perpustakaan bareng" jelas Chelsea lagi. Didalam benaknya ini kesempatan besar untuk membuat memori baru diotak Sutra yang sudah melupakan kisah lama.
"Terus?"
"Ya kita deket banget, sampai semua orang cemburu, dan kita jadi bahan gosip di fakuktas Teknik" senyum mengembang menghiasi wajah cantik Chelsea. Ia semakin lancar menceritakan kenangan versinya pada Sutra.
"Tapi aku gak ingat sama sekali. Maaf ya.." jawab Sutra datar.
Ceklek !
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Kama keluar dengan kaos putih polos dan skirt floral selutut.
Akhirnya cintaku selesai mandi. Cantiknyaa..
"Babe, kamu udah selesai mandinya? Tolong ambilin aku minum donk..." pinta Sutra kemudian. Wajah Chelsea berubah kesal mendengar itu.
"Eh, ada tamu ya" saut Kama sembari meletakkan pouch berisi skincare miliknya didalam lemari.
"Chelsea, Dega, apa kabar?" Kama menuangkan segelas air untuk diberikannya pada Sutra.
"Bae, kita bedua bae-bae aje kok" Dega mulai paham dengan mood Chelsea yang sudah berubah. Ia memilih berdiri disamping gadis itu sekarang.
__ADS_1
"Oh ya, kalian mau minum apa? Dingin atau panas?" Kama membawa gelas air minum, membantu Sutra memegang gelas tersebut sementara ia meminumnya dengan sedotan.
"Gak, makasih!" jawab Chelsea ketus.
"Oh ya, bukannya kamu amnesia ya Adrian. Kok kamu bisa ingat gimana manggil Kama?" sekarang Chelsea sudah mulai norak. Ia mempermasalahkan hal-hal kecil yang mengganjal dihatinya.
"Tadinya aku lupa. Tapi dia ngasi tau semuanya, termasuk soal pernikahan kami" satu garis senyum terukir dibibir Sutra sembari matanya tak lepas memandang Kama.
"Apaaa???" suara Chelsea lumayan kencang, satu ruangan mampu mendengarnya.
"Aduh! Mati gue!" umpat Dega. Sontak ia mendekap bahu Chelsea, menenangkan gadis yang sudah memenuhi hari-harinya itu.
"Chels, kite balik yuk.." ajak Dega.
"Gak mau! Maksudnya apa ini? Jawab dulu!" seru Chelsea lagi. Lantas Ajeng datang dan langsung menengahi keadaan.
"Maaf ya anak-anak. Ini ada apa sebenarnya? Kok jadi ribut?"
"Yang ribut cuma satu orang kok, Bu" ucapan Sutra memang benar. Hanya Chelsea yang menggunakan suara 6 oktaf diantara mereka.
"Kamu tega Adrian! Siapa sebenarnya yang sudah menikah? Jawab!" desak Chelsea lagi.
"Ibu jadi bingung, apa jangan-jangan Chelsea ini mantan kekasihnya Sutra ya?" Ajeng menangkap hal demikian dari gelagat Chelsea.
"Aduh, kagak Tante. Bukan, ini cuma salah paham aje kok" saut Dega.
"Terus kenapa Chelsea marah?" Ajeng masih penasaran.
"Hiks.., Adrian jahat Tante! Berbulan-bulan dia PHP-in Chelsea.. Kita dekat banget seperti orang pacaran.. Tapi tiba-tiba dia malah jadian dengan Kama.. Hati Chelsea hancur Tante.. Hikss.. Chelsea gak bisa terima! Apa salah Chelsea sampai Adrian tega bikin Chelsea jadi kayak gini..." serial drama TVRI baru saja tayang. Berbekal bakat acting, Chelsea mampu membuat suasana jadi begitu menyedihkan.
"Benar begitu ceritanya, Ga?" orang yang paling cocok ditanya adalah Sutra. Namun berhubung Sutra sedang amnesia, Ajeng bertanya pada saksi lain.
"M..., gi-gimana ya Tante. Gak sepenuhnya bener sih Tante, tapi ya gak sepenuhnya salah juga"
Dodol juga nih Dega! Ngasi tau ke Ibu tapi ngambang. Harusnya dia belaan aku donk!
πππ
Wah, makin kacau keadaan
Belum juga Sutra ketemu dokter tapi kedatangan Chelsea dan Dega malah bikin suasana kruel-kruel
Oh ya gaes, aku sudah dapetin pemenang giveaway pulsa 10k untuk dua orang.
Pemenang aku pilih berdasarkan waktu dan jawaban yang benar, tidak boleh mengulang (memperbaiki jawaban)
Pemenangnya adalah :
Mega Siregar
Sita Azzaky
Yuk, pc no ponselnya ke aku
__ADS_1
Aku tunggu ya... π€π