When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season - Serangan Chelsea


__ADS_3

Jangan lupa bantuan LIKE dan VOTE-nya ya guys, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—


sarang buruuuung, eh sarangheyo 😘😘


-


-


Chelsea mengepalkan tangan, menatap tajam ke arah Dega dan Kama. Ternyata yang lebih dari sekedar cemburu di antara mereka adalah Chelsea. Ia tidak rela apa yang ia miliki lagi-lagi harus di ambil oleh Kama. Padahal nyatanya Kama tidak pernah mengambil apapun darinya.


Memang dasar sensian tuh si Chelsea. Hatinya gelap, warna hijau lumut campur hitam, bletekan deh pokoknya. Kayak air bekas rendeman kaki kerbau yang baru pulang bajak sawah. Jangan di bayangin guys, karena belum ada sejarahnya kerbau rendeman kaki kayak di spa gitu. Hahaha.


Setelah mengatur napas agar emosinya mereda, Chelsea lantas menghampiri Dega dan Kama.


"Kok kalian gak main sih?" Chelsea melontarkan kalimat itu pada Dega dan Kama.


"Kagak bisa. Gua orang kampung soalnye," saut Dega datar. Rasa cemburu dan kesal pada Chelsea berkecamuk di hatinya.


"Aku gak pinter, Chels." saut Kama.


"Maaf ya, Babe. Harusnya aku yang bantuin kamu tadi, tapi malah aku keasikan main." Sutra menyambung sembari merangkul bahu Kama.


"Gak apa-apa, Mas." Kama tersenyum sekilas.


"Mau aku ajarin gak, Kam?" Tiba-tiba saja Chelsea menawarkan bantuan. Entah apa yang ada di benaknya, tapi ia jelas mengatakan demikian.


"Boleh." Kama langsung saja setuju. Ia merasa Chelsea mau membuka hati dan mau berkomunikasi dengan baik padanya. Kama menangkap mungkin inilah saatnya ia bisa berdamai dengan Chelsea.


Tawaran Chelsea pun di sambut baik oleh Sutra lantaran ia juga ingin bicara empat mata dengan sahabatnya. Ingin menekankan agar Dega tidak sok akrab maupun tertawa bersama Kama seperti tadi hingga membuatnya cemburu.


"Yaudah, yuk ..." Chelsea melangkah sembari memegang tongkat ski-nya, di ikuti Kama dari belakang.


"Ga, gue mau ngomong sama lo. Yuk kita ke atas," ajak Sutra pada Dega, meninggalkan Chelsea yang mau mengajari Kama.


Timingnya tepat. Kepergian Sutra dan Dega membuat Chelsea menyunggingkan senyum licik. Ada rencana buruk di dalam otaknya.


"Kamu pernah main sepatu roda gak?" Chelsea mulai dengan pengajarannya.


"Pernah dulu," jawab Kama.

__ADS_1


"Main ski hampir sama sih, condongkan tubuh kamu ke depan saat mendorong agar papannya bergerak, dan gunakan dua tongkat ini sebagai pengontrol agar kamu gak jatuh." Chelsea menjelaskan.


"Kayak gini." Chelsea mempraktekkan dengan jarak dekat.


"Paham? Cobain deh sekarang. Pelan-pelan aja. Awalnya memang berasa licin, tapi kamu tahan gerakannya pake tongkat itu biar gak kepeleset," sambung Chelsea lagi.


Kama lantas mempraktekkam sesuai arahan Chelsea. Pelan-pelan ia bisa menggerakkan papan seluncur dengan benar tanpa harus jatuh seperti sebelumnya. Walau gerakannya terkesan lambat tapi Kama cepat belajar.


Chelsea mengiringi dari samping.


"Gampang, kan?" tanyanya.


"Lumayan. Makasi ya, Chel," ucap Kama yang sudah bisa berseluncur pelan.


"Kalau udah bisa kayak gini, tambah sedikit-sedikit dorongannya, biar mainnya seru. Cobain deh." Chelsea mulai menantang Kama. Ia bahkan menggiring Kama hingga ke lintasan sulit yang panjangnya tiga kali lipat dari lintasan yang di laluinya bersama Sutra tadi.


Jalur sulit ini menuju ke kaki bukit.


"Panjang juga ya lintasannya, Chels," ucap Kama saat ia sudah mulai lelah. Sejauh matanya memandang, jalur yang mereka lalui tidak seramai tadi. Hanya satu dua orang pemain yang lalu lalang.



"Kok sepi?" tanya Kama heran lalu menepi.


"Aku capek, Chels, balik yuk," ajak Kama.


"Masih mending sih kalau cuma capek, sementara aku, udah muak!" Tiba-tiba saja nada bicara Chelsea berubah. Gadis itu memandang tajam pada Kama.


"Maksudnya?" tanya Kama bingung.


"Ya, gue muak sama lo, Kam! Lo selalu aja ngambil apa yang gue punya! Kemarin Adrian, sekarang Dega! Mau lo apa sih?" Chelsea menekan setiap kalimatnya. Sekarang dia sudah bicara dengan lo-gue pada Kama.


"Chels, dengerin, aku gak pernah ngambil apapun dari kamu. Mas Adrian datang sendiri padaku. Lagipula harus berapa kali sih kamu di jelasin kalau Mas Adrian gak punya perasaan apapun sama kamu, sampai kapan kamu mau maksa, Chels?" Kama coba menjelaskan.


"Kamu mau bikin kenangan baru bersama dia pun itu percuma, Chels. Dia sudah berubah, gak seperti dulu lagi yang welcome sama kamu," tambah Kama.


"Pasti lo yang nyuci otaknya kan? Lo yang udah kasi cerita buruk tentang gue ke dia! Iya kan?!" tuduh Chelsea.


"Terserah kamu mau bilang apa, karena percuma juga aku jelasin. Yang pasti aku sama Mas Adrian sudah menikah, jadi gak ada tempat untuk orang lain di antara kami," jawab Kama.

__ADS_1


"Huh, siapa bilang? Lo pikir gue gak bisa masuk di antara kalian dan merusak pernikahan itu?" Chelsea menantang Kama dengan pertanyaannya.


"Bisa, pasti kamu bisa, Chels. Aku tau kamu orangnya nekat. Tapi untungnya apa coba? Hanya kepuasan yang kamu dapat, gak lebih dari itu," terang Kama.


"Kalau soal hati Mas Adrian, aku jamin seribu persen kamu gak akan dapetinnya. Karena cinta gak bisa di paksa, Chels ... Raganya boleh kamu punya, tapi hatinya tidak! Lalu setelah itu kamu mau simpan dia? Mau pajang dia seperti patung? Itu sama aja kamu membunuh dia pelan-pelan, Chels," sambung Kama lagi.


"Diem lo! Jangan sok tau!" bentak Chelsea. Hatinya sakit mendengar penjelasan Kama.


Apakah aku seburuk itu sampai gak pantas untuk di cintai?, batin Chelsea berteriak, bertanya tak tentu arah.


"Dan untuk urusan Dega, kamu berpikir terlalu jauh. Aku sama Dega murni temenan, dan baru tadi juga aku ngobrol banyak dengannya. Jadi kamu gak perlu capek berburuk sangka, karena menurut aku, kayaknya Dega naksir sama kamu tuh. Soalnya tadi dia cemburu waktu kamu main ski bareng Mas Adrian." Tak lupa Kama menyelipkan tentang perasaan Dega.


"Udah, cukup! Lo gak usah terlalu banyak omong! Gue terlanjur muak sama lo, Kam. Hanya gara-gara cewek kayak lo, apa yang harusnya jadi milik gue harus lepas gitu aja!" Chelsea histeris, emosi seketika naik.


Jeduk !


Gadis itu menendang kaki kiri Kama hingga terjatuh.


"Aaaaaaa ... !" Kama berteriak kesakitan hingga terdengar lewat earpiece yang di gunakannya sejak tadi pagi.


"Kamu gila, Chels ...!" Kama terduduk di atas salju.


Aiman spontan merespon dan bicara pada Kama.


"Ade ape? Kakak kenape? Kakak di mana? Ai nak susul ke sana!" Aiman panik.


Tapi Kama tidak menjawab pertanyaan Aiman, ia meneruskan bicara dengan Chelsea.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Oh my God 😱😱


Chelsea beneran gila akut guys .......


Dia nendang Kama sampai jatuh, terus apa lagi yang akan dia lakukan???????


Kita kepoin di next eps yuk πŸ‘‡


Cekidot !

__ADS_1


Oh iya, don't forget don't don't don't forget untuk dukungan LIKE dan VOTE poin atau koin buat author ya guys, please, biar aku tetep cemunguuud 😘πŸ’ͺπŸ’ͺ


Tararengkiuuuh cinta-cintakuuuuu πŸ€—πŸ™


__ADS_2