When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
MINI DRESS


__ADS_3

TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


TINGGALIN JEMPOL DAN VOTE NYA JUGA YA (he..he..he)


I Love U 😘


.


.


.


Lulu dan Kama baru saja sampai dibutik mewah langganan Lulu. Awalnya Lulu mau mengajak Kama ngubek-ngubek mall, tapi Kama protes, dia gak mau muterin mall sebesar itu cuma untuk beli baju, bikin capek, katanya.


"Heran deh, Kam.., you're the only girl who hates shopping" oceh Lulu memasuki butik


"Baju Kama masih bagus-bagus kok tante, ngapain harus shopping"


"Bagus? Hihihi, tapi jadul.." saut Lulu yang dibalas Kama dengan memonyongkan bibirnya.


"Siang Miss Lulu.., udah lama ya gak kesini" tegur salah satu pramuniaga butik


"Ah ya, mbak.., maklum baru punya baby jadi masih repot" ujar Lulu


"Waah, baru punya baby tapi mbak nya tetep langsing dan cantik, kereeen deh.." Lulu tersipu malu dipuji oleh pramuniaga, senyum lebarnya membuat mata Lulu semakin sipit saja.


"Ah ya, ini, saya cari gaun yang cocok buat keponakan saya, tolong ya mbak..." Lulu menunjuk Kama kepada pramuniaga itu agar mereka bisa memilihkan beberapa gaun yang tepat untuk Kama. Sementara ia mencari tempat duduk didepan ruang ganti.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Selesai urusan di butik, Lulu membawa Kama ke salon terbaik langganan para artis ibukota.


"Tante.., ini salon?" tanya Kama heran masih dari dalam mobil


"Iya donk.. Yook ah, kita turun!"


"Kayak bridal aja.."


"Disini lengkap, Kam.. Kamu mau apa aja ada"


"Hiii, ga usah deh tante..! Kama atur rambut Kama sendiri aja dirumah! Lagiankan cuma makan malam doank, bukan mau lamaran! Ayok kita pulang tante...." rengek Kama, ia bergidik ngeri melihat bangunan salon megah yang tampak didepan matanya.


"Hehehe, come on, Kam..." bujuk Lulu


"Gak! Gak mau.., kita pulang aja tante, pliiiisss" kali ini giliran Lulu yang kesal, mau tidak mau ia terpaksa mengikuti kemauan Kama. Itu artinya, ia juga batal untuk memanjakan dirinya di salon.


Oh my God..!! Dasar anak-anak! batin Lulu


πŸƒπŸƒπŸƒ

__ADS_1


Langit sore masih tampak cerah hari ini, ketika Adrian baru saja turun dari sedan kuningnya. Ia berjalan masuk melewati pagar dan menekan bel rumah aji.


Ting Tong !


Pintu rumah terbuka, dan yang keluar adalah si tuan rumah yang super duper kepo.


"Sore ajiii.." sapa Adrian seraya menyalami aji


"Heum, sore.."


"Udah kamu duduk diteras aja ya, bentar lagi juga mau pergi kan.."


"Ah iya, aji.."


Sepuluh menit berlalu akhirnya mereka semua selesai bersiap. Kama keluar lebih dulu menemui Adrian di teras rumah.


"Udah siap ni pak.., yuk.." suara Kama mengagetkan Adrian. Eh bukan suara sih, lebih tepatnya penampilan Kama yang mengagetkan Adrian.


Kama mengenakan mini dress putih polos dengan aksen rimple dibawahnya. Kaki jenjang Kama makin terekspose berkat dress yang dipakainya. Penampilan Kama itu pun semakin manis dengan sepatu yang berwarna senada.



Masya Allah..., cantiknyaaaa.....


Ini pertama kalinya Adrian melihat Kama mengenakan dress. Adrian sampai terpana dan tanpa sadar ia pun melongo, membulatkan bibirnya.


"What do you think, Adrian? She is beautiful?" kali ini suara Lulu yang memecah keterpesonaan Adrian menatap Kama.


"Hihihi, sampai melongo gitu kamu iih.. Yok ah, buruan jalan, keburu malem!" saut Lulu lagi.


Mereka semua bergegas ke mobil masing-masing. Adrian bersama dengan Kama, sementara aji bersama dengan Lulu. Setelah memastikan pintu rumah terkunci rapat, mereka pun jalan beriiringan dengan mobil Adrian didepan sebagai penunjuk jalan.


Sejujurnya Adrian belum bisa berhenti dari rasa terpesona dengan penampilan Kama saat ini. Ia pun memberanikan diri untuk memuji penampilan Kama.


"Emm, kamu, itu ee.., kamu.."


"Kenapa pak? Aneh ya penampilan saya? Ini pilihan tante Lulu semuanya.., tua banget ya kesannya?" Kama merasa gak pede dengan penampilannya saat ini.


"Gak, bukan itu.. Maksud sayaaa, itu.., eee, kamu cantik banget!"


"O-ooh.." Kama tersenyum malu-malu mendengar pujian Adrian.


Aiissh, dia senyum! Meleleeeeh aku.. Rasanya pengen kupeluk saja dia ini! Arrrghhh....


"Oh iya, kamu kemana aja seharian? Ponselnya gak di cek ya?" tanya Adrian


"Enggak, ketinggalan dikamar" jawab Kama singkat.


Pantesan!

__ADS_1


"Hm, terus itu, kalau boleh, ntar didepan orangtua saya, jangan panggil bapak ya.." pinta Adrian


"Kenapa?"


"Yaa, lucu aja gitu.. Lagipula kan saya sudah bukan dosen kamu lagi"


"Yaudah, oke pak"


"Loh, itu kok...?"


"Hahaha, maaf-maaf, kebiasaan.."


Ouuh.., dia ketawa, manisnyaaaaa...!


"Panggil Adrian aja ya.."


"Gak mau ah! Nanti kualat, situ kan udah tua.."


Ha? Tua? Dia ngatain aku tua? Iiiikh..


"Saya masih dua puluh tiga kok, tua dari mana nya?" protes Adrian


"Daripada saya"


"Oh, oke!" Adrian menjawab singkat, ia merasa kesal dikatain tua oleh Kama.


"Kok, diem?" Kama menyadari perubahan mood Adrian. Ia lantas mengambil inisiatif,


"Mas Adrian ngambek ya dikatain tua?" sambung Kama lagi


Seketika Adrian menoleh,


"Kamu panggil saya apa tadi?" tapi Kama cepat-cepat menggeleng


"Kama, pliiiss.." bujuk Adrian


"Hehehe, mas Adrian.. Saya panggil mas aja ya, biar gak kualat" Kama tersenyum setiap kali menyebut kata 'mas', dia merasa lucu sendiri menyebutnya.


Adrian langsung mencubit pipi Kama, ia gemas dengan cara Kama menggodanya seperti tadi.


"E-e-eeh! Jangan cubit-cubit donk! Enak aja!" ujar Kama sewot


"Eh, aduh, maaf-maaf, saya kelepasan. Jangan marah ya.." Kama masih terus meliriknya dengan tatapan kesal, beberapa detik kemudian


"Hahaha..." Kama terkekeh menertawai Adrian.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Aiiiihh, si Kama beneran sweet ato gimana sih ini??

__ADS_1


Yuk, kita pastikan lagi kebenarannya gaes, di next episode...


__ADS_2