When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Berkah Wine Berakhir


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


"Mas, itu apa? Kok nusuk-nusuk paha aku?" si lugu berceloteh.


"Sssshhh..., itu anu..." Sutra bergeser dari atas badan Kama menjadi disampingnya.


"Anu apa?" tanyanya lagi.


"Prajurit tempur aku..., yang bisa bikin kamu hamil..." Sutra membenarkan posisi Komodo Lang, semakin tegang jadi semakin nyeri buatnya.


Aaaah, shit! Pu-tingnyaaaaaaaaa, aku mauuuuuu


"Hah, apaaa? Gak salah? Kok besar banget?" Kama melotot, matanya bergerak mencari posisi Komodo Lang yang sudah lebih dulu ditutupi Sutra dengan selimut.


"Babe...." sekarang Sutra menatap Kama dengan wajah yang aneh, wajah orang yang sudah kebelet kawin. Suaranya dibuat selembut dan semanja mungkin.


"Ya, Mas..."


"Cantik banget inian kamu..." tangan Sutra sudah sampai dibawah dada Kama.


"Bo-boleh pegang gak?" tanya Sutra lagi. Ragu-ragu ia bertanya.


Yah, namanya juga baru pertama kali, walau rada mabok tapi kan takut juga. Takut kalau tiba-tiba Kama sadar dan ngamuk.


"Terserah kamu..., hhhmmmmmnnnn..." akal Kama sudah lepas dengan sempurna. Baru jawab sedikit udah nyosor lagi dia. Pasti besok pagi bibir Sutra akan jontor atas bawah, akibat kebanyakan diemutin sama istri nan liar satu ini.


Tampaknya bibir Sutra akan jadi space favorit Kama setelah ini. Walau nanti setelah sadar ia akan lupa dengan semua kejadian malam ini, tapi tubuhnya tidak demikian. Enaknya pasti akan tetap sama, bahkan lebih.

__ADS_1


Aaah, sungguh keberuntungan luarbiasa buat Sutra malam ini. Apa lagi Sut? Sikaaaaaaatttt...


Ndan..., gue, gue mau... Gue mau diapit disitu ndan...


Aduuuh, ikut-ikut aja lu! Diem jangan ribut! Gue aja baru mau ngetes!


Tanpa berlama-lama lagi jemari Sutra naik ke atas dada Kama, ke pucuk daging kenyal berbuah surga itu.


Ttrrrrrrtttt !


Sengatan listrik tinggi nan enak memenuhi tubuh Sutra dari kepala hingga kaki. Tubuhnya menegang. Ia memijat gundukan buntal itu sebisa yang ia tau sambil sesekali mencubit pelan bagian intinya, yakni si pucuk cream.


Ternyata bukan hanya Sutra yang merasa tersengat listrik, tapi Kama juga. Ia melepas permainan bibirnya dan menatap Sutra dengan pandangan yang, ah entahlah, susah digambarkan. Antara dangdut yang mendayu-dayu bercampur dengan rock. Enak, syahdu, slow, tapi terhentak-hentak. Begitulah kira-kira.


"Kenapa, Babe...? Kamu gak suka ya...?" Sutra menghentikan aksi tangannya, menurunkannya pelan kebawah, dan menunggu jawaban pasti dari si pemilik daging buntal berpucuk cream itu


Kama tidak menjawab, ia malah menarik kembali tangan Sutra naik ke atas dadanya.


Lampu hijau menyala terang benderang. Artinya Sutra bebas melakukan aksi pijat memijat si buntal dengan bebas.


"Aaaaahhhhmmmnnn..." tiba-tiba suara desahan yang begitu se-xi keluar dari mulut Kama. Cepat-cepat ia menutup mulutnya malu. Tapi Sutra malah tersenyum, itu artinya ia berhasil memberikan sensasi delicious untuk istri cantiknya itu.


Permainan terus berlanjut, dan hasrat pun menuntut yang lebih. Nah beginilah yang di khawatirkan. Dikasi hati minta jantung. Dikasi pegang malah pengen ngemut. Kan ngelunjak ya sebutannya.


By the way, Komodo Lang gimana kabarnya dibalik selimut? Tenang, dia aman dan sudah kembali tegak, siap sedia bertempur sesuai aba-aba dari komandan. Saat ini dia cukup waspada dulu sambil sesekali ngences ileran. Tidak boleh keluar sebelum dipanggil.


"Kamuuu makin hariiii makin cantik, Babe..." dengan suara bergetar menikmati sensasi si buntal, Sutra melancarkan aksi berikutnya. Jelas sekali ada maunya. Pura-pura muji lebih dulu.


Kama yang masih dikuasai kegilaan dan kenikmatan langsung saja tersenyum. Ia begitu bahagia dipuji sembari terus merasakan sensasi yummy dari pijatan suaminya.


"Mas...ssshhhh...." tipis-tipis desahan Kama keluar lagi. Matanya semakin sayu akibat keenakan.

__ADS_1


"Akuuuh pengen ini boleh?" mata Sutra fokus pada si buntal cream sembari mengemut lidahnya sendiri. Menandakan kalau ia sudah ingin sekali menikmati si buntal cream itu dengan bibirnya.


"Hah...? Ssshhhh..." si lugu mengeluarkan pertanyaan ambigu sembari terus mendesah-desah kecil. Antara bingung dan keenakan kayaknya.


"Bolehhh yaa, pleaseee..." pinta Sutra memelas. Keinginannya sudah diubun-ubun.


Tanpa menunggu respon Kama lagi, Sutra langsung menopang si buntal cream dan memasukkan ke mulutnya. Gemas, haus dan napsu, itulah yang tertumpah dari mulut Sutra sekarang. Laki-laki itu mengemut lembut si buntal cream dengan bibirnya. Sesekali lidah nya bermain, mengaduk-aduk pucuk si buntal yang imut itu.


"Aaaaaahhhh... Ssssshhhh.... Maaassss...." permainan mulut dan lidah Sutra berhasil membuat desahan dahsyat dari istrinya.


"Kenapa, Babe...?" bukan bermaksud bodoh, tapi Sutra hanya ingin jawaban pasti dari Kama. Agar ia mengerti harus melanjutkan aksi yang bagaimana lagi.


"E-enaaaak..., hhmmmnnn...." Kama terbuai dengan kelakuan suaminya.


Sudah bukan hal baru lagi kalau faktanya bayi laki-laki menghisap dua kali lipat dari bayi perempuan, begitulah kelakuan sang komandan diatas tubuh indah berkulit eksotis. Luarbiasa kenikmatan yang mereka rasakan malam ini. Sudah halal, delicous, pahala pula, pasti bakalan nagih. Yang penting kuncinya adalah HALAL, karena yang halal pasti berkah dan menuju syurga Sang Pencipta.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Adegan hot in cream berakhir sampai disini gaes, othor udah gak kuat... 😌


Bukan apa-apa, tapi untuk menulis bab plus plus juga butuh daya pikir yang plus plus dan mengedit yang plus plus sembari nyemil plus plus serta mood yang juga plus plus...


Kalau ada yang protes, gantung thooor, jangan gitu donk, lanjutiiin!!!


Othor akan jawab, yang gantung itu enak, buktinya nagih 🀣


Coba kalau 'Anuan' gak menggantung, dimana sensasinya?? dimana nikmatnya??


Lagi-lagi yang bisa jawab cuma yang sudah HALAL 🀣


Next, kita lihat kejutan setelah Kama & Sutra bangun pagi, penasaran kan??

__ADS_1


Hanya di next episode, cekidot πŸ‘‡


__ADS_2