
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Malam ini sesuai dengan rencana, Kama dan seluruh keluarganya berkumpul di restoran milik orangtua Lulu.
Tepat jam 7 mereka semua sudah berada di sana. Mereka masuk ke family room yang memuat hingga 20 orang.
"Duh, Lulu seneng banget! Akhirnya kita semua bisa ngumpul di sini" ucap Lulu pada semua keluarga. Ada 5 pasangan disana, yakni Lulu dan Wayan, Ayah dan Ibu Lulu, Ida dan Datuk Emran, Ajeng dan Mr.Will, serta Kama dan Sutra. Lalu di tambah 3 remaja, Quiny, Steve, dan Leona. Serta seorang bayi, baby Jason dan baby sitternya.
Sembari menunggu pesanan datang, mereka saling bincang satu sama lain.
"Oh iya, gimana kabarnya pengantin baru? Udah ngapain aja kalian?" Lulu menyenggol lengan Kama yang kebetulan duduk di sampingnya.
Reflek wajah Kama memerah. Pertanyaan Lulu mengingatkannya pada kejadian malam celup-mencelup kemarin. Hingga tenggorokan Kama seperti kering tak bisa menjawab.
Aish, tante Lulu...
"Ih, Kama diem aja sih. Yaudah kalau gitu Adrian deh yang jawab. Udah ngapain aja kalian?" Lulu tak menyerah, ia melempar pertanyaan pada Sutra.
"Ha, e..., ya Tante. Ya gitu, kayak..., seharusnya..." Sutra menjeda-jeda kalimatnya. Ia bingung harus menjawab apa dan keluarlah jawaban ambigu demikian.
"Waaah, berarti bentar lagi Jason bakal ada temennya donk" saut Lulu girang. Otaknya langsung menangkap kalau Kama dan Sutra sudah gotong royong bikin adonan di bawah sana. Di bagian inti yang kemarin malam menjadi kali pertama penyatuan mereka.
"Uhuk-uhuk!" sontak Kama terbatuk karenanya, membuat perhatian keluarga tertuju padanya, terutama Ida Ayu.
"Kenapa Nak? Ayo-ayo minum dulu..." Ida mengusap punggung Kama khawatir.
"Kok bisa tiba-tiba batuk?" tanya Ida.
"Ga tau Biang, tenggorokan Kama gatel" jawab Kama sembari melirik suaminya.
Wah, gawat, aku salah lagi nih. Kayaknya Kama marah
Beberapa menit kemudian makanan pun datang. Tersaji berbagai macam makanan laut di meja. Tak lupa makanan khas dari restoran ini, yakni,
__ADS_1
"Ayo Mbak, Bang, Mister, kita makan... Jangan khawatir, Lulu pastikan semua ini halal. Karena restoran papa sudah memiliki sertifikasi halal dari LLPOM MUI dan semua menunya tidak ada yang di luar dari aturan mereka" Lulu mengajak sekaligus menjelaskan agar keluarga tidak ragu.
Maklum, di lihat dari latar belakang agama, mereka yang hadir penuh dengan keberagaman. Bahkan Lulu sendiri pun semenjak menikah berbeda agama dengan orangtuanya. Namun rasa kasih sayang antara mereka tidak pernah luntur. Persis seperti negara kita Indonesia, walaupun berbeda-beda tetap satu jua. Hidup Indonesia!
Bicara soal Indonesia, mari kita semua menengadahkan tangan, memohon doa agar negara kita yang tercinta ini aman, damai, adil dan makmur. Serta yang terutama adalah bebas dari virus corona agar perekonomian kembali membaik, aamiin.
Mereka semua lantas menyantap makanan sambil sesekali berceloteh, memuji rasa dan kenikmatan makanan tersebut.
πππ
"Pokoknya aku gak perduli, aku kasi waktu satu jam untuk cari tau di mana posisi dia sekarang!" bentak Chelsea di ponselnya. Ia lantas membanting benda itu ke ranjang.
"Huh, udah cukup selama ini aku sabar. Sekarang waktunya aku ambil tindakan. Gak ada yang gak bisa aku dapetin di dunia ini selama masih ada papi!" gumam Chelsea.
Perempuan itu meminta anak buah ayahnya untuk mencari tau keberadaan Sutra. Emosinya memuncak lantaran siang tadi Kama merebut ponsel Sutra, saat ia masih asik ngobrol dengan laki-laki itu. Chelsea merasa kalau Kama sudah menghinanya dan menantangnya terang-terangan.
Awalnya Chelsea hanya ingin dekat lagi dengan Sutra lewat caranya sendiri. Namun sepertinya langkah itu akan sangat lamban berhubung Kama terus di samping Sutra. Chelsea merasa kalau sejak pertemuan terakhirnya dengan Sutra di rumah sakit, Kama telah menanamkan memori buruk tentang dirinya di otak Sutra yang amnesia. Ia khawatir akan semakin sulit untuk Sutra mengingatnya. Jadi daripada menunggu Sutra mengingat, lebih baik ia membuat kenangan baru yang indah bersama dengan Sutra.
Ting Tong !
Tiba-tiba bel apartemen Chelsea berbunyi. Ia lantas membuka pintu dan mengijinkan orang yang datang itu untuk masuk.
"Iye, maap. Lu marah mulu sih. Lu kate gua superman bisa terbang langsung di mari" saut orang itu. Ya, dia adalah Dega, sahabat Sutra.
Dega menghempas pantadnya di sofa apartemen Chelsea.
"Sekarang ada ape lagi nih?" Dega langsung bertanya.
"Aku kesel!" Chelsea mengambil posisi di sebelah Dega. Ia segera mencengkram bahu Dega menumpahkan emosinya.
"Adu-du-duh, maen langsung-langsung aja, pemanasan dulu ngapa. Baru juga gua duduk" oceh Dega kesakitan. Hidupnya yang terlahir sebagai orang Betawi membuat ia sering mengoceh dengan spontan.
Plak !
Bukannya menghentikan kelakuannya, Chelsea malah menambah penyiksaan untuk Dega.
"Aaww! Kayaknye tangan lu udah jatuh cinte deh ame gua, nampol mulu" keluh Dega kesakitan.
"Ih, bisa diem gak sih?! Becanda terus kamu! Pengen aku jambak sekalian, iya?" Chelsea mendekatkan wajahnya, matanya melotot memandang Dega dengan marah.
__ADS_1
Eh, aduh, lu marah-marah aje tetep cantik Chels, apelagi senyum
"Kagak..., sorry..." jawab Dega. Seketika ia lembek menatap wajah cantik Chelsea sedekat itu.
"Lu mau cerita ape? Gua dengerin..." sambung Dega lagi.
Sejak sering berurusan dengan Chelsea, Dega mulai terbiasa di siksa oleh gadis itu. Bahkan jika satu minggu Chelsea tak menghubunginya, dia pasti uring-uringan. Wajah cantik dan sifat manja Chelsea selalu meruntuhkan sifat kasarnya di mata Dega. Walau setiap mereka bertemu Chelsea selalu membahas tentang Sutra, tapi Dega tak masalah. Baginya bisa terus bersama dengan Chelsea saja ia sudah bahagia. Sampai ia lupa dengan tesis magisternya.
Sesungguhnya Dega adalah laki-laki yang baik, lucu, perhatian dan tengil. Wajahnya juga lumayan tampan dengan kulit putih mirip bintang film Cina. Cocok berdampingan dengan Chelsea yang keturunan Jepang.
Di kampus beberapa teman cewek ada yang menyukai Dega. Tap ia tidak pernah serius. Dega adalah tipe laki-laki yang easy going dan tidak betah dengan hubungan yang terikat. Ia tidak suka di atur dan tidak juga suka di batasi. Itulah alasan kenapa ia tidak mau pacaran, hanya sebatas teman tapi mesra (TTM) dengan beberapa cewek. Membuat ia mendapat gelar playboy cap dua angsa dari sahabatnya, Sutra.
Namun sekarang setelah kedekatannya dengan Chelsea, Dega tidak memiliki TTM lagi. Ia memutus semua hubungan tidak jelasnya di luar sana, seolah ingin fokus pada Chelsea. Tidak ada alasan jelas yang membuatnya melakukan itu, yang pasti dia merasa senang selama masih bisa mengurusi urusan Chelsea.
Chelsea bersandar di sofa setelah emosinya tersalurkan ke Dega. Ia lantas mulai bercerita soal Sutra.
"Sekarang aku lagi nunggu kabar keberadaan mereka" ucap Chelsea di akhir ceritanya.
"Oh gitu. Terus rencane lu ape kalo udah tau?" tanya Dega.
"Ya nyamperin kesana lah. Aku harus ketemu Adrian secepatnya. Aku udah kangen banget sama dia" Chelsea menjawab jujur.
Heran gua, sampe kapan lu mau kayak begini Chels? Kayak lu kagak laku aje...
"Iye-iye gua paham perasaan lo. Ngomong-ngomong lu udeh makan belum?" Dega sudah hapal dengan sifat Chelsea yang ini. Bisanya kalau sedang kesal Chelsea tidak pernah ingat mengisi perutnya.
Chelsea menggeleng.
"Mck, kebiasaan banget sih lu! Ape susahnye tinggal order. Ape gua harus tinggal dimari biar lu inget makan?" Dega lantas mengeluarkan ponselnya, membuka aplikasi pesan makanan online.
"Coba kalau Adrian kayak kamu ya, Ga. Aku pasti gak perlu sedih setiap hari" Chelsea bergerak, menyandarkan kepalanya di bahu Dega.
Nah itu lu tau, buat ape sih lu masih ngarepin orang yang kagak pernah nganggep elu, Chels... Yang ada di depan mata aja ngapa yang di lihat!
πππ
Bunga-bunga cinta telah muncul di hati Dega untuk Chelsea. Persis pepatah Jawa,
witing treno jalaran soko kulino, cinta tumbuh karena terbiasa bersama
__ADS_1
Siapa yang dukung Chelsea sama Dega nih gaes??