
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
"Babe, kamu baik-baik aja kan?" tanya Sutra heran. Ia bingung lantaran Kama terus saja memeluknya sejak film yang mereka tonton habis.
Kama lalu melonggarkan pelukan, menatap wajah Sutra dengan mata sembab.
"Loh, kok nangis lagi? Kenapa?" Sutra mengusap wajah basah Kama dengan tangannya.
"Gak apa-apa Mas. Aku cuma mau bilang ..., i love you ..." Mata Kama menyipit di tarik oleh senyum lebarnya.
Eh, ada angin apa nih? Kok dia tiba-tiba jadi romantis?
Sementara si best actor kita tidak begitu menyimak dengan film mengharu biru tadi. Genre romance bukan seleranya. Walau sesungguhnya ada beberapa adegan yang mengulik-ngulik hasrat Sutra saat itu. Yakni ketika Ian mengajak Sam pergi ke kampung halaman. Mereka memadu kasih, penyatuan cinta yang intim di temani dengan rasa hangat dari perapian di dalam rumah.
Tidak ada sensor sama sekali, aksi panas Sam dan Ian tergambar jelas dengan gerakan dan tatapan mata mereka yang saling memandang. Mengetuk-ngetuk pintu ketegangan jiwa raga Sutra ketika itu. Tapi cepat-cepat ia tahan, karena belum saatnya.
"I love you too, Babe ...," saut Sutra dengan senyum yang tak kalah lebar.
Perlahan-lahan Kama mulai mendekatkan wajahnya pada Sutra sambil terus menekan rasa malunya. Sesekali ia melirik posisi bibir pink yang di kelilingi brewok itu sembari terus mendekat dan,
Cup!
Sepasang sepasang jelly pun bertemu dan saling beradu.
Oh Tuhan.... Aku tidak sedang bermimpi kan?? Kama menciumku lebih dulu. Dan ciu-mannyaaa, akh ..., begitu nikmat! Ini hari apa? Tanggal berapa? Bukan aprilmop kan?
Sutra sampai terkejut dan bertanya-tanya dengan aksi yang di lakukan oleh istrinya saat ini. Suatu anugerah yang luar biasa Kama mau memulai adegan itu lebih dulu.
Pada dasarnya Kama adalah orang yang pintar. Ia mengingat kembali gerakan first kiss mereka saat di Bali, dan mengaplikasikannya lagi saat itu.
Kama memulai dengan membuka mulutnya. Ia memulai bagian atas lebih dulu lalu nyot-nyot di kenyot dengan ritme berulang hingga tiga kali. Kemudian beralih ke bagian bawah yang kepadatannya lebih wow hingga aktifitas mengenyot jauh lebih lama di sana, sampai hitungan dua belas detik pas.
Lalu, tombol kenyot turun ke off. Sang pemilik gerakan melepas sentuhan seolah tersadar dari hal gila yang pertama kali ia lakukan sepanjang hidup atas kesadarannya sendiri.
A-aku ..., aku bisa melakukannya! Aku menciumnya lebih dulu!
__ADS_1
Deru napas Kama mengisi ruang senyap di kamar apartemen. Belum lagi detak jantungnya yang riuh persis panggung barongsai. Deng-deng ces deng-deng ces, begitulah kira-kira bunyinya.
Loh, bukannya tv masih nyala? Tentu tidak. Pemain sandiwara kelas kakap kita sudah mematikannya lebih dulu sejak Kama memeluknya sambil menangis tadi.
Babe, is that u? Ya, itu jelas kamu. Aku bisa merasakan nafas kamu yang menyapu lembut wajahku.
Apa ini artinya kamu benar-benar sudah berubah hangat? Arkh, Babe ..., i want more ...
Sekarang giliran aku yang melanjutkannya ...
Sutra tak membiarkan kesenyapan lebih lama lagi di antara mereka. Laki-laki itu meraih pinggang istrinya dengan sebelah tangan, lalu sebelahnya lagi menekan lembut tengkuk leher Kama. Sekarang posisi mereka sudah menempel satu sama lain sembari mengulang adegan nyot-nyot di kenyot dengan posisi Sutra yang memimpin.
Soft and smooth always number one.
Tampaknya ini bisa di sebut sebagai pertandingan kenyot antar pasangan. Tapi jangan coba-coba untuk di tandingkan pada acara 17-an, bisa gawat, penontonnya basah, di guyur air hujan sebelah bawah. Hahaha.
Begitu hot dan bombastisnya aksi mereka sekarang sembari menyelipkan waktu untuk saling mengambil napas. Gerakan berubah dengan pelan dan pasti, miring ke kiri dan miring ke kanan dengan mata yang saling terpejam.
Tidak ada arahan sama sekali. Semua mengalir seolah Kama paham dengan kegiatan itu. Dan nyatanya memang iya, tubuhnya ingat betul gerakan sama yang pernah ia lakukan bersama Sutra di malam pertama mereka. Semua terjadi karena cinta, karena sayang dan rasa saling memiliki satu sama lain.
No wine, no bir, just you and i. Yes, this is love! The real love. The love I expected from you, Babe. I can't tell you how happy I am right now ...
Tanpa sadar setitik bulir kristal mengintip dari sudut mata Sutra. Dia menangis? Tentu tidak. Tolong bedakan rasa haru dan menangisnya seorang laki-laki sejati. Sutra terharu untuk sesuatu yang selama ini ia harapkan dari kekasih hatinya.
Pernyataan tiga tahun menunggu hingga Kama berusia sembilan belas tahun pun seolah pecah berkeping-keping dari ingatan mereka lewat satu gerakan, yakni yang mereka lakukan saat ini.
Semakin lama penyatuan dua pasang daging kenyal kian dalam. Tidak hanya sebatas kenyot, mereka telah sampai di tahap merasa. Lidah mereka beradu dengan mesra. Saling bertaut, mengeksplore seluruh bagian tanpa ada yang terlewat.
Hormon cinta pun berperan aktif dalam adegan yang mereka lakukan. Masing-masing mengeluarkan daya tariknya hingga membuat mereka semakin tergila-gila satu sama lain. Hingga akhirnya Kama yang mengalah dalam pertandingan babak satu ini.
"Maasss ...," ucap Kama pelan di iringi deru napasnya yang belum stabil.
"Ya, Babe," jawab Sutra.
"A-aku haus. Minum dulu boleh?" Pertanyaan itu terlontar dari mulut Kama yang tampak merah lantaran di kenyot cukup lama.
Sutra tertawa kecil melihat penampilan istrinya sekarang. Bibir Kama merah atas bawah berkat ulahnya. Wajah Kama merona dengan tatapan yang malu-malu.
"Kamu tunggu disini, biar aku yang ambilin ..." Tak bisa di katakan bagaimana bahagianya Sutra saat ini.
__ADS_1
Momen ini hampir sama saat pertama kali Kama menerimanya menjadi pacar. Hati Sutra seolah akan meledak sanking senangnya. Dan detik ini rasa itu seperti dua kali lipat adanya.
Masya Allah ... Alhamdulillaaah ya Allah, Engkau telah membukakan hati istri hamba...
Sutra kembali dengan segelas air yang langsung di serahkannya pada Kama.
Kama menghabiskan segelas air itu dengan sekali teguk dan terbukti mampu menormalkan detak jantungnya saat itu juga.
Tak terasa ternyata memasak bersama, menonton film dan saling memadu bibir sudah menghabiskan waktu mereka berjam-jam di kamar, hingga masuk waktu adzan magrib.
"Udah adzan, aku atau kamu yang mandi lebih dulu? Kita solat magrib bareng ya ...," tanya sekaligus ajakan Sutra.
"Aku duluan ya Mas," jawab Kama sembari bangkit dari sofa.
"Tunggu Babe," tahan Sutra sesaat.
"Apa?" tanya Kama.
Cup !
Sutra mengecup sebelah pipi Kama dengan senyum lebarnya. Rasa bahagia masih penuh di dada.
"I love you ...," bisik Sutra ditelinga Kama.
Sontak deru jantung Kama kembali berpacu.
"Love you too ..." Kama buru-buru melangkah menuju kamar mandi.
πππ
Love and sweet, mungkin ini yang tergambar di hati Kama dan Sutra sekarang.
Bunga-bunga cinta semakin bermekaran di hati dua insan yang berjodoh itu..
Bukan hanya cinta sebatas ucap, namun cinta dalam bentuk yang lebih dalam..
Yuk, kepoin apa yang akan Kama dan Sutra lakukan selanjut ya gaes..
Cekidot di next eps π
__ADS_1
Oh iya ada info juga nih, buat readers setia yg ingin berkomunikasi lebih dekat dengan othor sengklak seperti saya π€£, silahkan invite wa saya guys, 082165727555.. Ntar saya masukin grup chat di wa, makasiiih ππ