
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Kama marah? Hampir. Air ludah Sutra yang mengepel habis wajahnya sudah di lap bersih oleh si pemilik ludah itu sendiri.
"Babe ..., aku mau banget ..." Sutra kembali meminta, kali ini dengan wajah charming, menatap Kama penuh harap.
Oh my God! Perempuan mana yang bisa menolak sorot mata hangat dan begitu menggoda dari seorang Sutra Adrian Zanyar?
Belum lagi dengan bibirnya yang berwarna pink itu, menambah kesan menggemaskan untuk seorang laki-laki brewok sepertinya.
Terkadang author sendiri gak sanggup kalau harus berhalu jadi Kama yang selalu kaku dan menolak. Memang gila beneran ini si Kama! Laki-laki baik, soleh, dan bucin seperti Sutra masih bisa di anggurin dan di suru nunggu bertahun-tahun. Pantas kalau banyak reader yang gedek!
Maaas ..., aduh sorot mata kamu. Ih, kok bisa ganteng banget sih!
Ternyata Kama masih normal. Ia runtuh juga di serang oleh tatapan maut suaminya.
"Tapi kamu udah tau kan maksud aku apa?" tanya Kama, seolah menantang dengan pertanyaan demikian.
Semoga aku gak salah.
"He-eh, aku tau!" jawab Sutra pasti dengan senyum yang lebar, menampilkan barisan gigi rapi miliknya. Ia sudah siap lahir batin menyongsong kenikmatan surga dunia.
Sutra lantas mengambil inisiatip lebih dulu. Ia membuat jarak antara dirinya dengan Kama agar leluasa bergerak untuk melakukan adegan yang sudah di nantinya selama ratusan jam.
Kok ratusan jam? Ya, karena seminggu yang lalu lah tepatnya mereka melakukan adegan setangah coblos itu. Membuat Sutra merindu untuk mengulanginya.
Berhubung Sutra terlalu dalam mencintai Kama, jadi author akan menghitung perpisahan mereka dengan hitungan jam agar terlihat wow. Begitu pula dengan perpisahan Komodo Lang dengan Kerang Simping.
Simpiiing ..., tunggu Abang di simpang. Sebentar lagi kita akan ngedate ke puncak dunia ketujuh ...
Begitulah kira-kira ungkapan hati Komodo Lang saat ini.
__ADS_1
Tanpa buang-buang waktu, dengan segenap kepintarannya Sutra mengawali dengan mengecup singkat bibir Kama.
Cup cup cup !
Tiga serangan kilat beruntun.
"A-aku haus, Mas. Boleh minum dulu?" tanya Kama. Rasa gugup mulai menyelimutinya.
Ayolah, Kam ... Ayooo, aku pasti bisa! Ini semua untuk Mas Adrian ..., Kama meyakinkan dirinya sendiri agar tidak berubah mood di tengah jalan.
"Tunggu, kamu di sini aja. Biar aku yang ambilin," tanpa melepas senyum Sutra beranjak mengambilkan sebotol air.
Glek glek glek !
Setengah botol air mineral dingin habis di tenggak oleh Kama. Otaknya pun mulai tenang. Di tariknya napas dalam lalu,
Bismillah ...
"Udah, Babe?" Sutra meminta kembali botol itu untuk dia letakkan di atas nakas.
Namun belum sempat Sutra meletakkan botol, Kama sudah menarik tangannya, membuat ia terjatuh tepat di atas tubuh Kama yang tertutup selimut.
Haduh-haduh, Kama ini memang tidak bisa di tebak. Entah anugerah dari mana ia bisa berubah persis Maria Ozawi, bintang film blue yang hot itu.
Main tarik-tarik seperti adegan di film. Udah gak sabar minta di gas kayaknya, hahaha.
Aah, Babe ... Bisikan kamu udah bikin aku merinding!
"Oke, Babe ..." Sutra melesat layaknya superhero Flash, mematikan lampu kamar, menutup tirai jendela agar kamar yang mereka tempati menjadi gelap.
Let's get started ...!
Setelah kamar menjadi gelap, Sutra pun melepaskan celana yang di pakainya. Sekarang ia sudah hampir polos, hanya menyisakan segitiga superman yang isi di dalamnya belum bangun. Masih menguap-nguap saja.
Simpiiing, Abang baru mau bangun ini, bentar ya sayang, pemanasan dulu. Komodo Lang memanggil-manggil nama kekasihnya. Tapi Kerang Simping stay cool, persis seperti tuannya. Diam, kalem, dan hanya menunggu di simpang cinta. Tempat janji bertemu dengan Abang Komodo Lang.
Sutra lantas naik ke atas ranjang, menarik selimut yang menutupi tubuh Kama perlahan. Tampak lekuk body aduhai serta dua onggok bulatan berpucuk cream di sana. Sutra merebahkan dirinya di samping Kama, menatap ukiran cantik Sang Maha Pencipta.
__ADS_1
Oh my God ... Rrrrrrrrrr ...
Jangan di tanya bagaimana tingginya birahi Sutra menatap keindahan di hadapannya itu. Namun, ia masih bisa menyadarkan diri, memastikan lebih dulu pada sang pujaan hati.
"Kamu serius kan, Babe? Aku gak mau kamu marah-marah lagi kayak minggu lalu ..." Sutra menatap lekat manik mata hazel Kama. Bicara dari hati ke hati untuk penyerahan diri atas nama cinta.
"Aku ingat semuanya sekarang. Aku sudah gak sakit lagi, jadi aku paham betul gimana karakter kamu yang sesungguhnya ...," ucap Sutra lagi.
Mas ..., entah berapa kali aku harus malu dengan sikap baik kamu yang keterlaluan. Hiks, kamu malah bikin aku semakin merasa gak tau diri jadi istri ... Aku ..., aku memang kelewatan sama kamu, Mas. Maafin aku ... Mulai saat ini aku siap! Aku siap memberikan semuanya ..., karena tidak ada hal yang bisa aku berikan dengan setimpal seperti rasa cinta kamu ke aku ...
Aku gak perduli lagi dengan hamil ataupun tidak, yang aku tau sekarang aku harus tunjukkan rasa cinta yang aku punya buat kamu ...
Oh Babe ..., kalau ngikutin kemauan aku, rasanya aku gak sanggup berkata-kata lagi, pengen nyaplok langsung. Tapi aku paham banget gimana kamu. Mata kamu bisa kayak tombak setiap hari menatapku sinis. Belum lagi sikap kamu yang pasti akan berubah jauh lebih cuek 3 kali lipat. Aku gak mau!
Tidak taunya pergulatan batin Kama dan Sutra malah memberi ruang untuk seseorang terbangun pasti dari tidurnya.
Siapa? Siapa lagi kalau bukan Komodo Lang. Ia sudah selesai dengan peregangan otot. Sekarang ia berdiri tegak di balik segitiga superman berwarna merah bertuliskan Calvin Klein, yang di bintangi oleh David Beckham dalam iklannya.
"Babe, buruan jawab, please ..., aku udah gak kuat ini. Kalau kamu masih setengah hati, aku ke kamar mandi aja deh." Sutra bergegas bangkit. Ia takut prajurit tempurnya memaksa keluar saat medan perang belum siap. Pasalnya pemaksaan itu meninggalkan kegilaan yang luar biasa baginya jika tidak di keluarkan. Bisa-bisa ia memukul kepalanya sendiri ke dinding sanking gilanya.
"Eh, jangan, Mas. Aku ... mau ..." Rona merah wajah Kama tergambar tebal di wajahnya. Ia menunduk saat mengucap kalimat yang terakhir.
Alhamdulillaaaah ...
"Yaudah, aku mulai ya ..." Dengan mata yang berbinar-binar seperti ketiban durian runtuh milik Tok Dalang, Sutra memulai aksinya. Ia menarik pelan celana panjang Kama hingga terlepas, menyisakan kain pembungkus renda berwarna merah persis miliknya.
"Eh, warnanya sama, Babe. Kita sehati ..." Sutra lalu naik ke atas tubuh Kama, menatap lembut penuh mesra.
Begitulah Sutra, ia masih sempat menyocokkan warna kancutnya dengan Kama walau nafsu sudah di ubun-ubun. Luar biasa kocaknya laki-laki satu itu.
"Ada yang lebih penting dari warna, Mas ...," ucap Kama.
"Apa?" tanyanya.
πππ
Apa yang lebih penting kira-kira gaes??
__ADS_1
π€£π€£
Kita kepoin di next eps yuk π, cekidot