
--- Kama Pov ---
Pagi ini jam kuliah awal ku kosong, baru ada kelas setelah jam kedua. Aku berangkat lebih santai dari kost-an ku. Apalagi tadi pagi aku baru mencuci rambut keriting keramat ku, jadi terpaksa aku berangkat dengan rambut setengah basah yang sengaja ku gerai. Nanti setelah benar-benar kering, akan kuikat warisan nenek moyang ini.
Ya, memang rambut keriting ini adalah warisan dari nenek moyang ku kata biang.
Di tengah perjalanan, aku melihat ada kerumunan orang. Ada apa ya, mungkin terjadi kecelakaan, dan aku sungguh tak berminat melihat nya. Seperti yang sudah kubilang soal PTSD ku, membuat hati ku terlalu sensitif untuk setiap hal yang menyedihkan maupun menyakitkan.
Namun niat ku gagal akibat dua orang cewek erorr yang berjalan kesurupan hingga menabrak ku. Ingin rasa nya ku gigit tangan mereka yang sudah membuat ku terdorong masuk ke kerumunan itu. Menyebalkan!
Terlihat oleh ku seorang mahasiswi jatuh dari motor nya, dengan luka lecet di kaki, siku, dan sebelah pipi hingga pelipis kiri mata nya. Seperti nya dia jatuh terseret, dan darah di pelipis kiri mata nya lumayan banyak.
Airmata ku mulai menetes. Gawaattt, selalu kumat di saat yang tidak tepat! Sebelum ada yang melihat, aku harus segera pergi dari sini.
Tapi baru selangkah aku beranjak, seseorang memanggil namaku,
"Kamaa.. Kamu Kama kan? Mahasiswi saya?"
"I-iya pak.." aaaah, si dosen idola ternyata, kenapa dia bisa ada di sini sih? Kayak jin aja tiba-tiba nongol.
"Kamu bantu saya ya, kita bawa dia ke poliklinik UI" ujar dosen itu
Beberapa detik aku terdiam melihat dosen itu,
"Ayo,,segera kita bawa masuk ke mobil saya!" ucap nya lagi membuat ku sadar.
Mobil pak Adrian melaju cepat menuju poliklinik UI. Mungkin hanya sekitar 8 menit kami sudah sampai. Aku lantas membantu anak itu turun dan membawa nya masuk. Sementara dosen itu memarkirkan mobil nya.
Perawat di sana dengan sigap meraih anak itu dan membawa nya masuk ke ruang periksa. Aku hanya bisa duduk menunggu di luar sambil merutuki keberadaan ku.
Aaaaahh.. kenapa sih aku harus terlibat dalam keadaan ini! batinku kesal seraya mengusap airmata ku yang makin banyak menetes
"Itu temen kamu ya?" sebuah suara gak asing mengagetkan ku, ya suara dosen itu
"Eh, bukan pak" jawab ku singkat, dan aku berharap dia tidak melihat airmata ku barusan
"Tapi tadi di sana saya lihat airmata kamu menetes, saya kira dia teman kamu"
__ADS_1
"Oh e, itu tadi mata saya kemasukan pasir pak."
Gawat!! Ternyata dia lihat airmata ku yang disana tadi.
"Kamu yakin cuma kemasukkan pasir? Soal nya barusan saya lihat kamu juga nangis" ia kembali bertanya dengan suara yang lebih pelan.
Apa-apaan sih dosen ini?! Kok jadi seperti menyelidiki gitu?! Maksud dia apa coba...?!!
"Iya pak, saya yakin!" kulirik dia sekaligus menggigit bibir ku menahan kesal
Lima menit berlalu kami saling diam. Tentu saja aku masih kesal dengan pertanyaan nya tadi. Bisa-bisanya dia bertanya begitu sampai dua kali, aku jadi malu!
Pasti sekarang di benak nya aku aneh, menangisi orang yang tidak di kenal sama sekali. Aaah, sebaiknya aku pamit saja lah sekarang, toh aku ada kelas sejam lagi.
Aku bangkit dari tempat duduk ku,
"Maaf pak, saya ada kelas sebentar lagi. Saya duluan ya" aku melangkah cepat pergi dari situ, namun sial nya sebelah kaki ku malah tersangkut di kaki nya.
Ya ampuuun, gatel banget kaki ku ini pake nyangkut segala! Apa dia juga fans nya si dosen? Aah ngaco!!
Di pangkuan si dosen?!! Oh Tuhaaan, cobaan apaa inii??
Sanking terkejut nya, aku melompat bangkit dari pangkuan nya,
"Eh, m-maaf pak, maaf" gawaatt wajah ku benar-benar panas rasa nya menahan malu, segitu bodohnya aku!!
Kupejam mata ku untuk menenangkan diri sejenak sambil kembali menggigit-gigit bibir ku.
"Gak papa, itu tadi, kaki saya yang salah. Tapi.."
Waduuuuh, tapi apa ni? Apa tadi aku injek juga kaki nya??
"Kenapa kaki nya pak? Keinjek ya?" aku merasa ga enak sendiri jadi nya.
Makin panic jadi makin salah tingkah. Kucoba mengontrol diri ku dengan terus menggigit bibir ku.
"Bukan.. tapi itu.." dia menunjuk ke wajah ku membuat ku semakin bingung
__ADS_1
"Jangan di gigit terus, nanti luka" sambung nya lagi
Shit!! Jadi yang dia maksud bibirku?! Huuuh!! Apa-apaan sih?!!!!! Aaaaarrrrggghhhhh.....!!!!
πππ
Urusan di poliklinik sudah selesai. Anak yang kecelakaan tadi baik-baik saja dan akan segera di jemput oleh orangtua nya. Sekarang yang bermasalah adalah aku. Aku benar-benar kesal dengan si dosen ini. Entahlah aku sudah tidak bisa berkata-kata lagi.
Dia meminta mengantar ku kembali ke Fakuktas Teknik. Aku yang sudah kehabisan kata-kata, hanya bisa mengangguk setuju. Sejujurnya aku ingin sekali pulang sekarang, merendamkan kepalaku dengan air es. Tapi kenyataannya aku ada kelas sebentar lagi.
"Udah sampai.." suara dosen itu
"Ya, terimakasih pak.." aku bergegas keluar dari mobil nya
"Kama.." ia memanggil
Duuh, ada apa lagi siih? Terpaksa aku balik menoleh kearahnya,
"Ya, pak"
"Saya.., bisa minta kontak kamu?"
"Mak-sud-nya?" aku sedikit menekan intonasi ku
"Em, selasa ini saya ada urusan, mungkin akan telat setengah jam. Jadi saya bermaksud memberi tugas untuk mengisi kelas saya, lewat kamu. Bisa kan?"
Ooh, aku sedikit lega mendengar alasan nya. Masuk di akal sih, soal perkuliahan. Setidaknya dia sudah melupakan tentang kejadian bibir tadi.
"Oh, bisa, pak. Kontak saya, 08139633****
πππ
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)
__ADS_1