When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Welcome to Ice Hotel


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ๐Ÿ™๐Ÿค—๐Ÿ˜˜


-


-


Perjalanan udara yang begitu jauh sesungguhnya membuat kedua insan yang saling mencinta yakni Kama dan Sutra jadi bingung. Namun rasa rindu di hati mereka berdua seolah menepis kebingungan itu. Mereka tidak sempat lagi bertanya, lebih memilih memadu kasih, membayar semua waktu yang terlewat karena perpisahan selama 72 jam.


Memangnya Kama dan Sutra ngapain aja di pesawat? Eh, pakai di tanya. Jelas mereka melakukan hal sederhana lah. Paling jago cuma main jelly-jellyan. Tidak sampai ke pertemuan makhluk-makhluk aneh seperti, pucuk teh, eh maksudnya Pucuk Cream, Komodo Lang, maupun Kerang Simping. Jatah yang satu itu di simpan sampai nanti pesawat sudah mendarat.


Jadi buat yang sudah menunggu tokoh pujaannya muncul, sabar dulu ya guys, ini ujian, hahaha.


Akhirnya setelah beberapa jam terlewati di pesawat, sang pilot pun menemukan tujuan terakhirnya. Private jet yang mereka tumpangi landing di bandar udara Kiruna. Sebuah bandara kecil yang terletak di tempat paling utara negara kelahiran Sutra Adrian Zanyar.


Aiman lantas mengetuk pintu kamar tempat Kama dan Sutra berduaan.


Tok tok tok !


"Permisi, Abang, Kakak, kite dah sampai," ucapnya.


Sutra lantas membuka tirai jendela pesawat, melihat lokasi tempat mereka mendarat.


Kiruna? What??? Serius????


Seketika Sutra bangkit dengan wajah terkejut. Ia menjadi yang pertama membukakan pintu dan bertemu dengan Aiman. Di luar pintu Aiman sudah berpakaian lengkap. Laki-laki itu mengenakan jaket tebal, sepatu boot, sarung tangan, syal dan kupluk. Kebetulan saat ini adalah bulan Februari, musim dingin masih menyelimuti kota itu.


"Ini bandara Kiruna, kan?" tanya Sutra memastikan. Sebuah senyum tersungging di bibirnya.


"Iye Bang. Dalam beg pakaian ini, sudah ada pakaian lengkap untuk abang dan kakak. Ayuh sekarang, tukar pakaian lebih dulu sebelum kita turun." Aiman menyerahkan koper besar berwarna hitam pada Sutra.


Sutra menerima koper itu lalu menutup kembali pintu kamar.


"Memangnya kita di mana ini, Mas? Kok harus ganti baju? Aku belum pernah dengar bandara Kiruna," ucap Kama.


Sutra membuka koper hitam itu sambil terus tersenyum. Ia melihat semua kebutuhan musim dingin ada di dalamnya. Sambil geleng-geleng kepala ia bergumam,


Hehehe, Abah memang luar biasa. Dia bisa memikirkan tempat ini sebagai tujuan aku dan Kama.


"Kamu ganti baju duluan ya, biar aku keluar. Pakai semuanya, di luar dingin banget soalnya." Sutra tidak menjawab pertanyaan Kama, dia hanya terus tersenyum.


"Eh, gak usah, Mas. Kamu gak usah keluar, di sini aja. Gak apa-apa kok." Kama menahan langkah Sutra.


A-apa aku gak salah denger nih ...


"Tapi balik badan! Jangan ngintip!" sambung Kama lagi.

__ADS_1


Yaaah, kirain, hahaha ....


Sutra memutar badannya membelakangi Kama hingga istrinya itu selesai berganti pakaian. Lalu tiba giliran Sutra, Kama pun melakukan hal yang sama. Aneh memang kelakuan pasangan newbie ini, sudah sah dan halal kok malah tidak boleh saling lihat. Tapi justru keanehan itu pula yang membuat mereka saling mencintai satu sama lain.


Kalau kata orang jawa, sak karepmu ae lah. Yang tau artinya silahkan di translate. Tapi buat yang tidak tau, berarti kita sama, hahaha.


Selesai berganti pakaian lengkap mereka pun keluar dan turun dari tangga pesawat. Aiman, Azfar, serta dua orang lagi pengawal pribadi sudah menunggu mereka di bawah.


"Bang, kite cuma tinggal dua hari kat sini, hanya tuk tengok aurora. Lepas tu kite berangkat tempat lain." Aiman memberitahukan rencana mereka ke tempat itu pada Sutra. Ia lantas mempersilahkan Kama dan Sutra jalan mengikutinya menuju keluar bandara.


Melihat aurora? Maksudnya fenomena cahaya itu? Berarti sekarang aku sedang berada di Eropa utara? Karena setauku tempat populer menyaksikan aurora ada di belahan bumi utara. Akh, sebenarnya di negara mana sih ini? Jangan-jangan ...


Kama terus bertanya-tanya dalam hati.


Sutra menggenggam tangan Kama. Mereka melangkah sambil bergandengan di ikuti azfar di belakang yang bertugas menggeret koper milik mereka.


Dari Bandara Kiruna, mereka lantas melanjutkan perjalanan darat menuju hotel, yang berjarak 20 menit dari bandara. Lokasi persis hotelnya ialah di Desa Jukkasjรคrvi.


Kedatangan mereka di desa itu di sambut dengan sebuah balok es terpahat yang bertuliskan 'Welcome to Ice Hotel' di depan sebuah bangunan iglo (rumah salju) besar.



"Ini hotel?" tanya Kama terheran-heran begitu mereka turun dari mobil. Mereka sampai saat hari sudah sore.


"Iya, Babe," jawab Sutra.


"Aku pernah ke sini waktu kecil. Kita di Swedia, Babe ..., negara tempatku lahir," ucap Sutra dengan senyum lebar. Pandangannya menyapu hamparan salju yang terbentang luas. Matanya berkaca-kaca, teringat dengan kenangan masa kecilnya saat masih tinggal di Swedia.


Jadi ini di Swedia? Oooh ..., tapi kok Mas Adrian ingat masa kecilnya, ya? Apa itu berarti dia sudah sembuh?


Aiman masuk lebih dulu, untuk mengurus semuanya. Setelah menunggu beberapa menit mereka di bawa ke salah satu iglo kecil yang semua bangunannya terbuat dari es, kecuali pintu masuknya.



Di dalamnya terdapat sebuah kamar mewah dan antik yang dinding dan semua perabotannya pun terbuat dari es.



Pegawai hotel meletakkan koper milik Kama dan Sutra ke dalam kamar. Sementara Aiman, Azfar dan dua pengawal lainnya menginap di iglo kecil yang bersebelahan dengan mereka.



Luarbiasa memang rencana Datuk Emran. Dia bisa memikirkan perjalanan hebat untuk anak dan menantunya hingga sampai ke tempat yang tak terduga itu.


Memang bukan pengalaman pertama buat Sutra mengunjungi tempat itu. Namun kebahagiaan tak henti terpancar dari wajahnya. Ia begitu bahagia, bisa kembali mengunjungi Jukkasjรคrvi bersama dengan wanita yang paling ia cintai.

__ADS_1


Kama dan Sutra memang beda. Mereka tidak romantis seperti pasangan sweet lainnya. Bahkan jatah honeymoon-nya pun di tempat yang tidak pernah terpikirkan oleh orang normal. Tapi jangan salahkan mereka, karena yang sesungguhnya tidak normal adalah author-nya, hahaha.


Rencana ini di lakukan oleh Datuk Emran semata-mata bertujuan untuk membantu menantunya mengingat masa lalu. Ia sudah terpikir merencanakan perjalanan ini sejak mengetahui bahwa menantunya hilang ingatan.


Kama lantas duduk di atas ranjang sembari memeluk tubuhnya sendiri, merasa dingin. Padahal ia sudah mengenakan jaket hangat dan sarung tangan.


"Iih, kok bisa-bisanya Abah bawa kita kesini ya, Mas?" Si lugu tak berujung mulai dengan dialog lucunya.


Biar kamu gak jauh-jauh dari aku, Babe ...


Sutra merentangkan tangan sembari melihat Kama, menunggu pujaan hatinya itu datang mendekat.


"Sini, Babe ...," panggilnya. Tanpa ragu Kama pun mendekat dan masuk dalam pelukan Sutra.


"Mungkin maksud Abah bawa kita kesini, biar kamu bisa terus peluk aku," ucap Sutra dengan semakin mengeratkan pelukannya.


Oh, gitu ...


"Kamu tau gak, Babe," sambung Sutra lagi.


"Gak tau lah, kan Mas belum ngomong," saut Kama.


Hehehe, iya ..., istriku adalah Kama. Jangan harap dia akan menjawab dengan manis.


"Dulu waktu kecil aku punya impian dan masya Allah impian itu terwujud hari ini," ucap Sutra.


"Impian apa?" Kama penasaran.


"Tungguin ya, sebentar lagi kok ...," Sutra melirik jam tangannya yang sudah ia setel waktu Swedia sejak di mobil tadi.


"Apa sih?" Kama semakin penasaran. Ia melonggarkan pelukan lalu menatap wajah Sutra penuh tanya.


Bukannya mendapat jawaban, Kama malah dapat bonus lebih dulu.


Cup cup cup !


Kecupan beruntun yang menyerang bibir kenyal Kama yang hampir membeku.


"Jadi itu impian nya?" tanyanya dengan wajah aneh. Entah kenapa Kama sering sekali jadi lugu setiap bersama Sutra.


"Hehehe, bukan, Babe ...," Sutra tertawa kecil lalu ia kembali melirik jam tangan.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Wohoo, siapa sangka pasangan absurd kita terdampar hingga ke tempat paling utara di Swedia....

__ADS_1


Nah, kira-kira ada yang tau gak apa impiannya Sutra..??


Kita kepoin di next eps yuk ๐Ÿ‘‡


__ADS_2