When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Dega Diculik?


__ADS_3

Eh eh guys pencet LIKE dan VOTE-nya dulu donks, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—


sarang buruuuung, eh sarangheyo 😘😘


-


-


Jakarta


Pagi ini Dega bangun kesiangan, sebab tadi malam sehabis ia ngobrol serius dengan Riva'i, Wina keluar membawa tali pinggang. Ternyata wanita paruh baya itu menguping pembicaraan suami dan anaknya, hingga ia tau kalau ternyata Dega sudah bermain cinta satu malam dengan Chelsea.


Cinta satu malam, oh indahnya ...


Cinta satu malam buatku melayang ...


Walau satu malam, akan selalu kukenang


dalam hidupku ...


(lirik cinta satu malam by. Melinda)


Loh kok jadi nyanyi? Iya, sebait doank kok biar lemesan dikit.


Dengan berbekal tali pinggang Wina menyambit kaki Dega sampai babak belur. Bukan lagi berteriak tapi Dega berlari keliling rumah menghindar dari serangan ibunya. Alhasil mereka berdua berkejar-kejaran di rumah sampai akhirnya Wina yang mengalah karena kehabisan napas. Maklum sudah tua.


Sementara Desi, adik perempuan Dega, merekam aksi heboh ibu dan anak itu untuk dia edit sebagai konten youtube miliknya. Lengkap sudah kekonyolan keluarga Betawi satu itu. Serasa balik ke era 90-an saat masih booming-nya film Si Doel Anak Sekolahan, waktu Bang Mandra di kejar sama Mak Nyak lantaran sibuk minta kawin sama Nyuyuuun.


Oke kita fokus lagi guys. Wina juga mengatakan kalau dia belum merestui keputusan Dega yang ingin menikahi Chelsea. Sebab Wina sudah terlanjur berniat menjodohkan Dega dengan anaknya Pak Lurah yang baru saja pulang study dari Mesir, calon menantu idaman yang soleha.


Oleh karena itu, sehabis subuh tadi Wina pun melakukan aksi mogok bicara, terutama pada Dega.


"Nyak, maapin Dega ngapa Nyak ... Sumpah Dega kagak sengaje, Nyak ... Entu murni kecelakaan, Nyak ...," rengek Dega di pintu dapur. Tapi Wina tetap diam tak bicara. Ia bahkan memasak sambil membanting-banting barang. Hanya tinggal mereka berdua saja yang ada di rumah, sementara Riva'i sudah berangkat ke kandang kambing miliknya dan Desi sudah berangkat sekolah.


Prank ! Duak !


Wina melempar baskom bekas mencuci sayur. Untung baskomnya terbuat dari plastik, jadi tidak pecah.


Bug bug bug !


Kali ini Wina menggiling cabe dengan ulekan. Di pukulnya ulekan itu dengan keras di depan Dega, menunjukkan kalau dia begitu kesal.

__ADS_1


Melihat demikian, Dega pun lari keluar rumah. Khawatir kalau gilingan cabe akan melayang ke badannya lantaran emosi Wina yang tak terkendali.


"Hah-hah, ya Allah ..., Nyak serem amat yak," gumam Dega di halaman depan rumah.


Tiba-tiba ada sebuah mobil jeep hitam yang berhenti di sana. Dua orang laki-laki asing dengan kemeja hitam dan kacamata hitam turun lalu berjalan mendekati Dega.


"Permisi, betul anda Dega Pramana?" tanya salah seorang laki-laki itu.


"Iya, saya sendiri." Langsung laki-laki yang satunya membekap mulut Dega lalu memukul kepalanya hingga pingsan.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Pelan-pelan Dega membuka mata, di lihatnya sekeliling. Tampak ruangan besar dengan beberapa tumpukan besi bekas yang di letakkan di sudut.


Gua di mane nih?


Dega pun berniat bangkit dari duduknya, namun tidak bisa.


Eh, kok kaki ame tangan gua di iket? Kelakuan siape nih? Berani-beraninye maen-maen ame gua!


Tak berapa lama dua laki-laki berbaju hitam tadi muncul bersama seorang pria paruh baya.


"So he's the guy who touched my daughter? (Jadi dia laki-laki yang sudah berani menyentuh Anak perempuanku)," tanya pria paruh baya itu pada kedua anak buahnya.


"Yes, Sir," saut salah seorang dari mereka.


"Ngomong ape sih lu pada? Gua kagak ngarti! Bahasa Indonesia ngapa woi!" teriak Dega kesal. Ia seolah menjadi orang paling bodoh. Sudah di culik, eh tidak paham bahasanya pula, kan apes betul nasibnya.


"What he said?," tanya Tuan Sakamoto pada anak buahnya. Salah seorang anak buah lantas memberitahukan apa yang baru saja Dega katakan dalam Bahasa Inggris.


"Cih, dasar bodoh! Bisa-bisanya lelaki sampah sepertimu yang meniduri anak gadisku. Bahkan bahasa Inggris saja pun kau tidak tau!" Tuan Sakamoto mengumpat Dega. Ia bicara dalam bahasa Inggris.


"Ah, percume lu ngomong sampe mulut lu berbusa juga, gua kagak ngarti!" saut Dega tak mau kalah. Gaya tengilnya tidak hilang sekalipun ia sedang di culik.


Tuan Sakamoto lantas milirik anak buahnya, memberi kode agar setiap apa yang Dega katakan harus di translate ke english.


Bug !


Sebuah pukulan keras melayang di pipi kanan Dega.


"Anjriit! Maen bogem aje lu kagak kode-kode. Kalo berani ayo kita duel! Jangan kayak begini, lepasin iketan gua!" teriak Dega melawan. Sudut bibirnya sudah lembam.

__ADS_1


Kembali ucapan Dega di translate ke english.


Bug ! Bug !


Dua pukulan keras mendarat sekaligus di wajah Dega.


"Sssshhhh, aaww," lirih Dega kesakitan. Rahangnya seolah bergeser sanking kerasnya pukulan itu dan kali ini bibirnya tak hanya lembam tapi sudah mengeluarkan darah.


Dega lantas menarik napas dalam, menenangkan dirinya beberapa saat dari rasa sakit yang mendera.


"Hahaha, sekarang kau sudah tidak bisa bicara lagi, kan?" Tuan Sakamoto menertawai kekalahan Dega.


Tak di sangka Dega malah meludah ke arah Tuan Sakamoto.


Cuih !


"Kurang ajar! Kau cari mati ya!" maki Tuan Sakamoto.


"Hajar dia!" perintahnya pada kedua anak buahnya.


Saat itu juga Dega di hajar habis-habisan. Tubuhnya di pukuli, di tendang, hingga babak belur. Tidak satupun bagian tubuhnya yang luput dari pukulan. Kursi tempatnya semula duduk terikat juga sudah ikut hancur akibat serangan dua orang suruhan Tuan Sakamoto. Dega sudah tak berdaya sekarang. Ia meringkuk lemah di lantai.


Bujuuuug, sakit bener. Ampe sesak napas gua. Tapi gua kagak bakal mati, gua masih ade janji ame Chelsea, pasti gua tepatin. Lagian ni orang siape sih? Maen hajar aje. Perasaan gua kagak punya musuh, kecuali di PUBG.


"Bagaimana? Apa dia sudah mati?" tanya Tuan Sakamoto santai.


"Belum, Tuan, hampir," jawab salah seorang yang melihat napas Dega masih naik turun.


"Bodoh! Kenapa kalian kerja tanggung begitu! Bunuh dia sekalian!" perintah Tuan Sakamoto.


Kriiiing !


Tiba-tiba di saat yang sama ponsel Tuan Sakamoto berdering.


"Tunggu dulu, jangan bunuh dia sekarang. Biar aku angkat dulu telepon ini. Aku ingin menyaksikan dia mati dengan mata kepalaku sendiri." Tuan Sakamoto menahan anak buahnya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


*Huwaaaaa, Dega ucul babak belur guys 😱


Kasihaaan ya ... Dipukuli tapi dia sendiri gak paham atas dasar apa dia dipukuli. Bahasanya aja dia gak ngerti, ckck, apes banget sih lu Dega...

__ADS_1


Itu siapa itu yang nelepon? Jan jangan bininya Tuan Sakamoto yang nitip beli Ajinomoto kalo balik ke Jepang 🀣🀣*


__ADS_2