
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Tidak ada kebahagiaan yang lebih indah terkecuali cinta kasih yang berbalas dengan pengorbanan yang sama besar. Begitulah yang di rasakan Sutra dan Kama saat ini. Getaran di hati mereka seolah menari, menyambar-nyambar, bersuka ria dengan apa yang telah mereka lalui bersama tadi, yakni penyatuan cinta yang sempurna di antara keduanya.
Proses panjang penuh dengan keluguan sang empunya badan, membuat step by step penyatuan mereka serasa meniti jalan ke surga. Walau ini cuma surga dunia, tapi nikmatnya wadaw, jangan di tanya. Tak bisa bisa di ungkapkan lewat kata-kata, hanya tau jika langsung di praktekkan saja.
Nah, buat yang masih jomblo, buruan nikah sana. Karena proses yang halal pasti mendapat pahala. Tapi buat yang belum mau menikah, mohon maaf, saran saya sebaiknya anda puasa saja agar terhindar dari keinginan yang iya-iya.
By the way, bagaimana dengan Chelsea dan Dega? Pasangan tidak halal yang sudah lebih dulu melalui proses kenikmatan di luar kesadaran mereka.
_flasback on, dua hari yang lalu_
"Pleaseee, kasi gua celah dikiiit aje buat masuk ke dalam hati lu ..., boleh?" Pelan-pelan Dega mendekatkan wajahnya ke wajah Chelsea. Semakin dekat, semakin dekat, dan bibir mereka pun bertemu. Menempel satu sama lain dan saling merasa, menikmati indahnya bulir cinta yang mulai menari-nari di hati mereka masing-masing.
Chelsea memejamkan matanya, ia bahkan melingkarkan tangannya di belakang leher Dega. Menikmati setiap gerakan bibir Dega yang bermain di sana.
Namun buru-buru mereka tersadar. Hanya dua menit lamanya mereka menikmati moment itu dan kompak melepasnya. Bukan karena tak pandai, melainkan karena rasa gugup yang tiba-tiba saja menyerang mereka bersamaan.
"E ..., aku haus." Chelsea beralasan haus agar bisa mengatur napas dan menenangkan jantungnya yang sempat berdebar. Ia lantas beranjak keluar dari kamar.
Dega mengekori Chelsea ke dapur kecil di apartemennya.
"Chels, jadi kite jadian nih?" Dengan antusias Dega bertanya
Chelsea mengambil mug di lemari atas lalu beralih membuka kulkas, menuangkan orange juice ke dalam mug lalu meminumnya sedikit.
Tanpa menjawab Chelsea membawa mug dan botol berisi orange juice ke atas meja di dekat sofa lalu duduk di sana.
Wah, roman-romannya kagak bener ini. Pasti gua digantungin lagi.
Dega mendengus kesal, ia meraih mug bekas Chelsea lalu menghabiskan isinya dengan sekali teguk. Ternyata Dega meletakkan bibirnya tepat di bekas lipstik Chelsea yang tercetak di mug, membuat warnanya menempel di bibir Dega.
"Hahaha ...," gelak tawa Chelsea pecah melihat penampilan Dega.
"Tega bener lu Chels, ngetawain gua. Udah kagak jawab, malah ngakak." Dega memalingkan wajah kesal.
"Enggak, itu loh ..., hahaha ...," sambil terus tertawa, Chelsea memutar wajah Dega menghadapnya, menunjuk ke bibir berlipstik Dega.
"Apaan?" Dega mengelap bibirnya dengan tangan.
"Eh, jangan di lap dulu!" pekik Chelsea. Ia lantas mengambil ponsel lalu mengabadikannya lewat kamera.
Cekrek !
"Ah bisa aje lu, Chels. Mau minta foto gua pake ketawa segala." Dengan percaya diri Dega mencubit lembut hidung gadis di hadapannya.
"Hii ..., amit-amit! Kepedean banget sih!" Chelsea mencebikkan bibirnya, bergidik mendengar pernyataan Dega.
__ADS_1
"Tuh, liat!" Chelsea lalu menunjukkan hasil jepretannya.
Dega menatap gambar dirinya di ponsel dan malah tersenyum riang.
Woaaah, artinya gua cipo-kan secara gak langsung lagi ini ame die ...
Ngapain dia senyum-senyum gitu? Aneh!
"Yang asli boleh kagak?" tanya Dega. Senyumnya belum lepas.
"Maksud kamu?" Chelse bertanya balik.
"Kayak tadi waktu kite di kamar," ucap Dega tanpa basi-basi. Dega ini memang sosok laki-laki apa adanya, ia tak ragu mengutarakan apa yang sedang ia pikirkan.
Kissing?
Seketika wajah Chelsea bersemu merah. Seenaknya saja Dega meminta itu padanya.
"Enak aja kamu!" seru Chelsea, ia langsung memalingkan wajah, tak mau terlihat salah tingkah di depan Dega.
Sejujurnya Chelsea menikmati moment di saat Dega memainkan bibirnya setelah pengakuan cinta tadi. Namun, ia tak mau di anggap ketagihan ataupun gampangan oleh Dega.
"Abis lu kagak jawab pertanyaan gua sih. Gua berasa di gantung ini. Buruan jawab Chels, sebelum gua kecekek terus mati," ucap Dega.
Hih, gak ada sweet-sweet-nya sih ni orang! Nembak kok begitu caranya! Aku gak suka!
"Gak, aku gak mau! Kamu kan cuma minta celah, yaudah aku kasi. Tapi bukan berarti kita jadian," ungkap Chelsea. Gadis itu berharap lebih dari Dega. Ia ingin Dega mengerti apa yang di mauinya.
Ngasi celah tapi kagak mau jadian, pegimane sih? Kagak paham gua maksudnye. Ape die maunye cuma TTM-an ame gua?
Bujuuug, kenape nasib gua begini mulu yak? Kagak pernah beneran jadian!
Krrriiiing !
Tiba-tiba ponsel Chelsea berbunyi.
"Eh, Papi nelepon. Sssttt, kamu jangan berisik ya!" Chelsea mengingatkan Dega.
"Hallo, Pi," saut Chelsea mengangkat telepon.
"Ya, Chels. Ini Papi mau ngabarin kamu soal pemuda bernama Adrian itu." Chelsea melirik ke arah Dega, khawatir laki-laki itu akan kembali cemburu.
"Kenapa dia, Pi?" tanya Chelsea.
"Dia sedang berada di Swedia saat ini, bersama dengan istrinya." Ternyata Tuan Sakamoto berhasil mencari jejak Sutra. Kekuatan informan yang dia miliki tidak bisa di anggap remeh.
Adrian dengan Kama, sedang apa mereka di sana?
"Lantas apa yang mau kamu lakukan setelah ini, Chels? Papi tidak mau menyarankan apapun, tapi Papi sudah menepati janji untuk mencari tau di mana dia berada," ungkap Tuan Sakamoto. Ia menyerahkan keputusan pada Chelsea.
__ADS_1
Huh, mereka pikir bisa lari dari aku? Kama, lo tunggu pembalasan gue!
"Boleh Chelsea menyusul mereka ke sana, Pi?" Chelsea segera meminta ijin pada ayahnya.
"Kamu yakin? Dia pria beristri, Chels. Kamu harus tau apa resiko yang akan kamu hadapi nantinya." Tuan Sakamoto menegaskan.
"Yakin! Seperti kata Papi, jangan pernah menyerah sebelum mencoba." Chelsea bersikukuh dengan pilihannya.
Tak di sangka di balik telepon, Tuan Sakamoto tersenyum licik. Senyum itu ia tujukan untuk orang lain, bukan Chelsea. Ia sudah tak sabar menunggu aksi berikutnya yang akan membawanya bertemu dengan orang di balik sandiwara penculikkan Sutra kemarin.
Baguslah, aku sudah tidak sabar bertemu denganmu, Tuan. Sehebat apa kau sampai hampir mengelabuiku.
"Oke, cari satu orang teman kamu dan kalian akan berangkat besok pagi. Papi yang akan urus semuanya," jawab Tuan Sakamoto di akhir pembicaraan.
Kama, akan ada kejutan untukmu!!
Chelsea meletakkan ponsel dan langsung memeluk erat Dega yang duduk di hadapannya.
Lah, ade ape ni?
"Kamu temenin aku ya, Ga. Besok kita berangkat ke Swedia ...," ucap Chelsea tanpa melepas pelukan mereka.
Ape? Kagak salah denger gua? Swedia?
"Hehehe, lu becanda kan." Dega tertawa kecil.
"Serius! Pokoknya kamu harus temenin aku!" Chelsea melonggarkan pelukan, menatap manik mata Dega.
"Jangan tanya untuk apa, dan ketemu siapa ...," sambung Chelsea lagi.
"Tapi gua ha mmmnnnh." Dega tak bisa berkata-kata lagi. Tiba-tiba saja Chelsea mendaratkan bibirnya, menyumbat kalimat yang akan keluar dari mulutnya.
Bibir lembut Chelsea membuat Dega terbuai, ia hilang ingatan, hingga lupa dengan apa yang akan dia ucapkan.
"Mau kan?" tanya Chelsea di sela-sela ciuman mereka. Tanpa buang waktu Dega langsung saja mengangguk lalu melanjutkan aksi hangat mereka. Bertukar napas, bertukar liur dengan rasa yang sama, orange juice.
_flashback off_
πππ
Cinta sering sekali membuat kita jadi bodoh, persis yang di lakukan Chelsea terhadap Dega.
Jadi Chelsea beneran menyusul Adrian????
Dan lagi ternyata Tuan Sakamoto tidak bisa di anggap remeh. Dia sudah sangat berharap untuk berhadapan langsung dengan king of real estate negeri Jiran.
Akankah mereka bertemu?
Yuk kita saksikan di next eps ,π
Cekidot guys !
__ADS_1