When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - DP Foto Prawedd


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


"Mahal dikitnya selisih berapa sih?" Kama kembali menanyakan biaya memanggil photographer ke rumah pada Sutra.


Ha.., dia beneran kepo soal itu?


"Ya, lumayan lah.." tapi Sutra tidak menjawab jelas nominalnya.


"Lumayannya berapa? Sampai bisa beli hape?" Kama menekan nada bicaranya.


Wah, gawat. Kayaknya dia mulai kumat nih.. Tapi kenapa ya? Aku salah apa? Cuma bahas biaya photographer sampe mau ngegas...


"M.., kamu nanti mau makan siang pake apa, Babe? Aku pesen online ya.." Sutra mengganti topik pembahasan.


"Apa sih?! Ditanyak lain, jawabnya lain!" kali ini Kama sukses meluapkan kekesalannya. Gadis itu melotot memandang Sutra sekarang. Ia tidak suka Sutra mengganti topik sebelum selesai dengan yang sekarang.


"Aduuh, bukan gitu Babe. Biar itu jadi urusan aku. Kamu tinggal senyum yang manis terus liat ke kamera nanti" Sutra jadi takut dengan reaksi Kama.


"Ya aku pengen tau lah, kalau mahal kan bisa ditawar.." saut Kama kemudian.


Apa? Tawar katanya? Anak satu-satunya dari konglomerat negeri Jiran masih berpikir untuk menawar?? Astaga Kama..., aku baru tau sifat kamu yang satu ini


"Gak apa-apa, Babe, biar aku yang bayar. Yang penting kita bisa foto dan hasilnya bagus.." Sutra tersenyum getir menatap Kama.


Hah, getir? Lebay amat sih Sut.. Begitu doank sampai getir. Cewek kan emang ratunya hemat. Jadi jangan heran kalau Kama akan membahas masalah sepele soal duit. Lagipula harusnya Sutra bersyukur karena Kama bukan tipe penggila shopping yang hobinya buang-buang duit. Jadi nanti penghasilan Sutra bisa disimpen buat anak cucu. Hahaha, gila keburu mati gak sempat nikmatin nungguin anak cucu.

__ADS_1


"Yaudah ntar biar aku yang nawar begitu photographer nya datang" Kama menghabiskan hot chocolatenya.


Ha, astagaaa, apa-apan dia ini?? Mau bikin aku malu? Harga kan udah deal dari awal, eh dia mau nawar lagi. Matiii aku


"Eh, enggak, gak usah Babe.. Udah aku bayar duluan tadi, aku transfer pake e-banking barusan" terpaksa Sutra mengelak dengan cara begitu daripada ia harus menanggung malu melihat Kama menawar harga jasa photographer yang sudah disepakatinya by phone.


Kama mengerutkan keningnya, ia curiga dengan jawaban Sutra. Apa ada orang yang membayar lebih dulu sebelum jasanya selesai?


"Kamu beneran, Mas?"


"Iya serius, aku gak pinter bohong kalau sama kamu.." bolamata Sutra bergerak kesana kemari, menandakan kalau ia sedang berbohong.


Maaf Babe, aku terpaksa bohong..


"Mana sini aku liat nominalnya.." Kama menengadahkan tangannya, meminta Sutra menunjukkan ponselnya yang sudah mentransfer uang ke rekening si photographer.


Ya Allah, Babe... Masih belum selesai pembahasan ini???????


"Ha, sepuluh juta? Foto wisuda doank segini mahal?" Kama berdecak kaget melihat nominal yang tertera.


"E-banking kamu juga gak bisa dibuka, benaran udah kamu transfer?" tanya Kama lagi.


"Beneran Babe.. Masa kamu gak percaya" elak Sutra lagi. Laki-laki itu semakin takut dengan ucapan pacarnya.


"Tapi itu mahal banget, Mas. Harusnya kamu tawar dulu tadi..!" protes Kama sembari mengembalikan ponsel Sutra.


"E..., itu..., itu kejutan buat kamu Babe..." Sutra tergagap dan keluar kata-kata yang tidak disangkanya sama sekali.


Benar yang orangtua bilang, kalau sudah lulus berbohong sekali akan ada kebohongan-kebohongan berikutnya yang mengiringi. Seperti yang dialami Sutra sekarang.

__ADS_1


Nah buat yang suka bohong, hayooo, udah sepanjang apa ular kebohongannya? Ngakuuuu, hahaha. Bertaubat lah sebelum kena patok ular kebohongan ciptaan kamu sendiri. Tapi kalau ular derik yang onoh, jangan taubat, lanjut aja, abis nagih sih, hahaha.


"Kejutan apa?" Kama menelisik, antara percaya dengan tidak gadis itu memperhatikan gerak gerik pacarnya.


"Iya.., itu..., aku sekalian DP untuk foto prawed kita.." sah, lengkap sudah kebohongan Sutra hari ini. Dari mulai foto wisuda hingga berlanjut ke foto prawed. Mau tidak mau ia harus segera mewujudkan apa yang telah ia ucapkan.


Sementara itu Kama terdiam sesaat, menelaah ucapan Sutra barusan.


Foto prawed? Jadi aku beneran mau menikah ya? Huuh, ini semua gara-gara Abah!


"Kapan? Hari ini juga?" tanya Kama kemudian.


"Ya enggak.., terserah kamu kapan bisanya. Yang penting aku udah DP aja buat prawed kita.." Sutra akhirnya bisa tersenyum sekarang. Kalau dipikir-pikir, ada hikmahnya juga ia berbohong hari ini, karena akan ada kisah prawed romantis untuknya dan Kama beberapa minggu kedepan.


"Emang kita nikahnya kapan sih?" Kama ingin tau waktu yang telah disepakatin oleh Sutra dan ayahnya.


Tiba-tiba sebuah suara mengagetkan mereka,


"Nikah? Siapa yang mau nikah, Sut?"


Wajah Sutra seketika pucat pasi. Bibirnya memutih, alisnya putih, kukunya putih, matanya putih dan giginya pun ikut putih. Hah, udah kayak pangeran Negeri Es, pangeran Ace, favorite author. Maaf agak melenceng dikit. Tenggorokannya serasa tercekat, hampir-hampir tidak bisa menjawab.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Jiahahaha, sapose yang datang itu??


Langsung nangkep aja kupingnya dengar kalimat Nikah..


Jangan-jangaaaan.....

__ADS_1


Aaaah, yuk lah kita kepoin di next eps gaes..


__ADS_2