When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
TERJEBAK


__ADS_3

TERIMAKASIH READERS YANG UDAH SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)


I Love U 😘


.


.


.


Sutra sudah semakin pusing memikirkan Kama. Selesai solat jumat tadi dia kembali datang mencari Kama di kostan, tapi tetap tidak ada hasil. Kama belum juga pulang kata mas Deko. Sutra lantas memutuskan untuk berkeliling mencari Kama.


Mestinya hari ini adalah hari yang membahagiakan buat Sutra, tesis yang susah payah dikerjakannya sudah disetujui untuk berlanjut ke sidang meja hijau. Dan dia juga akan menagih hadiah terindah yang dimintanya dari Kama waktu itu. Namun lagi-lagi si gadis keriting itu membuatnya hampir gila. Menghilang dan tidak bisa dihubungi sama sekali.


Kemanaaaa dia ini? Kenapa begitu berat rasanya jatuh cinta padanya? Jiwa ragaku sama sekali gak bisa tenang! Padahal sudah bermacam-macam kalimat aku utarakan padanya, tapi kok dia bisa secuek itu ya? Heran aku..! batin Sutra


Aaah, lagipula ini juga salahku sendiri. Sejak awal aku yang memilih untuk jatuh cinta padanya, cewek super cuek yang baru pertama kali kutemui! Cueknya sungguh-sungguh kelewatan! Menyiksaku lahir batin!


Sambil menyetir berkeliling mencari Kama, Sutra teringat dengan pembicaraan terakhir mereka kemarin yang membahas tentang perasaan orang lain.


Oh iya, Chelsea!


Seketika Sutra menepikan mobilnya. Ia menekan nomor kontak Chelsea di ponselnya. Baru nada sambung pertama Chelsea sudah mengangkat telpon Sutra.


"Hallo, Adrian.." ujar Chelsea


"Hallo, Chel, kamu dimana sekarang? Cepetan bilang, aku mau kesana sekarang.." tanya Sutra buru-buru


"Ha, aku, aku di apartemen Adrian.. Yaudah oke, kamu dateng aja, aku tungguin yaa..." jawab Chelsea kegirangan. Ia tak menyangka Sutra tiba-tiba saja mau menemuinya, setelah sempat meninggalkannya di mobil waktu itu.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Di dalam apartemennya Chelsea mempersiapkan diri menyambut kedatangan Adrian. Ia memakai baju terusan warna pink yang manis namun hanya menutupi separuh paha putih mulusnya itu. Tujuannya adalah agar Adrian semakin tertarik padanya. Ia juga tak lupa memoles sedikit wajahnya yang pada dasarnya sudah cantik dari lahir.


Berselang lima belas menit, interkom apartemen Chelsea berbunyi. Reseptionist apartemen memberitahukan kalau ada tamu yang mencari Chelsea di lobi. Ia lantas meminta mereka untuk memberikan akses agar Adrian bisa langsung naik ke lantai kamarnya.


Lima menit kemudian Adrian sudah sampai didepan pintu apartemen Chelsea. Adrian pun langsung menekan bel dan Chelsea segera membuka pintu kamarnya.


"Hai Adrian.." sapa Chelsea menyambut kedatangan Adrian dengan senyum termanis miliknya.


"Dimana dia Chel?" tanya Adrian


"Masuk dulu yuk, kita bicara didalem.." Chelsea menarik tangan Adrian untuk masuk. Saat langkah Adrian sudah penuh didalam, Chelsea langsung menutup pintu kamar dan menguncinya perlahan.


"Duduk donk.., aku buatin minum ya.. Kamu mau minum apa?" tanya Chelsea dengan gaya manjanya


Mata Adrian berkeliling mencari Kama hingga disetiap sudut apartemen Chelsea. Ia bahkan memutari setiap ruangan, kebetulan apartemen Chelsea lumayan besar, dua kali lipat besarnya dari apartemen yang ditempati Adrian sekarang.


"Dimana sih? Jangan main-main donk, Chel.. Aku serius nih!" Adrian mulai kesal, ia tidak juga menemukan seonggok Kama, pujaan hatinya yang keriting itu.


"Lah aku juga serius kok Adrian.. Gak pernah main-main sama kamu. Aku bener-bener serius sayang sama kamu.." ujar Chelsea yang perlahan mendekati Adrian


Duh, dia mulai lagi! Tapi Kama dimana sih sebenernya? Kok gak ada disini? Apa udah pulang ya? batin Adrian


"Eh, sorry deh Chel, kayaknya aku salah tempat.. Aku balik sekarang ya"

__ADS_1


Adrian putar balik dan berjalan menuju pintu. Namun saat ia menekan handlenya, pintu tidak bisa terbuka.


"Loh, kok gak bisa dibuka? Kamu kunci ya Chel?" Chelsea hanya diam sambil menunjukkan wajah sok polosnya


"Bukain donk cepetan! Aku mau balik!" perintah Adrian, ia sudah hapal dengan wajah pura-pura Chelsea sejak Chelsea tidak mengaku kalau dia mengusir Dega dari rumah sakit waktu itu.


Namun tiba-tiba saja Chelsea langsung memeluk pinggang Adrian, dan menempel didada bidang Adrian.


"Jangan pergi lagi Adrian.., kamu jahaat... Kamu tega ninggalin aku kemarin di mobil, sama Dega pula. Orang yang ngebosenin, aku gak suka sama gaya bicaranya! Kampungan...!" rengek Chelsea


"Eh, aduuh, ntar dulu Chel, lepasin dulu.." Adrian berusaha melerai tangan Chelsea yang melingkar dipinggang nya. Ia merasa risih dengan kelakuan Chelsea.


"Gak mau..! Kamu janji dulu gak akan pergi dari sini.." Chelsea semakin mengeratkan pelukannya


Ya Allah.., bodohnya aku! Ngapain sih tadi aku langsung kesini?! Sekarang aku terjebak sama cewek agresif ini! Gimana caranya aku keluar??? batin Adrian


"Tapi aku kebelet pipis Chel.. Kamu mau aku ngompol?" Adrian beralasan


"Ooh, hehehe" Chelsea pun melepas pelukannya


"Tuh kamar mandinya disitu.." ujar Chelsea seraya menunjuk letak kamar mandi apartemennya


"Kamu mau minum apa? Biar aku buatin?"


"Apa ya..., Ee, kopi aja deh.." ujar Adrian sambil berjalan masuk ke kamar mandi.


Didalam kamar mandi Adrian terpikir untuk menelepon Dega. Ya, karena hanya Dega lah yang bisa menolongnya sekarang. Eh lebih tepatnya, hanya Dega yang selalu menolongnya mengatasi Chelsea.


Lebih cocok lagi, hanya Dega yang bisa dijadiin ban serep luar dalem sama Adrian. Dimana lagi bisa punya temen yang setia kayak gitu? Sahabat rasa pesuruh, hahaha!


"Hallo, Ga.. Tolongin gue sekarang! Gawat iniii!!" ujar Adrian berbisik-bisik, takut terdengar Chelsea dari luar.


"Baca wa gue!! Sekarang!!"


"Oh, oke-oke.."


Adrian mematikan sambungan teleponnya. Percuma bicara ditelepon dengan Dega, dia gak akan dengar, karena Dega sedang main game online saat ini. Suara layar komputernya jauh lebih besar dari suara Adrian yang berbisik.


Adrian lantas mengirimkan pesan wa pada Dega. Meminta agar Dega segera menyusulnya ke apartemen Chelsea sekarang juga. Ada keadaan darurat!


Tok tok tok !


Tiba-tiba Chelsea mengetuk pintu kamar mandi


"Adriaaan, kamu ngapain? Kok lama banget?"


Adrian buru-buru mengantongi ponselnya.


Ceklek ! Suara pintu yang terbuka.


"Ini aku udah keluar.."


"Yuk kesitu yuk.., kamu minum kopinya" Chelsea mengajak Adrian duduk di sofa kamarnya.


Pemandangan di depan sofa kamar Chelsea, langsung mengarah ke jendela kaca yang besar. Tampak beberapa tower apartemen lain dari situ. Saat malam pemandangannya pasti akan lebih indah, banyak lampu bercahaya seolah bintang yang terlihat.


Pliiis Degaaa.., gue mohon, lo cepet dateng! batin Adrian


Adrian dan Chelsea duduk bersebelahan dengan jarak setengah meter di sofa. Karena baju Chelsea yang terlalu pendek, saat ia duduk otomatis roknya terangkat naik hingga menyisakan sedikit saja bagian segitiga miliknya yang tertutup. Paha putih mulus Chelsea pun penuh terpampang nyata.

__ADS_1


Adrian menyadari keadaan itu, sepintas ia bisa melihat dari sudut matanya. Namun ia berusaha tetap tenang, ia mengangkat gelas kopi yang dibuat Chelsea untuknya, dan menyeruputnya pelan.


"Gimana..? Enak gak? Aku sebenernya gak pinter bikin kopi, itu cuma aku tambahin krimer aja.."


"Enak kok.." padahal kopi yang dibuat Chelsea terlalu manis, kayaknya dia menambahkan 10 sendok gula didalamnya. Adrian sampai mau muntah saat menelannya tadi, tapi buru-buru ia tahan agar tidak menyinggung perasaan si gatel Chelsea.


Hiih, beneran gawat ni si Chelsea. Orang sehat bisa kena diabetes minum kopinya! Biar apa coba kayak gitu? Biar dibilang, kopinya manis banget kayak kamu, huweeeek. Rayuan model kapan itu? Jaman bulu ketek masih dicabut, belom discrab kayaknya, hahaha, sakitnyaaa, euwh, ngilu-ngilu.


"Oh iya, tadi kamu nyariin siapa Adrian?" tanya Chelsea lagi


"Ah enggak, aku salah ngomong aja tadi.."


"Hmm, jadi kamu kesini pasti mau minta maaf kaan.. Kamu udah sadar kalau cuma aku satu-satunya cewek yang beneran sayang sama kamu.. Iyakan?" Chelsea mulai mendekat, ia menempel persis disamping Adrian


"Aduuh, aku kegerahan Chel.. AC kamu nyala gak sih?" Adrian mulai mencari-cari alasan. Dia gak mau kaki kurang ajarnya kambuh saat Chelsea menempel begitu dekat dengan rok yang sangat minim seperti itu. Ya maklum kan, namanya juga laki-laki normal, ngeliat yang kebuka-buka mana mungkin santai aja. Seenggaknya geleteran dikit pastilaah, kayak yang sering terjadi diantara Adrian dan Kama.


"Nyala kok.." ujar Chelsea


"Coba dikencengin deh.." pinta Adrian


"Oke, tunggu ya.." Chelsea beranjak pergi menyetel AC kamarnya


Aaah, sukurlah.. Paling gak aku bisa bernapas lega walau cuma beberapa menit. Degaaaaa, lo udah dimana niiih?? batin Adrian


Tak berapa lama Chelsea sudah kembali duduk menempel di samping Adrian.


"Udah aku kencengin, kamu pasti gak bakal kegerahan lagi"


"Ah iya, udah berasa dingin kok hawanya. Emm, itu kamu apa gak kedinginan pake baju itu?" tanya Adrian


"Kan ada kamu.., kamu bisa angetin aku.." Chelsea memeluk Adrian dari samping, ia menyandarkan kepalanya didada bidang Adrian


Haduuuh, salah tanya aku! Ya Allah..., sial banget sih aku hari ini! batin Adrian


"Chel, emm, aku, aku kayaknya laper deh.."


"Yaudah kita pesan makanan aja pake aplikasi online, gampang kan.." jawab Chelsea yang terus memeluk Adrian


"Aku.., sebenernya aku udah lama pengen peluk kamu kayak gini. Aku sayang banget sama kamu Adrian. Dari sejak awal, begitu ngeliat kamu aku langsung jatuh cinta. Love at the first sight"


"Semakin hari aku semakin gak bisa jauh dari kamu.., aku kepikiran kamu terus Adrian.."


"Aku rela ngelakuin apa aja buat kamu, beneran.. Bahkan kalau kamu minta ituu.., aku pasti ikhlas kok ngasi nya, serius!"


Apa lagiii ini maksudnya?! Chelsea udah makin gila aja! Hiiih!


batin Adrian


"Chel, aku mau pulang aja deh.." Adrian memaksa bangkit dari duduknya, berusaha menjauh dari Chelsea yang dianggapnya sudah semakin menggila.


Namun Chelsea lebih cepat menarik Adrian lalu mendorongnya jatuh hingga tertidur diatas sofa. Dengan sigap Chelsea menindih Adrian dari atas, menempelkan bagian dadanya ke dada Adrian. Berharap Adrian tergoda dengan aksinya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


What?? Mau ngapain si Chelsea itu???


Pasti pada greget kaaan pengen nabok diaaaa.....


Yuuk, kepoin di next episode nya gaes...

__ADS_1


__ADS_2