When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
RENCANA DINER KELUARGA


__ADS_3

TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


TINGGALIN JEMPOL DAN VOTE NYA JUGA YA (he..he..he)


I Love U 😘


.


.


.


Kama baru saja sampai dirumah aji jam tujuh malam. Ia menekan bel dan tak lama kemudian aji keluar membukakan pintu untuknya.


"Loh, sama siapa kamu, Kam?" tanya aji ketika tidak melihat mobil Adrian didepan rumahnya


"Pak.., e, mas Adrian, aji. Tapi dia langsung pamit pulang buru-buru, udah ditungguin keluarganya" yaa, Kama harus kembali ke mode 'mas Adrian' saat berbicara dengan aji dan Lulu.


Setelah menutup pintu, aji mengikuti langkah Kama masuk ke dalam menuju dapur rumahnya. Kama mencuci tangan lebih dulu lalu duduk di meja makan, menghadapi beberapa hidangan yang kemungkinan bisa menggugah seleranya.


"Hai, Kam.., baru sampe kamu? Besok pagi kita ngemall ya.." ujar Lulu yang baru saja keluar dari kamarnya


Kama memilih bakwan jagung dengan cocolan sambal pedas, ia mengunyah dengan lahap sambil menjawab obrolan Lulu.


"Eenymm.., mau ngapain ke mall, tante?"


"Shopping dan nyalon donk.."


"Oh, Kama gak usah ikut deh, tan.. Mau tidur-tiduran aja dikamar" jawab Kama jujur, dia memang tidak suka dengan kedua aktifitas yang disebutkan Lulu tadi.


"Haha, you are kidding me.. Itu kan buat acara kamu sayang.. Tante mau dandanin kamu yang cantik untuk acara makan malam dirumah Adrian" jelas Lulu


What??


"Uhuuk.. uhuuk.." seketika Kama tersedak, ia buru-buru menenggak segelas air putih dengan sekali teguk


"Hei, take it aesy, Kam!" seru Lulu


"Maksud tante apa tadi? Makan malam apa?" tanya Kama kebingungan


"Makan malam dirumah Adrian kan..., masa kamu ga tau" ujar Lulu tak kalah heran dan langsung dijawab dengan gelengan tegas oleh Kama.


"Oh my God! Are you sure?" Lulu semakin tidak percaya


"Kama beneran gak tau, tante.. Emang kapan acaranya?"


"Besok malam.."


"Cih! Jangan-jangan bocah jelek itu punya maksud lain sama kamu, sayang! Ngapain dia repot-repot ngabarin kamu sementara Kama yang jadi pacarnya gak tau?!" saut aji yang always forever negative thinking. Mulai kumat penyakit cemburu tanpa batasnya.


"Ajiiii..! Apaan sih?!" protes Kama kesal. Belum juga selesai dia kebingungan dengan kabar makan malam besok, eeeh aji udah ngajak duel di kebon kacang.


"Hmm, i think this is a surprise for you" Lulu mengatakan pendapatnya


Huh! Betul-betul surprise ini namanya! Baru juga jadian udah ngajak ketemu keluarga! Aaaaaaah, apa sih maksud si freak itu! Lama-lama aku bisa ikutan freak juga jadi pacarnya..


"Kama ke kamar dulu ya, tante..,aji.. Ngantuk mau istirahat.." Kama beralasan, selera makannya lenyap bersamaan dengan surprise yang baru didengarnya tadi.


Sampai dikamarnya Kama buru-buru ingin menanyakan perihal makan malam itu pada Adrian, namun ia menunda rencananya. Ia memilih mandi lebih dulu agar otaknya dingin dan bisa tenang membahas masalah itu dengan Adrian di telepon nanti.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Sedan kuning Sutra langsung masuk ke parkiran basement rumahnya. Ia sampai dirumah tepat pukul delapan malam sesuai dengan rencana, karena ia memang sengaja ngebut sejak keluar dari komplek rumah aji. Ada hal penting yang harus ia jelaskan kepada ayah dan ibunya malam ini juga.


"Assalammualaikum.." saut Sutra yang segera disambut oleh ibunya


"Waalaikumsalam, nak.." Sutra mencium tangan ibunya

__ADS_1


"Udah makan?" tanya Ajeng, ibu Sutra


"Belum bu.. Ayah sama Quinny?"


"Hei, boy..!" sapa Mr.William dari sofa ruang tv


"Hei, ayah.. Hei, my Quiin.." saut Sutra, tapi Quinny, adiknya cuek saja sambil terus fokus menonton tv


"Cuci tangan dulu, Sut.., baru makan!" Ajeng mengingatkan


"Siap ratuuuu" saut Sutra seraya mencium pipi Ajeng


"Hei, don't touch, she is my wife!" tegur Mr.William pura-pura marah dan berhasil membuat gelak tawa mereka sekeluarga.


Setelah selesai menghabiskan makannya, Sutra meminta waktu untuk ngobrol serius dengan orangtuanya. Mereka memang terbiasa dengan keterbukaan, apapun topiknya ketika itu menyangkut persoalan serius, wajib untuk diceritakan.


Sutra memilih ngobrol dimeja makan dengan posisi berhadapan dengan ibu nya. Sementara Mr.William duduk di kursi makan kebesarannya yang paling sudut berdekatan dengan Quinny. Ya, mau tidak mau Quinny pun harus dilibatkan dalam setiap obrolan serius keluarga walau dia masih tergolong anak kecil.


"Ayah.., ibu.., alhamdulillah tesis Sutra lulus, dan dua minggu lagi sidang meja hijau"


"Ah, ya, i'm sorry, ayah hampir lupa. Congratulation boy! You are the best boy I've got!" saut Mr.William yang bangga dengan pencapaian anaknya


"Mau hadiah apa?" sambung Mr.William lagi


"Alhamdulillah.., lancar terus sampai selesai sidangnya ya nak.. Ibu selalu mendoakkan yang baik-baik untuk kamu dan Quinny disetiap solat ibu" saut Ajeng


"Good job, Adrian.." Quinny pun tak mau kalah memberi selamat dengan gayanya.


Sutra menarik napas panjang sebelum ia melanjutkan kembali obrolan seriusnya.


"Ibu.., ayah.., Sutra udah punya pacar sekarang"


"Good, that's my boy!" senyum sumringah Mr.William jelas terlihat, ia puas dengan pengakuan anak laki-lakinya.


"Pacar?" namun Ajeng beraksi lain, ia seperti tidak percaya dengan pengakuan Sutra


"Girlfriend" saut Quiny


"Baru juga tadi jadiannya buk.. Makanya langsung Sutra kasi tau ke ayah dan ibu"


"Huh, kayak apa sih model pacar kamu itu? Penasaran ibu.. Kamu gak dijebak kan Sut?"


"Hehehe, sama sekali gak bu.. Sutra yang mati-matian ngejer dia sampe 4 bulan, tapi baru hari ini diterima.." jelas Sutra


"Apa?? Anak ibu yang ganteng dan baik ini ngejer-ngejer cewek? Apa gak salah itu??" protes Ajeng


"Hati yang milih bu.., bukan soal kejar mengejarnya"


"Good, ayah setuju sama kamu!"


"Yasudahlah kalau itu keputusan kamu. Tapi ibu ingetin ya, kamu harus tau batasannya!" Sutra tersenyum lega dengan persetujuan ibunya.


"Tapi bu, Sutra gak sengaja tadi ngundang dia dan keluarganya makan malam dirumah kita besok.."


"Hah? Besok? Ya Allah.., Sutraaa! Kok mendadak gitu sih?"


"It's ok. We can order food at the restaurant" Mr.William memberi solusi


"Sudah-sudah, biar itu jadi urusan ibu. Besok ibu sama retno yang siapin semuanya"


"Makasih banyak ya bu.." Sutra menciumi punggung tangan ibunya


"Hei, stop-stop!" protes Mr.William


"Don't be jealous, Dad.. I'm here for you" saut Quiny


"Hahaha.." mereka berempat kembali tergelak dengan aksi itu.

__ADS_1


Kemudian Sutra kembali membahas masalah lain soal Kama.


"Bu, masih ada lagi yang harus ibu tau soal pacar Sutra"


"Apa lagi? Ayo ceritain semuanya, jangan satu-satu"


Sutra melirik ayahnya, mencari dukungan untuk bisa menjelaskan yang sebenarnya pada Ajeng, yang kemudian dibalas anggukan oleh Mr.William, pertanda meyakinkan anaknya.


"Besok ibu jangan kaget ya kalau dia dan keluarganya gak ngucap salam ketika masuk"


"Loh, kenapa?"


"Mereka non muslim, bu.."


"Apaa?? Astaghfirulloh Sutraaaaa! Kamu mau mainin jantung ibu ya?" Ajeng tampak marah


"Darling.., calm down! Remember our history.."


Mr.William mengingatkan


"Huuummffttt, perbedaan gak semudah yang kamu bayangkan, nak.." Ajeng menarik napas panjang


"Kabar baiknya dia sedang belajar Islam, bu.."


Oalah Sut.., Sut.., kasian dia belum tau kalau Kama memang muslim. Dia udah ge-er aja, ngirain Kama belajar Islam demi dirinya. Hahaha, orang ganteng pede nya tak berbatas, tapi kalo sama Kama, ya terpaksa harus dilepas, karena dia selalu yang diatas.


"Kamu tau darimana?"


"Dia yang minta Sutra ajarin, bahkan sebelum kami jadian"


"Serius kamu?" Sutra mengangguk tegas


"Syukurlah kalau gitu.."


"Look, darling.., remember our story" Mr.William mengulang kalimatnya dengan senyuman


"Jadi, besok ibu gak akan heran lagi ya menyambut kedatangan Kama dan keluarganya.." sambung Sutra


"Ha, siapa?"


"Kama, bu.., pacar Sutra.."


Plek ! Ajeng menepok jidat.


"Apa lagii yang ibu dengar ini? Kama? Sutra? Ya Allah..."


"Namanya Kama Leandra Rahayu, bu.."


"Tapi itu loh, nama kalian itu kok ya ngejijik-in banget didenger!" protes Ajeng lagi


"Hehehe, nama itu kan doa sih bu.. Siapa yang tau kalau ternyata Sutra ketemunya dengan Kama"


"Ibu gak bisa bayangin kalau nanti di undangan nama kalian tertera begitu. Mau taruh dimana muka ayah dan ibu, Sut? Semua orang pasti ngetawain keluarga kita.., kolega ayah.., temen-temen ibu.." Ajeng sampai berpikir begitu jauh


Undangan? Maksud ibu undangan pernikahan? Waaah, ibu sudah mikirin sampe kesitu. Artinya ibu merestui hubunganku dengan Kama sampai menuju ke pernikahan.. Aku ga tau harus senang atau gimana. Yang ada dibayanganku sekarang adalah wajah Kama, hiiii, aku gak bisa bayangin gimana reaksi dia kalau aku ajak kawin! Si Maria Marcedes ketua genk nero! Galak dan ganas..


"Siapa yang berani ngetawain keluarga Zanyar? Dia akan berurusan denganku!" seru Mr.William dengan tegas


"Thanks for your support, ayah" jawab Sutra


"Darling, look at me! This is the first time our son has been dating. Dan aku yakin kalau dia serius untuk itu. Dia sudah dewasa, sudah sepantasnya dia menentukan pilihan" Mr.William memberi pengertian pada Ajeng, yang kemudian dibalas anggukan tanda setuju, menutup pembicaraan mereka malam itu.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Ini gercep banget Sutra ya..


Baru jadian udah ketemu keluarga..

__ADS_1


Mau bincangin apa sih mereka??


Yuk kepoin di next episode..


__ADS_2