
--- Sutra Pov ---
Ya Allah..!! Kama kabur..!! Aku harus mengejarnya...!!
Aku buru-buru masuk ke dalam mobil dan keluar dari parkiran rumah sakit. Tapi laju mobilku terhambat oleh ambulan yang baru saja masuk membawa pasien gawat darurat.
Aaah.., kemana arah taksi yang dinaiki Kama tadi?? Kupukul setir mobilku kesal!
Aku gak mengerti apa yang ada dipikiran Kama saat ini. Aku pikir kami baik-baik aja kemarin, bahkan kami pun baru saja jadian. Aku sampai gak bisa tidur karena terlalu bahagia. Sampai-sampai semua kelengkapan revisi tesisku selesai dalam satu malam. The power of love lah bahasanya.
Keesokan harinya kukirimkan pesan wa ke ponsel Kama berkali-kali. Tapi ia tidak membalas, bahkan membaca nya pun tidak. Aku sempat bertanya-tanya, kenapa ya Kama jadi cuek lagi dengan ku. Namun segera kutepis, mungkin ia sedang sibuk. Atau masih malu-malu karena baru jadian denganku, hehehe...
Malamnya kucoba menelepon Kama berulang kali, tapi tak satupun yang dia angkat. Hmm, aneh.. Aku makin curiga, sebenarnya ada apa sih?? Aku berpikir keras,
mencoba mengingat-ingat, jangan-jangan aku bikin kesalahan lagi padanya. Yaaa, you know lah gimana Kama. Aku gak bikin kesalahan aja dianggap salah, apalagi aku bikin kesalahan. Aaaah... pusiiiiing!! Sebegitu rumitnya memacari Maria Marcedes satu ini!!
Akhirnya kuputuskan untuk menemui nya besok, maksudku adalah hari ini. Dan tiba-tiba penjaga kost Kama menelpon dan mengatakan kalau Kama pingsan. Aku begitu terkejut dan segera melajukan mobilku menghampirinya. Kugendong dan kubawa dia ke rumah sakit. Aku begitu panik, orang yang kucintai tak sadarkan diri dikamarnya.
Tapi kepanikanku menjadi semakin gak karuan karena kemunculan bocah cunguk satu itu!! Entah siapa namanya aku lupa! Akupun memang gak berniat mengingatnya! Huuh, kalau bukan dia temannya Kama, udah habis dia kubuat! Dia terus mengganggu ku dengan kalimatnya, seolah dia punya hak lebih atas Kama!
Jujur aku cemburu setengah mati, ingin kumusnahkan dia saat itu juga! Tapi gak mungkin, aq bukan orang bodoh yang bertindak gegabah. Dan Kama pun pasti akan marah. Aaah, ternyata beginiii rasanya cemburu, sangat gak enak dan menyiksa batinku!
__ADS_1
Saat dokter bilang mata Kama bengkak karena menangis semalaman, aku semakin heran. Ada apa sih dengan Kama sebenarnya? Apa yang membuat dia sampai menangis semalaman??
Kutahan pertanyaan itu sampai Kama benar-benar fit. Aku senang Kama mau kusuapi bubur ayam tadi. Walau awalnya dia malu-malu, tapi yang penting dia mau. Bahkan didepan si cunguk itu! Hahaha, silahkan tonton kemesraan kami wahai cunguk!
Buatku itu adalah kemesraan, karena itulah pertama kali nya aku menyuapi Kama sepanjang aku mengenal nya. Sungguh kemajuan yang sangat baik kan? Berawal dari suap mungkin bisa nambah ke yang lain, hehehe...
Aiiisssh, kakiku langsung geleteran kalau udah bahas yang begituan. Pssstt, tahan ya boy! Perjuangan masih panjang, bahkan mengalahkan kacang panjang!
Tapi sekarang, Kama malah kabur dari hadapan ku. Aku semakin gak mengerti jalan pikiran nya. Ya Allah.., baru saja aku selesai dengan kerumitan tesisku, sudah digantikan dengan kerumitan perempuan satu ini. Bahkan jauh dua kali lipat rumitnya! Profesor sekalipun belum tentu sanggup menghadapi dia dengan logika!!
cinta ini...kadang-kadang tak ada logikaa..
(Tak Ada Logika - Agnez Mo)
Udah cukup nyanyi nya! Kuputuskan untuk langsung menuju kost Kama. Tapi ketika aku sampai, Kama tidak ada. Penjaga kost nya bilang, Kama belum pulang, dia bahkan heran kenapa aku bertanya, padahal aku yang membawanya ke rumah sakit tadi.
Shit! Harus kemana kucari dia saat ini?! Aku gak mungkin bertanya pada tante Lulu atau aji, bisa gawat nanti! Masalah akan semakin besar dan akulah satu-satunya orang yang tertuduh oleh aji, yang terang-terangan tidak suka padaku.
Kutinggalkan nomer ponselku pada mas Deko si penjaga kost, aku memohon padanya untuk mengabariku kalau Kama sudah pulang. Aku bahkan bersumpah padanya kalau aku sangat mencintai Kama dan tidak akan membuatnya menangis.
Awalnya dia curiga, tapi alhamdulillah akhirnya dia setuju. Aku bahkan menjelaskan padanya kalau aku dan Kama baru saja jadian, jadi pasti bukan aku yang menjadi sebab Kama menangis semalam. Kok kayak lagunya Audy ya, Menangis Semalam...
__ADS_1
Dua jam aku berkeliling mencari Kama di seputaran kota Depok. Sampai aku sempat mampir solat zuhur dan makan siang di warung nasi padang. Bahkan anak yang punya warung memberikan nomer ponselnya padaku. Huuuuffft, apa dia pikir aku sedang keliling nyari jodoh?? Ya tapi bener juga sih, aku sedang mencari-cari kemana perginya jodohku itu, yakni Kama.
Selesai solat zuhur tadi, aku sungguh-sungguh berdoa kepada Allah. Aku minta dipertemukan dengan Kama, agar aku bisa tau apa yang terjadi sebenarnya.
Tiba-tiba....
πππ
Nahloooh...tiba-tiba apa ya gaes..
Yuuk kepoin next episode nya
Cekidooot!!
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)
I Love U π
__ADS_1