When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Berkah Wine part 3


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Gesekan yang terus menerus dari tubuh pasangan yang lagi belajar hot padahal namanya sudah hot, akhirnya memporak porandakan lem kaki cicak di invisible bra milik Kama.


Plek !


Terbukalah sudah penghalang terakhir yang melekat di dada Kama. Ternyata pucuk dada Kama yang menyembul akibat reaksi segala hormon s-e-x didirinya yang membuat si invisible terlepas.


Prok prok prok !


Yeeeeee...! Kita kasi tepuk tangan untuk Sutra kali ini. Tercapai juga cita-citanya yang ingin menempel langsung dengan dada polos Kama yang ranum itu.


Cream. Ya warna cream, sesuai dengan warna kulit Kama yang eksotis. Tidak mungkin ujuk-ujuk pucuknya jadi warna pink atau peach seperti cewek-cewek berkulit putih. Atau jadi warna hijau seperti sumber teh pucuk. Ah, mohon maaf agak melenceng.


Pucuk teh, eh pucuk dada Kama yang menonjol sempurna itu langsung meretakkan kenikmatan Sutra. Satu gesekannya mampu membuat sensasi terbakar bahkan melebihi itu, menjalar dalam darah hingga ke jantung Sutra. Membuat jantungnya bekerja sepuluh kali lipat dari biasanya. Kalau terus begini bisa-bisa Sutra tewas sebelum berbahagia.


A-aaahhhh.... sssshhhhh....Babe.....


"Babe, stop! Stop dulu, please..." pinta Sutra kemudian dengan suaranya yang bergetar.


"Kenapa, Mas?" tanya si lugu tanpa dosa. Kama hanya tau kalau ia sedang menikmati cumbuan mereka. Tidak tau kalau ada efek lain yang jauh lebih mengerikan dari itu.


"Aku..., ssshhhh....." badan Sutra sampai bergetar menekan dalam-dalam hasratnya. Ya, hasrat ingin bercinta dengan kekasih hati yang selalu memenuhi setiap detak jantungnya.


Aku sedang ingin bercintaaa, karena mungkin ada kamu disiniiii, aku ingiiiin...


Sekarang Sutra sudah masuk pada tahap itu. Ingin rasanya ia melepas semua logika dan aturan yang mengikat mereka, menikmati segala proses penyatuan cinta dengan tenang dan bahagia tanpa mengingat apapun.


Aaaarrrgghh...!! Harusnya tadi kuminum saja gelas wine keduaku!


Sutra menjambak rambutnya frustasi. Giginya beradu. Ia menyesal tidak membuat dirinya mabuk total seperti Kama saat ini, sebab ia kini sungguh tidak sanggup menahan napsunya lagi.

__ADS_1


"Aku gak kuaaat, aku betul-betul gak kuat lagi..." akhirnya Sutra merengek seperti anak kecil.


"Maksudnya?" si polos kembali mengulah dengan pertanyaannya.


Sesal, sedih, sakit, campur aduk dibenak Sutra sekarang. Ia menyibak selimut yang menutupi tubuh mereka, membuat Kama melihat sendiri komodo Lang yang sudah berdiri tegap layaknya tiang telepon dibalik kain pembungkusnya.


"Ha? Kok jadi makin tinggi dia? Itu apa sih, Mas?" lugu bin bodoh memang cocok disematkan pada istri tercinta Sutra ini.


Tiba-tiba tangan Kama beralih ke bawah, menyentuh sedikit tubuh prajurit import asal Stockholm itu. Tegang, keras dan padu layaknya tunggul kayu jati untuk bikin lemari. Hahaha. Oh Tuhan, wow sekali komodo Lang itu. Jangankan Kama, kita kan mau jugaaaaaaa.


"Eh, aduh! J-jangan dipegang!" seru Sutra kencang, mengagetkan Kama hingga reflek melepas sentuhannya.


"Kenapa...?" seketika wajah Kama murung. Ia jadi kaget sekaligus sedih, merasa kalau Sutra telah membentaknya tanpa sebab.


Uh-uh-uh, besar sekali efek wine ditubuh Kama ini, selain bikin dia gila, juga bikin dia baper.


"Eh, enggak! Bukan gitu, Babe. Aku bukan marahin kamu.." Sutra jadi serba salah.


Kama tetap tidak perduli. Ia menghempaskan tubuhnya kebantal dan berbaring membelakangi suaminya. Bapernya meradang. Kama jadi sedih. Hasratnya yang semula memuncak berubah jadi sensitif.


Sutra mengumpat dirinya sendiri. Bukannya bisa mengatasi tiang telepon yang sudah siap sedia menyambungkan kabelnya, dia malah membuat si penerima kabel merajuk dan menghentikan aksi panasnya.


Aku malah bikin dia jadi sedih. Aaaarrrggghh, nasib seperti apa ini? Sudah dipuncak tapi gak ketemu dan malah terhempas pula. Aku bisa gilaaaaaaaa


Lagi dan lagi, selalu dan selalu Sutra memilih mengalah. Ia memukul mundur hasratnya, yang artinya memukul mundur komodo Lang yang sudah stand by sejak jaman prasejarah. Hahaha.


Maksudnya yang sudah stand by sejak perkenalannya dengan Kama. Loh kok? Iya, memang iya. Sejak pertama mengenal Kama, naluri laki-lakinya sudah traveling kesana kemari. Entahlah, daya pikat Kama sungguh luar biasa di balik kecuekannya.


Heh, lu tahan dulu ya! Jalan masih panjang! Hari juga masih banyak! Kesabaran pasti berbuah indah. Sekarang gue minta lu slow down ya. Rilex, jangan tegang mulu. Gue kesakitan!


Apa ndan? Gile lu ndan? Itu namanya lu nyiksa kita berdua! Kebangetan lu ndan! Gue udah siap tarung lu suru tidur!


Udah jangan banyak protes! Gue tabok, pingsan lu! Mending pura-pura tidur daripada pingsan. Siapa tau gue bisa ubah keadaan jadi hot lagi


Lagi? Yess, berarti gue masih ada harapan.

__ADS_1


Komodo Lang pun menurut. Perlahan ia mulai duduk dari berdiri tegaknya. Membuat Sutra sedikit rilex dan bisa memikirkan cara untuk merayu istrinya.


Sutra lalu mendekat pada Kama, memeluk Kama dari belakang. Tangannya melingkar diperut Kama. Kalau bisa memilih sebenarnya Sutra ingin melingkarkan tangannya didada Kama. Menikmati tonjolan pucuk daging kenyal ranum milik istrinya yang bisa membuat sentruman maha dahsyat yang bikin nagih.


Tak hanya sampai disitu, Sutra mencoba memancing kembali hormon cinta berbuah surga yang ada dalam diri Kama. Laki-laki itu mencum-bui tengkuk istrinya dari belakang. Sekali, dua kali, tiga kali, empat kali, lalu menjalar hingga kebelakang leher Kama.


Sheettt !


Tepat sasaran! Detik itu juga libido Kama kembali memuncak sampai ke ubun-ubun. Sutra berhasil dengan aksinya. Ternyata berkah wine belum berakhir.


Bulu kuduk Kama naik, ia berbalik perlahan menghadap suaminya. Rona merah diwajah Kama belum memudar. Ia semakin cantik saja dengan blush on alami itu.


"Maafin aku ya, Babe... Aku bukan marah sama kamu, tapi aku punya alasan lain" ucap Sutra sembari menyeka rambut Kama yang menghalau mata hazelnya.


"Alasan apa?" tanya si lugu lagi. Kayaknya dia mancing terus nih, minta dijelasin soal prajurit tempur.


"Aku takut kalau kamu pe-" ucapan Sutra terputus.


"Hhhmmnnnnn...." ternyata si lugu kembali dengan aksinya. Libidonya sudah tidak bisa diajak ngobrol lagi, langsung pengen nyaplok.


Bibir kenyal Sutra yang bergerak-gerak saat bicara tadi begitu menantang bagi Kama. Ia sudah menemukan candunya. Daging imut yang lembut berwarna pink yang kenikmatannya melebihi obat terlarang. Menghantarkan aliran listrik dari ujung ke ujung urat nadinya.


Kembali ciu-man panas mereka berlangsung sambil sesekali terlepas guna menarik napas. Untuk yang satu ini Kama sudah tidak diragukan lagi. Bisa karena terbiasa atau bisa karena naluri harfiah.


Tapi Sutra sudah tidak mau berhalusinasi lagi. Apapun yang dilakukan Kama dia pasrah. Menerima dengan senang hati dan membalas sesuai dengan yang diminta. Tapi kalau kelepasan sedikit apa boleh buat. Namanya juga manusia, digesek-gesek pucuk ya membara juga. Seperti saat ini, gerakan ciu-man Kama yang semakin liar membuat posisi badannya bergerak sana sini. Otomatis pucuk menggemaskan itupun bergesekan dengan dada Sutra.


Kama juga mengalungkan tangannya dileher Sutra. Sekarang posisi mereka berbalik. Kama dibawah dan Sutra diatas.


Tiba-tiba terasa ada yang mengganjal menusuk-nusuk dibawah sana.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Wooh, no... apa itu yang menusuk-nusuk???


Tolong tolooong..., hati-hati senjata tajam! Bahaya bisa nusuk 😱🀣

__ADS_1


__ADS_2