
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Akhirnya di babak terakhir ini pertandingan di menangkan oleh Sutra Adrian Zanyar, dengan bantuan prajurit tempur miliknya.
Rasa puas, bahagia, dan cinta bercampur jadi satu di benak laki-laki itu.
Oh, Babe... Tadi itu bener-bener indah dan..., ah aku gak bisa menggambarkannya dengan kata-kata
Padahal kenyataannya Sutra tidak sepenuhnya menang. Hahaha. Yuk kita tertawakan dia. Baru sampai situ sudah muntah, ini akibat kepanjangan ngiter atau foreplay.
Sutra tidak tau saja kalau masih ada dinding kaca bening yang belum berhasil ia tembus di bawah sana lantaran sudah keenakan di bagian depannya.
Ck.ck.ck. Best actor kita ternyata sangat polos. Baru masuk ruang tamu saja dia sudah kegirangan sampai muntah. Apalagi berhasil masuk sampai ke dapur. Pasti satu minggu dia tidak akan berhenti tersenyum karenanya.
Sebab di dapur lah semua makanan enak tersaji. Kalau di ruang tamu paling-paling cuma di sajikan teh dan cemilan, bukan makan besar. Ya pasti masih laper donk!
Sutra lantas menarik selimut untuk menutupi tubuh Kama. Ia takut pemandangan di hadapannya sekarang bisa memancing hasratnya lagi untuk mengulang pertandingan yang seolah di menangkannya tadi.
Tapi airmata Kama semakin banyak menetes. Perempuan itu menangis dalam diam.
"Babe.., aku minta maaf ya..." ucap Sutra lagi. Ia semakin khawatir melihat tangis Kama yang belum juga reda.
Kama menatap langit-langit kamar dengan airmata yang belum berhenti menetes. Banyak hal yang berkecamuk di pikirannya. Bukan hanya sekedar rasa sakit, tapi lebih dari itu. Kama merasa dirinya sudah bukan yang dulu lagi.
Astaga Kama, abis in the hoy malah frustasi. Kayak abis di perkosa suami sendiri. Endulitaa.
Rasa sedih di hati Kama membuatnya meremas ujung selimut yang menutupi tubuhnya. Sutra memperhatikan gerakan itu.
"Babe, apa serius sesakit itu? Besok pagi kita ke dokter ya..." Sutra mengusap puncak kepala Kama. Mencoba meredakan tangis istrinya. Tapi lagi-lagi Kama hanya diam tak menjawab.
Sekarang giliran Sutra yang frustasi dengan reaksi diam istrinya.
Ia bangkit dari rebahan sembari mengacak-acak rambut, seolah menyesali perbuatan terindah yang telah di lakukannya pada Kama.
__ADS_1
Sutra lantas mengenakan kembali celana tidurnya. Membungkus mata Komodo Lang dari pandangan syur agar makhluk itu tidak bangkit dan mau menyerang lagi.
Aaah, bodohnya aku! Kasihan Kama! Ini semua salahku!
Sutra merutuki dirinya sendiri. Sandiwaranya untuk menuju kenikmatan yang hakiki malah menyakiti orang yang paling di cintainya hingga tak berhenti memangis.
Sutra beranjak dari ranjang menuju pantry kecil di dalam kamar apartemennya. Ia lantas membuatkan minuman chocolate hangat kesukaan Kama.
"Babe, minum dulu yuk..." Kama masih tetap diam. Tapi posisinya sudah berubah. Perempuan itu berbaring menyamping membelakangi Sutra dengan selimut yang masih membungkus tubuhnya.
Kamu gak tau gimana perasaanku sekarang Mas! Kamu enak, tinggal menikmati, sementara aku menahankan sakit dan rasa takut! Hikss...
Aku disini ketakutan! Aku takut hamil! Pasti besok aku akan muntah-muntah dan telat datang bulan! Hiiikksss...
Rupanya Kama mengira kalau besok dia akan langsung hamil gara-gara perbuatan suaminya itu.
"Babe, pleasee... Jangan diem aja donk..." bujuk Sutra lagi.
"Aku bingung harus apa kalau kamu diem gini... Aku tau aku salah. Aku udah maksa kamu untuk ngelakuin yang tadi. Tapi kamu kan istri aku, Babe... Aku kangen..." Sutra masih berusaha membujuk Kama.
"Atau kamu yang gak kangen sama aku selama aku sakit?" tiba-tiba Sutra melontarkan pertanyaan menyebalkan, membuat Kama berbalik seketika.
Huh! Kalau bukan karena kamu sakit, udah aku pukul kepalamu pakai cangkir itu mas!
Dahi Kama berkerut, ia menatap Sutra tak percaya.
"Kok gak di jawab?" Sutra malah semakin menantang Kama.
Begitulah sifat dasar seorang laki-laki. Egoisnya tinggi! Laki-laki tidak pernah benar-benar bisa memahami perempuan. Yang dia tau, selama apa yang di lakukannya benar, apa masalahnya? Disinilah yang membedakan laki-laki dengan perempuan.
Laki-laki banyak berpikir dengan logika sementara perempuan banyak berpikir dengan rasa. Benarkah begitu wahai pembaca?
Entah kenapa malam ini Sutra pertama kali menunjukkan sifat egoisnya. Ia merasa apa yang dia lakukan tadi tidak ada yang salah. Ia hanya ingin mengambil haknya sebagai suami yang sah dari Kama. Toh dia melakukannya juga dengan penuh perasaan dan kelembutan. Tidak ada gerakan kasar walau sedikitpun.
Kalau bicara soal logika, Kama orang pertama yang mengedepankan logika jauh sebelum bertemu dengan Sutra. Tapi lagi-lagi Kama terbentur dengan penyakit amnesia Sutra, membuatnya enggan menantang laki-laki itu untuk ribut mengingat semua pesan dari dokter.
Kama membuang pandangannya,
__ADS_1
"Aku takut hamil Mas..." kalimat itu yang keluar dari mulut Kama sembari ia kembali ke posisi awal.
Astaga iya! Aku lupa! Haduuuh, gimana nih? Aku sampai lupa pakai pengaman sanking enaknya! Kalau Kama sampai hamil aku pasti dapat masalah dengan Ibu dan Biang sekaligus...
"Besok kita langsung ke dokter ya Babe. Kita cari tau gimana hasilnya" ucap Sutra sembari memeluk Kama dari belakang.
Huh! Kamu nyebelin banget sih Mas! Uuuuhhh, aku pengen teriaaaak dan mukulin kamu sekarang juga!! Kama ngedumel dalam hati.
Sutra terus memberikan pelukan hangat dari belakang tubuh Kama. Laki-laki itu mau menebus kesalahan lewat pelukan itu. Tapi Kama diam tak membalas, ia sudah terlanjur kesal pada Sutra yang menjebaknya masuk dalam permainan terenak di dunia.
Memang anak kecil seperti Kama serba membingungkan. Kesal tapi nikmatin, gimana caranya coba? Ya, cuma Kama lah yang tau.
"Babe, kamu mau selimutan terus sampe pagi? Gak pake baju? Ya gak apa-apa sih, cuma aku takut ntar aku jadi pengen lagi..." ucap Sutra dari belakang tengkuk Kama.
"Maaassss!" sontak Kama berteriak sembari mendorong tubuh suaminya. Belum habis kesalnya perkara tadi, sudah di tambah lagi dengan kalimat Sutra.
Brak !
Tak di sangka dorongan Kama lumayan kencang hingga Sutra terjatuh dari tempat tidur. Tapi malah Kama sendiri yang jadi ketakutan atas perbuatannya. Seketika ia keluar dari selimut, bangkit lalu mengecek keadaan Sutra dengan tubuhnya yang polos. Ya, Kama belum mengenakan apapun setelah pertandingan babak ketiga tadi.
"Mas kamu gak apa-apa? Maaf aku gak sengaja tadi..." tanyanya sembari berjongkok mendekati Sutra.
"Aduh, sa-sakit..." jawab Sutra dengan tampang melongo, bibirnya membulat dan matanya membesar. Pandangannya tertuju pada kepolosan Kama. Sontak Komodo Lang pun ikut terusik karena itu.
"Kok mukanya kayak gitu?! Liat apa kamu, Mas?!" bukannya di tolong berdiri, Kama malah mencubiti lengan Sutra.
Mas Adrian!! Bisa-bisanya!!
"Aaww-aaww-aaww! Sakit Babe..." Kama lantas berlari ke kamar mandi meninggalkan Sutra yang masih terduduk di lantai.
Hehehe, i love you, Babe...
πππ
Siapa yang mau punya laki kayak Sutra???? ayo angkat tangaaaan....
Siapa yang mau punya bini kayak Kama??? ayo angkat tangaaaan....
__ADS_1
Kalau othor sih enggak mau. Othor orangnya setia. Setiap tikungan ada π€£π€£, ada tukang jual gorengan maksudnya, jangan curiga duluuuu ππ
Besok pagi pasangan absurd ini berencana ke dokter. Yuk kita intilin gaes, hanya di next episode π