
Kelas yang di isi Adrian sudah selesai, namun dia masih terlihat duduk di meja. Para mahasiswi pun ikut tak beranjak dari kelas lantaran dosen idola nya masih duduk di depan.
Mereka kompak memandangi dosen nya dengan mata yang berbinar-binar seperti bulir air sabun, kebayang ga? Termasuk Mini. Hampir mendekati fans garis keras artis Korea, Korea Utara, hahaha
Melihat kelakuan itu, Adrian tersenyum dan mempersilahkan mereka keluar
"Ayo silahkan, kalian boleh keluar. Saya mau menulis sebentar disini"
Sudah bukan hal aneh lagi bagi Adrian melihat kelakuan para makhluk hawa yang gak karu-karuan memandang nya. Ada yang bisik-bisik, ada juga yang sampai tak berkedip walau kelilipan spidol white board, hahaha. Namun Adrian sudah terbiasa dan tetap santun menanggapi.
Oleh karena itu lah yang menjadi alasan utama setiap cewek gak pernah bisa berhenti menyukai, mengagumi, bahkan mengidolakan Adrian.
I love you Adrian.. I love you..., jeritan hati cewek-cewek itu, termasuk author, hahaha
Mini yang sejak tadi tidak melepaskan pandangan nya dari dosen idola nya itu, tampak berjalan mundur menuju ke belakang, tempat Kama dan Reyhan.
Kama sampai takjub melihat kelakuan Mini. Rupanya teman dekat nya itu, berbakat menirukan binatang undur-undur, kemampuan jalan mundur tepat tujuan tanpa melihat.
"Woooii!!" teriak Kama ke Mini
"Apa sih ah, gue masih mau lihat pemandangan indaaah" jawab Mini yang masih terus menatap Adrian, dosen idola nya
Reyhan yang ada di sebelah Kama ikut berkomentar,
"Hahaha. Udah gila akut nih temen lo, Kam"
"Yuuk, kantin yuk, Kam. Gue traktir makan siang, mau?" Reyhan menyambung omongan nya seraya mengajak Kama keluar
"Ga ah, sayang duit lo, mending buat beli buku Rey" Kama menolak traktiran Reyhan, dia tau bahwa keuangan Reyhan tak sebaik diri nya
__ADS_1
"Min, lo aja yang traktir kita ya.., setuju kan? yuuk" Reyhan mengalihkan traktiran ke Mini sambil merangkul Mini untuk beranjak ke kantin, tapi tangan satu nya memegang Kama.
Dari depan Adrian melihat semua itu, dia bahkan mendengar percakapan mereka. Dari tadi sebenarnya Adrian hanya berpura-pura menulis sesuatu agar bisa memperhatikan Kama yang ada di belakang, lewat sudut mata nya. Emang kalau udah naksir, ngintip dari sudut mata walau belibet, pasti di lakuin ya? Awaaas lari tuh bola mata nya Adrian, hahaha.
Adrian tampak tidak senang dengan apa yang dia lihat. Anak yang bernama Reyhan itu merangkul Mini namun memegang tangan Kama secara bersamaan. Apa-apaan anak itu, pikirnya
Lantas Adrian bangkit dari kursi nya. Dia sempat melirik ke arah Kama dengan sorot mata kesal, dan kebetulan Kama juga melihat ke arah nya. Mereka saling menatap beberapa detik, sampai Adrian beranjak pergi meninggalkan ruangan kelas.
Kama yang heran melihat tatapan Adrian tadi, merasa bingung. Bukan nya daritadi dia senyum-senyum sama semua orang, kok giliran ke aku dia menatap seperti itu? Aneh! Eh bukan, freak! pikir Kama dalam hati
πππ
Adrian menuju ke kantor jurusan dengan suasana hati yang sedikit kesal, akibat melihat Reyhan yang menggandeng tangan Kama tadi. Sampai di kantor jurusan, seperti biasa dia bertemu dengan mas Dika
"Eh Adrian, my bro. Baru keliatan, minggu lalu gak masuk ya?" sapa mas Dika
"Weitz, kenapa my bro? Tumben lo ga semangat hari ini, ga kayak biasa nya" Adrian hanya menggeleng pelan menjawab pertanyaan mas Dika. Pikiran nya masih tertuju ke Kama.
"Oh iya gue inget. Minggu lalu mahasiswi yang nama nya Kama itu kesini. Cakep juga ya, my bro. Rambut nya lucu terus wangii lagi, suka gue aroma parfum nya, merk apa ya kira-kira? Hehehe"
Seketika Adrian bangkit dan mendekat ke meja mas Dika, lalu duduk di kursi yang ada di depan meja, dia memandang wajah mas Dika.
Heh, enak nya di apain ya hidung mas Dika, seenak nya aja dia nyium-nyium aroma parfum Kama. Aku jadi makin mendidih denger nya! batin Adrian
"Ngapain dia mas?" tanya Adrian
"Eh udah balik semangat aj, my bro. Hehehe, kayak nya ada sesuatu niiih" sindir mas Dika yang heran melihat Adrian yang tadinya males-malesan berubah semangat ketika mendengar nama Kama. Mas Dika gak tau aja kalau Adrian pengen nonjok hidung nya, hahaha.
"Gue nanya serius, mas. Ngapain dia kesini?" Adrian kembali mengulang pertanyaan nya
__ADS_1
"Hehehe, ok" mas Dika tertawa geli melihat reaksi Adrian, dia menangkap jelas ada sesuatu di antara Adrian dan Kama
"Dia kesini nanya info beasiswa, buat cowok, gue ga tau sih itu cowok nya ato bukan. Kalo ga salah nama nya, Reyhan, ia bener Reyhan Wiyoko" sambung mas Dika menjelaskan
Sontak Adrian menjawab,
"Reyhan...??" dia terkejut mendengar nama itu lagi. Belum habis rasa kesal nya soal kejadian di kelas tadi, sudah di tambah dengan cerita gak enak tentang orang yang sama.
"Iya. Gue yakin banget, my bro. Soal nya gue sempet liat data nya di komputer" tambah mas Dika lagi
Adrian terdiam, dia mencoba untuk tenang saat ini. Dia tidak ingin menduga-duga dan salah paham dengan hubungan Kama dengan si Reyhan itu. Di tambah lagi dengan mas Dika, Adrian juga gak ingin mas Dika tau soal perasaan nya ke Kama secepat ini.
Takut jadi bahan pembicaraan di jurusan, bisa gawat, Kama pasti gak nyaman karena itu, pikir nya
Namun soal Reyhan ini bukan main-main bagi nya. Dia harus mencari cara agar Kama tidak terlalu dekat dengan Reyhan. Jangan sampai mereka punya hubungan lebih yang membuat posisi Adrian makin jauh dari Kama
"Adrian, my bro" tegur mas Dika yang melihat Adrian terdiam
"Ah ya mas, gue tau itu si Reyhan pacar sahabat nya. Mereka bertiga dekat, selalu bareng-bareng" Adrian terpaksa mengarang cerita agar mas Dika gak curiga. Lagipula sejak mengenal Kama dia sudah belajar banyak soal 'mengarang' . Mas Dika mengangguk heran mendengar itu
"Yaudah, gue balik ya, mas. Mau lanjut ngerjain tesis. Nih absen nya gue taruh di meja." Adrian bangkit dari duduk nya meninggalkan kantor jurusan
πππ
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)
__ADS_1