When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Need Warmth


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Datuk Emran, Ida Ayu, Ajeng, dan juga Kama meninggalkan kamar rawat. Mereka memberi ruang untuk Sutra bicara berdua dengan Dr.Yoong.


"Memangnya ada apa sih, Kam? Ibu kok khawatir ya.." saut Ajeng di samping Kama. Mereka semua duduk di kursi ruang tunggu yang berjarak sepuluh meter dari kamar president suit.


"Sama Bu, Kama juga khawatir. Tapi itu permintaan Mas Adrian" Kama menggigit bibir bawahnya, menahan rasa khawatir yang kian bertambah.


Lah iya ya, Kama pasti lebih khawatir. Sandiwara apa lagi sih ini Sut?? Kamu bikin ibu deg-degan! gumam Ajeng dalam hati.


"Tak perlu lah khawatir macam tu anak Abah. Tak ada ape-ape. Doa yang terbaik sama Allah!" saut Datuk Emran dari tempat duduknya.


Yang dikatakan Datuk Emran memang benar, ia tidak sekedar menenangkan putri semata wayangnya saja. Walau pria paruh baya itu tidak tau kenyataannya, namun ia selalu berpikir positip untuk berbagai macam hal.


Sementara itu dikamar rawat,


"Dokter, saya ingin mengaku pada Dokter kalau saya tidak sedang amnesia saat ini. Saya ingat semuanya..." ucap Sutra setelah ia dan Dr.Yoong hanya tinggal berdua.


"What? Are you kidding me?" seru Dr.Yoong.


"No, i'm not. Saya bicara yang sejujurnya. Tapi saya mohon ini rahasia" ucap Sutra lagi. Tapi kali ini Dr.Yoong terdiam, ia hanya mengerutkan dahinya dan melirik Sutra dengan tatapan serius.

__ADS_1


"Dokter, please don't misunderstand me (tolong jangan salah paham padaku). Saya bisa jelaskan alasannya. Ini demi kelangsungan pernikahan saya. Saya tidak mau pernikahan yang baru berjalan dua minggu ini berujung buruk. Please, listen to me first (tolong dengarkan aku lebih dulu)..." pinta Sutra, ia mengubah raut wajahnya menjadi memelas seperti dalam keadaan genting.


"Okay, i'm listening" jawab Dr.Yoong singkat. Itu artinya ia memberikan kesempatan untuk Sutra menjelaskan.


Lagi-lagi Sutra membawa Chelsea sebagai alasan sandiwaranya. Ia juga menambahkan kalau perangai istrinya begitu kaku. Jangankan memberi perhatian, berbicara lembut saja Kama sulit. Tak lupa ia menjelaskan tentang penyakit psikis Kama yang tidak diketahui oleh kedua orangtuanya, namun ia memastikan akan menerima semua itu dengan ikhlas.


"I love her so much, even more than myself (aku sangat mencintainya, bahkan melebihi diriku sendiri). Pernikahan kami murni karena cinta, tidak ada paksaan sama sekali. But i need warmth (aku butuh kehangatan). Penyakit psikisnya membuat ia begitu cuek, seolah tidak perduli pada saya, hingga kecelakaan ini pun terjadi. Tapi saya tidak menyalahkannya sama sekali. Takdir yang mengharuskan saya mengalami semua ini"


"Saya sengaja berpura-pura lupa, untuk mengulang kenangan kami. Mengulang setiap sentuhan dan kemesraan kami. Bahkan kalau bisa saya ingin pergi honeymoon dengannya. Karena kami belum melakukan apapun setelah menikah. Anda pasti paham yang saya maksud, Dokter" raut wajah Sutra menandakan kalau prajurit tempurnya belum pernah terjun ke medan perang.


"Tapi tadi pagi perempuan gila itu datang dan ingin merusak hubungan kami. Saya tidak mau terjadi hal buruk dengan istri saya seperti saat kami pacaran dulu. Sikap kasar Chelsea beberapa kali menyakitinya, dan saya pastikan itu tidak akan terulang lagi. I can do anything for her as long as she's happy, but i need her warmth (aku bisa lakukan apapun untuknya asalkan dia bahagia, tapi aku butuh kehangatan darinya)" ternyata alasannya begitu sweet. Sutra butuh kehangatan dari seorang Kama.


Hanya untuk sebuah kehangatan, banyak orang yang diajak Sutra untuk bekerja sama. Terlihat konyol memang, tapi itu kunci utama dalam langgengnya sebuah pernikahan. Entah bagaimana pernikahan bisa bertahan lama tanpa adanya kehangatan. Sekalipun diawali dengan kata cinta, tapi cinta saja tidak cukup. Cinta akan hilang tanpa diiringi dengan rasa lain sebagai pendukung.


Kelakuan norak Sutra yang beracting amnesia, sesungguhnya mengajarkan kita untuk fokus pada hal kecil dalam pernikahan. Dari hal kecillah muncul yang besar. Jangan tunggu masalah semakin besar baru akan diatasi, namun lakukan perubahan kecil yang akan berdampak besar demi kebaikan.


Tampaknya diepisode kali ini author berubah sok bijak. Mohon maaf kalau ada kata yang selip guys. Karena yang nyelip itu enak. Contohnya waktu ngebongkar duit selipan didompet pas tanggal tua. Alhamdulillah penyelamat uang belanja ibu-ibu dirumah. Buat bapak-bapaknya, lumayan untuk penyambung hidup nongkrong dikedai kopi, biar tetap gaul. Bener kan ya? Hahaha.


Dr.Yoong tersenyum lebar mendengar semua ucapan Sutra. Walau ia tergolong seorang yang jenius dan serius, tapi untungnya dia adalah family man. Pria berkacamata itu begitu mencintai istri dan anak-anaknya. Jadi ia sangat memahami apa yang dimaksud oleh Sutra. Ia hanya tak menyangka kalau pernikahan yang baru seumur jagung itu sudah harus mengahadapi hal konyol seperti ini. Membuatnya merasa lucu dengan curahan hati Sutra.


"Hm.., so, what can i do for you? (jadi, apa yang bisa kulakukan untukmu?)" pertanyaan Dr.Yoong menyatakan kalau ia setuju bergabung dalam proyek sinetron milik Sutra.


"Just tell her, saya akan cepat sembuh selama ia terus berada disamping saya, selalu bersama dan mengulang kenangan kami sembari membuat kenangan manis yang baru" senyum Sutra tak kalah lebar meminta Dr.Yoong menyampaikan hal itu pada Kama.


Lagi-lagi Dr.Yoong tersenyum,

__ADS_1


"You are ridiculous! But, okay, i will do it (Kau memang konyol! Tapi baiklah, aku akan melakukannya)"


"And one thing, i know her father very well, make sure you love her till the end of time (Dan satu hal, aku mengenal ayahnya sangat baik, pastikan kau akan terus mencintainya hingga akhir waktu)" tambah Dr.Yoong lagi.


"Yes, of course!" ucap Sutra penuh yakin.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Dua hari berlalu, keadaan fisik Sutra semakin membaik. Hasil tes lab juga menyatakan kalau kesehatannya bagus, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sutra juga sudah melakukan CT Scan sesuai anjuran Dr.Ridwan. Dan sebelum hasil dibacakan ia sudah mengkeep serta mengajak serta Dr.Ridwan ikut main di sinetronnya. Tak lupa ia juga melibatkan Dr.Martin sebagai pendukung.


Lengkap sudah, tiga dokter hebat ikut main dalam sinetron garapan Sutra. Dipastikan ia merogoh kocek yang lumayan agar bisa membayar fee ketiga dokter itu. Luarbiasa. Baru menggarap satu proyek tapi sudah mengeluarkan modal besar. Siapa dulu donk coachnya? Jangan lupa guys, selasa, kamis, sabtu, kelas acting dibuka untuk umum. Hahaha.


"Babe, aku kayaknya mau pipis deh" saut Sutra pada Kama. Kebetulan malam kemarin selang kateter urinnya sudah dilepas seiring dengan gerakkannya yang mulai aktif. Memungkinkan Sutra berjalan ke kamar mandi, sekaligus latihan agar ia bisa berjalan normal seperti semula.


"Aku panggilin suster ya Mas" ucap Kama.


"Eh, jangan! Aku malu donk ditemenin suster. Kamu aja ya, kamu kan istri aku.." pinta Sutra. Kali ini ia tidak sedang beracting, ia sungguh-sungguh ingin buang air kecil.


Iih, Mas Adrian! Masa aku yang nemenin...


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Nah loh, adegan se-asik itu Kama udah gelagapan...


Gimana yang lain? 🀣🀀🀣🀀

__ADS_1


__ADS_2