
Pagi-pagi sekali, selesai solat subuh, ponsel Sutra berdering. Ada panggilan masuk dari ibu nya. Sutra segera mengangkat,
"Assalammualaikum Sutra.." suara ibu Sutra mengawali
"Walaikumsalam bu"
"Udah solat subuh, nak?" ibu Sutra tidak pernah lupa menanyakan solat setiap kali menelfon.
"Baru aja selesai, bu"
"Alhamdulillah. Oh ya, kapan kamu ke Jakarta? Ibu sama ayah kangen, Quin juga. Udah dua minggu loh kamu gak kesini"
Quiny adalah adik kandung Sutra. Nama lengkap nya Quiny Eleonora Zanyar. Dia masih bersekolah kelas 2 SMA Swasta di Jakarta. Usia nya sama dengan Kama, 16 tahun.
Quiny sangat manja dengan Sutra, selalu menempel seperti cicak-cicak di dinding jika mereka jalan bersama. Setelah beranjak remaja, banyak yang mengira mereka adalah pasangan kekasih, karena tak jarang mereka saling rangkul dan peluk ketika jalan bersama.
Apalagi wajah Quiny tidak mirip dengan Sutra, bahkan warna rambut nya pun berbeda. Jadi wajar kalau orang yang melihat mereka tak percaya kalau mereka adalah saudara kandung.
Sutra jadi teringat dengan Kama, mungkin kalau dia pacaran dengan Kama pasti dia juga akan memperlakukan Kama seperti saat ia bersama dengan Quinny.
Begitu jauh nya harapan Sutra hingga membayangkan dia berpacaran dengan Kama. Padahal Kama selalu kesal setiap kali melihat wajah nya yang tampan itu.
"Insya Allah jumat sore Sutra udah di Jakarta, ya ibu"
"Yaudah, ibu tunggu. Kamu sehat-sehat ya disana. Assalammualaikum.." ucap ibu Sutra mengakhiri
"Walaikumsalam"
Memang sudah dua minggu belakangan Sutra tidak ke Jakarta. Padahal biasanya setiap weekend dia pasti ke sana mengunjungi keluarga nya. Ini akibat dua minggu ini dia sibuk mengurusi Kama dan tesis nya.
Oh ya Kama, sedang apa dia hari ini? Pasti seru kalau jumat nanti aku ajak dia ke Jakarta. Ahh, tapi gak mungkin, dia gak akan mau. Lagipula harus mengarang cerita apa lagi aku agar bisa mengajak nya kesana. Sutra mulai berangan-angan sendiri.
__ADS_1
πππ
Sutra kembali mengunjungi perpustakaan hari ini untuk mencari buku. Masih ada 2 buku lagi yang dia butuhkan untuk jadi referensi di penulisan tesis nya. Buku yang waktu itu belum sempat di temukan oleh Kama saat mereka ke perpustakaan bersama.
Sutra masuk ke perpustakaan dan melangkah menuju lantai dua, tiba-tiba terdengar sebuah suara memanggil nama nya
"Adrian..."
Terlihat 3 orang cewek yang sedang duduk di Coffe Shop, yang terletak di lantai dasar perpustakaan UI. Salah satu dari mereka adalah si cantik Chelsea.
Sutra menoleh mencari arah suara itu, dia melihat Chelsea melambaikan tangan ke arah nya. Lantas ia pun tersenyum. Chelsea memanggil nya kembali dengan mengayun-ayunkan tangan berulang, meminta Sutra menghampiri nya. Lalu Sutra segera datang menghampiri meja Chelsea dan 2 teman nya
"Duduk yuk, ngopi bareng aku" pinta Chelsea setelah Sutra sampai di meja nya
Sutra tersenyum dan menggeleng,
"Lain kali ya. Aku mesti nyari buku nih buat tugas akhir"
Melihat ke akraban mereka, teman Chelsea berbisik-bisik, mereka merasa seperti melihat pasangan dari surga, oalaaah lebay nya.. Yang cowok kelewat tampan, yang cewek kelewat cantik.
"Itu minuman kamu masih penuh" jawab Adrian seraya menunjuk ke gelas yang ada di depan Chelsea.
"Gak papa kok. Kamu yang abisin ya, Nes" Chelsea memberikan minuman nya ke salah seorang teman nya sambil tersenyum dan berkedip, seolah memberi isyarat ke teman-teman nya bahwa dia ingin bersama dengan Sutra.
Nesa dan Janis, teman Chelsea, segera menangkap isyarat yang Chelsea berikan, mereka kompak menjawab,
"Ok, amaaan"
Adrian dan Chelsea melangkah meninggalkan Coffee Shop. Mereka berjalan sejajar, menuju lift. Begitu lift terbuka ada 4 orang di dalam nya, di tambah mereka menjadi 6 orang. Adrian menekan tombol 3 di lift, menandakan tujuan mereka adalah lantai 3. Namun di lantai 2 lift kembali terbuka, dan masuklah 2 orang cowok ke dalam membuat lift menjadi penuh sesak.
Reflek Sutra menarik tubuh Chelsea, membuat nya berada tepat di belakang nya. Sutra bermaksud melindungi Chelsea dari himpitan dua orang cowok yang baru masuk tadi hingga lift tiba di lantai 3, dan mereka bisa keluar.
__ADS_1
Ahaaayy, pasti Chelsea jadi shy-shy cat di giniin. Care banget siiiiihh, bikin klejep-klejep, eh klepek-klepek.
Keluar dari lift, Adrian memulai pembicaraan
"Maaf ya aku narik kamu. Kejepit gak tadi?"
Chelsea tersenyum, dia paham dengan maksud Sutra waktu di lift. Namun pemahaman nya membawa perasaan yang lebih jauh lagi sampe pulkam ke Jepang, hahaha.
Dia merasa Sutra memberi perhatian khusus pada nya.
"Ga kok, malah jadi nyaman" cieee cieee cicak pun enggan menempel di dinding melihat senyum malu-malu nya Chelsea. Mohon maaf, itu lem kaki cicak udah kadaluarsa makanya gak nempel lagi.
"Syukurlah. Aku kira kamu bakalan marah"
"Ga doonk. Mana mungkin aku marah sama kamu" Chelsea kembali tersenyum menjawab
"Oh ya? kalo aku tarik rambut kamu kayak gini, marah ga?" ucap Sutra sambil menarik sedikit rambut Chelsea.
"Aww! Adriaan.." rengek Chelsea yang di ikuti tawa mereka bersama.
Uhh lalaaaa, gregetan gak sih ngeliat candaan mereka? Jadi laperrrr, eh typo, baperrrr maksud nya.
Sontak beberapa orang di situ melihat ke arah mereka, menempatkan telunjuk nya di mulut dan berkata,
"Pssssstttttttt...!!"
Adrian dan Chelsea terkejut, mereka saling berpandangan dan segera menyadari bahwa gelak tawa mereka mengganggu semua orang disitu, lalu mereka kembali tertawa seraya menutup mulut mereka masing-masing dengan tangan.
πππ
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
__ADS_1
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)