When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
SUTRA VS REYHAN


__ADS_3

Reyhan buru-buru pergi setelah mata kuliah pertama bubar. Ia bahkan tidak mengajak Mini atau sekedar bertanya pada Mini. Reyhan begitu kawatir tidak melihat Kama masuk hari ini,


sebab Kama adalah orang yang tidak pernah absen sama sekali.


Kama kenapa ya? Pasti ada apa-apa! gumam Reyhan


Reyhan buru-buru meninggalkan kampus nya, ia bahkan tidak mengikuti mata kuliah kedua demi untuk mengecek keadaan Kama. Hayoo, kawatir dan kangen sepupu jauh loh, sejauh mata memandang.


Kekawatiran Reyhan juga semakin bertambah sebab ia mendengar kabar dari teman-teman lain kalau kemarin Chelsea si bintang kampus, datang dan tiba-tiba menampar Kama di depan kelas. Wohooo, kutampar kau dengan bismillah judulnya, wkwk.


Reyhan juga sudah coba mengirim pesan pada Kama sejak pagi. Dari 8 pesan yang dikirimnya, tidak satupun yang dibalas Kama, bahkan dibaca pun tidak.


Sepuluh menit berjalan, Reyhan baru saja sampai didepan pagar kost Kama. Ketika ia hendak turun dari motornya, ia langsung dikejutkan dengan pemandangan aneh sekaligus mengherankan. Ia melihat mantan dosen nya, si Leboy cap dua angsa, ya begitulah Reyhan menggelar Sutra, membopong Kama dari dalam kost. Kama tampak sedang tertidur pulas, eh tidur apa pingsan ya? Ya mirip-mirip lah.


"Loh, Kama kenapa pak? Mau dibawa kemana?" tanya Reyhan cemas seraya buru-buru mendekati Sutra.


Loh? Kok bisa ada si cunguk ini? Ngapain dia kesini! pikir Sutra saat melihat tampang Reyhan.


"Udah kamu nanti aja nanya nya! Bantuin saya bukain pintu mobil, cepetan!" perintah Sutra dan Reyhan pun menurut.


"Mas guanteng, piye toh mas? Iki loh aku masih pake daster, isin aku.., opo mau nungguin aku ganti baju dulu toh?" ujar mbak Yoss saat Kama sudah berada dalam mobil. Seketika Sutra melirik, merasa heran dengan kalimat mbak Yoss.


Hah? Si mbak mau ikut? Mau duduk dimana, dia? Mobil ku kan cuma dua seat. Pake mau ganti baju segala, pula. Oalaah mbaaak, mbak! batin Sutra


"Maaf mbak, mobil saya cuma muat dua orang. Bagian belakang nya bagasi. Apa mbak mau duduk dibagasi?"


"Oalah gustiii, ya ora mas! Duh, buatal aku naek mobil wong sugeh! Yowez lah mas, ra popo, ndak rezeki. Buruan mas ee bawa mbak Kama ke rumah saket" ujar mbak Yoss sedikit kecewa


"Saya ngikutin di belakang ya, pak.. Saya bawa motor kok" sambung Reyhan


"Heum.." jawab Sutra malas. Ia segera masuk ke dalam mobil dan buru-buru membawa Kama ke rumah sakit terdekat.


Sampai dirumah sakit, Sutra langsung memarkirkan mobilnya dijalur parkir darurat, dan segera keluar membopong Kama. Sutra masuk ke dalam ruang IGD agar Kama segera mendapat penangan pertama dari dokter yang stand by.


Setelah Kama dibaringkan diranjang IGD, perawat pun meminta Sutra mengisi data diri pasien lalu keluar menunggu hasil pemeriksaan.


Tak berapa lama Reyhan muncul dan langsung mendekati Sutra.


"Gimana pak? Kama kenapa sebenernya? Kok sampe pingsan begitu? Gimana ceritanya? Kok bapak bisa tau?" tanya Reyhan cemas bertubi-tubi.


"Saya lagi panik ini menunggu hasil pemeriksaan, Kama! Gak bisa jawab pertanyaan kamu!" Sutra menjawab tegas, ia kesal dijejal banyak pertanyaan oleh Reyhan.


Cih! Apa urusan si cunguk ini bertanya sebanyak itu?! Kalau bukan bekas mahasiswaku, udah kuusir dia daritadi! Bikin sakit mata saja melihat wajahnya! batin Sutra


Jiaaah, dasar Leboy Cap dua Angsa lo! Tadi lo bilang bakal jawab pertanyaan gue nanti, eeeh sekarang lo malah gak bisa jawab! Dodol banget nih orang tua! Gue tendang pake bola, bleberan lo! batin Reyhan


Sutra dan Reyhan saling membatin satu sama lain, mereka berperang lewat pikiran nya masing-masing.


Lima belas menit berlalu, akhirnya perawat jaga keluar,


"Keluarga pasien atas nama Kama.. ,silahkan masuk menemui dokter" ujar perawat. Sontak Sutra dan Reyhan masuk secara bersamaan.


"Loh, keluarga pasien Kama yang mana ya?" tanya perawat


"Saya.."


"Saya.."


Sutra dan Reyhan menjawab bersamaan dan mereka pun reflek saling memandang dengan mata laser, seperti divideo game, ingin menghancurkan satu sama lain.


Apa-apaan si cunguk ini?! Ngaku-ngaku keluarga Kama! batin Sutra.


Heh, dasar orang tua lo! Sejak kapan lo jadi keluarganya Kama! batin Reyhan


"Yasudah-sudah.., dua-dua nya boleh masuk" ujar perawat yang ngeri melihat mata laser mereka.


Sutra dan Reyhan lantas duduk bersebelahan, di depan meja dokter.


"Gimana keadaan Kama, dok?"


"Kama kenapa, dok?"

__ADS_1


Tanya mereka bersamaan, lalu Sutra pun menoleh ke Reyhan.


"Udah biar saya yang tanya! Kamu cukup duduk dan mendengarkan, jangan bikin dokternya bingung!" ujar Sutra, dan Reyhan terpaksa menurut, ia tidak mau membuat keributan dengan orang yang lebih tua di rumah sakit.


"Ah, hehehe.." suara tawa dokter yang ada dihadapan mereka


"Eh, saya minta maaf atas kelakuan mahasiswa saya, dok. Jadii, sekarang gimana keadaan Kama, dok?" ujar Sutra


Haduuuh!! Ni orangtua mancing emosi gue terus! Gue stempel juga jidat lo lama-lama! batin Reyhan


"Sebelumnya saya mau tanya, anda siapa nya pasien ya?" tanya dokter


"Saya pa-"


"Mantan dosen, dok" potong Reyhan sebelum Sutra selesai menjawab


Cunguuuk, cunguk! Gue sentil, opname lo! batin Sutra


"Oh, oke, hehehe" dokter sampai tertawa geli melihat kelakuan Sutra dan Reyhan


"Mas dosen, anda tidak perlu kawatir. Pasien baik-baik saja kok. Hanya kelelahan dan kurang asupan cairan. Pasien juga tidak bisa dikatakan pingsan tadi, ia hanya tertidur pulas. Sanking pulas nya hampir seperti orang pingsan. Terbukti tadi ketika saya cek, pasien sempat memiringkan badannya untuk berganti posisi tidur. Oh ya, tadi saya juga melihat mata pasien bengkak, sepertinya pasien habis menangis semalaman"


Hah? Kama menangis? Kenapa ya? Pantas pesan dan telpon ku sejak kemarin tidak direspon olehnya, batin Sutra


Pasti ini gara-gara masalah dengan Chelsea kemarin! Awas lo Chel, udah bikin pujaan hati gue pingsan! batin Reyhan


"Pasien juga tidak perlu dirawat kok. Saya sudah meminta suster memasang infus dan menambah kan vitamin kedalam nya. Saya yakin sebentar lagi pasien akan sadar. Dan setelah cairan infusnya habis, sudah bisa pulang" terang dokter


"Oh iya, oke, terimakasih dok. Sekarang saya boleh menemui pasien?" tanya Sutra


"Silahkan.." jawab dokter


Sutra dan Reyhan pun sama-sama beranjak menghampiri Kama. Sejujurnya Sutra ingin melarang Reyhan untuk ikut menemui Kama, tapi diurungkan nya, sebab ia tidak ingin ada keributan di rumah sakit.


Mereka berdua berdiri disamping ranjang Kama yang sedang tertidur dengan posisi miring ke kiri. Sutra memilih berada disebelah kiri Kama, sedangkan Reyhan disebelah kanan.


Berselang lima menit perlahan Kama mulai membuka matanya. Yang ia lihat pertama kali adalah wajah Sutra, hingga membuatnya kaget dan segera berbalik miring ke kanan. Disebelah kanan ia pun melihat wajah Reyhan, membuat nya tak kalah kaget.


"Lo udah sadar, Kam? Tadi lo pingsan! Haduuh, gue kawatir banget gak liat lo dikampus, makanya gue buru-buru nemuin lo di kostan" ujar Reyhan


"Gimana? Udah enakan? Untung mbak penjaga kost telfon saya tadi, jadi saya bisa segera bawa kamu ke rumah sakit" ujar Sutra


"Loh, ini rumah sakit ya? Kok bisa?" tanya Kama lagi masih bingung


Sutra melirik jam tangan nya, pukul 11 siang. Ia pun berinisiatif pergi mencari penjual bubur ayam disekitar rumah sakit. Ia yakin sekali kalau Kama belum makan sejak pagi tadi.


"Ah ya, saya tinggal sebentar gak papa kan? Kamu sama dia dulu tuh! Nanti saya balik lagi.." ujar Sutra pada Kama dengan senyum


"Heh, saya titip Kama! Kamu jangan macem-macem ya! Nanti saya balik lagi!" ujar Sutra pada Reyhan dengan tatapan yaaaang, yaah tau sendiri lah ya gimana cowok kalau udah cemburu.


Nah gitu dong daritadi, orangtua! Biar gue berduaan sama pujaan hati gue! Kalau bisa sih lo gak usah balik sekalian! Sana lo pergi ke Papua! batin Reyhan


Sepeninggal Sutra, Kama kembali bertanya pada Reyhan.


"Eh Rey, gue kenapa sih? Kok sampe dibawa kerumah sakit gini?"


"Yaah Kam, gue juga ga tau gimana kejadiannya. Waktu gue ke kost lo tadi, gue liat lo udah digendong aja sama tu dosen Leboy Cap 2 Angsa! Ya skalian aja gue ikutin mobilnya sampe kesini"


Leboy Cap 2 Angsa? Maksud nya pak Adrian ya? Hahaha, Reyhan! batin Kama


"Hah? Jadi pak Adrian yang bawa gue ke rumah sakit? Aneeh, kok bisa ya? Perasaan gue gak kenapa-kenapa deh. Gue cuma tidur aja, nyenyak banget malah, sampe puas rasanya begitu gue bangun"


"Eh, iya bener. Bangkong banget tidur lo Kam, sampe kayak orang pingsan! Tadi dokter juga ngejelasin gitu"


"Oh, hehehe.."


"Oia, gue juga mau nanya nih. Mata lo bengkak kenapa, Kam? Lo pasti nangis kan.., gara-gara Chelsea ya?"


"Ah, eee, kok lo bisa tau Rey?"


"Tau apanya, gue cuma denger dari anak-anak kok. Mereka bilang kemaren si Chelsea nyamperin lo dan langsung nampar lo didepan kelas, ada masalah apa sih?"

__ADS_1


"Emang lo gak nanya ke Mini, Rey?" suara Kama jadi pelan saat menyebut nama Mini


"Yaaah, gue lupa! Abis gue kawatir banget sih liat lo gak masuk. Kan lo anaknya gak pernah absen Kam. Apalagi pas anak-anak cerita soal kejadian lo sama Chelsea, ya gue makin kawatir lah"


Ah, sukurlah Reyhan gak tau! Kalau dia sampe tau, aku bingung harus sembunyiin muka ku dimana. Berantem sama sahabat cuma gara-gara cowok! Memalukan! batin Kama


"Eh terus, tadi dokter bilang apa aja Rey? Gue kapan boleh pulang?" Kama mengubah pembahasan, ia tidak mau membahas masalah kemarin.


"Tuh.." Reyhan menunjuk ke botol cairan infus yang tergantung


"Nungguin itu abis lo baru boleh pulang"


"Ooh.. Paling sejam lagi ya abisnya. Terus lo sendiri kapan pulang?"


"Ha? Gue?" Reyhan menunjuk batang hidung nya


"Hahaha, ya abis nganterin lo ke kost lah, baru deh gue pulang. Kalau gak gue bakal stres mikirin keadaan lo dari rumah" ujar Reyhan


"Lagian mana mungkin gue biarin lo sama si Leboy Cap 2 Angsa itu! Lo bisa jadi mangsanya entar!"


"Eh tapi, kok penjaga kost lo bisa nelpon dia sih? Heran gue.. Kayak gak ada orang lain aja! Dasar cap 2 Angsa!" sambung Reyhan lagi


"Dua angsa? Ngobrol apa kalian daritadi?" tanya Sutra yang baru saja muncul


Jiaah, ni orangtua nongol lagi! Gak bisa musnah aja, apa?! batin Reyhan


Kama dan Reyhan hanya diam, mereka tidak menjawab pertanyaan Sutra. Kama lantas mencoba bangkit untuk duduk diranjang nya, dan dibantu oleh Reyhan. Sementara Sutra melotot memandangi Reyhan, ia tidak bisa sigap menolong Kama karena tangan nya penuh dengan plastik berisi bubur ayam dan teh hangat.


Kurang ajar ni cunguk! Cewek gue lo pegang-pegang! Sabar Suuuut, sabaaaar.. demi Kama! batin Sutra


"Ini saya beliin bubur ayam buat kamu. Kamu pasti belum makan kan sejak pagi?" ujar Sutra seraya membuka plastik bubur ayam yang dibelinya tadi


"Saya juga udah ijin ke suster kok, mereka bilang kalau cuma bubur ayam, kamu boleh makan, nih.." Sutra menyodorkan sendok berisi bubur ayam mendekati bibir Kama, tapi tidak ada respon dari Kama. Kama merasa canggung Sutra mau menyuapinya, apalagi ada Reyhan yang melihat.


Eh, resek banget nih orangtua! Pake nyuapin Kama segala! Uuuh, gue gojrokin juga tuh bubur ayam ke muka nya! Biar tau rasa! Harusnya kan gue yang perhatian ke Kama, bukan dia! Yah, keduluan start mulu gue hari ini!! batin Reyhan


"Kok diem aja? Buka mulut nya donk.. Pasti kamu laper kan? Udah jangan ditahan-tahan.., biar saya suapin.." ujar Sutra


"Mungkn Kama gak sudi tuh disuapin sama bapak. Sini biar saya aja.." oceh Reyhan menambahi


"Apa kamu bilang? Eh, cunguk! Saya ini pa-" seketika Kama menelen sendok bubur ayam yang ada didepan mulutnya, agar Sutra berhenti bicara.


"Errmnymm, udah Rey, kepala gue pusing. Jangan ribut-ribut deh disini, malu" Kama bicara pada Reyhan sambil mengunyah


Huh, rasain lo cunguk! batin Sutra


"Bapak juga! Jangan norak! Malu ntar diliatin orang" ujar Kama lagi pada Sutra


Jiahaha, orangtua! Norak lo woii, NORAK! batin Reyhan


Pertarungan negri api dan negri es pun gak kelar kelarrr! Sutra dan Reyhan terus saja adu batin dan saling merebut perhatian Kama hingga cairan infus Kama habis dan Kama pun diperbolehkan pulang.


Iissh-iissh, Kama bikin ngiri aja nih, dikerubutin dua orang cowok sekaligus! Ngalahin gula aren, eh gula tebu, eh gula apa aja boleh deh....


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Seru kali ya kalo bisa kayak Kama..


Hayooo, siapa yang ngiriiiii


Bakalan gimana ya episode selanjutnya?


Apakah Sutra ribut sama Reyhan lagi atau Kama yang ribut sama mereka??


Cekidooot gaes


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)

__ADS_1


I Love U 😘


__ADS_2