
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Sudah tiga hari berlalu sejak kepergian Sutra yang di bawa paksa ke Surabaya. Bagaimana dengan kondisi Kama?
Kacau. Kama kacau dan hilang arah. Dia bahkan tidak bicara dengan siapapun lagi selama dua hari. Setiap hari Kama turun ke loby, berkeliling apartemen dan menunggu kepulangan suaminya. Ia bukan tidak ingin mencari lebih jauh, tapi ia takut saat ia pergi Sutra malah pulang dan tidak menemukan keberadaannya.
Gelisah dan takut terus menyelimuti benak Kama. Hatinya tak henti memanggil nama Sutra walau tak bertemu raga. Airmata? Entah sudah berapa banyak yang menetes tanpa ada suara. Kama terbiasa menangis dalam diam selama hidupnya.
Tampaknya ini sudah menjadi bulan kesedihan bagi Kama di mulai sejak kecelakaan yang menimpa Sutra hingga sekarang Sutra pun hilang tak berjejak.
Ida Ayu sebagai ibu sangat cemas melihat kondisi anaknya. Sementara Datuk Emran terus bersikap tenang.
"Bang.., ini dah tak betol Bang. Kama tak mau makan sejak semalam! Macemane ni?" Ida mengeluh cemas pada suaminya.
"Ida jage lah Kama tu, Abang nak pi jumpe besan di kantornye" Datuk Emran bergegas keluar dari kamar. Hari ini pria paruh baya itu janji bertemu dengan Mr.Will di kantornya.
Sampai di loby apartemen Datuk Emran tak lupa meminta 5 orang anak buahnya untuk berjaga-jaga. Memastikan anak dan istrinya baik-baik saja selama ia pergi.
Setelah satu jam menembus kemacetan kota Jakarta, akhirnya Datuk Emran sampai di kantor perusahaan minyak swasta tempat Mr.Will bekerja. Ia segera turun dan masuk menemui sekretaris Mr.Will yang sudah menunggu di loby gedung.
Sekretaris Mr.Will lantas menggiring Datuk Emran naik ke ruangan bos nya.
"Selamat siang Mr.William..." sapa Datuk Emran begitu masuk ke ruangan Mr.Will.
"Ya, selamat siang Datuk. Mari silahkan duduk" Mr.Will mempersilahkan ia duduk. Mereka lantas duduk berhadapan di sofa tamu ruangan Mr.Will.
"There seems to be something important that brings you to my office (Tampaknya ada sesuatu yang penting hingga membawamu datang ke kantor ku)" ucap Mr.Will memulai pembicaraan.
"Mr.Will, listen to me very carefully (Dengarkan Aku baik-baik)" Datuk Emran mendekatkan tubuhnya. Ia bicara dengan suara yang kecil. Ia bahkan melihat ke kanan dan ke kiri, memastikan tidak ada yang menguping atau memantau lewat CCTV.
__ADS_1
"I have bad news about Adrian (Saya punya berita buruk tentang Adrian)" sambungnya lagi.
"What is it (apa itu?)" tanya Mr.Will terkejut mendengar nama anak laki-lakinya disebut.
"Make sure your office is safe, no one listens to our conversation (pastikan dulu kalau ruanganmu ini aman tidak ada yang menguping pembicaraan kita)" Datuk Emran ingin memastikan.
Mr.Will lantas bangkit menuju meja kerjanya. Ia mengangkat gagang telepon lalu menekan tombol memanggil sekretarisnya.
Semenit kemudian sekretaris Mr.Will muncul.
"What can i do for you, Sir (apa yang bisa kulalukan untukmu, Pak?)" tanya Lisa, sekretaris Mr.Will.
"Please turn off the CCTV cameras in this room right now! (Tolong matikan kamera CCTV di ruangan ini sekarang!)" pinta Mr.Will padanya.
"Okay, Sir! (siap, pak!)" jawab Lisa dan berlalu pergi.
Setelah menunggu selama lima menit, akhirnya Lisa mengabari lewat telepon kalau CCTV ruangan Mr.Will sudah di matikan.
"Okay, done. Now you can continue our conversation, Datuk (Oke, beres. Sekarang anda bisa melanjutkan perbincangan kita tadi)" ucap Mr.Will.
Wajah Mr.Will bingung, ia mengerutkan dahi.
Who's that?
"After I found out he was sakamoto's henchman (setelah aku cari tahu ternyata dia adalah orang suruhan Sakamoto)" sambung Datuk Emran.
"Who is he? I don't know. Is he a rival for your business, Datuk? (Siapa dia? Aku tidak kenal. Apa mungkin dia saingan bisnismu?)" Mr.Will berdecak kaget.
"No-no-no, i don't know him either (Tidak-tidak-tidak, aku juga tidak mengenalnya" Datuk Emran menggeleng dan menaikkan bahunya.
"His name is Sakamoto Ryoma. His business is in the female sector. It has nothing to do with my business (Nama lengkapnya Sakamoto Ryoma. Bisnisnya bergerak di bidang produsen barang wanita. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan bisnisku)" terang Datuk Emran.
"So why is he looking for Adrian? (Jadi untuk apa dia mencari Adrian?)" Mr.Will semakin heran.
__ADS_1
"It has to do with a girl (ini ada hubungannya dengan seorang gadis)" jawab Datuk Emran.
"There's a girl who loves my son-in-law..., and the girl is sakamoto's daughter (ada seorang gadis yang mencintai menantuku dan gadis itu adalah anak dari Sakamoto)" kali ini Datuk Emran tersenyum.
"What's her name? (siapa namanya?)" Mr.Will kembali mengerutkan dahi, mencoba mengingat apakah ada nama gadis lain selain Kama yang di ceritakan Sutra padanya.
"Chelsea Narita Ryoma. They studied at the same college (Mereka belajar di kampus yang sama)" Datuk Emran mengeluarkan sebuah amplop dari saku jasnya lalu menyerahkan pada Mr.Will.
Tampak sebuah foto gadis keturunan Jepang di sana. Foto Chelsea yang anggun mengenakan dres brukat berwarna abu muda.
Who is she? I don't remember hearing her name or seeing her face
(Siapa dia? Aku tidak ingat pernah mendengar namanya ataupun melihat wajahnya)
"I'm sure that I've never seen this girl's face before, Datuk (aku yakin bahwa aku belum pernah melihat wajah gadis ini sebelumnya, Datuk)" Mr.Will berkomentar.
"And I can assure you there's nothing between her and Adrian (Dan aku bisa pastikan tidak ada hubungan apa-apa antara dia dan Adrian)" sambung Mr.Will lagi.
"Hehehe, relax. I trust you and my son-in-law (tenang. Aku percaya padamu dan menantuku)" saut Datuk Emran dengan tawa kecil.
"Long before we had project co-operation, I was figuring out who Adrian and his family were. So, i know everything about you and your family and nothing weird about it. That's why I agreed Kama would marry Sutra. (Jauh sebelum kita memiliki kerjasama proyek aku sudah Mencari tahu siapa Adrian dan keluarganya. Jadi aku tau semuanya tentangmu dan keluargamu dan tidak ada yang aneh menurutku. Itulah sebabnya aku setuju Kama menikah dengan Sutra)" Datuk Emran menjelaskan pandangannya terhadap Sutra dan keluarganya.
"Thank you so much, Datuk (terimakasih banyak, Datuk)" Mr.Will terpana dengan penjelasan besannya.
πππ
Berpisah bukan berarti berakhir..
Perpisahan untuk sementara terkadang membuat kita lebih menghargai apa yang sudah kita miliki sebelumnya..
Persis seperti Kama dan Sutra
__ADS_1
Yuk kita kepoin pertemuan mereka kembali di next eps πcekidot gaes π€π