When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
BONUS PART - WEDDING DAY


__ADS_3

Mentari pagi sudah muncul sempurna dari Timur. Sejak subuh orang-orang suruhan Datuk Emran sudah sibuk berbenah. Mereka mempersiapkan segalanya, dari mulai makanan special hingga dekorasi villa untuk acara pernikahan bosnya.


Beberapa buket bunga cantik yang dirangkai beserta dua buah lilin didalam gelas kaca, tampak indah mengambang diatas kolam renang. Kursi yang disediakan hanya beberapa. Tamu-tamu yang diundang pun seluruhnya adalah pegawai villa serta anak buah dari Datuk Emran sendiri yang ditotal tidak lebih dari lima belas orang.



Memang ini bukan pernikahan pertama bagi Datuk Emran dan Ida Ayu, namun terkesan begitu special karena harus menghabiskan waktu selama sepuluh tahun untuk bisa menanti datangnya hari ini. Pengorbanan yang mereka berdua lewati juga tidak sedikit dan tentunya teramat sakit sesuai dengan versinya masing-masing.


Datuk Emran dengan kegilaannya pada pekerjaan hingga mengabaikan perasaan istri keduanya sampai berakhir dengan kematian. Sementara Ida Ayu dengan kehancuran serta tekanan batin hingga ia lupa dengan perkembangan anak gadis satu-satunya yang ia miliki.


Mereka berdua telah mengorbankan begitu banyak hal dalam waktu sepuluh tahun ini. Pengorbanan yang berakhir dengan luka dan dosa. Namun Tuhan tetap menunjukkan kasih sayang-Nya. Mereka dipertemukan kembali dan akan diikat dengan janji suci pernikahan yang sah di mata agama untuk yang kedua kalinya.


Sepuluh menit lagi acara ijab qabul yang kedua kalinya bagi mereka akan dimulai. Tuan kadi yang akan menikahkan Datuk Emran dan Ida Ayu baru saja hadir. Beliau sudah duduk rapi dikursi yang telah disediakan. Berselang lima menit sang mempelai pria keluar dari kamarnya. Pria paruh baya berusia 50 tahun yang masih sangat mempesona, dibalut dengan kemeja putih serta jas hitam polos body fit semakin menambah kesan charming dari seorang Datuk Emran Ibrahim.



Kacamata yang biasanya selalu bertengger dihidungnya kali ini terpaksa dilepas demi menambah ketampanannya dihari yang begitu special ini.


Berselang dua menit, sang mempelai wanita pun muncul dari dalam. Wanita paruh baya berusia 38 tahun, yang tetap selalu cantik dan menyimpan daya tariknya rapat-rapat hanya untuk kekasih hatinya seorang.



Ida Ayu tampil dengan balutan kebaya bludru hitam dengan bawahan kain wiron yang menambah keanggunannya. Rambut ikalnya yang biasa selalu tergerai kini ditata rapi membentuk sanggulan. Persis seperti saat pernikahannya yang pertama dulu. Ida mengulang tampilannya yang sama. Make up tipis dan simple menambah kesan flawless diwajahnya.


Senyum bahagia terpancar dari wajah kedua pasang mempelai yang akan diikat kembali dalam pernikahan. Mereka berdua kini telah duduk berdampingan dikursi yang telah dibungkus pita bunga sebelumnya. Dua orang saksi pernikahan, yakni Wayan dan Aiman duduk di samping kanan dan kiri meja. Sementara tuan kadi duduk berhadapan dengan sang mempelai pria.


Kama, Sutra dan yang lainnya pun sudah bersiap ditempat duduk mereka masing-masing. Tuan kadi mulai membuka acara dengan sebuah doa. Kini tibalah saatnya untuk acara yang dinanti. Masing-masing yang ada disitu melafadzkan doa dalam hati, berharap semua berjalan lancar tanpa satu kendala apapun.

__ADS_1


Bismillahirahmanirahiim....


"Saya nikahkan engkau Emran Ibrahim bin Abdul Ibrahim dengan Ida Ayu binti Ida Bagus Oka dengan mas kawin uang senilai sepuluh juta rupiah dibayar tunai" tuan kadi menjabat tangan Datuk Emran sembari melafalkan kalimat ijab.


"Saya terima nikahnya Ida Ayu binti Ida Bagus Oka dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap Datuk Emran dengan penuh keyakinan tanpa pengulangan.


Seketika suasana tegang berubah jadi haru. Ditambah dengan ucapan kedua saksi yang mengatakan, "sah" secara serempat.


Alhamdulillah. Barakallahu lakuma wa baa raka 'alaika wa jama'a bainakumaa fii khoiir.


Artinya, semoga Allah karuniakan barakah kepadamu, dan semoga Ia limpahkan barakah atasmu, dan semoga Ia himpun kalian berdua dalam kebaikan.


Datuk Emran dan Ida Ayu sudah sah secara agama sebagai sepasang suami istri sekarang. Ida langsung mencium tangan suaminya, sentuhan pertama setelah sah menjadi seorang istri dari ayah dari anaknya.


Tepuk tangan dan puji syukur sontak keluar dari masing-masing yang hadir, termasuk Kama. Gadis itu menghambur ke pelukan ayah dan ibunya sekaligus. Betapa bahagianya ia bisa menyaksikan cinta suci kedua orangtuanya yang kembali bersatu. Lengkap sudah ikatan keluarga Kama bersama ayah dan ibu yang mendampinginya.


"Abang bersyukur, Allah jumpakan kite lagi dalam pernikahan.." ucap Datuk Emran tanpa melepas senyum dan pandangan matanya menatap istri yang begitu ia cintai.


Mereka duduk di kursi cantik bak raja dan ratu sehari sembari menikmati teh yang disajikan pelayan.


"Alhamdulillah Bang.., Ida pun demikian.." rona merah yang terpancar dari wajah Ida semakin menambah cantik polesan make up tipisnya.


"Tak salah Abang cinte kan Ida, face Ida ni mesti bikin Abang jadi gila.." tipis-tipis rayuan cinta sang suami mulai disuntikkan ke jantung sang istri.


"Iih, Abang ni.. Tak robah lah, masi juga pandai berkate-kate" Ida menepuk pelan lengan suaminya.


"Ape pula.., kapan Abang menipu? Dari dulu face Ida tu mesti number one dihati Abang. Tak percaye ke? Try lah, belah dada Abang ni, mesti ada face Ida disitu.." kali ini Datuk Emran membuka satu kancing kemejanya yang paling atas, seolah menunjukkan dadanya pada Ida.

__ADS_1


"Ya ampun, ape lah Abang ni..! Maluu..." cepat-cepat Ida mengaitkan kancing kemeja suaminya kembali. Namun tangan Ida yang menempel didada Datuk Emran segera ditahan si empunya badan.


"Kalau tak macem ni, macemane Ida mau pegang Abang.., hihihi.." Datuk Emran mengedipkan sebelah matanya, menggoda istri tercantik yang ia miliki sembari tertawa kecil.


"Aiisshhh..." wajah Ida memanas, rona pipinya tampak semakin tebal saja. Reflek ia mencubit dada suaminya hingga mengaduh kesakitan.


"Aaawwww..." seru Datuk Emran pelan.


"Galak Ida ni bikin Abang makin tak kuase.." ujar Datuk Emran sembari mengelus dadanya yang sakit.


"Jom lah, ikut Abang bentar.." Datuk Emran lalu bangkit dari kursi menarik tangan Ida.


"Nak kemane Bang?" tanya Ida yang masih malu-malu.


"Nak tumpahkan semue yang dah menggunung ni..." senyum Datuk Emran makin lebar saat mata Ida Ayu membulat sempurna. Bagaimana mungkin mereka meninggalkan semua orang yang ada disitu tanpa berkata apapun. Bahkan janji suci yang mereka ucapkan belum juga satu jam berlalu.


Aaah, kalau cinta sudah halal, yang satu itu seolah minta cepat-cepat dibegal.


Tanpa menunggu jawaban dari sang istri, Datuk Emran melangkah sembari menarik tangannya. Mau tidak mau Ida pun mengikut. Walau malu yang tak tertahan diwajahnya, Ida menepis dengan berusaha tidak memandang siapapun yang melihat aksi mereka.


Woww.., dahsyat juga calon mertua ku. Udah gak nahan mau cepat-cepat belah duren walau masih siang. Beruntungnya....


Gak kayak nasibku nanti. Aaaaaaah, kumenangiiiiiiiiiiiiiisssssssssss.....!!! Ya Allah, kuatkanlah hamba-Mu iniiiiiii...


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Tolong dibantu ya...dibantuuu....

__ADS_1


Bantu doain Sutra ya gaes biar tegar dan kekar menunggu waktu tiga tahun, yang pasti akan membuatnya berakaaarrrr 🀣🀣🀣🀣


__ADS_2