
--- Kama Pov ---
Pagi ini aku berangkat ke kampus dengan mata vampire. Mata berwarna merah kayak tokoh di film twilight. Ini akibat aku gak tidur semalaman.
Aku benar-benar gak bisa tidur sedetik pun. Yang ada di pikiran ku adalah kelakuan bodoh waktu aku mukulin pak Adrian sepenuh hati. Aku takut dia kenapa-kenapa. Karena setelah ku pukuli dan ku bantu dia ke ranjang nya, aku sempat mengambilkan nya minum, namun dia sudah tertidur pulas seperti orang mati, tidak bergerak sama sekali.
Eh tapi, kok tiba-tiba aku menyebut nya pak Adrian ya..? Ahh biarlah, memang itu kan nama nya.
Semalaman aku terus memperhatikan nya dari sofa, bahkan sesekali mendekati nya, memastikan dia baik-baik saja. Tapi dia benar-benar tidak bergerak, buat aku ketakutan setengah mati.
Jangan-jangan aku sudah membunuh nya. Apa tenaga ku sekuat itu ya sampai bisa membunuh orang? Itu artinya kekuatan ku lebih jago dari taekwondo.
Aku tidak mungkin mengecek nya dengan menyentuh tubuh nya. Karena kalau dia masih hidup, dia akan terbangun dan berpikir kalo aku mau berbuat tidak-tidak pada nya.
Akhir nya sekitar jam 5 pagi dia terbangun karena ponsel nya berbunyi. Seperti nya itu suara adzan. Dan benar, sesuai janji, dia mengantar ku pulang setelah selesai solat.
"Woiii, kusut banget lo, Kam..! Eh, hiiii, serem nyaaa tu mata..! kayak vampir!" Mini yang baru aja datang kaget dengan mata vampire ku
"Apa? Lo mau gue gigit?" aku menyeringai sambil melotot ke Mini, haha, biar dia ketakutan
"Hiii...apa an sih!" dan dia beneran takut, hahaha, konyol.
"Eh tumben ya dosen idola gue telat. Udah 15 menit belum dateng" ini hari selasa, jadwal nya pak Adrian masuk
"Udah mati, abis gue gigit tadi" aku teringat kejadian tadi malam, untuuung aja dia gak beneran mati.
"Dasar gilak lo" Mini melirik ku sebal. Emang susah ya kalo orang udah tergila-gila, di belain teruuus idola nya. Ku gigit beneran, tau rasa si Mini.
"Eh tapi serius deh, mata lo kenapa, Kam? Sakit?"
"Gue ga bisa tidur semaleman"
"Oh ya, kenapa? Emang lo abis ngapain aja sama Reyhan kemaren? Reyhan ngomong apa aja sih sama lo? Duuuh, gue penasaran, cerita doooonk" dengan gak nyambung nya Mini bertanya macam-macam soal Reyhan
"Ntar aj cerita nya. Gue pindah belakang yaa, ngantuk banget!" aku meninggal kan Mini menuju kursi belakang
Reyhan si penghuni kursi belakang kelas, menyambut ku dengan lawakan nya. Entah apa yang dia bilang, aku sudah gak fokus. Aku butuh tidur saat ini juga walau hanya setengah jam.
πππ
__ADS_1
Adrian mengawali pagi dengan senyuman, ketika dia melihat wajah Kama duduk di sofa apartemen nya. Dia benar-benar senang Kama mau menurut, walau harus dengan perjuangan yang gak mudah. Tapi kelakuan Kama yang brutal tadi malam menunjukkan bahwa Kama adalah cewek baik-baik yang tidak pernah bermalam dengan lawan jenis, sehingga malah semakin membuat Adrian tergila-gila pada nya.
Ada gitu ya orang udah di pukuli tapi makin jatuh cinta..? Yap jelas ada, Sutra Adrian Zanyar nama nya.
Mobil sedan kuning baru tampak di parkiran fakultas Teknik. Sudah 20 menit terlewat dari sejak mata kuliah Pengantar Arsitektur di mulai, tapi Adrian baru saja sampai. Dia terlihat santai turun dari mobil, tidak ada perasaan bersalah sedikit pun. Padahal itu pertama kali nya dia datang terlambat seumur hidup.
Mungkin otak Adrian sedikit bergeser sejak di pukuli tadi malam. Siapa lagi yang bisa membuat nya berubah sejauh ini kalau bukan karena seorang Kama.
Adrian melangkah menuju kelas Arsitektur Interior. Dia mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru laut dengan celana bahan abu-abu tua. Sepanjang jalan dia tersenyum lebar dengan semua orang, ini masih efek dari peristiwa tadi malam dengan Kama. Mungkin cuma Adrian lah satu-satu nya orang yang sudah di pukuli habis-habisan namun terlihat bahagia.
Senyum lebar Adrian membuat se isi kampus meleleh, bahkan sampai ada mahasiswi yang mimisan melihat nya. Efek wajah yang kelewat tampan.
Adrian sampai di kelas,
"Selamat pagi. Maaf semua, saya terlambat" dia menyapa mahasiswa dengan senyuman maut nya, sambil mencari-cari sosok Kama yang biasa nya selalu duduk di kursi depan.
"Kemana dia? Apa dia tidak masuk ya.." pikir Adrian dalam hati
Adrian melirik jam tangan nya, dia baru menyadari lumayan lama dia terlambat, sekitar setengah jam.
"Oke semua nya, karena kelas kita hanya tinggal setengah jam lagi, saya tidak mau memberikan materi. Mungkin kita bisa tanya jawab. Kalian boleh tanya apa pun dengan saya hari ini."
"Ya kamu, silahkan" Adrian mempersilah kan Mini untuk bertanya
Dengan mata yang berbinar-binar menatap dosen idola nya, Mini mulai bertanya,
"Alamat bapak dimana?"
Reflek pertanyaan Mini membuat gelak tawa mahasiswa lain, kemudian mereka juga bersorak pada Mini. Namun teman mahasiswi membela Mini. Mereka jadi terlihat seperti sedang perang di kelas. Yang cowok menyoraki, yang cewek-cewek sewot marah-marah. Membuat kelas menjadi gaduh sesaat.
Kegaduhan itu membangun kan Kama yang sejak tadi tertidur di kursi belakang. Kama mengucek-ngucek mata nya dan mulai menyadari kalau teman-teman nya sedang perang mulut. Kama buru-buru merapikan dan mengikat rambut keriting nya.
Praak..praaak..praak...
(suara penghapus yang di pukul ke meja)
"Perhatiaan! mohon tenang semua nya" suara Adrian memecahkan kegaduhan, seketika semua nya diam
"Maaf, saya tidak menjawab pertanyaan pribadi" Adrian tersenyum ke arah Mini, lalu melanjutkan ucapan nya
__ADS_1
"Maksud saya adalah pertanyaan seputar mata kuliah kita. ok, silahkan yang mau bertanya"
Sedetik kemudian, seorang mahasiswa yang tengah duduk di belakang mengangkat tangan. Adrian mengalihkan pandangan nya ke anak itu, dan mendapati sosok Kama yang duduk di sebelah nya. Adrian sedikit terkejut, pasal nya dia yakin tadi sudah melihat sekeliling kelas, tapi tidak menemukan Kama. Rupanya dia masuk..Tumben dia duduk di belakang, aku jadi tidak bisa memcium aroma parfum nya pagi ini, pikir Adrian
Sempat-sempat nya Adrian mengharap mencium aroma parfum Kama, seperti sudah ketergantungan saja. Padahal sebenar nya badan nya masih terasa pegal-pegal akibat aksi brutal Kama tadi malam.
Mahasiswa yang mengangkat tangan itu adalah Reyhan.
"Ya silahkan, kamu mau bertanya apa?"
Reyhan tampak serius dengan niat nya yang mau giat belajar, maka nya dia bertanya tentang materi kuliah Pengantar Arsitektur
"Saya pernah baca di buku, pak. Disitu tertulis bahwa arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lain nya, maksud nya bagaimana, pak?"
Kama yang duduk di samping Reyhan tertegun dengan keseriusan Reyhan. Dia tersenyum ke Reyhan, namun di balas Reyhan berbisik, dengan candaan..
"Psssttt, anak bu Kacar senyum-senyum ke gue. Gue ganteng banget ya?" candaan itu membuat Kama tertawa
Sementara itu, dari depan kelas Adrian melihat kejadian itu. Dia tidak tau apa yang di bisikkan oleh Reyhan pada Kama, yang pasti dia terganggu melihat nya. Mudah sekali dia buat Kama tertawa.., siapa sih dia? pikir Adrian
Buat Adrian, bisa melihat Kama tersenyum sampai dua kali saja, sudah keberuntungan buat nya. Apalagi jika Kama bisa tertawa karena nya. Pasalnya Kama selalu saja datar, bahkan kesal setiap bersama nya. Padahal dia selalu bersikap baik pada Kama.
"Maaf, nama kamu?"
"Saya Reyhan, pak.."
"Ok Reyhan, saya jelaskan. Arsitektur adalah bidang multi disiplin ilmu, di dalam nya ada beberapa bidang ilmu, seperti matematika, sains, teknologi, humaniora, ekonomi, politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Diperlukan kemampuan untuk menyerap berbagai disiplin ilmu ini, dan mengaplikasikan nya dalam suatu sistematika yang integral. Bahkan Vitruvius, dalam buku nya De Architectura, seorang arsitek harus fasih dalam bidang musik dan astronomi juga. Itu lah yang membuat Arsitektur sangat menarik menurut saya, mencakup semuanya."
Adrian menatap Reyhan setelah selesai menjawab pertanyaan nya. Lalu beralih menatap Kama beberapa detik dan tersenyum.
"Oke, pertanyaan lain"
πππ
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)
__ADS_1