
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Seperti yang kita tau, Sutra lah orang pertama yang dpt mendobrak masuk dan membuat Kama sadar kalau ia punya hati. Namun tidak serta merta merubah sikapnya menjadi lembek.
Butuh banyak perjuangan untuk merubah karakter Kama. Bukan karena ia tidak mau, tapi penyakit psikis yang menimpa Kama selama sepuluh tahun seakan telah mematri hatinya untuk menutup diri dari apapun.
Tapi cinta Sutra pada Kama jauh lebih besar dari itu. Sutra rela menunggu, rela bertahan, bahkan rela menahankan sakit hanya untuk bertemu dengan hari ini, menit ini dan detik ini, bersama dengan orang yang mengisi setiap hembusan napasnya.
Mungkin hari inilah Kama mulai memberikan jiwa dan hati sepenuhnya untuk Sutra.
"Babe..., aku masukkin sekarang ya..." ijin Sutra kedua kalinya dengan suara berat dan dalam. Kesabarannya sudah di ujung tanduk.
Babe..., pleaseeee, jawab donk....
Kama hanya diam tak menjawab. Antara takut dan napsu masih lebih unggul napsu. Namun, sedikit khawatir tetap selalu ada di benaknya.
Kesabaran Sutra sudah habis sekarang. Tidak ada waktu lagi untuk menunggu jawaban Kama. Ini sudah sangat genting, dan harus segera di tanggulangi sebelum terjadi banjir bandang dari luar.
Akhirnya dengan keputusan sendiri Sutra menandatangani surat tugas untuk prajurit tempurnya.
Yes! Ijin dari komandan sudah keluar. Sekarang giliran Komodo Lang yang memimpin permainan. Komodo Lang mulai mengetuk cangkang Kerang Simping, membuat si empunya badan sedikit bergetar menikmati sentuhan di pintunya.
"Maaassss..." seru Kama memanggil dengan suara yang bergetar.
"Heum..." saut Sutra tak kalah bergetar juga.
"A-aku takut... hmmnnnhh..." ucap Kama lagi di sela-sela desahannya.
"Aku janji bakal pelan-pelan, Babe..." Sutra lantas mentransfer kekuatannya pada Komodo Lang agar si prajurit tempur itu semakin kuat menerobos pintu depan ataupun cangkang Kerang Simping.
Cilukbaa...!
Cangkang Kerang Simping sedikit terbuka. Kepala Komodo Lang pun berhasil mengintip ke dalam.
Tapi si pemilik Kerang Simping semakin khawatir, namun tidak sanggup memutus kenikmatan yang sudah hampir menuju pangkalnya.
"Maaassss..." Kama berseru lagi.
"Heum..." saut Sutra pelan.
__ADS_1
"A-aku takut hamil..." Akhirnya Kama mengutarakan ketakutan sebenarnya.
Hamil? Ah, ya, Kama benar. Hampir saja aku lupa...
Untung ada Kama yang mengingatkan di sela-sela kenikmatan yang menderu mereka berdua.
Sutra lantas menghentikan gerakannya, dan menarik pucuk kepala Komodo Lang yang baru saja mengintip.
Ah, gagal maning! Umpat Komodo Lang sembari mengepalkan otot-ototnya lantaran kesal. Hahaha. Kelakuannya kayak makhluk hidup beneran.
Sutra turun dari atas badan Kama. Laki-laki itu meraih celana panjang tidurnya dan merogoh ke saku. Ah, syukurlah. Akamoto 003 stay here.
Sarung penolong agar jiwa raga bisa plong.
Dengan cepat di bukanya kotak pembungkus sarung itu. Ada 12 bungkus di dalamnya. Hanya mau mengambil satu bungkus saja tapi semuanya terjatuh dan bertabur di lantai. Tangan Sutra terus bergetar tidak karuan. Otak laki-laki itu sudah tidak fokus lagi. Di benaknya terisi penuh dengan keinginan ingin memasuki belahan jiwanya saat itu juga.
Reflek Kama bangkit dari rebahan. Ia duduk di ranjang dengan tatapan mata tertuju pada kegiatan Sutra bersama akamoto 003 itu.
"A-apa itu Mass...?" tanya Kama, deru napasnya belum stabil. Penyatuan yang hampir saja terjadi harus berhenti karena rasa ketakutannya akan hamil.
Sontak Sutra pun terkejut bersamaan dengan ia merobek bungkus akamoto 003 yang akan di pakainya. Keterkejutan Sutra malah membuat isi bungkus itu menlomoat entah kemana.
Ah, shit!
Sutra lantas meraba lantai, mencari di mana sarung pusaka itu terjatuh. Tapi karena kamar yang remang-remang, barang itu sulit di temukan. Tanpa pikir panjang Sutra pun menyalakan lampu dan,
"Apa?? Kenapa Babe??" Ia langsung mendekati Kama.
Tidak ada lagi suara berat dan mendesah di antara mereka. Sekarang berganti dengan suara teriakan kaget dan bingung dari masing-masing.
"Itu apaaa?" Kama menekan kalimatnya sembari menutup mata dengan satu tangan, sementara tangan yang lain menunjuk ke Komodo Lang yang berdiri tegak di penuhi otot dengan air liur bening yang hampir menetes.
Iiiih,ya ampuuuun! Besar bangeeeet! Itu apa? Kayak botol air mineral! Hiiiii....
"Hah?" seketika wajah Sutra berubah melongo. Bibirnya membulat dan matanya melihat kebawah, posisi di mana Komodo Lang sedang pose layaknya model.
Astagaaa, bodohnya aku! Ngapain aku nyalain lampu, Kama pasti kaget. Aarrkh! Bisa gagal lagi ini!
"Aku takuuut! Itu besar banget!" pekik Kama lagi tanpa menurunkan tangannya.
Wah, gawat! Dia ketakutan!
Sutra segera naik ke atas ranjang lalu duduk tepat di samping Kama. Pelan-pelan ia menurunkan tangan Kama untuk menenangkannya serta memberi jawaban yang tepat. Kesabaran Sutra patut di acungi jempol. Ia sanggup kapanpun menghadapi istrinya yang polos, Kama.
__ADS_1
"Babe..., dengerin aku dulu donk..." Sutra menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Kama.
"A-apa?" tanya Kama ragu-ragu. Takut dan terkejut belum hilang dari benaknya.
"Kamu istri sah aku kan?" rupanya drama King memutar otak melanjutkan dialog sandiwaranya.
Kama mengangguk namun wajahnya masih ketakutan.
Pelan-pelan Sutra kembali merebahkan tubuh Kama di atas bantal. Sementara dia berbaring miring menyangga kepalanya sendiri dengan tangan dan menghadap ke Kama.
"Kamu cinta sama aku kan?" tanyanya lagi dan di jawab Kama dengan cara yang sama.
"Terus di mana masalahnya? Pasti ini bukan yang pertama kali kan buat kita..." Tanpa cela sang actor menunjukkan wajah santai dan wibawanya.
Alahmak! Aku suka gayamu Sutra. I love you! Sarangheyo! Wo ai ni! Seni sevi yorum! (desahan author)
"Ta-tapi Mas..." Kama menelan salivanya. Bukan karena selera ataupun napsu. Ia hanya tidak sanggup membayangkan makhluk sebesar Komodo Lang lah yang akan menelusup masuk dan bermesraan dengan Kerang Simping miliknya.
Deru jantung Kama kembali berpacu. Napsunya sudah turun menjadi tiga puluh persen sementara tujuh puluh persen lagi adalah rasa takut.
"Apa, Babe?" Ternyata Sutra lebih pintar lagi. Ia tidak membiarkan napsu Kama turun semakin jauh. Sutra mendekatkan bibirnya ke telinga Kama. Meniupnya pelan lalu menciumnya sekilas dan kembali ke posisi awal.
Memang kalau sudah urusan pancing memancing hawa napsu, Sutra adalah pakarnya.
Seeerrr...
Kembali bulu kuduk Kama merinding. Ada sensasi berbeda disana.
Sekali lagi Kama menelan salivanya. Kali ini bukan karena takut, melainkan karena ingin. Ingin mengulang adegan yang enaknya luar biasa seperti tadi.
Ah, kacau! Kok aku jadi mau lagi... Tapi... Itu terlalu besar! Aku gak menyangka punya Mas Adrian sebesar itu! Apa bisa muat masuk ke punyaku???
Fix. Kama dan Sutra adalah pasangan amnesia. Yang satu pura-pura lupa yang satu beneran lupa. Kama betul-betul tidak ingat kalau ia sudah pernah berkenalan dengan Komodo Lang walau tak berjabat tangan.
πππ
Akankah adegan selanjutnya terjadi lagi?
Dapatkah Sutra membujuk Kama untuk meneruskan pertandingan mereka?
Halaaah thooor, kelamaan! Digantung mulu! Ngulang mulu! Bertele-tele! Bikin gedek! Bikin gemes! Muak! π€£π€£π€£
Semua komentar readers aku tampung dengan suka cita. Kenapa? Aku ada untuk kalian... I love you, sarangheyo π
__ADS_1
Take it easy guys. Yang buru-buru akan cepat selesai. Kita kan pengen durasinya lama, biar puas nya poll... Monggo coba tanya sm yg udah halal, suka yg lima menit apa yang dua puluh menit? ππ€£π€€
Jawabannya akan kita simak di next episode gaes, cekidot π