When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
GAGAL TUNANGAN


__ADS_3

Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat πŸ€—πŸ™


happy reading..


.


.


Sejam lebih berlalu akhirnya mereka semua sampai di dermaga Marina Ancol. Sesuai kesepakatan, sisa pembayaran speed boat menjadi tanggungjawab Sutra, karena sebelumnya Daniel and the genk yang lebih dulu membayar.


Setelah selesai pembayaran, Kama dan Sutra berpisah dengan Daniel and the genk. Mereka langsung naik kedalam sedan kuning Sutra yang terparkir didekat dermaga. Untuk memburu waktu Sutra langsung saja tancap gas keluar dari Ancol menuju Depok, untuk mengantar Kama.


"Saya langsung antar kamu ya.." ucap Sutra sambil fokus menyetir, dan Kama hanya mengangguk.


"Hm, kira-kira kamu mau ke Pulau Seribu lagi?" tanya Sutra


"Mau, ke Pulau Tidung Kecil.." Kama membayangkan pulau tenang, damai dan menghanyutkan yang disukainya itu.


Waduh, malah tempat itu yang dia ingat!


"Bukan, maksud saya ke pulau yang lain.. Masih banyak yang bagus-bagus kok.."


"Kita liat nanti deh, tergantung mood" jawab Kama


"Hari Kamis saya usahakan sudah balik ke Jakarta, supaya hari Jumat saya bisa jemput kamu.." sambung Sutra lagi


"Gak usah dipaksa mas, ntar kamu capek.. Kita ketemu di Jakarta aja" jawaban Kama lebih efektif, toh Sutra menjemputnya dari Jakarta untuk kembali ke Jakarta. Lebih baik Kama saja yang langsung ke Jakarta tanpa harus dijemput lagi.


Eh, ini pertama kalinya dia perhatian padaku


"Saya kawatir biarin kamu pergi sendiri.. Dan saya juga gak mau kamu dianterin si cunguk lagi.."


"Namanya Reyhan, bukan cunguk!" bantah Kama


Maksudnya apa nih? Pake dijelasin segala! Suka-suka aku donk mau manggil dia apa! Cunguk kek, buluk kek, bahkan kunyuk sekalipun! Gak perlu dibelain!


Sutra kesal Kama memperjelas nama Reyhan didepannya. Tapi rasa cinta Sutra yang begitu besar untuk Kama selalu mampu menekan segala kesal dan amarah dihati Sutra. Terbukti sekesal apapun dia pada gadis itu, dia tidak akan bisa marah maupun melampiaskannya.


"Saya janji gak akan pergi berdua dengan Reyhan lagi.., mas gak perlu kawatir" Kama kembali berucap


Sutra menatap Kama sepintas, ia mengelus puncak kepala Kama dengan sebelah tangannya.


"Makasih ya.." ucap Sutra


Kembali Kama jadi salah tingkah,


"Apa sih.., gak dikasi apa-apa juga!"


"Gak dikasih aja saya berterimakasih, apalagi kamu ngasih.." Sutra tersenyum simpul diakhir kalimatnya, ia mencoba menggoda Kama.

__ADS_1


"Maksudnya apa nih? Mas jangan macem-macem ya!"


Ya ampun, diajak mesra dia marah..


"Ee, maksudnya gini, kamu gak kasih saya apapun saya sudah berterimakasih karena kamu mau jadi pacar saya.. Apalagi kalau kamu kasih saya perhatian.., rasa sayang.., dan semacamnya lah, yang biasa dilakukan orang pacaran" Sutra menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami Kama.


"Langsung ke intinya aja, jangan muter-muter! Mas mau apa dari saya memangnya?" tanya Kama


Haduuh, ni cewek, cewek gue, tapi pikirannya kok was-was melulu. Keberatan rambut kayaknya!


"Saya.., saya mau perhatian dari kamu, udah itu aja cukup kok.. Kasihan hati saya yang saya titip sama kamu kalau gak diperhatiin" jawab Sutra


"Yakin itu aja? Gak mau cinta?" tanya Kama balik


Eh, kali ini maksud dia apa? Uuuh, hobinya kok bikin aku panas dingin sih? Oh, Marimaaar, supermi baksoooo...


"Memangnya boleh?"


"Boleh kok.."


Astagaaa, kodee, kodee ini pasti! Ngajak apa kamu Kama?? Jangan bikin kaki aku meronta-rontaaa.. Kita belom sah, sayaaang..


"Dimana?" tanya Sutra keceplosan


"Dimana apanya? Ya dihati saya lah! Aneh pertanyaannya!" saut Kama heran


"Bukan, maksud saya itu kamu tau gak apa arti cinta?"


Oh, berarti otakku yang gak beres! Maksud Kama adalah defenisi, bukan melakukan! Astaghfirulloh.., Sadar Sut..., Sadaaaar...! Lo jangan makin gila aja sama Kama! Lagian ni cewek gue kok bahasanya suka ngegantung, bikin orang menghayal kemana-mana aja!


"Iya bener, pinter kamu.." saut Sutra


"Terus kok tadi mas tanya dimana, maksudnya apa?"


Aish, dibahas lagi yang itu. Ampun deh, itu keceplosan doank kok!


"Payung! Itu payung yang saya beli tadi dimana ya? Saya lupaa.." seketika Sutra teringat dengan payung, ia langsung menanyakannya agar topik tentang cinta tadi bisa berubah.


"Ketinggalan di warung makan kayaknya.." jawab Kama


"Yah, jadi gak ada deh kenang-kenangan dari Pulau Tidung.." saut Sutra asal


"Hehehe, norak kamu mas.." Kama tertawa dengan kalimat Sutra


Asal bisa bikin kamu bahagia, aku sepuluh kali lebih norak dari ini pun rela kok, sayaang..


"Oh iya, itu soal Stella yang minta nomor kamu tadi, saran saya gak usah terlalu dekat ya.." Sutra teringat dengan obrolan di kapal


"Kenapa? Mas cemburu juga sama cewek?"

__ADS_1


"Ya, enggak gitu sih, tapi.."


"Kamu belum paham saya sepenuhnya mas.., saya bukan orang yang mudah bergaul. Teman saya cuma dua orang, gak lebih!" ucap Kama


"Karena PTSD itu kah?" Kama mengangguk


"Waktu itu saya pikir Mini juga jatuh cinta sama mas.., saya gak mau menyakiti hatinya dan memilih menjauh dari kamu.. Itulah kenapa sesungguhnya saya tidak mau punya teman, tidak mau tersakiti dan menyakiti"


"Tapi kamu justru menyakiti saya.." Sutra menarik sudut bibirnya kesal


"Termasuk kamu mas.., saya bahkan gak terpikir akan punya pacar. Teman saja bikin pusing apalagi pacar.."


Loh, kok?


"Terus kenapa sekarang berubah?"


"Hati.., prinsip saya tetap sama, tapi hati saya yang berubah karena kamu"


"Ingat waktu kamu hampir nabrak saya waktu itu?" Sutra mengangguk sambil terus fokus menyetir. Saat ini mereka sudah masuk ke jalan Tol agar lebih cepat sampai.


"Semua berawal dari situ.., entah kenapa perasaan yang ada dihati kamu saya bisa rasain semuanya.." Kama menjelaskan


"Jadi? Maksudnya?"


Waah, gawat! Ketauan semua isi otakku! Matiiii aku....


"Iya, saya bisa rasain semua perasaan yang ada di hati kamu dan biang juga.. Sejauh ini cuma hati kalian berdua yang bisa saya rasain.."


"Oh, hati ya.., bukan pikiran.." Sutra merasa lega, karena tidak jadi ketauan


"Memangnya kamu mikirin apa tentang saya?" tanya Kama curiga


"Mikirin masa depan kita.." ucap Sutra


Mulai lagi..! Kalimatnya selalu bisa bikin aku ser-seran!


"Contohnya..?"


Duuh, ngapain sih mulutku pake nanya! Bisa panjang ini ser-seran nya!


"Ya mulai sekarang saya harus nabung, untuk rencana tahun depan.. Kamu mau kan tahun depan kita tunangan?" tanya Sutra sambil sesekali menatap Kama


"Enggak.."


Hah, apa katanya tadi..??


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Ternyataaaa, Kama gak mau diajak tunangan gaes... Gimana ini gaes???

__ADS_1


Kira-kira gimana respon Sutra berikutnya...


Yuk, kepoin next episode


__ADS_2