
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Dengan sangat terpaksa dan emosi yang memenuhi kepala, Sutra meraih ponselnya.
"Hallo," ucap Sutra mengangkat telepon.
"Maaf, dengan Mas Sutra?" saut suara diujung telepon.
"Heum, ya." Sutra sudah malas berkata-kata. Emosinya belum stabil.
"Saya ojol yang nganter orderan seafood dari Warung Mukbang. Saya udah di lobi apartemen Mas," sautnya lagi.
"Titip aja ke lobi. Thanks ya." Sutra langsung memutus sambungan telepon dan buru-buru meletakkan ponselnya.
Perhatian Sutra kembali tertuju pada Kama. Istri hot nya itu sedang duduk bersandar sambil menutup wajah dengan bantal kecil yang kebetulan ada di sofa. Posisi Kama lurus ke depan, sementara Sutra berada di samping kiri Kama dan menghadap padanya.
"Babe ..., sorry ya, jadi keganggu tadi," ucap Sutra sembari mengusap puncak kepala Kama.
Tidak ada jawaban dari Kama. Ia bergeming. Bahkan tak bergerak sedikitpun.
"Babe, jangan gitu donk ... Memangnya kamu gak sesak nutup muka pake bantal gitu?" Sutra berusaha membujuk Kama. Ia pikir kalau Kama juga sama kesal sepertinya akibat adegan hot mereka yang terpaksa terhenti gara-gara dering ponsel tadi.
Kama masih tetap diam.
"Babe ..., please ..." Suara memelas Sutra akhirnya mampu membuat Kama menurunkan bantal dan meletakkan di atas pangkuannya.
"Nah, gitu donk." Kembali Sutra mengusap puncak kepala Kama.
Namun Kama tidak sanggup menatapnya sekarang. Wajah Kama bener-benar terasa panas. Ia malu, sangat-sangat malu dengan kelakuan liarnya tadi.
Kok bisa-bisanya aku begitu! Akh, ntahlah, malunya!
Kama lantas memejamkan mata sembari menggigit-gigit bibirnya kesal. Menghukum keliaran bibir, lidah dan seluruh bagian mulut yang sudah sangat mempermalukannya itu
"Hei, hei, hei, kamu ngapain, Babe?!" Sutra menegur perbuatan Kama.
"Jangan di gigit ah, sakit kan ..." Ocehnya lagi.
Tapi Kama masih terus melakukannya, ia tak perduli dengan teguran Sutra.
Kenapa sih dia ini?????!
__ADS_1
"Hei, stop! Itu punyaku, Babe! Stop, pleaseeee ..." Heran melihat kelakuan Kama, tangan Sutra ikut menghentikan, namun,
"Aawww!" pekik Sutra. Tanpa sengaja telunjuknya ikut tergigit oleh Kama.
Kama terkejut dan langsung menghentikan aksi gigit itu.
"Eh, maaf Mas, maaf, aku gak sengaja ... Mana coba aku liat jari kamu." Akhirnya Kama menatap Sutra juga walau dengan wajah bersalah sembari menengadahkan tangan.
"Gak apa-apa, kok, cuma memar dikit. Tapi kamu kenapa tadi? Kok kayak gitu? Aku sampai takut, takut bibir kamu lecet" tanya Sutra. Ia memegang bahu Kama sekarang.
Lagi-lagi Kama menunduk.
Oh Tuhan, ada apa lagi ini? Baru juga babak kedua udah ada masalah?
"Babe, pleasee ... Ada apa sih sebenernya? Aku gak ngerti. Apa sebelumnya kamu memang selalu seperti ini ya?" Sutra bertanya lagi.
Kama menggeleng.
"Terus? Jawab donk, jangan diem kayak gitu ..., aku gak paham. Apa aku bikin kesalahan ya sama kamu?" Kama masih menggeleng.
"Atau kamu gak suka ya dengan ..., ciuman kita tadi?" Sutra menjeda kalimatnya.
"Kalau memang itu masalahnya aku minta maaf. Aku janji gak akan begitu lagi." Dengan sangat terpaksa Sutra membuat pernyataan itu. Sebab di banding sebuah ciuman, memiliki Kama dalam hidupnya jauh lebih berharga dari apapun.
"Bukan itu Mas ..." Sebuah kalimat akhirnya terlontar dari bibir Kama.
Alhamdulillaaaaah....
"Lantas apa?" Sutra jadi penasaran.
"Aku ..., aku malu. Aku takut kamu mikir macem-macem sama aku. Sumpah demi apapun, aku gak pernah berciuman dengan orang lain selain kamu, tapi aku gak ngerti kenapa aku bisa sampai ... seliar itu ..." Kama menjelaskan dengan wajah tertunduk. Rasa malunya sudah di ubun-ubun.
Astaga, Babe ... Aku pikir apaan daritadi! Ternyata cuma gara-gara itu
Aku tau soal itu, Sayang ..., aku percaya sama kamu, tapi gimana donk? Aku suka dengan keliaran itu. SUKAAA!
"Dengerin aku baik-baik," Sutra menarik dagu Kama agar bisa menatap manik mata hazel miliknya.
"Aku suka semuanya yang ada sama kamu. Apapun itu, baik dan buruknya kamu, aku juga suka. Termasuk gaya liar tadi." Sutra menyunggingkan sedikit senyum.
"Aku tau kok kalau aku orang yang pertama merasakan ini ..." Sutra menyentuh bibir Kama dengan satu telunjuknya.
"Dan aku suka. Su-kaaa!" Sutra mengeja kalimatnya agar Kama paham dengan yang dia maksud.
"Jangan malu lagi ya, Babe, dan jangan mikir yang aneh-aneh. Cukup ingat, aku punya kamu dan kamu punya aku ..." Sekali lagi kalimat romantis keluar dari laki-laki tampan bermata abu-abu. Siapa lagi kalau bukan Sutra, si pujangga cinta yang di dalam aliran darahnya tertulis nama Kama.
__ADS_1
Maas ..., kalimat kamu selalu bikin aku ge-er.
"Aku gak mau lagi liat kamu kayak tadi, gigit-gigit bibir! Inget, kamu punya aku. Jadi aku punya hak atas semua yang ada pada kamu, begitupun sebaliknya." Sutra lantas menarik Kama masuk dalam pelukannya.
Kriiiiiinngg !
Tiba-tiba telepon kamar berbunyi. Lobi apartemen memanggil.
"Ah, iya aku ampir lupa. Orderan makanan kita udah nyampe di lobi. Aku ambil dulu ya," ucap Sutra sembari melonggarkan pelukan.
πππ
Tiga paket seafood sudah ada di meja kamar apartemen Sutra sekarang. Kalau melihat di list orderan, satu paket itu sama dengan porsi makan berdua. Tapi karena Sutra memesan tiga paket artinya sama dengan porsi makan berenam.
"Mas, kamu kok pesan sebanyak itu? Mukbang?" Kama sampai melotot melihat banyaknya makanan di atas meja.
"Hehehe, iya. Dan bodohnya aku lupa pesan nasinya." Sutra tertawa kecil, lalu tersenyum masam mengingat kebodohannya.
Beginilah kalau otak udah gak singkron. Yang kanan minta makan tapi yang kiri minta begituan. Makanya yang di lakukan Sutra sejak tadi tidak ada yang sempurna, selalu ada kurangnya. Pesan makanan kurang nasi. Lagi ciuman eh terpaksa harus berhenti.
"Pake mi instan cup, Mas. Kan karbohidrat juga. Mau aku seduh?" Kama memberi saran.
"Gak usah, Babe. Kita abisin ini aja yuk..." ucap Sutra dengan senyum. Ia sudah tidak sabar melahap asupan penambah energi sekaligus peningkat gairah itu.
Menurut info yang ia baca di salah satu halaman google, mengatakan bahwa kandungan zat besi, zinc, serta yodium di dalam seafood dapat membuat aliran darah ke alat genital pria dan wanita menjadi lebih lancar, hingga gairah bercinta menjadi semakin menyala-nyala setelah mengonsumsinya.
Seafood yang terbukti meningkatkan gairah antara lain tiram, caviar, udang, lobster, dan kerang. Protein yang ada di dalam seafood mengandung asam amino yang bisa membangun kekuatan otot dan membuat hubungan intim ebih optimal.
Jadi pantas kalau Sutra memesan sebanyak itu. Ternyata dia ingin membuat dirinya dan Kama jadi gila dengan asupan dahsyat dari makanan dihadapan mereka.
Ssshhh, pasti kita bakalan seru sampai pagi Babe...
πππ
Wah gaes, apakah itu berarti pertarungan mereka malam ini akan menjadi pertarungan tak terlupakan sepanjang hidup???
Ck.ck.ck..., tidak bisa di bayangkan, cukup kita simak bagaimana adegannya...
Yuk kepoin di next bab ππ
__ADS_1