
"Ma-maaf.., saya kira udah selesai" ucap Kama yang berdiri di ambang pintu sambil membelakangi Adrian. Ini yang kedua kali nya Kama meminta maaf atas kelancangan nya, ia tiba-tiba masuk ke post jaga saat Adrian belum memakai kaos nya.
Adrian sendiri merasa heran, kenapa Kama terdengar canggung begitu. Memang nya ada apa? Apa melihat ku tanpa baju bisa membuat dia jadi canggung? Apa badan ku sekeren itu ya? Hehehe... Tapi Quiny bilang dada ku mirip kemoceng, dipenuhi bulu.. Pasti Kama ngeri melihat nya. Berarti dia canggung karena takut, pikir Adrian
Selesai memakai kembali kaos nya, Adrian menghampiri Kama dengan membawa kaos kuning dan sarung yang di gunakan tadi. Ia menyentuh bahu Kama yang masih berdiri membelakangi nya.
"Nih.., terimakasih ya" ucap Adrian seraya menyerah kan perlengkapan solat nya tadi. Kama menoleh ke belakang serta menerima nya. Lantas Kama segera melangkah pergi dari situ, di ikuti Adrian di belakang nya.
"Bapak tunggu bentar ya, saya mau balikin ini" ucap Kama lagi seraya meninggalkan Adrian. Kama menghampiri mbak Yossy dan mengembalikan barang mas Deko yang di pinjam nya tadi.
Setelah itu Kama kembali keluar dan melihat pak Adrian sedang bersandar di mobil kuning nya sambil berselancar dengan ponsel. Lantas Kama menghampiri nya
"Pak.." ucap Kama
Adrian melirik dan menghentikan aktifitas nya dengan ponsel, lalu menyimpan nya di saku celana.
"Ah ya, sekali lagi terimakasih ya, Kama.." ucap Adrian seraya tersenyum.
"Ya pak.." jawab Kama singkat dengan wajah datar nya. Kemudian mereka berdua mengalih kan pandangan masing-masing, bola mata mereka berputar kesana-sini, saling mencuri pandang, mereka seperti ingin bicara tapi tak terucap. Hingga akhir nya..
"Saya mau- "
"Saya mau- "
Keluar kalimat yang sama dari mulut Kama dan Adrian bersamaan, membuat mereka tersenyum kompak
__ADS_1
"Yaudah kamu duluan.." ucap Adrian lagi mempersilahkan Kama bicara lebih dulu
"Oke, saya mau.., saya mau minta maaf pak" Kama menunduk kan kepala nya sedikit, ia memandang kaki pak Adrian karena merasa malu jika memandang wajah nya.
"Hah? Soal?" tanya Adrian heran
Reflek Kama memandang wajah pak Adrian
"Soal waktu itu.., di parkiran" jawab Kama pelan
"Ooh..." ucap Adrian. Tidak ada jawaban yang pasti dari pak Adrian, membuat Kama makin kawatir
"Terus.., soal kantungan yang saya titip di loby apartemen bapak..." Kama lantas menanyakan kantungan yang di titip nya waktu itu.
"Hehe.., captain america.. Lucu, mirip siapa ya? Eh tapi saya gak ulang tahun loh, malah dapat hadiah, terimakasih ya" Adrian tertawa kecil mengingat action figure yang di berikan Kama beberapa hari yang lalu. Ia senang dapat bingkisan tak terduga dari Kama.
Untuk apa aku memberikan nya hadiah? Hiih, kurang kerjaan! gumam Kama dalam hati
"*N*ote? Kamu yakin tulis note disitu? Saya gak liat apapun kecuali kotak yang isi nya captain america itu" ucap Adrian menjelaskan.
"Tapi saya-"
"Saya gak mau berdebat sama kamu, Kama.., dan saya juga gak pernah bohongin kamu. Kamu bisa ikut ke apartemem saya sekarang, saya masih simpan kantungan nya kok" ucap Adrian menyela omongan Kama. Dia tidak ingin Kama salah menduga tentang nya.
Kama terdiam, ia mencoba mengingat-ingat kemana note yang di selip kan nya di dalam kantungan itu.
__ADS_1
Kenapa pak Adrian tidak menemukan nya? Aneh.. Apa jangan-jangan note itu ikut jatuh saat Chelsea menabrak ku di mall?? Iyaa, pasti terjatuh..., pikir Kama
"Kalau kamu keliru udah kasi saya hadiah itu, saya balikin sekarang. Tungguin saya pulang sebentar" ucap Adrian lagi seraya berbalik ingin membuka pintu mobil nya. Ia tidak mau menerima barang yang bukan untuk nya. Namun Kama dengan sigap menarik tangan Adrian.
Aiiih-aiih, kelakuan Adrian pake mau balikin hadiah dari Kama, gaya banget!
"Eh, gak.." Adrian menoleh, melihat ke arah tangan nya yang di pegang oleh Kama
Reflek Kama melepas pegangan nya, Kama jadi salah tingkah, wajah nya sedikit merona.
"Ma-maaf pak, itu-itu gak usah di balikin, itu mirip bapak, eh bukan! Itu permintaan maaf saya" Kama menunduk kan wajah nya, semua kalimat yang keluar dari mulut nya membuat nya malu.
Sejak peristiwa di parkiran itu, Kama merasa diri nya mulai aneh berhadapan dengan pak Adrian, ia jadi mudah salah tingkah. Jantung nya juga sering kacau dengan hal yang menyangkut pak Adrian, seketika detak nya bisa gak karuan.
Hmm, tanda-tandaa...
Adrian tersenyum bahagia mendengar jawaban Kama. Ternyata Kama mengatakan kalau dia mirip dengan captain america. Itu arti nya Kama terbayang wajah nya saat membeli barang itu. Senang rasa hati Adrian mengetahui Kama sempat membayang kan nya.
Berarti aku punya kesempatan untuk lebih dekat dengan nya.., pikir Adrian
πππ
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)
I Love U π