When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Kaos kedodoran


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Seperangkat alat solat yang di belikan oleh Sutra waktu itu tersimpan rapi di lemari. Hari ini Kama menggunakannya lagi setelah hari terakhir sebelum kecelakaan yang menimpa suaminya.


Kama masih dalam tahap belajar, dan solatnya sudah pasti jauh dari kata baik apalagi sempurna. Namun beruntung ia memiliki imam seperti Sutra. Orang yang dengan tulus mencintainya bahkan melebihi dirinya sendiri.


Penuh kesabaran Sutra mengajari Kama. Berawal dari gerakan, bacaan solat hingga beberapa doa pendek yang mereka panjatkan setelah salam. Dan tak lupa Sutra juga memberi ruang untuk Kama memanjatkan doa pribadinya sendiri dalam hati.


Ya Allah, hamba mohon kepada-Mu, lindungi dan jaga selalu orang-orang special dalam hidup hamba. Mereka adalah Abah, Biang, Aji dan keluarganya serta Mas Adrian.


Sebelumnya hanya itu doa yang selalu Kama panjatkan di setiap solatnya. Namun hari ini doa itu bertambah.


Teruntuk Mas Adrian, berikan dia kesembuhan ya Allah, berikan dia selalu kesehatan dan keselamatan. Jangan pisahkan kami hingga maut menjemput, dan mohon jangan uji kami lagi dengan kesedihan seperti kemarin Ya Allah ...


Aaamiiin ya robbalalamiiin ...


Simple dan mengena. Masih dalam konsep sikap Kama yang sebelumnya. Ia tak pandai merangkai kata dan kaku dalam setiap aksinya. Namun, hampir kehilangan telah mengajarinya makna dari masa. Buang rasa malu, buang rasa ragu, sebelum kehabisan waktu.


Itulah yang di tanamkan Kama di dirinya sekarang.


Aku, Kama Leandra Rahayu, istri dari Sutra Adrian Zanyar, mencintai dan menyayangi suamiku sepenuh hati. Berusaha selalu bersama menjalani hari dan menikmati setiap bagian cerita hidup kami tanpa terkecuali.


Selesai solat Kama dan Sutra membenahi perlengkapannya. Mereka lantas kembali duduk di sofa.


"Babe, by the way, kamu gak ganti baju abis mandi tadi?" Sutra baru sadar kalau Kama masih menggunakan pakaian yang sama.


"Gak, Mas. Baju-baju aku kemarin di bawa Biang ke rumah sakit semua, dan sekarang ada di rumah Ibu kamu," jelas Kama.


"Yaudah besok kita beli di mall bawah ya ...," ucap Sutra.


"Baju?" Kama meyakinkan.


"Iya donk, sekalian yang lain-lain yang kamu butuh." Sutra meraih remote tv lalu menyalakannya.


"Gak usah Mas, baju aku banyak kok." Kama menolak.


Banyak apanya? Aku sampai hafal baju-baju kamu, Babe ...


"Baju kamu kan cuma satu koper, Babe. Aku sampai hafal apa aja yang kamu pake waktu kita di rumah sakit." Padahal sudah sejak pedekate dulu Sutra hafal semua model pakaian Kama.

__ADS_1


"Ya itu kan udah banyak, gak abis di pake semua." Kama menjawab sesuai dengan karakternya. Ya, dia memang bukan perempuan yang suka mengoleksi pakaian.


Sutra lantas bangkit dan mengambil kaos polos dan celana tidur dari dalam lemari bajunya.


"Tuh, kamu pake baju aku ya. Biar nyaman bobonya ntar." Sutra menyerahkan pada Kama.


Tanpa perlu menjawab, Kama langsung menurut. Ia masuk ke kamar mandi untuk berganti baju, dan


Taraaaa !


Kama keluar dengan pakaian yang serba kedodoran. Kaos yang Sutra berikan menjuntai hingga ke atas lututnya dan potongan bahu kaos itu jatuh di posisi lengan Kama. Seperti anak kecil yang memakai kaos ibunya, eh bukan, tapi kaos bapaknya.


Belum lagi celana tidur yg besar dan terlalu panjang. Membuat Kama seperti zombie yang berjalan sambil menyeret-nyeret celana.


Bukannya tertawa, tapi si best actor gesrek kita malah terpana dengan pemandangan di hadapannya.


Oh, my God, Babe..., kamu menarik banget! Coba kalau lamu lepas bawahannya, pasti jauh lebih menarik lagi ...


Khayalan Sutra malah melayang ke sana ke mari. Tak kuat menahan keinginan, Sutra langsung mengutarakan dengan kalimat yang lebih dulu ia kemas apik.


"Babe ...," panggilnya.


"Kenapa Mas? Aku aneh ya?" Kama merasa dirinya aneh dengan pakaian serba kebesaran itu.


Mohon maaf, ini lelenya lele super dumbo, buat lauk tiga orang makan. Apalagi di cocol sambel pecak, wah, bisa kalap liat nasi.


"Oh gitu. Iya sih, kaos kamu udah panjang di aku, Mas. Yaudah, tunggu ya, aku lepas dulu." Kama berbalik masuk ke dalam kamar mandi dan tidak curiga sedikitpun.


Yes!


Khayalan Sutra semakin menjadi-jadi di otaknya. Tapi ia berusaha untuk tetap cool, sebab mereka harus makan malam lebih dulu sebelum melakukan adegan yang berujung lelah letih lesu nantinya. Sebab di benak Sutra, dia akan macul semalamam.


Macul, tau macul kan guys? Bahasa lainnya adalah nyangkul. Kalau di nyanyiin bisa lebih seru lagi.


Cangkul, cangkul, cangkul yang dalaaam... Tanahnya longgar, jagung kutanaaam...


(cipt. Ibu Sud)


Anggaplah kali ini si Komodo Lang berperan sebagai jagung. Pasti dia akan bahagia tertanam di ladang yang baru saja opening.


Adegan apa itu? Aduh, jangan di tanya, cukup di baca saja biar bisa terbawa suasana dalam setiap scenenya. Oke, kita lanjut!


Sedetik kemudian Kama keluar dengan penampilan seperti kemauan Sutra. Kaki jenjangnya terpampang nyata di sana. Di padu dengan warna kulit eksotik, semakin membuat jiwa raga Sutra tergelitik.

__ADS_1


Oh God! She's amazing! Aku bisa gila kalau menahan hasratku lebih lama!


Sutra mengusap-usap kepalanya, mengajak inti otaknya untuk tenang agar tidak gegabah meluapkan perintah pada anggota tubuh yang lain, sebab pusat perintah ada di sana.


Menurut Sutra bisa gawat kalau ia sampai memulai adegan yang sudah di nantinya itu secara tiba-tiba. Kama pasti terkejut dan mungkin juga ketakutan. Sutra tidak mau sampai seperti itu. Ia ingin semua terjadi secara natural atas dasar keinginan yang sama, bukan hanya dirinya semata.


Kama sudah duduk di sebelah Sutra sekarang.


Demi mengatasi hasratnya, Sutra meraih ponsel, memilih fokus pada yang lain.


"Kita pesan makan malam apa, Babe?" tanyanya setelah ingat kalau mereka berdua belum makan malam.


Duh, harusnya aku gak perlu tanya. Makanan yang dia pesan kan gak pernah enak!


Pengalaman dua kali makan mengikuti selera Kama, membuat Sutra angkat tangan. Pilihan Kama bukan di rasa, melainkan asal comot saja.


"Fast food mau gak?" tanyanya lagi.


"Eh, jangan Mas! Kamu gak boleh makan fast food dulu sampai sembuh." Kama melarang.


Ah iya, aku hampir lupa. Dia kan ngiranya kalau aku masih sakit.


"Terus apa donk?" tanya Sutra kembali.


"Itu aku liat tadi kamu ada beli mi instan cup. Kamu aja deh yang order makanan, Mas. Aku biar makan mi yang itu," jawab Kama santai.


Ini orang kelewat hemat, atau memang gak punya selera ya? Aku beli mi instan cup kan buat cemilan bukan makanan pokok.


Apalagi aku mau ngajak dia bersatu padu semaleman. Bisa gagal kalau perut laper! Aah ...


"Jangan donk, kamu harus makan yang bener, Babe. Gimana kalau kita pesan ini?" Sutra menunjuk ke salah satu restoran seafood terdekat dari lokasi mereka.


"Seafood? Gak ah Mas males...," saut Kama.


Yaah, ayo doonk Babe, biar panaaaas dan bisa terus on. Aku baca di google kayak gitu ...


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sungguh pintar Sutra ini!


Setelah mengubah penampilan Kama seperti yang dia mau, sekarang ia juga ingin memancing hormon cinta Kama untuk keluar dan.... hmmm...ya... begitulah... πŸ˜†πŸ˜†


Tolong buat yang di rumah, coba pake kaos kedodoran suaminya, mungkin bisa menambah imaginasi woww buat malam indah kalian seperti yang di lakukan Kama sekarang πŸ˜†

__ADS_1


Oh iya ada info juga nih, buat readers setia yg ingin berkomunikasi lebih dekat dengan othor sengklak seperti saya 🀣, silahkan invite wa saya gaes, 082165727555.. Ntar saya masukin grup chat di wa, makasiiih πŸ™πŸ˜˜


__ADS_2