
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
"Min, gue ada berita yang pasti bakal bikin lo kaget" ucap Kama setelah ia dan Mini ditinggal berdua dengan Sutra.
"Apaan? Eh tapi, lo tega banget sih, pak Adrian disuru pergi. Gue kan masih pengen cuci mata" ucap Mini penasaran sekaligus ngomel.
"Ntar kalo kita udah selesai ngobrol, dia pasti balik lagi kok" saut Kama santai.
"Yauda, terus tadi lo ada berita apaan?" belum sempat Kama menjawab, Mini sudah bicara lagi.
"Eh, lo tau gak, si Reyhan.., m..." Mini menjeda kalimatnya, gadis itu senyum-senyum sendiri.
"Kenapa Reyhan?" tanya Kama. Ternyata yang punya berita mengejutkan bukan cuma Kama tapi Mini juga.
"Dia..., dia ngajak gue pacaraaan" Mini girang sembari menggoyang-goyangkan tangannya.
Hm, udah gue duga
"Baguslah. Persis yang gue bilang dulu, lo sama Reyhan cocok" saut Kama kemudian.
"Tapi ada omongan Reyhan yang bikin gue kesel sih sebenernya" Mini memonyongkan bibirnya.
"Dia bilang apa?"
"Min, lo mau gak jadi pacar gue? Bantu gue ngelupain Kama. Gitu katanya" Mini menirukan ucapan Reyhan.
"Terus lo percaya?" tanya Kama lagi.
"Ya percaya lah, kan dari awal dia naksirnya sama lo, bukan sama gue" Mini mengerutkan dahinya, bingung dengan pertanyaan Kama.
"Dia cuma naksir kan.., bukan cinta. Lagipula dari dulu dia lebih deket ke lo kok dibanding gue. Menurut gue, sesungguhnya dia ada feel sama lo, cuma belum ngaku aja. Kalau gak ngapain dia repot-repot ngajak lo pacaran?" asumsi Kama masuk diakal.
Mini menelaah baik-baik, yang Kama katakan memang benar. Kedekatan Mini dengan Reyhan bisa dikatakan tiga kali lipat daripada Kama dengan Reyhan. Apalagi Reyhan tidak pernah menolak permintaannya untuk kesana maupun kesini bersamanya. Tanpa sadar Mini pun tersenyum. Ia jadi sedikit ge-er karena itu.
"Ia ya, bener juga yang lo bilang. Ih, gue jadi malu deh.." Mini tersipu-sipu.
"Oia, terus tadi kabar dari lo apaan? Malah gue yang mulai duluan, hehehe" Mini baru sadar kalau dia sudah nyerocos lebih dulu.
__ADS_1
Gue gak heran kalau sama lo, Min
"Gue sama Mas Adrian..." Kama menjeda kalimatnya.
"Eh ciee, udah manggil Mas nih?" goda Mini, dia baru tau kalau Kama memanggil mantan dosen mereka dengan sebutan Mas.
Kama hanya senyum sekilas.
"Gue sama dia udah nikah" sambung Kama pelan.
"Apaaa??? NIKAH?" Mini terkejut dengan apa yang ia dengar. Gadis itu sampai setengah berteriak.
"Eh, apaan sih lo! Berisik banget!" reflek Kama mencubit lengan Mini, ia kesal dengan suara keras sahabatnya itu.
Ih, nyebelin banget sih Mini! Untung gak ada yang kenal gue disini!
"Aaww, sakit Kam.." rengek Mini kesakitan.
"Abis elo sih, bikin gue kaget tau!" omel Mini pelan.
"Tau gitu gue gak perlu cerita sama lo!" ucap Kama kesal.
"Jadi lo serius soal itu? Lo sama pak Adrian beneran udah nikah???" mata Mini sampai melotot memandang Kama.
"Gue gak terlalu suka becanda, lo tau kan.."
"Ya amplop, kapan?? Kok lo gak ngabarin gue? lo gak ngundang gue? Ih, tega banget sih lo!" Mini kembali menyerocos.
"Hari minggu yang lalu di Jakarta. Gue gak ngundang lo takut beritanya heboh dikampus. Soalnya ini rahasia, gak ada yang tau tentang pernikahan gue" jelas Kama.
"Kenapa?" tanya Mini penasaran.
"Ya gue males aja jadi bahan perhatian orang, apalagi dengan fans membludaknya Mas Adrian. Hih, gak banget!" keluh Kama
"Tapiii, gue gak lagi mimpi kan ini? Sahabat gue udah merit, sama idola gue pula. Coba lo cubit gue lagi, Kam.." ucap Mini dengan tatapan linglungnya.
Sesuai permintaan Mini, Kama langsung mencubitnya.
"Aaaww! Sakit, Kam!" Mini mengaduh kesakitan sambil mengomel.
"Kan elo yang minta dicubit barusan" Kama menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
"Iya tapi gak kenceng gitu juga, gilak lo!" umpat Mini kesal, ia mengusap-usap lengannya yang sakit.
"Hahaha..." Kama pun tertawa lepas.
"Eh, tapi inget ya Min, ini rahasia! Cuma lo yang gue kasih tau!" Kama kembali mengingatkan sahabatnya.
"Siaaaap" jawab Mini sembari mengedipkan sebelah matanya.
πππ
Sutra pergi dari taman lingkar dengan perasaan kesal. Ia begitu kecewa dengan sikap Kama yang terlalu cuek padanya. Siapa yang bisa percaya kalau perempuan super cuek dan kaku seperti Kama mengaku mencintainya kalau sikap Kama terus saja begitu. Padahal mereka sudah resmi menikah dan semua masalah keluarga Kama pun sudah selesai dengan berakhir bahagia. Tapi malah batin Sutra yang tidak bahagia sekarang.
Aku lebih suka saat kamu galau, Babe. Kamu jauh lebih hangat daripada saat kamu baik-baik saja!
Walau setinggi awan sekalipun rasa cinta Sutra pada Kama, tapi dia tetap manusia biasa yang ingin disayangi, dikasihi, diberi perhatian, dan dicintai dengan normal. Tidak seperti yang Kama lakukan padanya. Memang benar kalau selama ini dialah yang mengejar-ngejar Kama, dia yang lebih dulu mencintai Kama, tapi apa tidak ada sedikitpun kehangatan dari Kama yang khusus untuk dirinya? Bukan karena galau atau karena apapun.
Tapi lagi-lagi Sutra tidak bisa menuntut banyak. Mencintai seorang Kama yang aneh sudah menjadi pilihannya. Mungkin hanya waktu dan pertolongan Tuhan yang bisa mengubah semuanya.
Aku berharap kamu bisa berubah, Babe. Dan aku akan menunggu saat itu. Semoga aku kuat
Dengan pikiran campur aduk Sutra terus berjalan keluar. Kakinya membawa dia sampai dipinggir jalan depan perpustakaan UI. Jalanan yang tidak begitu ramai namun selalu ada motor maupun mobil mahasiswa yang lalu lalang.
Sutra menendang batu-batu kecil yang ada disekitarnya, melampiaskan kekesalan yang ada didalam hati. Dari kejauhan ada sebuah mobil sedan hitam berjalan pelan. Mobil itu dikendarai oleh seorang gadis bersama dengan pacarnya.
Entah apa yang terjadi ternyata mereka bertengkar di dalam mobil. Gadis itu memukul pacarnya dengan sebelah tangan, sementara tangan satunya memegang stir. Tapi pukulannya yang bertubi-tubi malah membuat kesabaran pacarnya habis hingga akhirnya ia melawan dengan menangkis tangan gadis itu, lalu mendorong tubuhnya keras.
Gadis itu terdorong ke pintu mobil hingga kedua tangannya lepas dari stir. Sanking terkejutnya tanpa sadar kakinya juga menginjak gas dengan penuh, membuat mobilnya melaju kencang. Kebetulan mobil yang gadis itu kendarai adalah mobil matic, yang akan langsung melesat jika di gas penuh seperti itu.
Brraaaakkk !
Ciiiiiiiitttttttt !
Sedan hitam itu ngerem mendadak setelah mengahantam keras sesuatu yang terlempar hingga lima meter dari sana.
Dingin, berisik, dan gelap.
Babe......
πππ
Oh my God...
__ADS_1
Apa yang terjadi????
Siapa? Apa yang terlempar itu??