When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Chelsea?


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Selesai urusan di Rumah sakit, Kama dan Sutra berencana mampir sebentar ke apartemen mengambil barang-barang, lalu mereka akan pulang ke Jakarta.


Dalam perjalanan ponsel Sutra berdering. Ada telepon masuk dari nomor yang tidak di kenal. Sutra lantas menekan tombol hijau yang berarti angkat.


"Hallo" sautnya.


"Hallo, Adrian..." sapa seorang perempuan di ujung telepon.


Hah? Ngapain dia nelepon?


"Kamu lagi dimana? Aku denger kabar kalau kamu udah keluar dari rumah sakit ya. Aku mau jenguk kamu donk..." ucap perempuan itu lagi.


Ah, sial! Aku gak mungkin sembarangan jawab. Bisa ketauan sandiwaraku sama Kama


Dari tempatnya duduk Kama hanya melirik Sutra sekilas lalu kembali fokus menatap jalan. Ia masih memikirkan soal hamil atau tidak dirinya.


Perlu di ketahui, posisi duduk Kama dan Sutra saat ini berjauhan, sudut ke sudut.


"Maaf, kamu siapa ya? Aku gak kenal" Sutra memilih jawaban aman.


"Ini aku Che-" belum sempat perempuan itu melanjutkan bicara.


"Sorry, bye" Sutra langsung memutus teleponnya.


Huuh, hampir saja


Ya, benar. Yang menelepon Sutra barusan adalah Chelsea. Perempuan yang tergila-gila dengan Sutra. Ia baru saja mendapat kabar kalau Sutra sudah keluar dari rumah sakit dan berencana ingin menjenguk. Tapi Sutra buru-buru memutus teleponnya.


Bukan Chelsea namanya kalau ia langsung saja menyerah. Perempuan itu menelepon Sutra kembali hingga beberapa kali.


"Kok gak di angkat Mas?" Kama mendengar ponsel Sutra berdering tapi tidak di gubris olehnya.


"Aku gak kenal nomornya" jawab Sutra santai.


"Kok gitu? Siapa tau penting" saut Kama.


"Dulu kamu yang ngajarin aku kayak gitu, saat aku gak pernah perduli dengan nomer asing yang masuk ke ponselku. Kamu kasi tau aku kalau bisa saja orang terdekat kita menghubungi dengan nomer berbeda. Makanya sekarang buruan kamu angkat tuh teleponnya" sambung Kama lagi. Ia teringat dengan sifat cueknya dulu pasal nomor asing, yang kemudian di protes oleh Sutra.


Ah, iya, kamu masih inget ya Babe. Aku juga inget kok


Mau tidak mau Sutra terpaksa mengangkat teleponnya.


"Hallo" sautnya malas.


"Hallo, Adrian. Ini aku Chelsea, temen deket kamu" begitu tersambung Chelsea langsung menyebut namanya.


"Ya, sorry, aku gak inget sama kamu. Ada apa ya?" jawab Sutra datar. Kama lantas melirik lagi.


Siapa yang telepon ya? Kasian Mas Adrian gak inget

__ADS_1


"Itu tadi, aku mau jenguk kamu boleh kan?" tanya Chelsea.


"Sorry Chel, aku lagi di luar sama istriku. Lain kali ya" jawab Sutra lagi.


Chel? Chelsea maksudnya? Ngapain dia nelepon Mas Adrian? Darimana dia tau nomer baru Mas Adrian?!


Seketika Kama menengadahkan tangan, meminta ponsel Sutra. Seperti preman yang sedang mengompas korbannya. Dan tanpa ragu Sutra pun menyerahkannya.


"Hallo, Chel. Ini gue Kama. Ada apa lo nelepon suami gue?" Kama mengambil alih pembicaraan.


Aih, istriku, pasti kamu cemburu kaan...


"Heh, lancang banget lo ngambil telepon Adrian! Balikin ke orangnya! Gue cuma mau ngobrol sama dia, bukan lo!" seru Chelsea.


"Udahlah Chel, percuma. Mas Adrian juga gak ingat sama lo, ngapain sih lo masih ganggu kita?" Sutra menahan tawa mendengar adu mulut antara Chelsea dengan Kama.


"Huh, lo gak usah khawatir. Gue akan bikin kenangan yang baru sama Adrian secepatnya. Dan gue pastiin, dia bakal gantian ngelupain lo!" seru Chelsea lagi lalu ia memutus sambungan telepon.


Tut tut tut !


Dasar gila!


Sontak Kama menghempas tangannya ke bawah lantaran kesal. Belum sempat ia menjawab Chelsea sudah lebih dulu memutus sambungan telepon.


"Kenapa, Babe? Apa katanya?" tanya Sutra dengan wajah pura-pura polos.


Kama menoleh, lalu memperhatikan wajah suaminya.


Mas Adrian... Huuufft, kemarin malam kamu emang nyebelin Mas! Tapi aku gak mau kamu lupain aku. Aku gak akan biarin Chelsea ganggu pernikahan kita!


Kama lantas menggeser duduknya lebih dekat pada Sutra hingga bersentuhan.


"Tadi perempuan itu ngomong apa, Babe?" Sutra jadi penasaran.


"Bukan apa-apa. Udah gak usah di bahas lagi ya" Kama menyandarkan kepalanya di lengan Sutra.


Eh, dia udah lembek lagi. Alhamdulillaaah... Aku jadi penasaran apa yang di omongin Chelsea tadi


πŸƒπŸƒπŸƒ


Jam enam sore akhirnya Kama dan Sutra sampai di Jakarta, rumah kediaman keluarga William Zanyar.


"Assalammualaikum Ibu..." seru Sutra yang masuk dari pintu samping garasi mobil.


"Waalaikumsalam. Ibu pikir kamu mau nyambung nginep di Depok lagi malam ini!" Ajeng menjawab salam sembari menyindir anak laki-lakinya.


"Boleh juga tuh usul Ibu" saut Sutra dengan senyum. Tapi langsung di balas Ajeng dengan mata yang melotot.


"Kama sini Nak... Kamu gak di apa-apain kan sama Sutra?" Ajeng menarik Kama, membawa menantunya itu ke ruang santai.


"Ssshhh" reflek Kama berdecak sakit. Tarikan tangan Ajeng mengharuskannya melangkah cepat hingga bagian intinya terasa pedih.


"Eh, kenapa Kama? Ada yang sakit?" Ajeng langsung curiga.


"E-enggak Bu, Kama gak apa-apa"

__ADS_1


Mana mungkin aku menceritakan soal itu ke Ibu Mas Adrian


"Tapi itu tadi Ibu denger, kayak ada yang sakit?" Ajeng masih menyelidik.


"Enggak Bu, ini, e..., jari kaki Kama tadi ke lipet" Kama terpaksa mengarang alasan.


"Oh gitu, yaudah yuk kita duduk" Ajeng mengajak Kama duduk di sofa bulat.


"Ada yang mau Ibu bicarain ke Kama. Penting!" ucap Ajeng lagi.


"Apa itu Bu?"


"Ibu mau tanya, kamu sama Sutra udah begituan belum? Ibu khawatir kamu hamil, Kam. Biang kamu juga sama kayak Ibu, khawatir. Takut kenapa-kenapa, soalnya kan kamu masih muda banget"


Pucuk di cinta ulam pun tiba. Kama merasa niatnya di dukung oleh ibu kandung dan mertuanya sekaligus. Mereka sama-sama tidak ingin Kama hamil.


Tapi Kama malah bingung harus menjawab apa. Dia terlalu malu menceritakan perihal kemarin malam pada Ajeng.


"Tapi Ibu gak bisa percaya sama anak Ibu. Dia pasti bakal ngapa-ngapain kamu. Makanya Ibu sama Biang sepakat mau saranin kamu untuk pasang KB, gimana? Kamu mau kan?" sambung Ajeng lagi.


"M..., Kama gak ngerti itu apa Bu. Tapi kalau itu untuk kebaikan Kama, Kama setuju" ucap Kama.


"Yaudah, besok Ibu kita ke dokter ya. Ibu juga udah bikin janji sama dokter kenalan Ibu" ternyata Ajeng sudah mempersiapkan semua.


Tak beberapa lama adzan magrib berkumandang. Mereka lantas solat berjamaah lalu kemudian makan malam bersama. Selesai makan, biasanya keluarga Zanyar akan berkumpul di ruang tv sembari ngobrol dan bercanda.


Namun kali ini tidak. Quiny segera masuk ke kamarnya untuk mengerjakan tugas sekolah. Dan Kama memilih untuk menemani Quiny, membantu Quiny belajar, sekaligus mengobati rasa rindunya sendiri dengan pelajaran.


Maklum, Kama kan si pintar lulusan terbaik dari Bali. Otaknya akan kaku jika terlalu lama vacum dari materi.


Tersisa Ajeng, Mr.Will dan Sutra di ruang tv.


"Sut..." panggil Ajeng.


"Ya, Bu" jawab Sutra.


"Besok Ibu sama mertua kamu mau ajak Kama ke dokter kandungan" ucap Ajeng.


"Ha? Loh, buat apa Bu?" tanya Sutra bingung.


Mau ngapain? Bukannya tadi udah


"Buat jagain Kama biar gak kamu hamilin!" saut Ajeng ketus.


"Darling, come on..." Mr.Will langsung protes.


"Gak, pokoknya jangan ada yang bantah Ibu. Ini udah jadi keputusan Ibu dan besan Ibu, titik!" ucap Ajeng lagi sembari berlalu meninggalkan dua pria bule yang tergila-gila dengan Kerang.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Pantesan ya, like father like son...


Pecinta kerang ternyata mereka berdua


Yg satu Kerang Bulu yang satunya lagi Kerang Simping 🀣🀣

__ADS_1


Next kita lanjut di acara dinner bareng Tante Lulu guys


Cekidot di next bab πŸ‘‡


__ADS_2