When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
PERDEBATAN Part II


__ADS_3

Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat πŸ€—πŸ™


happy reading..


.


.


Babe.., aku pikir cuma aku yang tergila-gila dan gak mau kehilangan kamu. Tapi ternyata aku juga penting buat hidup kamu


Kama semakin mengeratkan genggamannya. Gadis itu betul-betul butuh dukungan penuh dari Sutra. Sampai saat ini Kama belum bisa merasakan apa-apa dengan Abahnya. Dia sama sekali tidak bisa membaca hati Datuk Emran. Seperti ada dinding tebal yang menjadi penghalangnya masuk kedalam hati pria paruh baya itu.


Namun bukan Kama namanya kalau bisa begitu saja menurut dan menyerah. Gadis itu akan membangun dinding yang sama kokohnya, bahkan mungkin jauh lebih tinggi dari milik Datuk Emran hingga saat tiba waktunya nanti Datuk Emran sendiri yang akan meruntuhkan dinding miliknya dan memohon untuk Kama melakukan hal yang sama.


Tegas, lugas, keras dan tak perduli dengan apapun terkecuali dua orang special yang telah menyentuh hatinya, yakni Biang dan Sutra. Itulah gambaran dari Kama Leandra Rahayu. Pewaris satu-satunya dari pengusaha real estate di Malaysia, Datuk Emran Ibrahim bin Abdul Ibrahim.


Pengusaha terkaya ke 18 di Malaysia versi majalah Forbes, menguasai lahan seluas 4.000 hektar di wilayah Iskandar, Johor. Wilayah ini merupakan salah satu tujuan terpanas properti di Asia. Bahkan, sejumlah investor asing seperti China dan Australia kini berebut mencaplok tanah-tanah miliknya. Bisa dibayangkan akan jadi sekaya apa nantinya Kama setelah ayahnya menyerahkan semuanya.


Tapi tidak ada satupun yang mengetahui kenyataan itu, kecuali Sutra. Makanya sejak awal Sutra sudah ketakutan setengah mati dengan Datuk Emran. Kehilangan proyek resort di Kuala Trengganu bukan hal yang besar buatnya, ada hal yang jauh lebih besar lagi dari itu. Yakni apakah dia sanggup bertahan dan bisa meluluhkan hati ayah dari kekasihnya? Tidak seorang pun yang tau terkecuali Datuk Emran sendiri.


Sutra harus siap lahir batin dicap sebagai laki-laki yang menumpang kekayaan dari Kama nantinya. Walau pada kenyataannya Sutra juga berasal dari keluarga berada, namun tidak sebanding dengan apa yang dimiliki Datuk Emran saat ini.


"Abah.., Abah bingung, tak tau nak cakap ape. Abah tak sangke bisa macam tu. Tapi Abah akan cari dokter best untuk sembuhkan Kama" ucapan Datuk Emran menandakan ia belum sepenuhnya percaya dengan pengakuan Kama.


"Terserah Abah mau cari apapun dan siapapun, Kama gak perduli. Yang pasti semua sudah Kama jelaskan, dan kita sudah bicara masalah internal keluarga kita semuanya, atau masih ada yang lain?" tanya Kama lagi. Gadis itu konsisten dengan sikapnya. Sekalipun Datuk Emran adalah ayah kandung, namun tidak ada celah untuk penolakan dalam hal yang ia butuhkan, yakni Sutra.


"Kama boleh buat apapun, but satu hal yang Abah tak suke. Tak de relationship macem tu di keluarga Abah!" Datuk Emran berdiri dari duduknya, ia kembali menunjuk pada genggaman tangan Kama dan Sutra.

__ADS_1


Ya Allah..., Mati aku! Bagaimana ini?? Aku tau maksud Datuk Emran yang tidak suka anak gadisnya yang masih enam belas tahun sudah pacaran, tidak ada dalam adat budayanya di Malaysia sana, tapi aku juga gak tau kalau ternyata aku jatuh cinta dengan anak kecil ini. Siapa sangka mahasiswi semester satu Arsin (arsitek interior) yang pernah jadi muridku adalah anak dibawah umur


"Terus maksud Abah apa? Abah mau Kama dan Mas Adrian pisah?" sejak awal pertanyaan Kama tidak pernah berbelit-belit, langsung pada intinya.


"Ya, dah pahamnye Kama tu" untuk sikap Kama yang satu ini Datuk Emran menyukainya.


"Oke" Kama menjeda kalimatnya. Ia menatap Datuk Emran lekat-lekat, seperti mencari sudut terbaik untuk melukai hatinya lebih dalam.


Sementara itu kondisi Sutra,


Jedeeeerrr!


Bukan lagi disambar petir, melainkan tersengat trafo PLN. Tulang belulang Sutra seperti remuk rasanya. Begitu mengejutkan dan menghancurkan seluruh jiwa raga. Itulah yang dirasakan Sutra sekarang. Baru beberapa menit yang lalu Kama mengatakan kalau Sutra adalah orang yang begitu penting dihidupnya tapi sekarang....


Resiko pacaran sama orang yang gak sehat ya begitulah Sut. Naik turun drastis udh biasa. Asal gak dikubur hidup-hidup udah amanlah, masih bisa bernapas walau sakitnya seperti ingin mati. Lagian sejak awal udah keliatan anehnya tuh Kama, tapi tetap juga dikejar. Ya mamam tuh cewek! Hahaha.


Raut wajah Datuk Emran seketika berubah. Kakinya bergetar. Perlahan ia kembali duduk tanpa berucap apapun. Pria paruh baya itu telah menemukan rivalnya. Selama ini tidak ada satu orangpun yang berani membantah perkataannya. Namun pertemuannya kembali dengan anak dan mantan istrinya justru membuatnya harus menghadapi kenyataan ini.


"Kama..! Biang gak suka Kama bicara begitu ke Abah!" bantah Ida Ayu, ia bisa merasakan hancurnya hati mantan suaminya. Sontak ia pun membentak Kama.


Kama paham betul dengan ibunya. Walau mulutnya marah tapi hatinya lemah. Tidak membuat Kama gentar sedikitpun, karena ia merasa apa yang dia katakan memang benar adanya. Saat ini yang sangat Kama butuhkan adalah Sutra. Sutralah yang mampu mendobrak hatinya, membangkitkan segala rasa yang sempat hilang sebelumnya.


Perdebatan satu keluarga itu makin seru. Termasuk Sutra. Bukan hanya seru, ia seperti sudah dibunuh lalu dibangkitkan lagi oleh Kama dalam waktu yang singkat.


Luar biasa kamu Babe! Kamu membunuhku lalu menghidupkanku kembali sebelum darahku sempat mengalir. Stok nyawaku seperti ada selusin kamu bikin!


"Maaf Biang, kali ini Kama harus membantah. Kama gak mau kejadian yang Biang alami dulu dengan pekak (kakek) dan dadong (nenek), sekarang harus Kama alami juga. Kama gak mau lemah mempertahankan apa yang Kama anggap benar dan mampu menghidupkan diri Kama yang sudah terlalu lama hilang. Ini masalah hati Biang, dan Kama serius untuk yang satu ini" Kama menatap lembut mata ibunya, meminta pengertian atas apa yang ia rasakan sekarang.

__ADS_1


"Kalau Biang masih ingat, jangankan punya hubungan special bahkan temanpun Kama tidak punya. Hidup Kama selama ini hanya sendiri, cuma Aji satu-satunya teman yang Kama punya. Jadi ketika sekarang Kama sudah punya teman special kenapa harus jadi masalah untuk Abah? Memangnya apa yang mau kami lakukan hingga Abah begitu keberatan?" emosi Kama mulai terpancing saat ia melontarkan pertanyaan barusan.


"Kama...!" lagi-lagi Biang membentak Kama. Bukan soal penjelasannya barusan, melainkan soal pertanyaan Kama pada ayahnya.


"Oke, fine! Whatever! Abah dah tak nak berdebat dengan Kama. Dah habis banyak mase Abah terbuang tanpa kalian. Abah dah tua! Dah cukop!" Datuk Emran akhirnya bersuara, ia menjawab tegas. Dengan tarikan nafas panjang, ia menjeda kalimatnya, memastikan bahwa keputusan yang akan diucapkannya nanti merupakan yang terbaik untuk mereka semua.


"Abah tak pisahkan kalian berdue, but Abah minta ruang tuk becakap serius dengan Adrian" sambung Datuk Emran lagi.


Hmuuufftt, sekarang tiba giliranku menghadapi Datuk Emran. Ya Allah.., mudahkanlah mulutku menjawab semua pertanyaannya nanti


"Abah mau ngomong apa? Percuma kalau Abah mau mengintimidasi mas Adrian untuk meninggalkan Kama. Keputusan Kama tetap sama, pisah artinya benci" suara Kama sudah lebih tenang sekarang.


"Astaghfirullohaladziiim... Kamaaa, please percaye lah sedikit sama Abah. Abah nak pastikan banyak hal dengan Adrian sebelum Abah setuju dengan relationship ni.." jelas Datuk Emran lagi.


Ida Ayu langsung bangkit dari duduknya, ia mengajak Kama pergi darisitu, memberi ruang untuk Datuk Emran dan Sutra bicara serius.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Waah..makin seru aja nih..


Datuk Emran ketemu dengan rivalnya, kira-kira siapa yang akan mengalah diantara mereka?


Apa yang akan Datuk Emran dan Sutra bicarakan...??


Ohya mampir juga ya dicerita aku yang satunya lagi gaes


__ADS_1


__ADS_2